
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kisah pilu menimpa dua bocah laki-laki di Kabupaten Indramayu. R (8 thn) dan B (4 thn) harus hidup dalam kondisi memprihatinkan setelah ditinggalkan sang ayah tanpa kabar. Kini, keduanya diasuh oleh neneknya, Aliyah (50 thn), di sebuah rumah kecil yang berdiri di atas tanah makam, Jalan Pahlawan, Gang Musolah, RT 05 RW 08, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu.
Dua bocah malang itu merupakan anak pasangan Rudiansyah dan Susanti. Sang ibu saat ini bekerja sebagai tenaga migran di Arab Saudi, sementara ayahnya pergi membawa anak perempuan tertua, K (13), dan meninggalkan R serta B tanpa identitas maupun kepastian masa depan.
“Anak-anak itu dititipkan begitu saja, seperti barang yang dibuang,” ungkap Junedi, kerabat keluarga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Aliyah kini menanggung beban berat di usia senjanya. Selain hidup dalam keterbatasan, ia tidak memiliki dokumen resmi cucunya, yang menjadi syarat utama untuk mendaftarkan mereka ke sekolah. Kondisi ini membuat R dan B terancam tidak bisa menikmati pendidikan formal.
Ketua Forum Wartawan Jurnalis Independen (FWJI) Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom, mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu segera turun tangan. Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh abai terhadap persoalan sosial yang menyangkut masa depan anak-anak.
“Jangan biarkan mereka kehilangan kesempatan sekolah hanya karena keteledoran orang dewasa. Pemerintah harus hadir memberi solusi nyata, bukan sekadar retorika,” tegas Mutadi.
Mutadi juga mendorong adanya pemutakhiran data penerima bantuan sosial tahun 2025, karena masih banyak warga miskin yang tercecer dari program pemerintah.
Saat ditemui awak media pada Rabu (17/9/2025), Aliyah mengungkapkan bahwa pihak Dinas Sosial Kecamatan bersama instansi terkait sudah mendatangi rumahnya. Mereka memberikan bantuan sembako sekaligus penjelasan mengenai langkah lanjutan.
“Cucu saya ingin sekolah, ingin ngaji, ingin pintar. Tapi saya terkendala biaya dan tidak punya akta. Kalau ada bantuan, saya sangat berharap mereka bisa sekolah,” ucap Aliyah penuh haru.
Pihak Dinas Sosial Kecamatan memastikan akan membantu proses pengurusan dokumen terkait Akta Lahir sebelum mendaftarkan keduanya ke sekolah dasar maupun pesantren. Tutup Aliyah.
Reporter : Andika
