Pertanian Indramayu Jadi Sorotan Visitasi Kepemimpinan Nasional

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung Kabupaten Indramayu kembali mendapat perhatian nasional. Sebanyak 18 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 26 Tahun 2025 melaksanakan kegiatan visitasi di Ruang Ki Tinggil, Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Senin (15/9/2025).

Visitasi yang mengambil lokus di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian itu difokuskan untuk mengkaji tantangan serta peluang pengembangan pertanian daerah. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang bagi peserta untuk merumuskan terobosan inovatif yang dapat meningkatkan kinerja organisasi.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim melalui Wakil Bupati Syaefudin, menyampaikan rasa terima kasih kepada Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Pusat Pendidikan Administrasi, atas kepercayaan menjadikan Indramayu sebagai tujuan kunjungan lapangan.

“Ini sebuah kehormatan bagi Indramayu karena dipilih sebagai lokasi studi lapangan. Semoga kami bisa menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Syaefudin.

Ia menegaskan, keberhasilan pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan lahirnya sosok pemimpin perubahan yang mampu menghadirkan inovasi di mana pun ditempatkan.

“Melalui studi lapangan ini, peserta diharapkan dapat membaca dinamika lingkungan eksternal maupun internal, serta menawarkan solusi kreatif untuk meningkatkan kinerja organisasi,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Syaefudin menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian agenda. Menurutnya, hasil dari visitasi ini diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan produktivitas pertanian dan keberlanjutan usaha tani.

Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung para petani. “Dengan mekanisme penyaluran subsidi dan pembiayaan yang transparan serta akuntabel, kelompok tani akan semakin berdaya dalam mengelola dan memanfaatkan bantuan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wabup berharap kegiatan tersebut bukan hanya memperkaya kompetensi peserta, tetapi juga memperkuat sinergi antar pihak untuk mewujudkan Indramayu yang lebih maju dan kompetitif.

(Diskom/Andika).

Bulog Tegaskan Penyaluran SPHP di Indramayu Sesuai Aturan, Harga Tetap Terkendali

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya menjaga stabilitas harga pangan terus dilakukan Perum Bulog Cabang Indramayu. Melalui pengawasan langsung di lapangan, Bulog memastikan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berlangsung tepat sasaran dan tidak melenceng dari ketentuan. Senin (14/7)

Monitoring dilakukan pada Minggu, 13 Juli 2025, di Pasar Baru Karangmalang. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan Satgas Pangan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indramayu.

Pimpinan Bulog Indramayu, Sri Wahyuni, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memastikan kestabilan harga beras medium dan menjamin distribusi SPHP sesuai jalur yang ditetapkan.

“Harga beras medium sempat melonjak hingga Rp14.000 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP kami jual seharga Rp12.500 per kilogram agar tetap terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Sri Wahyuni juga menjelaskan, masyarakat yang belum menerima bantuan pangan berupa 10 kilogram beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025, masih bisa membeli beras SPHP di pasar dengan harga yang telah ditetapkan.

“Stok di gudang Bulog Indramayu aman untuk mendukung program SPHP. Namun, kelanjutannya tetap menunggu arahan pemerintah pusat,” tambahnya.

Agar distribusi SPHP lebih tertata, Bulog menggandeng Dinas Pasar untuk melakukan pendataan terhadap pedagang yang ingin menjadi mitra resmi penjual beras SPHP.

“Tidak semua pedagang bisa jadi mitra. Hanya yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sesuai aturan,” jelas Sri Wahyuni.

Saat ini, sudah ada tiga pedagang di Pasar Baru Indramayu yang resmi menjadi mitra penjual beras SPHP dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram.

“Kami akan perluas jaringan distribusi ke pasar-pasar lain di wilayah Indramayu. Kalau ada beras medium di atas harga HET, itu bukan dari Bulog, melainkan dari beras lokal,” tegasnya.

Salah satu mitra pedagang, Hadi Riyadi, mengaku penjualan beras SPHP cukup tinggi.

“SPHP sangat diminati. Harganya jauh lebih murah dibanding beras lokal yang mencapai Rp14.000. Kami biasa dapat dua ton per minggu dan selalu habis terjual,” tuturnya.

Melalui program ini, Bulog berharap keberadaan beras SPHP bisa menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok di pasaran.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal