Semangat dan Kompak, Hairan-Amin Jawab Pertanyaan Kandidat Secara Bergantian

TANJAB BARAT.radarinformasi.com – Debat calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang digelar oleh KPU Tanjab Barat di Gedung Pola Kantor Bupati pada Jumat malam (15/11), berlangsung penuh dinamika. Pasangan calon nomor urut 03, Hairan-Amin, tampil memukau dengan jawaban yang semangat, dan menunjukkan kekompakan tinggi. Sabtu (16/11)

Saat mendapatkan pertanyaan dari pasangan calon yang lain terkait strategi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat, Hairan menjawab dengan antusias. Ia memaparkan rencana pengoptimalan potensi sumber daya alam dan promosi investasi berbasis teknologi. “Kami akan mendorong hilirisasi produk lokal dan memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya serta ekowisata. Ini bukan hanya soal meningkatkan PAD, tapi juga memberdayakan masyarakat lokal,” tegas Hairan.

Setelah Hairan menyampaikan pandangannya, Amin melanjutkan dengan memberikan penjelasan tambahan. Ia menyoroti pentingnya reformasi tata kelola pajak dan retribusi yang transparan. “Dengan digitalisasi, kami akan memastikan sistem pajak dan retribusi berjalan efisien, adil, dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Amin, menambah bobot jawaban pasangan ini.

Sinergi yang Memikat Perhatian
Kekompakan Hairan-Amin juga terlihat saat mereka mendapat pertanyaan dari paslon lain tentang cara mengatasi kesenjangan pembangunan di wilayah pesisir dan pedalaman. Hairan menjelaskan pentingnya program one map one policy berbasis teknologi informasi untuk perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Amin kemudian melengkapi dengan solusi konkret berupa pengembangan infrastruktur dasar seperti jalan dan fasilitas umum di daerah terpencil.

“Kami percaya, pembangunan yang merata adalah kunci keadilan sosial. Dengan pendekatan berbasis data, semua wilayah akan mendapat perhatian sesuai kebutuhan masing-masing,” kata Amin, yang disambut tepuk tangan audiens.

Penampilan Solid dan Profesional
Pasangan ini sukses mencuri perhatian dengan cara mereka menjawab pertanyaan. Kekompakan Hairan-Amin mencerminkan sinergi dan persiapan matang, menjadikan mereka pasangan yang dinilai memiliki pemahaman mendalam terhadap permasalahan daerah.

Dukungan Publik Meningkat
Penampilan Hairan-Amin dalam debat ini semakin memperkuat citra mereka sebagai pasangan calon yang tangguh dan siap membawa perubahan positif untuk Tanjab Barat .Dukungan publik pun tampaknya terus menguat, dengan banyak yang mengapresiasi gaya komunikasi mereka.

Kini, masyarakat Tanjab Barat menantikan langkah nyata dari Hairan-Amin untuk membuktikan bahwa kekompakan mereka di panggung debat juga dapat diwujudkan dalam kerja nyata jika terpilih sebagai pemimpin.

Reporter : Dani
Redaktur : Rizal

Hairan-Amin Sampaikan Visi dan Misi dengan Semangat pada Acara Debat Pilkada  2024

TANJAB BARAT.radarinformasi.com – Pada debat Pilkada 2024 di Kabupaten Tanjab Barat Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 03, Hairan-Amin sampaikan program visi dan misinya dengan penuh semangat, Jum’at (15/11/2024) malam.

Dalam pemaparan visi-misi, Hairan-Amin mengusung sebuah visi AMANAH BERBAKTI (Adil, Maju, Nasionalis, Harmonis, Bersih, Berilmu, Akuntabel, Kreatif, dan Berbasis Teknologi Informasi).

Sementara itu, misi dari Hairan-Amin antara lain :

1. Peningkatan Sumber Daya Manusia yang seimbang antara kompetensi dan karakter beriman, berilmu dan berahlak.

2. Mendorong hilirisasi dan wisata berbasis Sumber daya Alam.

3. Peningkatan pertumbuhan ekonomi kerakyatan berkelanjutan.

4. Peningkatan tata kelola Pemerintah yang baik transparan, Akuntabel dan partisipatif (Good Governance).

5. Pemerataan pembangunan Daerah yang adil, harmonis, dan memanfaatkan teknologi informasi.

Tak hanya itu, Paslon nomor urut 03, Hairan-Amin memiliki sebuah program unggulan.

“Demi kesejahteraan masyarakat, kita akan siapkan sebuah program yakni DuTa RT (Rp 20 Juta per RT). Program ini akan kita salurkan disetiap tahunnya,” ungkap Hairan.

Reporter : Dani
Redaktur : Rizal

JTP Sindir Soal Anggaran Penenun Ulos Tak Tepat Sasaran, Begini Respon Satika Simamora Saat Debat

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com — Debat perdana antar kandidat Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 yang digagas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) berlangsung alot dan panas di Gedung Sopo Nommensen, Komplek Perkantoran Pusat HKBP di Pearaja, Tarutung, Jumat sore (8/11).

Hal itu terlihat saat sesi tanya jawab antarpasangan calon Bupati Taput, Satika Simamora dengan Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat soal penggunaan anggaran bagi kelompok penenun ulos. Dikatakan JTP bahwa selama menjabat Ketua Dekranasda Taput sepuluh tahun, Satika Simamora tidak memaksimalkan anggaran untuk sektor tersebut. Malah disindirnya ada Rp1 miliar setiap Tahun dari anggaran dimaksud, digunakan untuk perjalanan dinas dan sebatas pameran-pameran saja.

“Kami juga mendengar para penenun masih mengeluhkan harga yang masih rendah dan banyak motif tenun yang sudah dicuri sehingga merugikan para penenun dan itu membuat mereka kecewa,” ujar JTP Hutabarat. “Kami juga telah melakukan berapa hal terkait ini, bahkan saya mengelola beberapa penenun sekarang ini yang mana dibawah naungan Dekranasda. Mereka bercerita dan saya lihat anggaran yang ada banyak perjalanan dinas dan pameran-pameran yang menurut kami tidak berdampak kepada penenun,” sambung mantan anggota DPRD Sumut ini.

Merespon ini, Satika Simamora justru menyindir JTP yang disebutnya tidak memahami tentang ulos, sehingga selalu berbicara hoaks tanpa bukti.

“Pak JTP, Anda saja tidak sering pakai tenun ulos, saya sendiri setiap hari selalu memakai tenun ulos. Bapak itu calon pemimpin lho, jangan selalu bicara hoaks. Apa isi dari dana itu, apakah itu untuk pembelian benang dan memang itu dananya untuk pembelian benang untuk semua penenun di Tapanuli Utara yang berjumlah 11 ribu orang. Coba dihitung nilai itu dengan benang yang kami bagikan sebelumnya,” terang istri mantan Bupati Taput dua periode, Nikson Nababan ini.

Hal kedua, sebut Satika, lewat anggaran tersebut kerap ia pergunakan untuk mempromosikan ulos khas Taput ke tingkat nasional bahkan mancanegara.

“Kenapa saya harus mempromosikan ulos ini, saya mau buat ulos itu sejajar dengan tenun batik dan tenun Palembang. Menurut saya, seorang pemimpin itu ada baiknya bicara dengan data dan fakta. Kita harus berbicara mulai dari diri sendiri,” kata ibu dua anak tersebut.

Satika Simamora lebih lanjut menerangkan kalau orang Batak tidak perlu lagi dipromosikan ulos karena dari mulai lahir, menikah dan meninggal dunia sudah memakai ulos. Ia justru mempertanyakan kecintaan JTP Hutabarat akan ulos sebagai calon pemimpin di Kabupaten Taput.

“Jangan sekarang Anda seakan peduli terhadap ulos. Terbukti sekarang di Jakarta semua orang Batak senang menggunakan ulos setiap pesta adat dan acara lainnya. Kalau dulu mereka memakai songket dan batik dari Palembang tapi sekarang ulos sudah sejajar dengan batik dan kain songket,” ujar dia yang disambut riuh tepuk tangan massa pendukungnya.

Tenun ulos asal Taput, sebut Satika juga sudah sering menjadi juara satu tingkat nasional. Karena itu, ia meminta agar JTP mempelajari lebih banyak lagi tentang ulos dan manfaatnya.

“Karena itu, bapak jangan hanya mendengar dari satu pihak penenun karena itu pendukungnya bapak, lantas bapak mendengar katanya, katanya, katanya. Tidak mungkin dari 11 ribu penenun itu mengeluh semua,” pungkas Satika Simamora.

Debat kandidat perdana ini turut dirangkai dengan pemaparan visi misi dan program kerja dari paslon nomor urut 1, Satika Simamora dan Sarlandy Hutabarat, serta Paslon nomor urut 2, JTP Hutabarat dan Deni Parlindungan Lumbantoruan. Kedua kandidat terlihat bergantian memaparkan konsep strategi dan gagasan untuk membangun Kabupaten Tapanuli Utara lima tahun mendatang.

Turut hadir Ketua KPU Kabupaten Taput, Suwardy Pasaribu didampingi para komisioner yakni Symtoy S Manullang, Chandra Panggabean, dan Evy Regina Marpaung. Hadir pula unsur Forkopimda Taput seperti Kapolres AKBP Ernis Sitinjak, para pimpinan organisasi perangkat daerah, Sekretaris KPU Taput, Erifan Manullang, serta jajaran Bawaslu Taput.

Reporter : Reno H
Redaktur : Dewi

Lucky Hakim Soroti Perubahan dan Kepemimpinan sebagai Pelayan Rakyat dalam Debat Pilkada Indramayu 2024

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dalam debat publik Pilkada Indramayu 2024 yang digelar di Hotel Holiday Inn Bandung pada 4 November 2024, calon Bupati Lucky Hakim menekankan pentingnya perubahan dalam tata kelola pemerintahan. Ia mengungkapkan bahwa pemimpin daerah, seperti Bupati dan Wakil Bupati, seharusnya berperan sebagai pelayan rakyat, bukan bertindak seperti raja yang jauh dari aspirasi masyarakat.

Selama masa kampanye, Lucky mengklaim telah mengunjungi lebih dari 1.700 lokasi di seluruh Indramayu untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi masyarakat, termasuk dari petani, seniman, dan pengusaha. Lucky menyatakan bahwa banyak masyarakat yang mengeluhkan kegagalan panen, sulitnya akses terhadap pupuk, dan masalah infrastruktur serta perizinan yang berlarut-larut.

Dalam debat itu, Lucky juga memberikan kritik kepada calon petahana Nina Agustina, meskipun tanpa maksud menyerang pribadi. Ia menyoroti bahwa berbagai masalah seperti sampah yang menumpuk, jalan yang rusak, dan perizinan yang sulit masih dirasakan warga Indramayu.

“Memimpin itu tidak bisa dilakukan seorang diri. Tidak seharusnya ada tindakan yang terburu-buru, seperti sedikit-sedikit pecat atau sedikit-sedikit lapor polisi,” ujarnya, menekankan pentingnya kepemimpinan yang kolaboratif dan tidak otoriter.

Lucky menutup pernyataannya dengan optimisme akan visi dan misinya untuk membawa perubahan di Indramayu, seraya menyatakan bahwa kepemimpinannya bersama wakilnya akan amanah.

Reporter  : Andika

Redaktur  : Rizal