Buntut dari Ledakan T.301, Masyarakat Kecamatan Balongan Pertanyakan Nasibnya

Buntut dari Ledakan T.301, Masyarakat Kecamatan Balongan Pertanyakan Nasibnya

INDRAMAYU.radar.informasi.com – Forum Masyarakat Kecamatan Balongan (FMKB), adakan aksi turun ke jalan bersama perwakilan masyarakat dari 10 desa di Kecamatan Balongan. Menindaklanjuti Surat selebaran audensi yang sudah di kirim ke pihak Pertamina RU VI Balongan pertanggal 12 April 2021, yang tak dibalas dan kembali mengirimkan surat selebaran ke pihak Muspida juga tak ada jawaban untuk melakukan audensi terkait pasca kebakaran Tanki Gasoline di area kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu Jawa Barat, Kamis (29/04/2021).

Genap sebulan pasca kebakaran dan meledaknya tanki T.301 pemasok premium yang berada di Area Kilang Minyak RU VI Pertamina Balongan, menyisakan kisah berbagi macam haru bagi Warga sekitar, dari mulai bau yang menyengat sebelum meledak, dentuman dan guncangan yang membuat Masyarakat panik, kobaran api yang tinggi serta menimbulkan hawa panas sehingga membuat Warga yang berjarak 500 M berhamburan menyelamatkan diri mencari tempat yang lebih aman dibantu dengan Armada TNI & Polri.

Beberapa kerusakan matrial seperti retaknya tembok rumah, pecahnya kaca baik dari jendela, pintu dan lain sebagainya juga hewan ternak baik yang di darat, air semuanya ikut terdampak, sampai korban luka bakar saat ledakan terjadi mengenai pengguna jalan raya yang pada saat itu kebetulan melintas.

Dengan terbentuknya Forum Masyarakat Kecamatan Balongan (FMKB), ini bertujuan meminta pertanggungjawaban dan menolak bahwa yang diledakan di Tanki Gasoline adalah bencana alam, serta meminta agar semua Masyarakat yang terdampak diberikan konpensasi ganti rugi baik yang dialami saat ini.

Taufiquurahman selaku Ketua dari FMKB mengatakan, “Pertamina itu adalah perusahaan plat merah sudah semestinya sebagai BUMN mulai membangun kepedulian dan membangun komunikasi yang baik dengan stakeholder sekitar kilang Pertamina RU VI Balongan, harus dicatat setiap produksi pasti akan memproduksi dampak secanggih apapun alat yang digunakan, maka sudah sepantasnya dan keharusan perusahaan ini mulai membangun komunikasi yang intens dengan warga sekitar apalagi jarak antara tembok perusahaan dan tembok warga begitu dekat dengan hanya dipisah jalan aspal yang jaraknya bisa diukur pake hitungan kaki melangkah”, kata Taufiq.

“Kami Forum Masyarakat Kecamatan Balongan yang mewakili Masyarakat terdampak ledakan dan terbakarnya Tanki T.301, sudah pernah coba berkomunikasi dengan Humas RU VI secara bersurat tertanggal 12 April 2021, namun sampai Tanggal 28 April 2021, belum ada jawaban dari pihak Humas RU VI Balongan, jelas bagi kami bahwa Pertamina tidak punya keinginan untuk membicarakan persoalan dampak diatas dengan Masyarakat Kecamatan Balongan, oleh sebab itu kami selaku perwakilan Masyarakat akan terus menyampaikan tuntutan Masyarakat yang sudah diamanahkan oleh kami”, katanya.

Melalui Forum Masyarakat Kecamatan Balongan, Masyarakat menyampaikan poin – poin tuntutan, agar secepatnya Pertamina mengganti kerugian fisik/materi berdasarkan kondisi, mengganti kerugian Immatriil masyarakat pasca terjadinya ledakan, kerugian psikis/Trauma yang di derita masyarakat pasca ledakan dan kebakaran T.301.

Dalam aksi damai FMKB bersama perwakilan 10 desa kurang lebih 200 massa yang tergabung mengawali titik kumpul di pertigaan Wismajati Desa Sukaurip dan melanjutkan perjalanan menuju pintu utama masuk RU VI Balongan dan menyampaikan Orasinya bersama gabungan bantuan dari Ormas dan Lsm, Pihak pertamina memberikan izin atas 10 orang dari perwakilan aksi dan yang mewakili untuk bertemu langsung dengan pihak tertinggi di RU VI, untuk duduk bareng beraudensi.

Pihak pertamina melalui pertemuan audensi bersama FMKB siap bertanggungjawab terhadap persoalan Masyarakat yang terdampak dan akan segara merelisasikan apa yang sudah dibahas dalam pertemuan audensi dan sudah disepakati dalam bentuk notulen kesepakatan antara Pertamina dan FMKB.

Reporter : Selamet H
Redaktur : Dewi Pelangi