Bazar Ramadhan Ciawi Fair 2025 Resmi Dibuka Muspika Bogor Selatan

BOGOR.radarinformasi.com – Kegiatan Bazar Ramadhan Ciawi Fair 2025 resmi dibuka pada Jumat (8/3/2025), di Lapangan Bus Lorena Ciawi Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Acara yang telah memasuki tahun ke-14 sejak pertama kali diselenggarakan pada 2012 ini akan berlangsung hingga 6 April 2025.

Pembukaan Bazar Ramadhan Ciawi dihadiri oleh Forkopimcam Bogor Selatan, diantaranya Camat Bogor Selatan Irman, Kapolsek Bogor Selatan Kompol Maman Firmansyah, Danramil Kapten Sunari serta Babinsa, Babinmas dan tokoh agama setempat KH Irwan.

Acara dibuka secara resmi dengan pemotongan pita secara simbolis, yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan Bazar Ramadhan Ciawi Fair. Setelah itu, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Irwan, memohon kelancaran dan keberkahan selama kegiatan berlangsung dan buka bersama.

Camat Bogor Selatan, Irman, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar Ramadhan Ciawi Fair dapat terus menjadi ajang yang mempererat tali silaturahmi masyarakat serta meningkatkan semangat kebersamaan di bulan suci. 

“Kegiatan ini bukan sekadar bazar atau hiburan, tetapi juga ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah dan berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah ini,” ujarnya.

Sebagai salah satu acara tahunan yang telah berlangsung sejak 2012, Bazar Ramadhan Ciawi Fair telah menjadi tradisi yang dinantikan warga setiap tahunnya. Berbagai kegiatan menarik hadir dalam acara ini, seperti bazar UMKM, permainan anak-anak, hingga hiburan lainnya.

Menurut H. Agus Chandra, S.E., selaku owner dari PT. Buana Citra Promosindo dan Chandra Jaya Fantasi, kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan lebaran dengan harga terjangkau sekaligus memberikan hiburan bagi keluarga.

“Kami berharap bazar ini dapat menjadi tempat yang bermanfaat bagi masyarakat, baik dalam memenuhi kebutuhan Ramadhan maupun sebagai sarana hiburan keluarga. Kami juga mengutamakan kenyamanan dan keamanan pengunjung selama acara berlangsung,” ujarnya.

Dengan terus berkembangnya acara ini, diharapkan Bazar Ramadhan Ciawi Fair dapat menjadi destinasi utama bagi masyarakat untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan yang positif dan penuh keberkahan, atau sekedar berkumpul dan bergembira bersama keluarga. (Bule)

Proyek IPAL Siluman Muncul di Kelurahan Bojongkerta, Santer jadi Sorotan Warga

Proyek IPAL Siluman Muncul di Kelurahan Bojongkerta, Santer jadi Sorotan Warga

BOGOR.radarinformasi.com– Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dalam sebuah pemukiman yang padat dengan kategori sanitasi yang tidak layak, maka pemerintah telah menggelontorkan bantuan untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hal tersebut bertujuan untuk mengolah limbah yang berbentuk cair, misalnya limbah dari WC, dari air cuci ataupun dari kamar mandi, Sabtu (06/11/21).

Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor adalah salahsatu kelurahan penerima IPAL, akan tetapi  pembangunan yang sudah berjalan hampir 3 minggu, masyarakat sekitar masih bertanya-tanya sumber anggaran dan besaran jumlah anggarannya, karena di lokasi pembangunan tidak terlihat adanya papan proyek.

Padahal seperti yang kita ketahui, papan proyek wajib dipasang sesuai dengan  Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek, dari volume jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak, sampai waktu proses pekerjaan.

Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta dalam pengawasan, saat radarinformasi mencoba menggali informasi, Parman yang disebut-sebut sebagai Ketua KSM seolah alergi terhadap media, Ia selalu menghindar saat akan dimintai keterangan.

Sangat disayangkan memang, proyek pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah tersebut menjadi sorotan masyarakat dan dianggap proyek siluman karena tidak bertuan serta tidak ada kejelasan soal jumlah dan sumber anggarannya. Masyarakat sekitar pun mulai menyoal hal tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan Ketua KSM masih sulit ditemui dan belum ada penjelasan terkait pembangunan yang sudah berjalan tersebut. Bahkan saat dikonfirmasi via seluler tidak merespon sama sekali.

Red