Berkesan Asal Jadi, Betonisasi Desa Wates Jaya terlihat Patah dan Retak

BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menggelontorkan anggaran yang cukup fantastis dalam bidanga infrastruktur melalui program Satu Milyar Satu Desa (Samisade), yang diproyeksikan untuk mendorong peningkatan ekonomi desa.
Setiap Desa di Kabupaten Bogor mendapatkan bantuan samisade setiap tahunnya, salahsatunya Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, Senin (11/09/23).

Namun sangat disayangkan, anggaran yang begitu fantastis dan dialokasikan untuk Betonisasi jalan desa diduga dikerjakan secara asal-asalan, pasalnya pekerjaan betonisasi yang baru rampung dalam hitungan hari tersebut sudah terdapat keretakan bahkan patah di beberapa bagian.

Saat radarinformasi.com mencoba ke kantor desa, Kepala Desa tidak ada di tempat, sementara itu, Sekretaris Desa mengatakan bahwa dirinya tidak ikut campur dalam pembangunan.

“Terkait pembangunan betonisasi untuk lebih jelasnya silahkan hubungi Kades atau TPK, karena kalau saya tidak tahu-menahu, saya hanya bertugas membuat LPJ saja”, ujar Sekdes.

Sementara itu, TPK saat dikonfirmasi tidak memberikan respon sama sekali, bahkan hingga berita ini ditayangkan Kepala Desa belum berhasil dimintai keterangan.

Reporter : Dewi

Rusdan Pelaksana PT. Nuansa Jaya Perkasa : Semua Betonisasi Di Kabupaten Bogor Pasti Ada Keretakan

No

Rusdan Pelaksana PT. Nuansa Jaya Perkasa : Semua Betonisasi Di Kabupaten Bogor Pasti Ada Keretakan

BOGOR.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Bogor, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, telah menggelontorkan dana dalam jumlah yang cukup fantastis demi menunjang kelancaran barang dan jasa melalui program penyelenggaraan jalan baik kabupaten maupun kota, Jum’at (21/10/22).

Seperti halnya anggaran sebesar Rp.2.983.714.500,00 yang telah digelontorkan untuk peningkatan jalan SPN Lido-Srogol, Kecamatan Cigombong, namun sangat disayangkan, pekerjaan rekontruksi jalan yang di laksanakan oleh PT.Nuansa Jaya Perkasa dengan Konsultan PT. Bina Index Consult tersebut diduga dikerjakan asal-asalan, sehingga menyebabkan kerugian bagi masyarakat ataupun negara.

Pekerjaan yang dilaksanakan dalam 150 hari kalender tersebut menjadi sorotan masyarakat, pasalnya beton yang dikerjakan terlihat banyak retakan dibeberapa titik, sehingga di khawatirkan tidak akan bertahan lama.

Saat radarinformasi mencoba mengklarifikasi ke pihak pelaksana via seluler, Pelaksana menjelaskan bahwa, “Untuk beton pelaksanaannya sudah sesuai yang di RKS, hasilnya sudah di uji dan untuk mutunya juga udah di uji”.

“Terkait retak coba saya minta betonisasi di Kabupaten Bogor mana sih yang ga retak, biar untuk saya studi, intinya semua sudah sesuai prosedur”, ujar Rusdan selaku Pelaksana.

Dewi/red