Bupati Lucky Hakim Apresiasi Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Keceriaan tampak di wajah para pengayuh becak di Kabupaten Indramayu saat menerima bantuan becak listrik. Bantuan tersebut merupakan program kemanusiaan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Kamis (13/11/2025).

Program ini lahir dari inisiatif pribadi Presiden Prabowo sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil, terutama mereka yang bekerja di sektor informal. Becak listrik diberikan secara khusus kepada pengayuh becak lanjut usia yang masih bekerja untuk menafkahi keluarga.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sujatmiko menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pengurangan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua Umum YGSN, Letjen TNI (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, S.E., M.M. Ia menuturkan bahwa program becak listrik tidak hanya berorientasi pada jumlah unit yang disalurkan, tetapi lebih pada nilai kemanusiaan, penghormatan, dan dukungan terhadap para pekerja yang tetap produktif di usia senja.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia berharap para penerima menjaga dan memanfaatkan becak listrik secara maksimal sebagai alat mencari nafkah maupun sarana penunjang wisata lokal.

“Bantuan ini adalah peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Jadikan sebagai pemicu semangat dalam membangun Indramayu dan Indonesia,” ujar Bupati Lucky.

Ia menambahkan bahwa kehadiran becak listrik bukan hanya solusi transportasi ramah lingkungan, tetapi juga simbol inspiratif bagi generasi muda agar meneladani kegigihan dan etos kerja para pengayuh becak senior.

Program ini ditargetkan menyalurkan 10.000 unit hingga tahun 2025, dan akan dilanjutkan dengan penyediaan tambahan 20.000 unit pada tahun 2026.

(Andika/Sbr/Diskom)

Menarik, Pembagian BPNT dan BST dari Presiden dijadikan Ajang Meraup Keuntungan oleh Oknum Pemdes Sasagaran dan MUI

Menarik, Pembagian BPNT dan BST dari Presiden dijadikan Ajang Meraup Keuntungan oleh Oknum Pemdes Sasagaran dan MUI

BOGOR.radarinformasi.com- Seperti yang telah kita ketahui pemerintah telah menggolontorkan bantuan berupa pemberian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid-19, terutama ditengah kelangkaan minyak goreng yang saat ini dialami oleh masyarakat sehingga Presiden memberikan bantuan minyak goreng murah untuk masyarakat dengan tujuan menjaga kestabilan daya beli masyarakat, Senin (18/04/22).

Namun sungguh miris dan memprihatinkan, karena kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat bawah ini malah dijadikan ajang untuk meraup keuntungan pribadi oleh pihak /oknum Pemdes Sasagaran beserta dengan oknum MUI desa, dengan cara memotong langsung dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp. 50.000 /KPM sebanyak kurang lebih 400 KPM, dengan dalih untuk pembayaran Zakat dan infak yang dalam pelaksanaan nya melibatkan pihak Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Saat dikonfirmasi via telpon Udan selaku Kepala Desa mengatakan kepada radar informasi.com bahwa hal tersebut benar adanya,namun pihaknya bersama Pemdes Sasagaran hanya menghimbau para penerima manfaat KPM untuk membayarkan zakat infaknya langsung dengan menggunakan uang dari BPNT tersebut. Uniknya lagi perbuatan melawan hukum ini Udan katakan dilakukan atas kesepakatan secara bersama-sama dengan desa yang berada di wilayah Kecamatan Kebon Pedes.

“Memang benar pihak desa dan UPZ yang menghimbau kepada KPM agar memberika uang sebesar Rp.50.000,00/KPM untuk zakat, hal ini saya lakukan karena untuk membantu tugas RT dalam pengumpulan zakat, dengan rincian Rp.31.000,00 dan untuk sisanya kita buat jadikan sebagai Infaq juga untuk dibagikan kepada anak yatim”, ujar Udan.

Masih menurutnya, “Saya kan ikut dengan desa-desa yang lain yang ada di Kecamatan Kebon Pedes, mereka juga melakukan hal yang sama, seperti apa yang kita lakukan”.

Sungguh ironi memang, ditengah-tengah kesulitan masyarakat masih saja segelintir pihak atau oknum yang memanfaatkan kesusahan masyarakat untuk memperkaya diri-sendiri bahkan dilakukan secara berjamaah. Guna menindaklanjuti hal tersebut Tim investigasi radar informasi.com akan melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak yang lebih berkompeten dalam hal ini, diantaranya pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Kementerian guna menyikapi perbuatan melawan hukum (pungli) yang dilakukan oleh segelintir oknum dengan dalih pembayaran Zakat.

Ilham/Red