Indramayu Dukung Proyek Perlindungan Pesisir Pantura, Fokus Tangani Banjir Rob dan Perubahan Iklim

INDRAMAYU.radarinformasai.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Ballroom Gedung Mina Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pertemuan lintas kementerian dan lembaga tersebut membahas percepatan perlindungan kawasan pesisir dari ancaman banjir rob, penurunan muka tanah, hingga dampak perubahan iklim, Senin (4/5/26).

Kehadiran Bupati Lucky Hakim menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional sekaligus memperjuangkan perlindungan wilayah pesisir Indramayu. Kabupaten Indramayu diketahui sebagai salah satu kawasan Pantai Utara Jawa yang sangat rentan terhadap bencana pesisir, terutama banjir rob yang semakin sering terjadi.

Selain banjir rob, wilayah pesisir Indramayu juga menghadapi tantangan serius berupa abrasi pantai dan penurunan muka tanah yang berdampak pada permukiman warga serta aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor perikanan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan kondisi Pantura semakin mengkhawatirkan akibat kenaikan muka air laut dan perubahan iklim. Ia menyebut kenaikan permukaan laut berkisar 0,8 hingga 1,2 sentimeter per tahun akibat pemanasan global, yang meningkatkan risiko kerusakan permukiman dan infrastruktur pesisir.

AHY juga menekankan pentingnya penanganan terpadu dalam mengatasi penurunan muka tanah dan persoalan pesisir lainnya. Menurutnya, pendekatan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar solusi yang dihasilkan lebih efektif.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lucky Hakim menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir, khususnya bagi wilayah Indramayu yang terdampak langsung. Pemerintah daerah menegaskan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar program berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong pembangunan Giant Sea Wall (GSW) sebagai solusi komprehensif yang direncanakan membentang sekitar 575 kilometer di sepanjang pesisir Pantura Jawa, termasuk Indramayu. Proyek ini mencakup pembangunan tanggul laut dan tanggul pantai, serta pendekatan berbasis alam melalui konservasi mangrove dan penataan kawasan pesisir secara menyeluruh.

Selain itu, pemerintah menyiapkan skema relokasi layak bagi masyarakat terdampak serta pengembangan kawasan pesisir berbasis ekonomi berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan dilakukan secara terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.

Melalui keterlibatan aktif dalam program ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap upaya perlindungan pesisir tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Rob Makin Parah, Warga Turun ke Jalan Tuntut Aksi Nyata

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Teriakan “Pembohong” menggema di Gedung DPRD dan Pendopo Kabupaten Indramayu pada Senin (23/6/2025), saat puluhan warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, menggelar unjuk rasa. Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan atas janji-janji kampanye yang dinilai tidak ditepati oleh pemerintah daerah. Selasa (24/6)

Warga menyuarakan kekecewaan mereka kepada Bupati Indramayu, Lucky Hakim, serta anggota DPRD yang dianggap abai terhadap persoalan banjir rob yang semakin parah.

Berbagai spanduk bernada kritik dibentangkan, seperti bertuliskan “Lucky Pembohong”, “DPRD Cuma Turu”, dan lainnya.

“Dulu katanya habis dilantik mau datang langsung, mau kasih solusi. Tapi buktinya nol besar. Katanya digaji rakyat untuk melayani rakyat, tapi mana buktinya? Saya punya rekamannya,” ujar Pebri (33), salah satu warga yang ikut dalam aksi.

Menurut Pebri, demonstrasi ini merupakan bentuk puncak kekecewaan warga yang merasa diabaikan. Ia menyebut saat masa kampanye, para calon pemimpin datang berkali-kali ke desa mereka, namun setelah menjabat, tak lagi terlihat kepeduliannya.

“Kalau pas kampanye datang terus, sekarang malah lupa sama kami,” keluhnya.

Sebagai seorang ibu, Pebri mengaku khawatir dengan masa depan anak dan cucunya jika pemerintah terus membiarkan kondisi banjir rob yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

“Air rob datang siang malam, masuk ke rumah. Kami sampai susah tidur. Bagaimana nasib anak cucu nanti?,” tambahnya.

Aksi demonstrasi warga ini akhirnya ditemui oleh Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin. Ia mengakui bahwa keresahan warga Eretan Wetan merupakan hal yang nyata dan harus segera ditangani.

“Kondisi banjir rob ini memang makin mengkhawatirkan. Sayangnya, APBD kita saat ini belum mencukupi, tapi kami akan coba usulkan penanganannya ke pemerintah pusat,” kata Syaefudin.

Saat ditanya soal janji kampanye, Syaefudin menegaskan bahwa persoalan banjir rob sudah menjadi masalah lama yang tak hanya menjadi tanggung jawab pejabat saat ini.

“Ini bukan soal Pak Lucky atau saya pribadi. Ini tanggung jawab pemerintah daerah secara keseluruhan. Walau kami baru menjabat, kami tetap tidak bisa lepas tangan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan berupaya untuk menepati aspirasi warga dan mendorong percepatan solusi atas bencana yang sudah lama membayangi wilayah pesisir tersebut.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Gus Ipul dan Lucky Hakim Tinjau Kampung Nelayan, Pastikan Rumah Harus Dipelihara dengan Baik

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), lakukan peninjauan langsung ke Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (7/5/2025).

Pada kesempatan itu Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) atas bantuan rumah sebanyak 93 unit dengan tipe rumah 36/60 serta bantuan pemberdayaan bagi masyarakat yang terdampak banjir rob di Desa Eretan Kulon.

“Bantuan ini dilatarbelakangi oleh bencana banjir rob dan gelombang pasang air laut yang terjadi di wilayah pantai Indramayu, khususnya di Eretan Kulon pada akhir bulan Desember 2022 dan awal bulan Januari 2023. Hal tersebut terjadi rutin setiap tahun dan berdampak pada kerusakan terhadap infrastruktur dan perumahan serta berdampak pada sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Bupati Lucky mengatakan, sejalan dengan peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2013, dengan ini Pemerintah Kabupaten Indramayu melakukan koordinasi bersama Kemensos RI untuk melakukan relokasi bagi para korban terdampak banjir rob dengan membangun Kampung Nelayan Sejahtera.

Lanjut Bupati Lucky menjelaskan, sebagai bentuk komitmen kepada Kemensos RI, Pemkab Indramayu menyediakan lahan seluas kurang lebih 1,6 hektare untuk pembangunan kampung nelayan sejahtera ini, di mana sekitar 1 hektare dibangun rumah beserta fasilitasnya dan 600 meter persegi sisanya berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga saat ini tidak bisa dialih fungsikan untuk permukiman.

“Selain lahan, Pemkab Indramayu juga memberikan kontribusi penimbunan tanah di sebagian lahan, air bersih, dan listrik. Selain itu, para korban terdampak banjir rob juga mendapatkan bantuan pemberdayaan masyarakat berupa bantuan usaha yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kemampuan keterampilan yang dimiliki,” ungkapnya.

Dengan adanya bantuan tersebut, Bupati Lucky berharap masyarakat korban terdampak banjir rob dapat menata kehidupan sosialnya agar lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf  yang didampingi Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan pembangunan kampung nelayan.

Gus Ipul menyatakan, program Kampung Nelayan merupakan bagian dari upaya Pemkab Indramayu yang bertujuan untuk memberikan dukungan kepada nelayan dan masyarakat pesisir terdampak rob dengan menyediakan hunian yang layak serta meningkatkan keterampilan mereka melalui berbagai program pemberdayaan.

“Melalui kolaborasi ini, kami berupaya meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana rob. Selain menyediakan tempat tinggal yang lebih aman, program Kampung Nelayan juga mencakup pelatihan-pelatihan praktis guna perkuat ekonomi masyarakat setempat.

Dirinya berpesan kepada seluruh pihak terkait untuk mengawal pembangunan kampung nelayan sehingga proses pembangunannya dapat berjalan sesuai waktu yang ditentukan.

“Harapan saya, rumah-rumah nelayan yang telah dibangun ini dapat dipelihara dan terjaga dengan baik, agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat penerima,” pungkasnya.

Selain meninjau lokasi Kampung Nelayan Sejahtera pada kesempatan itu ditinjau pula lokasi pemukiman yang terdampak banjir rob.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bantuan Terus Mengalir Pasca Banjir Rob di Indramayu

INDRAMAYU. radarinformasi.com – Pasca bencana banjir rob dan jebolnya tanggul penahan ombak di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (6/2/2025), bantuan bagi warga terdampak terus berdatangan hingga saat ini. Sabtu (8/2)

Sedikitnya 120 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban bencana tersebut menerima bantuan dari berbagai donatur. Bantuan disalurkan melalui Posko Bantuan di Blok Kebon 1 RT 02 RW 06, Desa Eretan Kulon.

Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, makanan dan minuman, serta pakaian bekas layak pakai. Seluruh bantuan ini berasal dari berbagai donatur di wilayah Kabupaten Indramayu.

Pantauan di lokasi posko menunjukkan antusiasme warga, khususnya ibu-ibu, yang rela mengantre dan berdesak-desakan demi mendapatkan bantuan.

Ketua Posko Bantuan, Wahyudi, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut telah didistribusikan kepada 120 KK atau sekitar 330 jiwa yang terdampak banjir.

“Alhamdulillah, banyak donatur yang peduli dan memberikan bantuan, baik berupa makanan maupun pakaian bekas yang masih layak pakai,” ujar Wahyudi pada Sabtu (8/2/2025).

Salah satu warga penerima bantuan, Juleha, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap agar pemerintah segera membangun kembali tanggul penahan ombak agar banjir tidak kembali melanda wilayah mereka.

“Semoga tanggul segera diperbaiki agar kami tidak terus-menerus mengalami kebanjiran,” harapnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Puluhan Warga Eretan Kulon Datangi Dinsos Indramayu, Tuntut Keadilan Relokasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Puluhan warga Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menggelar aksi protes di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu, Mereka menuntut kejelasan dan keadilan terkait data penerima bantuan relokasi program Kampung Nelayan Sejahtera, Senin (23/12/24).

Salah satu warga, Warsana, mengungkapkan bahwa dirinya bersama 30 warga lain merasa tidak mendapat keadilan. Rumah mereka yang rusak akibat banjir rob tidak masuk daftar penerima bantuan relokasi. Sebaliknya, ada penerima bantuan yang rumahnya tidak terdampak justru terdaftar.

“Kami hanya meminta keadilan. Banyak warga yang rumahnya rusak malah tidak masuk daftar relokasi. Sedangkan, ada yang rumahnya tidak terdampak justru mendapat bantuan,” tegas Warsana. Ia juga menyebutkan terdapat 28 rumah di Blok Kebon I RT 02 RW 06 yang rusak parah akibat rob namun tidak terdaftar dalam program relokasi. Kondisi serupa juga dialami warga di RT 01 RW 01, RT 04 RW 01, dan RT 03 RW 02.

Masyarakat meminta pemerintah melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan agar lebih transparan dan adil. “Kalau kami memang terdampak, kenapa hak kami tidak diberikan? Kami ingin kejelasan dan transparansi,” tambah Warsana.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Endang Ismiati, menjelaskan bahwa penerima bantuan relokasi telah didata sejak 2022 dan prosesnya melalui verifikasi ketat, termasuk oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Salah satu syarat utama adalah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Sebagian besar warga yang protes ternyata tidak masuk dalam DTKS, sehingga tidak memenuhi kriteria penerima bantuan,” jelas Endang. Ia juga menyebutkan bahwa proses penetapan penerima sudah melalui assessment berkali-kali sejak 2022.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Sosial belum memberikan tanggapan resmi mengenai kemungkinan verifikasi ulang data penerima bantuan seperti yang diminta warga. Namun, pihaknya memastikan semua proses sudah dilakukan sesuai aturan.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Peduli Sesama, Lapas Indramayu Beri Bantuan Korban Banjir Rob Eretan

Peduli Sesama, Lapas Indramayu Beri Bantuan Korban Banjir Rob Eretan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu melakukan bakti sosial dengan memberi bantuan kepada bencana korban banjir rob di Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Selasa (03/01/2023).

Adapun bantuan yang diberikan adalah 50 paket sembako dan selimut, serta 10 paket perlengkapan bayi yang disalurkan langsung kepada Masyarakat.

Masyarakat korban banjir rob desa Eretan Kulon tampak tersenyum bahagia, menerima bantuan pemberian dari Lapas Indramayu.

Kepala Lapas Indramayu, Beni Hidayat ikut turun langsung memberikan bantuan kepada Masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa prihatinnya kepada korban bencana banjir rob di eretan kulon.

“Kami turut prihatin atas musibah banjir rob yang dialami oleh warga desa Eretan Kulon ini,” kata Beni kepada Kepala Desa Eretan Kulon yang saat itu tampak menyambut kedatangannya.

Dengan adanya kegiatan ini, Beni berharap dapat meringankan beban bagi masyarakat yang terdampak atas musibah banjir rob di Eretan Kulon Kabupaten Indramayu

“Semoga dengan di berikannya bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam, dapat meringankan beban mereka,” harapnya.

Reporter : Slamet
Redaktur : Dewi P