Tangani Banjir Perkotaan, Bupati Lucky Hakim Fokuskan Normalisasi Saluran Irigasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu segera melakukan normalisasi saluran irigasi di wilayah perkotaan sebagai langkah konkret dalam penanganan banjir. Pengerjaan normalisasi ditargetkan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat dengan estimasi penyelesaian antara satu hingga tiga bulan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Indramayu Lucky Hakim saat meninjau langsung kondisi saluran irigasi di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pembangunan, Kecamatan Indramayu, Jumat (30/1/2026). 

Dalam peninjauan tersebut, Bupati menemukan saluran irigasi mengalami pendangkalan parah dan dipenuhi eceng gondok yang menghambat aliran air.

Dalam kunjungannya, Lucky Hakim didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, serta Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Erpin Marpinda. 

Ia menegaskan bahwa keberadaan eceng gondok yang tumbuh subur menjadi salah satu faktor utama tersendatnya aliran air dan berpotensi memperparah banjir di kawasan perkotaan.

“Eceng gondok yang sudah besar-besar ini kalau tidak segera dibereskan akan memperburuk banjir di Indramayu,” tegas Lucky Hakim.

Bupati menjelaskan, saluran irigasi tersebut menampung limpasan air dari kawasan permukiman warga, namun kondisinya saat ini relatif dangkal. 

Oleh karena itu, normalisasi perlu dilakukan melalui pengerukan hingga kedalaman sekitar 2,5 meter agar fungsi aliran air kembali optimal.

“Kita ingin Indramayu memiliki sistem drainase yang baik. Semua usulan akan kami tampung dan ditangani secara bertahap. 

Kita upayakan semaksimal mungkin, minimal satu sampai dua bulan ke depan sudah mulai tertangani,” ujarnya.

Selain pendangkalan dan eceng gondok, Lucky Hakim juga menyoroti masih adanya bangunan liar, seperti warung, yang berdiri di atas saluran air. 

Menurutnya, kondisi tersebut sangat menghambat aliran air dan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah sekitar.

Bupati pun mengimbau warga yang membangun di atas saluran irigasi agar bersedia direlokasi dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif. 

Penertiban bangunan akan dilakukan agar proses normalisasi dapat berjalan lancar dan direncanakan dimulai dalam waktu dekat.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke kawasan Jalan Pembangunan. Di lokasi tersebut, Bupati menjelaskan bahwa aliran air menuju laut di wilayah Karangsong terhambat akibat longsoran tebing sungai, sedimentasi, tumpukan sampah, serta eceng gondok.

“Air dari kota terhambat di tengah karena sedimentasi, sampah, dan eceng gondok. Kalau alur air lancar, eceng gondok tidak akan tumbuh. Artinya, saluran ini memang perlu dinormalisasi,” jelasnya.

Lucky Hakim menambahkan, meskipun lebar saluran irigasi di beberapa titik terlihat cukup besar, aliran air tetap tidak berjalan maksimal karena kedalaman yang tidak memadai. Untuk itu, Pemkab Indramayu menargetkan pendalaman saluran hingga kedalaman konstan sekitar empat meter sampai ke pintu air.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Antisipasi Banjir, Pintu Air Im Balas Dikurangi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Indramayu bersama instansi terkait melakukan pengurangan ketinggian pintu air Im Balas untuk mengendalikan aliran Sungai Cimanuk. Langkah ini diambil setelah air dari Blok Sawah Kembar, Desa Pabean Udik, mulai memasuki area pemukiman warga. Minggu (23/2)

Camat Indramayu, Indra Mulyana, AP, M.Si, dalam keterangannya di lokasi, menjelaskan bahwa upaya ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan pihak terkait. “Kami telah berkoordinasi untuk segera mengurangi ketinggian pintu air di Im Balas. Hal ini penting mengingat air sudah memasuki permukiman warga di Pabean Udik,” ujarnya, Sabtu (22/2).

Pintu air Im Balas berperan sebagai pengendali aliran Sungai Cimanuk yang mengalir ke wilayah Cimanuk Lama, melintasi kawasan perkotaan hingga Pabean Udik dan Brondong. Pengurangan debit air diharapkan dapat mencegah meluasnya genangan dan memastikan keselamatan warga.

Kegiatan ini turut dipantau oleh Bupati Indramayu, Lucy Hakim, dan Wakil Bupati, Syaefudin. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat.

“Langkah ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk mewujudkan Indramayu yang aman dan nyaman,” pungkas Indra Mulyana.

Dengan pengurangan debit pintu air, diharapkan situasi dapat segera terkendali dan masyarakat terhindar dari dampak banjir yang lebih luas.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal