Komisi 3 DPRD Indramayu Kritik Ketidakhadiran Dirut PDAM dalam Rapat Kerja Ketiga

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Komisi 3 DPRD Indramayu melayangkan kritik tajam terhadap Direktur Utama PDAM yang kembali absen dalam rapat kerja ketiga yang digelar di ruang tamu DPRD Indramayu, Jl. Jenderal Sudirman No. 159, Lemah Mekar. Ketidakhadiran ini dinilai menghambat pembahasan terkait tata kelola PDAM, terutama mengenai tarif air yang dinilai masyarakat terlalu mahal, Jumat (13/12/2024).

Anggota Komisi 3 DPRD Indramayu, Anggi Novia, mengungkapkan kekecewaannya karena hingga rapat ketiga ini, Direktur Utama PDAM tidak hadir tanpa membawa surat keterangan sakit. “Kami sudah meminta surat izin sakit jika memang berhalangan. Namun hingga siang ini, surat itu tidak ada. Ini jadi bukti ketidakseriusan dalam menghadapi tanggung jawab,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Komisi 3 meminta sejumlah data penting, seperti jumlah pelanggan PDAM yang tercatat sebanyak 157 ribu, rincian penggunaan air per pelanggan, dan total pendapatan tahunan. “Pendapatan PDAM selama 2024 mencapai Rp202 miliar. Namun, kami ingin tahu secara rinci bagaimana pengelolaan anggaran tersebut, terutama terkait kenaikan tarif yang dikeluhkan masyarakat,” tambah Anggi.

Anggi menyebutkan bahwa keluhan masyarakat terkait tarif air yang melonjak dan kualitas pelayanan yang buruk telah menjadi sorotan. Bahkan, sebanyak 1.300 pelanggan melaporkan kenaikan tarif yang tidak wajar. Selain itu, ada keluhan mengenai air keruh yang juga belum terselesaikan.

“Kami sudah tiga kali menggelar rapat kerja dengan PDAM, tetapi tidak ada respons yang memadai. Jika pada rapat keempat nanti Direktur Utama kembali tidak hadir, kami akan mengusulkan pemanggilan paksa melalui pihak kepolisian,” tegasnya.

Komisi 3 juga berencana menganalisis data yang diterima selama satu minggu ke depan dan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Anggi menegaskan bahwa Komisi 3 berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola PDAM agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik.

“Kami berharap PDAM lebih transparan dalam mengelola anggaran dan meningkatkan kualitas pelayanannya. Jika ada kelebihan pembayaran yang dilakukan pelanggan, kami akan menuntut agar uang tersebut dikembalikan,” pungkas Anggi.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Dandim 0606/Kota Bogor Hadiri Peresmian Pasar Jambu Dua

BOGOR.radarinformasi.com – Dandim 0606/Kota Bogor, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, S.Sos., M.Tr.(Han), hadir dalam acara tasyakuran dan peresmian operasional Pasar Jambu Dua, yang dilaksanakan di lantai dua pasar tersebut, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, pada Kamis (17/10) pukul 09.40 WIB.

Acara ini dipimpin oleh PJ Wali Kota Bogor, Dr. Hery Antasari, S.T., Dev.Plg, dan dihadiri oleh sekitar 70 peserta, termasuk Jenal Abidin selaku Dirut PD pasar, MH Ages selaku Dirut PT BAM, Anggota Komisi 3 Fraksi Golkar Kota Bogor Heri Cahyono, Kapolsek Bogor Utara AKBP Puji Hastanto, Pasi Inteldim 0606/ Kota Bogor Mayor Arm Haryanto, Danramil 06/Tanah Sareal Kapten Inf Suharja, Babinsa Tanah Sareal Peltu Memed Junaidi, dan masyarakat setempat. Selain itu, turut hadir Riki Rubiansyah, S.STP, dan Aditya Buana Karana, S.STP., M.Si., selaku Camat Bogor Utara dan Camat Tanah Sareal.

Dandim Dwi Agung Prihanto menjadi salah satu tokoh penting yang memberikan dukungan terhadap revitalisasi pasar, yang berlangsung selama hampir dua tahun, dan kini siap beroperasi dengan jumlah 1.441 pedagang.

Dalam sambutannya, Dr. Hery Antasari menyampaikan pentingnya Pasar Jambu Dua sebagai pusat perdagangan tradisional yang mengusung konsep modern. “Revitalisasi ini telah selesai dan Pasar Jambu Dua kini siap melayani masyarakat sebagai tempat berbelanja yang nyaman dan menarik,” katanya.

Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Inf Dwi Agung Prihanto S.Sos., M.Tr.(Han), dalam kesempatan tersebut, juga menggarisbawahi peran penting pasar tradisional dalam mendukung perekonomian lokal. “Kami mendukung penuh inisiatif ini, dan berharap masyarakat berpartisipasi aktif dengan berbelanja di Pasar Jambu Dua,” ungkapnya.

Acara diisi dengan serangkaian kegiatan seperti pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan peninjauan langsung area pasar. Dengan adanya revitalisasi ini, diharapkan Pasar Jambu Dua dapat menjadi tempat yang tidak hanya meningkatkan ekonomi mikro tetapi juga mempererat hubungan sosial di antara pedagang dan masyarakat.

Kegiatan tasyakuran ini berakhir dengan tertib dan lancar pada pukul 10.25 WIB, menandai langkah baru dalam perkembangan ekonomi Kota Bogor.

Reporter : Rizal