Keluhan Tak Kunjung Ditanggapi, Warga Kampung Cikalang Kecewa Pelayanan PLN

BOGOR.radarinformasi.com – Warga RT 04 RW 06 Kampung Cikalang, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi listrik yang tidak kunjung membaik meski permohonan perbaikan telah diajukan sejak lebih dari satu tahun lalu. Hingga kini, warga masih harus menghadapi tegangan listrik rendah atau spaneng yang kerap terjadi, terutama pada malam hari.

Ketua RT 04, Iwan, mengatakan persoalan tersebut diduga disebabkan oleh sistem penyaluran listrik yang belum memadai. Menurutnya, sekitar 25 rumah warga saat ini masih menerima aliran listrik yang disalurkan secara paralel dari satu rumah yang berfungsi sebagai induk.

“Sudah setahun lebih kami mengajukan perbaikan jaringan listrik. Sampai sekarang belum ada penyelesaian. Aliran listrik masih dibagi dari satu rumah induk ke sekitar 25 rumah lainnya. Dampaknya listrik sering spaneng dan bahkan padam karena voltasenya terlalu rendah,” ujar Iwan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, paling sering terjadi setelah waktu Maghrib hingga menjelang pagi hari. Akibatnya, berbagai aktivitas rumah tangga warga menjadi terganggu.

“Pernah ada warga yang memasak nasi dari waktu Isya sampai Subuh, tetapi nasinya tidak matang-matang karena listrik terlalu lemah. Kejadiannya saat bulan Ramadhan. Itu sangat menyulitkan warga,” katanya.

Ironisnya, sekitar Maret tahun lalu pihak PLN diketahui telah memasang sejumlah tiang listrik baru di kawasan tersebut. Saat itu warga berharap pemasangan tiang menjadi awal dari perbaikan jaringan yang selama ini dinantikan. Namun hingga kini, menurut warga, belum ada tindak lanjut yang mampu mengatasi persoalan listrik yang mereka alami.

“Tiang listrik memang sudah dipasang, tetapi setelah itu tidak ada kelanjutan. Sampai sekarang listrik masih sering terganggu dan tidak stabil,” ungkap Iwan.

Ia juga mengaku telah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak PLN, termasuk kepala jaringan yang menangani wilayah tersebut. Namun, menurutnya, upaya tersebut belum mendapatkan respons yang diharapkan.

“Saya sudah mencoba berkomunikasi dengan kepala jaringan. Pesan WhatsApp hanya dibaca, sementara telepon tidak pernah diangkat. Kami tentu kecewa karena keluhan warga belum juga mendapat solusi,” tegasnya.

Kekecewaan warga semakin bertambah ketika mendatangi kantor PLN. Di area resepsionis, terpampang piagam penghargaan pelayanan terbaik tingkat Jawa Barat. Namun menurut Iwan, kondisi yang dialami warga di lapangan belum mencerminkan kualitas pelayanan sebagaimana yang tercantum dalam penghargaan tersebut.

“Ketika saya datang ke kantor PLN, saya melihat ada piagam pelayanan terbaik se-Jawa Barat. Namun kenyataan yang kami rasakan berbeda. Keluhan sudah disampaikan sejak lama, tetapi belum ada penyelesaian yang jelas,” ujarnya.

Warga berharap PLN Cibogo Megamendung segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi teknis dan mempercepat pembangunan jaringan listrik yang memadai. Mereka meminta agar pemasangan tiang yang telah dilakukan tidak berhenti sebagai proyek tanpa kelanjutan, melainkan benar-benar diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pasokan listrik bagi masyarakat.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait keluhan warga Kampung Cikalang tersebut.

Red

Seorang Pria Meninggal Dunia Diduga Akibat Tersengat Listrik

BOGOR.radarinformasi.com- Polsek Cileungsi  menerima aduan adanya laporan dimana ditemukannya seorang laki-laki yang meninggal dunia diduga karena tersengat listrik, pada Sabtu 15 Juni 2024 sekitar pukul 17.30 WIB. Minggu (16/06/24).

Kapolsek Cileungsi Kompol Wahyu Maduransyah Putra, ST,.SIK,.MH., menjelaskan awal dimana menurut keterangan di lokasi TKP dari para saksi yang bekerja sebagai tukang bangunan di salahsatu rumah, korban Alm. Yudi Maryadi (53) datang untuk memperbaiki instalasi listrik. Korban sendiri  langsung naik ke atas plafon rumah sekira pukul 15.30 Wib dengan membawa tespen, dan solasi.

Korban YM turun hendak beristirahat, sekira pukul 17.30 Wib itu korban naik kembali ke atas plafon. Korban berteriak dan menyebut nama saksi “Yudi” kemudian saksi berlari untuk mematikan NCB.

“Saksi Yudi naik ke atas plafon untuk melihat kondisi korban yang sudah tidak sadarkan diri. Korban diturunkan dengan cara membongkar plafon, yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Merry sekira pukul 17.45 Wib, Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dan akhirnya Saksi menghubungi pihak keluarga Korban YM dan diwakili anak korban. Keluarga menerima semua ini adalah musibah dan takdir dan juga tidak berkenan untuk dilakukan otopsi jenazah serta proses hukum apapun dengan melampirkan surat pernyataan pihak keluarga, karena jenazah akan di makamkan secara layak, sampai berita ini diturunkan situasi sudah kondusif aman terkendali”, terang Kapolsek.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule