Tradisi Nadran Karangsong Kembali Digelar, Ribuan Warga Tumpah Ruah Rayakan Syukur Laut

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu kembali menghidupkan tradisi budaya pesisir melalui perayaan Nadran yang digelar. Tradisi tahunan ini berlangsung meriah dan khidmat sebagai wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas limpahan rezeki dari laut, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok KPL Mina Sumitra tersebut dihadiri ribuan warga, khususnya para nelayan beserta keluarga. Mereka memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama, pertunjukan seni tradisional, hingga berbagai atraksi budaya yang sarat makna.

Ketua KPL Mina Sumitra, H. Suwito, menyampaikan bahwa tradisi nadran bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk ungkapan syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang harus terus dilestarikan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut, juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antarwarga,” ujarnya.

Ia berharap melalui pelaksanaan nadran, hasil tangkapan nelayan ke depan semakin meningkat serta keselamatan saat melaut tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Amsori, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Ia mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang bergotong royong demi suksesnya acara tersebut.

“Berkat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, perayaan nadran tahun ini berjalan lancar dan meriah. Semoga tradisi ini terus terjaga dan membawa berkah bagi masyarakat,” tuturnya.

Perayaan berlangsung penuh semarak melalui pesta rakyat dan berbagai pertunjukan budaya, mencerminkan kekayaan tradisi serta kuatnya nilai kebersamaan masyarakat pesisir Indramayu.

Reporter : Andika

Ribuan Warga Padati Karangsong, Tradisi Nadran Jadi Simbol Syukur dan Gotong Royong Nelayan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ribuan warga tumpah ruah memadati wilayah pesisir Karangsong, Kabupaten Indramayu, untuk mengikuti tradisi laut Nadran yang kembali digelar oleh masyarakat dan nelayan di wilayah kerja KPL Mina Sumitra. Rabu (16/04)

Tradisi yang digelar dua tahun sekali ini menjadi bentuk rasa syukur atas limpahan hasil laut sekaligus simbol kebersamaan masyarakat pesisir. Kegiatan berlangsung meriah dengan kehadiran Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang turut mengikuti prosesi utama berupa larung kepala kerbau ke tengah laut.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, memadati sepanjang jalan menuju muara Karangsong yang menjadi titik kumpul prosesi pelepasan. Arak-arakan meron yang membawa kepala kerbau diiringi seni tradisional, tabuhan musik, serta tarian khas daerah menambah semarak suasana.

Prosesi larung menjadi puncak acara, di mana kepala kerbau yang telah dihias diarak dan kemudian dilarungkan ke laut sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah. Nuansa spiritual dan budaya sangat kental terasa dalam setiap rangkaian kegiatan.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Karangsong dan sekitarnya dalam menjaga serta melestarikan tradisi warisan leluhur tersebut. Ia menilai Nadran tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai momentum memperkuat solidaritas serta identitas budaya masyarakat pesisir.

“Tradisi Nadran ini adalah warisan budaya yang luar biasa. Semoga melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kecintaan terhadap laut bisa terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Hal ini sejalan dengan visi Indramayu Reang,” ujar Syaefudin dalam sambutannya.

Ia pun berharap para nelayan di Karangsong dan wilayah pesisir Indramayu semakin sejahtera dan selalu diberikan keselamatan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Tradisi Nadran Karangsong merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang masih lestari hingga kini. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal