Proyek “Siluman” Drainase di Teluk Pinang Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

BOGOR.radarinformasi.com – Pembangunan drainase di Kampung Teluk Pinang, RW 01 dan RW 02, Desa Teluk Pinang, tengah menjadi sorotan masyarakat. Proyek tersebut diduga tidak memenuhi spesifikasi dan ketentuan yang berlaku. Sabtu (21/9)

Sejak proyek dimulai dua hari lalu, tidak ada papan informasi proyek yang dipasang di lokasi. Padahal, papan proyek merupakan elemen penting untuk transparansi dan informasi publik terkait pelaksanaan pekerjaan. Sesuai dengan Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga setempat.

Saat awak media mencoba berkomunikasi dengan pihak pelaksana proyek, sering kali mendapatkan berbagai alasan terkait ketidakhadiran mandor di lapangan. Hal ini menambah kecurigaan masyarakat terhadap kualitas dan pengawasan pekerjaan.

“Untuk papan proyek saya tidak tahu ada dimana, tanyakan saja kepada mandor. Disini saya cuma disuruh untuk mengerjakan proyek ini,” ucap salah satu pekerja.

Kondisi di lapangan juga memprihatinkan, di mana tanah di lokasi proyek tergenang air dan belum kering ketika pemasangan batu dilakukan. Hal ini dinilai dapat mempengaruhi kekuatan dan ketahanan drainase, mengingat pemasangan batu pada tanah yang tidak kering berpotensi membuat struktur menjadi tidak stabil.

Tidak hanya itu, pekerja yang terlibat dalam pembangunan tersebut diketahui tidak menerima jaminan asuransi. Dalam pengerjaan proyek infrastruktur, jaminan keselamatan kerja merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak kontraktor guna melindungi pekerja dari risiko kecelakaan.

Lucunya, saat awak media berhasil menguhungi Dahir selaku mandor, ia berdalih dan mengarahkan untuk menghubungi salah satu oknum media.

“Saya tidak tahu apabila pekerja tidak memakai APD, saat ini saya sedang ada pengecoran di luar kota, kalau mau bertemu nanti hari Senin,” ucap Dahir dengan ketus. Hal tersebut mencerminkan bahwa lemahnya pengawasan dalam pengerjaan proyek ini oleh pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi yang jelas terkait polemik proyek ini. Awak media dan masyarakat berharap agar pihak berwenang segera melakukan investigasi terkait proyek ini demi memastikan keselamatan pekerja dan kualitas pekerjaan sesuai standar yang ditetapkan.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *