Perhutani dan PT. Kiara Multi Lestari Tinjau Lokasi Pengembangan Carbon Credit di Bogor

Bogor,Radarinformasi.com IPerum Perhutani bersama PT. Kiara Multi Lestari lakukan pengembangan karbon kredit di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Maribaya, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Parung Panjang KPH Bogor administratif Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Selasa (20/02/2024).
Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Tedy Sumarto, Administratur/KKPH Bogor, Kepala Perencanaan Hutan Wilayah I Bogor Weda P, Asisten Perhutani (Asper)/KBKPH Parung Panjang Ihsan Gilang Ramadhan beserta segenap jajaran dan dari PT. Kiara Multi Lestari hadir Direktur Utama Ikhsan beserta Direktur Operasional, Senior Advisor dan Geospatial Lead.
Dalam keterangannya Ade Sugiharto mengatakan bahwa pengembangan carbon credit ini dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global. Carbon credit sendiri merupakan izin yang dapat diperdagangkan dan memungkinkan perusahaan mengeluarkan sejumlah gas rumah kaca atau karbondioksida yang setara dalam proses industri.
“Kami bersama PT. Kiara Multi Lestari, melakukan pengecekan, meninjau lokasi proyek pengembangan karbon kredit di 4 petak yaitu petak 34c1, 34g, 34h1 dan 30g RPH Maribaya yang sudah masuk ke dalam SRN (Sistem Registri Nasional) Pengendali Perubahan Iklim yang merupakan sistem pengelolaan, penyediaan data, informasi berbasis web tentang aksi dan sumber daya untuk adaptasi serta mitigasi perubahan iklim di Indonesia”, ungkapnya.
Sementara Ikhsan mengatakan bahwa PT. Kiara Multi Lestari adalah perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan dengan fokus usaha pada bidang carbon offset, biodiversity protection dan community livelihood yang mengacu pada tiga pilar keberlanjutan yaitu keberlanjutan secara ekonomi, ekologi dan sosial untuk mencapai target pada skala nasional dan maupun global.
“Fokus usaha kami salah salah satunya adalah di bidang carbon offset yang mana merupakan upaya penyeimbangan emisi karbon dari kegiatan tertentu melalui pembelian carbon credit. Carbon credit kemudian menjadi unit yang diperdagangkan dalam perdagangan karbon/carbon trading. Semoga ke depan pengembangan carbon credit dapat berjalan dengan baik guna mendukung capaian zero net emission dan sustainable development goals”, jelasnya.
Reporter : Maulana
Redaktur : Dewi
