Serangan Brutal di Tamansari: Penjaga Proyek Sekaligus Wartawan Tewas Diserang Puluhan OTK Bersenjata

BOGOR.radarinformasi.com – Penjaga proyek bernama Ayub (44) tahun, meninggal dunia setelah sebelumnya menjadi korban dalam tragedi penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan perumahan Tamansari Garden, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada Kamis, 6 November 2025 lalu.

Korban Ayub yang diketahui juga berprofesi sebagai wartawan menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Ummi Bogor, Rabu (12/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah sempat dirawat intensif akibat luka parah di bagian kepala.

Peristiwa penyerangan bermula saat sejumlah penjaga proyek milik PT Prima Mustika Candra (PMC) sedang beristirahat. Tiba-tiba sekitar 30 orang tak dikenal memasuki area proyek dengan membawa dua senjata api laras panjang dan berbagai senjata tajam, lalu menyerang secara membabi buta.

Akibat kejadian tersebut, empat orang mengalami luka berat, masing-masing Ayub (44), Ikbal (25), Cecep (45), dan Dede (43) tahun. Seluruh korban sempat dilarikan ke RS Ummi Bogor untuk mendapatkan perawatan medis.

Kanit II Reskrim Polres Bogor Iptu Tirta membenarkan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

“Kami melakukan otopsi terhadap jenazah korban Ayub di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk kepentingan penyidikan kasus penyerangan pada 6 November lalu. Sementara tiga korban lainnya baru akan dimintai keterangan di Polres Bogor,” ujar Iptu Tirta pada Kamis (13/11/2025) dini hari.

Sementara itu, pihak keluarga korban berharap Polres Bogor segera menangkap para pelaku dan menegakkan hukum seadil-adilnya terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan berdarah tersebut.

Red

DPMD Indramayu Sosialisasikan Seleksi Akademik Bakal Calon Kuwu 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Dalam rangka memastikan proses pemilihan kepala desa berjalan objektif dan berkualitas, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu bersama tim seleksi akademik dari Universitas Wiralodra menggelar kegiatan sosialisasi serta simulasi seleksi akademik bagi bakal calon Kuwu yang jumlahnya melebihi lima orang.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Nyi Endang Dharma Ayu Universitas Wiralodra, dan diikuti 120 calon Kuwu dari 17 desa yang akan melaksanakan pemilihan serentak tahun depan,” Rabu (12/11/2025).

Plt. Kepala DPMD Indramayu, Kadmidi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada para calon Kuwu terkait mekanisme seleksi akademik, sekaligus membekali mereka agar lebih siap menghadapi tahapan pemilihan.

“Melalui proses seleksi yang transparan dan objektif, kami berharap dapat melahirkan pemimpin desa yang kompeten, berintegritas, dan mampu membawa kemajuan bagi desanya,” ujar Kadmidi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat penjelasan terkait materi ujian dan tata cara pelaksanaan seleksi, dengan dukungan penuh dari Universitas Wiralodra yang turut menciptakan suasana akademis kondusif selama kegiatan berlangsung.

Lebih lanjut, Kadmidi menegaskan bahwa Pilwu serentak kali ini menjadi momentum penting bagi desa-desa di Indramayu untuk memilih pemimpin baru yang visioner serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“DPMD berkomitmen menjaga pelaksanaan demokrasi desa yang sehat dan berkualitas. Kami berharap seluruh calon Kuwu dapat mengikuti tahapan seleksi sesuai jadwal serta menjunjung tinggi sportivitas selama proses Pilwu berlangsung,” pungkasnya.

(Andika/Uncu).

Diskopdagin Indramayu Dorong Industri Lokal Kuasai Teknologi Digital Lewat Sosialisasi SIINas dan TKDN

INDRAMAYU.radarinformasi.com
Upaya memperkuat daya saing industri lokal terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Industri (Diskopdagin), pemerintah daerah menggelar sosialisasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) serta sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Aula Diskopdagin, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut menghadirkan para pelaku industri kecil menengah (IKM), industri besar, serta perwakilan Kementerian Perindustrian RI. Kepala Diskopdagin Indramayu, Ali Fikri, menjelaskan bahwa SIINas bukan sekadar aplikasi pelaporan, tetapi merupakan platform strategis yang menghubungkan pelaku industri dengan pemerintah secara langsung.

“Dengan SIINas, pelaku usaha tidak perlu lagi menyerahkan laporan secara manual. Semua bisa dilakukan secara online, cepat, dan transparan,” ujar Ali Fikri. “Data yang dihimpun juga akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berpihak pada industri lokal, termasuk perlindungan dari serbuan produk impor dan jaminan bahan baku.”

Melalui sistem ini, pelaku industri dapat mengakses beragam informasi penting mulai dari peluang pasar, regulasi terbaru, tren ekspor-impor, hingga pendaftaran sertifikat TKDN secara gratis. Sertifikat TKDN menjadi penunjang penting agar produk lokal mendapat prioritas dalam pengadaan barang pemerintah.

Ali Fikri berharap, semakin banyak pelaku industri di Indramayu yang aktif menggunakan SIINas dan mengantongi sertifikat TKDN.

“Langkah ini akan memperkuat posisi industri lokal sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas,” tambahnya.

Memasuki tahun 2025, Diskopdagin menargetkan pendataan IKM secara menyeluruh melalui SIINas. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Indramayu untuk membangun ekosistem industri yang mandiri, berdaya saing, dan berbasis digital.

(Andika/Sbr/Diskom).

Bupati Lucky Hakim Serahkan SK Kepada 4.733 PPPK Paruh Waktu, Ingatkan ASN Indramayu Bijak Bermedsos

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Ribuan wajah bahagia memenuhi Alun-Alun Indramayu. Di bawah langit mendung, 4.733 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim,” pada Rabu (12/11/2025).

Penyerahan SK ini menjadi momen bersejarah bagi para pegawai yang telah melewati proses panjang dan penuh perjuangan sebelum resmi bergabung dalam jajaran pemerintahan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas dedikasi para tenaga PPPK. Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka akan memperkuat pelayanan publik serta mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan di Kabupaten Indramayu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Indramayu, saya mengucapkan selamat kepada 4.733 PPPK Paruh Waktu yang hari ini menerima SK secara simbolis. Mari bekerja dengan sepenuh hati dan berkontribusi untuk kemajuan Indramayu,” ujar Bupati Lucky.

Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia menekankan agar para ASN dan PPPK mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tetap beretika, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Tak lupa, Lucky Hakim memberi pesan khusus tentang etika bermedia sosial. Ia mengimbau seluruh ASN Indramayu untuk berhati-hati dalam berucap, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

“Kini kita sudah berseragam, artinya membawa nama baik pemerintah daerah. Gunakan media sosial dengan santun, jaga tutur kata dan perilaku karena itu cerminan hati,” pesannya.

Acara berakhir dengan suasana haru ketika Bupati Lucky berkeliling menyalami para penerima SK satu per satu. Kehangatan dan semangat kebersamaan di lokasi menjadi cerminan semangat pengabdian menuju terwujudnya visi Indramayu REANG Religius, Ekonomi maju, Adil, dan Nyaman.

(Andika/Sbr/Diskom).

BPBD Indramayu Gelar Apel Siaga Hadapi Musim Hujan, Wujudkan Desa Tangguh dan Sekolah Aman

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Menjelang puncak musim hujan, Pemerintah Kabupaten Indramayu memperkuat kesiapan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi melalui Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor BPBD Indramayu, Rabu (12/11/2025).

Apel dipimpin oleh Asisten Administrasi Aan Hendrajana, mewakili Bupati Indramayu Lucky Hakim, dan diikuti unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, pelajar, serta masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi banjir, rob, angin puting beliung, hingga kekeringan yang kerap melanda wilayah pesisir dan pedalaman Indramayu.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa kondisi geografis Indramayu yang membentang dari pesisir hingga kawasan pertanian menjadikan daerah ini memiliki potensi bencana yang beragam.

“Wilayah pesisir seperti Pasekan, Cantigi, Losarang, dan Kandanghaur rawan banjir dan rob. Sedangkan daerah tengah dan selatan sering diterpa angin puting beliung. Di sisi lain, kemarau panjang juga memunculkan ancaman kekeringan dan krisis air bersih,” ujarnya.

Menurut Lucky, kesiapsiagaan bencana bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kebutuhan yang harus terus ditanamkan di seluruh lapisan masyarakat. Hingga tahun 2025, BPBD Indramayu telah membentuk 59 Desa Tangguh Bencana (Destana) dan memberikan pelatihan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kebencanaan di 69 desa.

Langkah itu diperkuat dengan penerapan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) serta pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di sekolah, guna menumbuhkan kesadaran bencana sejak usia dini.

“Kami ingin generasi muda Indramayu tumbuh menjadi generasi tanggap dan peduli lingkungan,” tegas Lucky.

Selain itu, Pemkab Indramayu juga menggandeng dunia usaha melalui program CSR untuk mendukung sarana dan sumber daya penanggulangan bencana.

Puncak kegiatan apel diwarnai dengan simulasi evakuasi korban banjir, yang menjadi ajang uji koordinasi lintas instansi. Lucky menekankan bahwa simulasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan latihan nyata untuk menguji sistem komando dan kecepatan respon saat bencana terjadi.

“Kami ingin setiap unsur tahu perannya, siapa bertanggung jawab, dan bagaimana bergerak cepat serta terkoordinasi,” tambahnya.

Menutup kegiatan, Bupati Lucky Hakim mengapresiasi seluruh peserta apel dan relawan atas dedikasi mereka dalam menjaga kesiapsiagaan daerah.

“Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Dengan gotong royong dan kebersamaan, Indramayu siap menjadi daerah yang sigap dan tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya.

Apel kesiapsiagaan ini menjadi wujud nyata komitmen Indramayu dalam membangun masyarakat yang siap menghadapi ancaman bencana tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga kuat dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

(Andika/Sbr/Diskom)

TP PKK Tapanuli Utara Dorong Kesadaran Kolektif Menjaga Lingkungan Bersih dan Sehat

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Staf Ahli TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, bersama Camat Tarutung Reinhard Lumbantobing, menyambut kedatangan Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara dalam rangka penilaian Desa Percontohan 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 kategori Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, pada Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Tapanuli Utara, karena Desa Hutapea Banuarea berhasil terpilih sebagai salah satu nominator desa terbaik tingkat Provinsi Sumatera Utara dalam pelaksanaan program Lingkungan Bersih dan Sehat.

Dalam sambutan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., yang dibacakan oleh Camat Tarutung, disampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tapanuli Utara.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan TP PKK Provinsi Sumatera Utara yang telah menominasikan Tapanuli Utara. Semoga kegiatan ini menjadi pemacu semangat dan motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, melalui Staf Ahli TP PKK Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim evaluasi Provinsi Sumatera Utara serta seluruh pihak yang telah berperan aktif mempersiapkan Desa Hutapea Banuarea.

“Setelah ditetapkan sebagai desa percontohan, berbagai pembenahan dilakukan secara kolaboratif antara desa dan pemerintah kabupaten. Kami meyakini kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas desa dan daerah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memiliki program unggulan SAITAPAIAS, yaitu gerakan edukasi lingkungan yang dimulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah, untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan sejak dini yang kemudian meluas ke keluarga dan masyarakat.

Dari pihak provinsi, TP PKK Provinsi Sumatera Utara Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution, melalui perwakilan Ny. Rina Fariz Hutagalung, mengapresiasi capaian Desa Hutapea Banuarea sebagai kandidat nominator hasil seleksi administrasi dan kegiatan lapangan.

“Prestasi ini hendaknya tidak dianggap sebagai akhir, tetapi sebagai awal untuk terus menyehatkan dan menyejahterakan keluarga serta memaksimalkan potensi desa,” ujarnya.

Desa Hutapea Banuarea menampilkan sejumlah inovasi unggulan di bidang lingkungan, antara lain:

GORGA (Gorahon Donganmu Paias Pekaranganmu)

MAS DEBA DARLING (Masyarakat Desa Hutapea Banuarea Sadar Akan Kebersihan Lingkungan)

TAPADOMU (Tapaias Jala Tapature Buangan ni Aekta)

KOMET (Komposter Ember Tertumpuk)

CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun)

Selain itu, desa ini juga menggagas pembuatan ecobrick dari botol plastik bekas dan ecoenzym yang dikelola secara mandiri oleh warga.

Kegiatan evaluasi turut dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, para kepala desa se-Kecamatan Tarutung, tokoh masyarakat, lansia, serta kader TP PKK desa. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan tekad Tapanuli Utara untuk terus menjadi daerah yang bersih, sehat, dan berdaya saing di tingkat provinsi.

Setelah rangkaian sambutan dan presentasi inovasi, acara dilanjutkan dengan pembagian susu dan vitamin kepada para lansia sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan masyarakat lanjut usia. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada Tim Evaluasi Provinsi Sumatera Utara serta peninjauan lapangan ke berbagai titik inovasi di Desa Hutapea Banuarea.

Reporter : RH
Redaktur : Rizal

Bupati Lucky Hakim: MTQ Jadi Momen Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Arah Hidup

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an bergema di langit Kecamatan Sindang, Selasa malam (11/11/2025), menandai dibukanya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 Tingkat Kabupaten Indramayu. Gelaran yang berlangsung hingga 13 November ini diikuti oleh 31 kafilah dari seluruh kecamatan, membawa semangat berlomba dalam cinta dan penghayatan terhadap Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Bupati Indramayu Lucky Hakim menekankan bahwa MTQ bukan sekadar arena adu indahnya suara atau ketepatan tajwid semata. Lebih jauh, kegiatan ini merupakan sarana untuk meneguhkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup masyarakat Indramayu.

“MTQ ini bukan hanya ajang membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum untuk menjadikannya panduan hidup yang benar-benar diamalkan dalam keseharian,” ujar Lucky Hakim.

Tahun ini, MTQ mengangkat tema:
“Melalui MTQ Mari Jadikan Semangat Membaca, Mempelajari, dan Mendalami Al-Qur’an Sebagai Landasan Dalam Membangun Masyarakat Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).”

Lucky Hakim menjelaskan, tema tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerahnya: mewujudkan masyarakat REANG religius dalam akhlak, tangguh dalam ekonomi rakyat, hidup aman dan nyaman, serta menjunjung semangat gotong royong dalam kehidupan sosial.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MTQ, mulai dari LPTQ Kabupaten, Pemerintah Kecamatan Sindang, panitia, hingga para peserta dari berbagai kecamatan.

“Harapan saya, dari ajang ini lahir generasi Qur’ani yang bukan hanya mahir membaca dan menghafal, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak dan moral. Semoga Indramayu mampu melahirkan qari dan qariah terbaik hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Lucky Hakim mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan baik di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun dalam pemerintahan.

“Insya Allah, jika Al-Qur’an menjadi landasan hidup kita bersama, Indramayu akan semakin maju, sejahtera, dan penuh keberkahan dalam semangat Indramayu REANG,” tutupnya.

(Andika/Sbr/Diskom).

Indramayu Paparkan Keberhasilan Program Rutilahu di TVRI Jabar

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali mendapat sorotan. Lewat program “Dialog Jawa Barat Hari Ini” yang disiarkan TVRI Jawa Barat, Pemkab Indramayu memaparkan keberhasilan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai salah satu upaya nyata mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki kualitas hidup warga, Minggu (09/11/2025).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Diskimrum) Indramayu, Erpin Marpinda, menjelaskan bahwa Rutilahu dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di rumah rusak berat, minim sanitasi, dan tidak memenuhi standar kesehatan maupun keselamatan bangunan. Termasuk kategori rumah “Aladin” atap bocor, lantai tanah, dan dinding bilik.

Menurutnya, pendataan penerima bantuan dilakukan dari tingkat desa sebelum diajukan ke pemerintah provinsi atau pusat. Pelaksanaannya juga melibatkan masyarakat melalui semangat gotong royong serta dukungan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) agar lebih transparan dan tepat sasaran.

“Bantuan yang disalurkan sebesar Rp20 juta per rumah, terdiri dari Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Namun nilai manfaatnya bisa jauh lebih besar karena adanya partisipasi masyarakat,” ujar Erpin.

Ia menambahkan, pendanaan program bersumber dari berbagai pihak: APBD Indramayu untuk 163 rumah, Provinsi Jawa Barat untuk 141 rumah, dan program BSPS dari pemerintah pusat untuk 335 rumah. Tahun 2026 mendatang, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan bagi 175 rumah melalui kerja sama dengan pemerintah pusat dan dunia usaha lewat program CSR.

Hasilnya mulai terasa. Warga penerima bantuan kini menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan aman. Tak hanya itu, semangat kebersamaan di lingkungan pun tumbuh kembali. “Ada warga yang bahkan mendapat tambahan bantuan swadaya hingga Rp40–50 juta dari masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Hingga kini, dari total 16.411 rumah tidak layak huni di Kabupaten Indramayu, sebanyak 9.219 unit atau sekitar 55 persen telah tertangani. Meski begitu, pemerintah tetap menghadapi tantangan dalam proses pendataan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Diskimrum juga tengah menyusun Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) sebagai pedoman strategis penanganan kawasan kumuh di masa mendatang.

Erpin pun mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan warga dengan kondisi rumah tidak layak kepada pemerintah desa agar bisa segera diverifikasi dan diajukan bantuan.

Melalui Rutilahu, Pemkab Indramayu berharap tercipta lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat yang merata di seluruh wilayah.

(Andika/Sbr/Diskom).

Harapkan Workshop Branding Subsektor Fesyen di Salib Kasih, Bupati Taput Dorong Penguatan UMKM Lokal

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Ketua Dekranasda Tapanuli Utara Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menghadiri Workshop Branding Subsektor Fesyen menjadi ajang penting dalam upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang kriya dan fesyen berbasis kearifan lokal bertempat di kawasan wisata rohani Salib Kasih, Siatas Barita. Senin (10/11/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPR RI dan tokoh nasional yang peduli pada pengembangan ekonomi kreatif, di antaranya Lamhot Sinaga (Wakil Komisi VII DPR RI), Samuel J.D. Wattimena (Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus desainer nasional), serta Sabar Norma Megawati Panjaitan, S.Pd., M.Pd., Direktur Arsitektur, Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, Anggota DPRD Tapanuli Utara Fraksi Golkar, jajaran Forkopimda/mewakili, Staf Ahli TP PKK Taput Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, para pimpinan OPD, serta peserta workshop yang merupakan pelaku UMKM dan perajin tenun dari berbagai kecamatan di Tapanuli Utara.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh tamu dan peserta yang hadir. “Bapak dan Ibu yang datang hari ini, mari bersama sama dan bantulah kami para penenun di Taput yang berjumlah 6.000 penenun. Bersama kita menjaga dan mengembangkan warisan leluhur ini, saya berharap kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi nyata untuk mengangkat martabat para penenun dan pelaku UMKM di Tapanuli Utara. Ibu-ibu para penenun terimakasih atas kehadirannya hari ini secara khusus yang membawa langsung alat tenunnya ke lokasi kegiatan ini,” ucap Bupati.

Lebih lanjut, Ketua Dekranasda menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial, tetapi berlanjut pada langkah konkret. “Ada kerinduan saya agar Tapanuli Utara bisa menjadi pusat wastra tenun di Indonesia. Kita sudah punya contoh sukses seperti Dame Ulos yang bermitra dengan Bank Indonesia dan berhasil meraih juara II kategori kain di Sumatera Utara. Saya berharap dukungan dari desainer nasional seperti Bapak Samuel J.D. Wattimena untuk membantu menggali potensi desainer muda Taput dan memastikan warisan tenun ulos terus berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir.

“Selamat datang di Tapanuli Utara, inilah suasana di Taput sangat sejuk. Terima kasih khusus kepada Bapak Lamhot Sinaga atas atensi luar biasa untuk peningkatan UMKM Taput. Ada sekitar 6.000 pengrajin di Taput menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, semoga kegiatan seperti seminar dan pameran ini akan membuka pintu bagi dunia luar untuk melihat hasil karya masyarakat Taput. Kolaborasi ini penting agar kerajinan kita semakin dikenal dan bernilai tinggi,” ucap Bupati Taput.

Direktur Arsitektur dan Desain Kemenparekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program nasional pengembangan subsektor fesyen berbasis kekayaan lokal. “Kami ingin meningkatkan kapasitas pelaku fesyen dalam membangun branding, menambah nilai produk dan mendorong kreativitas berbasis budaya daerah. Ulos Taput punya keunikan dan cerita yang kuat dan itulah daya tarik branding yang harus diperkuat. di era digital saat ini, produk bagus saja tidak cukup diperlukan strategi branding yang mampu ‘bercerita’ tentang makna di balik setiap karya,” tutur Norma.

Samuel J.D. Wattimena, yang juga desainer senior nasional, mengaku senang dapat kembali ke Taput yang dikenal sebagai salah satu pusat tenun di Indonesia. “Para penenun di sini luar biasa, mereka sudah ahli. Tapi kita perlu data yang lengkap, siapa penenun ulos adat, siapa yang spesialis untuk acara tertentu. Ini penting agar potensi yang besar ini bisa dikelola secara berkelanjutan. kain tenun bukan sekadar bahan pakaian, tetapi warisan budaya yang nilai seninya akan meningkat seiring waktu,” ucap Samuel dengan bangga.

Selanjutnya, kegiatan workshop yang dipimpin langsung oleh Samuel J.D. Wattimena berfokus pada proses Branding Subsektor Fesyen. Dalam sesi ini, Samuel menjelaskan berbagai strategi dan tahapan dalam membangun identitas merek bagi produk fesyen berbasis lokal. Para peserta yang terdiri dari perwakilan penenun, desainer muda, dan pelaku UMKM kuliner tampak antusias mengikuti materi dan berdiskusi langsung mengenai pengembangan desain serta strategi pemasaran yang relevan dengan tren global.

Acara ditutup dengan peninjauan stand-stand pameran yang menampilkan beragam produk unggulan Taput, mulai dari tenun ulos, busana berbahan lokal, hingga kuliner khas daerah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya para perajin, tetapi juga langkah nyata dalam mewujudkan Tapanuli Utara sebagai pusat wastra dan ekonomi kreatif berbasis budaya yang berdaya saing tinggi.

Reporter   : RH
Redaktur  : Rizal

FKPNP dan Kemenag Indramayu Gelar Seminar Kebangsaan: Kobarkan Semangat Kepahlawanan Generasi Muda

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu bekerja sama dengan Forum Komunikasi Petani Nelayan Pantura (FKPNP) menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Menyalakan Jiwa Kepahlawanan di Kalangan Generasi Muda. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Indramayu dengan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan,” Senin, (10/11/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag Indramayu H. Agus Muhaemin, Ketua Umum Prawita Genppari Dede Farhan Aulawi, Bimas Islam H. Rosidi, serta unsur TNI/Polri dan para pelajar.

Ketua FKPNP Akhmad Syaefullah menegaskan bahwa resolusi yang diusung lembaganya sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan, program tersebut harus menjadi ruang pemberdayaan UMKM lokal, bukan dikuasai oleh pemilik modal besar. Selain itu, desa diharapkan mengalokasikan minimal 20 persen Dana Desa (DD) untuk mendukung program ketahanan pangan.

Sementara itu, Kepala Kemenag H. Agus Muhaemin menilai FKPNP sebagai mitra strategis dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

“FKPNP adalah mitra kami dalam menyalakan semangat kemanusiaan. Apa pun profesinya, jika dilakukan dengan tulus untuk kemajuan bangsa, itu juga bentuk jihad,” ujarnya.

Agus juga mengingatkan agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan menjadi momentum bagi generasi muda untuk meneladani semangat para pahlawan.

“Kita semua bisa menjadi pahlawan masa depan dengan memberikan kontribusi nyata untuk bangsa,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Prawita Genppari Dede Farhan Aulawi menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan menjadi ajang penting untuk menumbuhkan kreativitas dan semangat kebangsaan di kalangan pemuda.

“Melalui seminar ini, kami ingin menanamkan semangat berjuang lewat karya yang bermanfaat bagi bangsa,” jelasnya.

Dede menekankan pentingnya kreativitas di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan generasi muda tidak hanya pada pengetahuan, tetapi juga motivasi dan semangat juang.

“FKPNP ingin membangkitkan kembali spirit kepahlawanan agar generasi muda siap menjadi pahlawan masa depan dengan semangat baru,” pungkasnya.

(Andika/Sbr/Uncu).