Vokalis T-Five ramaikan HUT DYK Cabang Indramayu

Vokalis T-Five ramaikan HUT DYK Cabang Indramayu

INDRAMAYU,radarinformasi.com – Dharmayukhti Karini (DYK) Cabang Indramayu gelar acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke XIX di halaman kantor sementara Pengadilan Negeri Indramayu, Kamis (30/09/2021).

Dalam perayaan tersebut, Gordon Abraham yang merupakan Vokalis grup musik beraliran hiphop & RnB T-five turut hadir untuk mengisi acara.

Kehadiran Gordon berhasil menghidupkan suasana dalam perayaan tersebut. Tamu undangan tampak antusias menyaksikan penampilannya.

Selain itu, dalam acara yang dihadiri juga oleh Bupati Indramayu, Nina Agustina, Ketua Bhayangkara, Ketua Persit, Ketua Adhyaksa Dharmakarini, dan Ketua Persatuan Anggota DPRD Indramayu tersebut, DYK Cabang Indramayu memberikan santunan berupa Bantuan Dana Beasiswa (BDBS).

Bertha Paulina Indrawan, selaku ketua DYK Cabang Indramayu, menyampaikan harapannya kedepan untuk organisasi Peradilan DYK.

“Dengan bertambahnya usia, Organisasi Peradilan DYK dapat lebih solid, kompak, dan mempunyai kreativitas tinggi untuk program-program kerja kedepan, serta menumbuhkan masing-masing potensi tiap anggotanya dan lebih progres dari tahun sebelumnya,” harap Bertha.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Indramayu, Indrawan merasa bangga atas kinerja yang telah dilakukan oleh DYK Cabang Indramayu, dan berharap bisa lebih berkembang lagi kedepannya.

“Semoga DYK Cabang Indramayu bisa lebih berkembang lagi, khususnya untuk para anggota. Juga ikuti teknologi, informasi, kreatif, inovatif, dan dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indramayu bermartabat,” tuturnya.

Reporter : Slamet Hidayat

Iuran Rp.50.000,00/bulan dan Praktik Jual Beli Seragam di Sekolah masih Terjadi di SMPN 1 Ciawi

Iuran Rp.50.000,00/bulan dan Praktik Jual Beli Seragam di Sekolah masih Terjadi di SMPN 1 Ciawi

BOGOR.radarinformasi.com- Meskipun sudah jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, terutama pasal 181a, pendidik dan tenaga kependidikan, baik persorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, seragam sekolah, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan, namun sangat disayangkan hal tersebut masih terjadi di SMPN 1 Ciawi, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, Rabu (29/09/21).

Padahal berdasarkan pasal tersebut sudah jelas, guru maupun karyawan di sekolah itu sama sekali tidak boleh menjual buku-buku maupun seragam di sekolah, hal tersebut diperkuat kembali dalam Pasal 12a, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah.

Di pasal itu tertulis, Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah, tak berhenti pada guru, karyawan dan komite sekolah. Larangan ini pula juga berlaku bagi koperasi yang ada di lingkungan sekolah tersebut, kecuali, jika koperasi itu memang dikelolah secara independen atau tanpa ada keterlibatan guru, karyawan hingga para komite sekolah, dengan disertakan keterangan bahwa siswa tidak diwajibkan untuk membeli.

Dengan adanya praktik jual beli seragam dengan harga yang sangat melambung tersebut, tentu saja sangat membebani para Orangtua dimasa pandemi seperti ini, PPDN acapkali dimanfaatkan oleh segelintir Oknum untuk meraup keuntungan, dunia sekolah yang seharusnya bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa diduga malah dijadikan ajang bisnis.

“Anak saya sekolah di SMPN 1 Ciawi, untuk seragam harus bayar Rp.1.000.000,00 dengan mendapatkan tiga seragam, yaitu seragam batik, muslim dan kaos olahraga, saya juga sebenarnya aneh koq sekolah negri biaya masuknya mahal ya”, ungkap salahsatu orangtua yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu saat radarinformasi.com mencoba konfirmasi pihak sekolah, Kepala Sekolah tidak ada di tempat, Suparman,S.Pd selaku Humas mengatakan bahwa, “Untuk seragam itu kan untuk keseragaman siswa aja dalam pembelajaran, bukan Rp.1.000.000,00 tetapi cuma Rp.800.000,00 dan itu juga dapat empat (4) seragam, seragam kotak-kotak dua buah, muslim dan olahraga”.

“Untuk lebih jelasnya dalam perincian saya panggilkan Ketua Komite saja ya, biar beliau yang menjelaskan”, paparnya.

Tak selang beberapa waktu, Sawaludin selaku Ketua Komite sekaligus Babhinmas Desa Banjarwangi datang dan menjelaskan bahwa, “Untuk seragam kita tidak memaksa koq, itu bagi yang mampu dan mau saja, bukan kita yang jualan tapi oleh pihak ketiga”.

Saat dipertanyakan siapa yang dimaksud pihak ketiga, baik Suparman ataupun Sawaludin tidak memberikan jawaban samasekali. Bahkan saat dipertanyakan terkait adanya iuran sebesar Rp.50.000,00/bulan, Ia menjelaskan bahwa itu sumbangan sukarela karena dana BOS tidak mencukupi untuk membayar Guru Honorer.

Red

Pemdes Gadog gelar Vaksinasi Tahap 1dan 2 dengan menyediakan 1000 Kuota

Pemdes Gadog gelar Vaksinasi Tahap 1dan 2 dengan menyediakan 1000 Kuota

BOGOR,radarinformasi.com- Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mengundang seluruh Warganya untuk melaksanakan Vaksinasi yang berlokasi di SDN Gadog 06, dengan harapan agar virus yang mematikan tersebut cepat berlalu, antusias Warga juga tampak luar biasa, hal tersebut terlihat dari banyaknya Warga yang dengan sukarela antri Vaksin demi mendukung program dari pemerintah, Selasa (28/09/21).

Dalam pelaksanaan vaksinasi, protokoler kesehatan tetap diterapkan, semua Warga yang datang di wajibkan memakai masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak, Dedi Junaedi selaku Kepala Desa Gadog berharap agar pelaksanaan vaksinasi ini tidak menyebabkan penyebaran virus secara signifikan, maka untuk itu kesadaran dari Warga sangat diperlukan demi kelancaran dan keamanan vaksinasi ini.

Petugas keamananpun tak bosannya menghimbau kepada Warga agar tidak berkerumun dan mengikuti antrian secara tertib. Untuk vaksinasi kali ini tersedia 1000 kuota dengan rincian, untuk vaksin tahap 1 sebanyak 500 kuota dan vaksin tahap 2 juga tersedia 500 kuota.

“Allhamdulillah antusias warga sangat luar biasa, ini semua tak lepas dari peran serta Rt/Rw yang selalu mengajak Warga agar ikut vaksin, ini sudah vaksin yang kedua dengan kuota sebanyak 1000 kuota, mudah-mudahan ke depannya semua warga Gadog sudah bisa mengikuti vaksinasi”, ujar Dedi.

Masih menurutnya, “Vaksin kali ini 90% untuk warga Desa Gadog dan sisanya untuk Masyarakat umum”.

Reporter : Erwin
Redaktur : Dewi Pelangi

Selain Tanpa Papan Proyek, dalam Jaling Desa Ciburuy terjadi Jual-beli Aspal ke Warga

Selain Tanpa Papan Proyek, dalam Jaling Desa Ciburuy terjadi Jual-beli Aspal ke Warga

BOGOR.radarinformasi.com- Pembangunan Jalan Lingkungan yang beralamat di Kp.Cisola Rt.04/06, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor-Jawa barat, menuai banyak pertanyaan, pasalnya di lokasi pembangunan tidak tampak adanya papan proyek, sehingga masyarakat tidak tahu dari mana sumber ataupun jumlah anggarannya, padahal sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Senin (27/09/21).

Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menegaskan sebagaimana dalam Pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa setiap Orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menggarisbawahi dengan tebal bahwa salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh Informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Hak atas Informasi menjadi sangat penting karena makin terbuka penyelenggaraan negara untuk diawasi publik, penyelenggaraan negara tersebut makin dapat dipertanggungjawabkan. Hak setiap Orang untuk memperoleh Informasi juga relevan untuk meningkatkan kualitas pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik. Partisipasi atau pelibatan masyarakat tidak banyak berarti tanpa jaminan keterbukaan Informasi Publik.

Selain melanggar UU KIP, pembangunan Jaling yang dilaksanakan oleh Sabarudin selaku Tenaga Ahli tersebut diketahui telah menjual aspal kepada Warga setempat, dengan volume kurang lebih 50 meter seharga Rp.2.500.000,00.

“Saya membeli aspal dari orang proyeknya dengan harga Rp.2.500.000,00 dan panjang 50 meter kurang lebihnya, katanya sih ada aspal yang sisa”, urai salahsatu Warga.

Sabarudin atau yang akrab disapa Babeh saat dikonfirmasi via seluler tidak memberikan jawaban apapun, sementara itu TPK sendiri melalu pesan Whaatshap mengatakan bahwa, “Saya ada dua proyek jaling jadi tidak bisa ada dilokasi setiap waktu, untuk papan proyek kata pihak Pemdes sedang dibuat, mengenai aspal yang di jual saya tidak tahu, dalam aturan itu ga boleh”.

“Harusnya Tenaga Ahli menjawab saat dikonfirmasi bukan lari dari permasalahan, intinya saya sebagai TPK benar-benar tidak tahu terkait adanya jual beli aspal”, papar TPK.

Red

Janda Muda Gantung Diri di Pohon Jambu, Warga Desa Cibuntu Heboh di Pagi Hari

Janda Muda Gantung Diri di Pohon Jambu, Warga Desa Cibuntu Heboh di Pagi Hari

SUKABUMI.radarinformasi.com – Seorang janda muda berinisial Sl (17) ditemukan tewas gantung diri di depan rumahnya, terikat sarung di atas pohon jambu, di Kampung Cibayur, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Senin (27/09/21).

Kejadian tersebut awalnya diketahui oleh Tuti bibi korban.Tuti bibi korban mengatakan bahwa, “Minggu malam Sl masih ada, sekitar pukul 20.00 WIB, Sl bilang kepada saya mau ke rumah yang di bawah, saya pun meng iya kannya dan suruh isi air dalam toren, sejak itu saya gak liat Sl lagi”, ujar Tuti.

“Senin pagi sekira pukul 06.00 WIB, saya melihat ada merah-merah di atas pohon jambu, ga di sangka ga di duga Sl udah tergantung”, ungkapnya

Mengetahui adanya penemuan jasad janda muda tersebut, selanjutnya Tuti melaporkan ke Perangkat Desa setempat dan dilanjut dengan melapor ke Mapolsek Simpenan.
Hingga berita ini di tayangkan belum di ketahui motif gantung diri tersebut.

Reporter : Pajar Rahayu

PKSSB kembali gelar Donor Darah untuk Penyandang Penyakit Thallasaemia

PKSSB kembali gelar Donor Darah untuk Penyandang Penyakit Thallasaemia

BOGOR.radarinformasi.com- Perkumpulan Keluargo Sekundang Satungguan Bengkulu (PKSSB) kembali mengadakan kegiatan bakti sosial Donor Darah untuk penyandang penyakit Thallassaemia Kota Bogor, dengan dihadiri oleh seluruh anggota PKSSB, Deddy A.Rachim selaku Wakil Walikota Bogor, Ketua DPRD Kota Bogor, Lurah Kencana, Camat Kencana yang diwakilkan dan juga perwakilan dari Polsek setempat, yang digelar di Sekretariat PKSSB, Minggu (26/09/21).

Kegiatan donor darah ini bertujuan untuk mempererat talisilaturahmi sesama anggota, selain itu juga untuk menanamkan rasa kepeduliaan terhadap sesama. Dalam sambutannya Tanidi Tan selaku Ketua PKSSB mengharapkan agar kegiatan ini dapat berjalan secara rutin dan dapat menjadi wadah untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar anggota.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini mampu menjadi wadah bagi seluruh anggota, selain itu juga mari kita tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan untuk tetap menjalin silaturahmi sehingga PKSSB ini tetap menjunjung tinggi rasa kemanusian sesuai misi dari perkumpulan ini”, ujar Tanidi Tan.

Dalam kegiatan ini juga PKSSB menggandeng RSUD Kota Bogor, dengan Pendonor terdiri dari anggota dan juga terbuka untuk Masyarakat umum. Antusias dari seluruh anggota merupakan bentuk solidaritas dan tingginya kepeduliaan terhadap sesama.

Reporter : Dewi/Erwin

SEMMI Bersinergi dengan Polri Gelar Vaksinasi Serentak di Bogor

SEMMI Bersinergi dengan Polri Gelar Vaksinasi Serentak di Bogor

BOGOR.radarinformasi.com- Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) yang merupakan Organisasi serumpun Syarikat Islam menggelar Vaksinasi Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Kota Bogor, Program yang bersinergi dengan BEM, serta element Kampus dan juga Polri ini berjalan lancar, Jum’at (24/09/21).

Ketua Umum PC. SEMMI Kabupaten Bogor Moh. Miftahuzzaman mengatakan apresiasi kepada Pemerintah, Polri dan segenap element Mahasiswa UIKA termasuk BEM atas partisipasi kegiatan yang bertujuan untuk mempercepat Vaksinasi di Indonesia.

“Saya sangat berterimakasih kepada pihak Rektorat UIKA, KSR, FIKES, dan BEM, juga kawan-kawan PC. SEMMI Kab.Bogor serta Polresta Kota Bogor, Mabes Polri, dan seluruh element, yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini, karena tujuan kami tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mempertegas peran Mahasiswa dalam mengabdi kepada Masyarakat dengan harapan bahwa Vaksinasi ini dalam segera membuat kita mampu dalam melawan Virus Covid-19 yang ada di Indonesia ini”, tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Penanggungjawab Pelaksana, Ramdhan Agung Giri Nugroho. Pria yang akrab disapa Ramdhan ini menuturkan apresiasinya kepada SEMMI dan seluruh yang terlibat dalam kegiatan Vaksinasi serentak ini.

“Terimakasih kepada SEMMI, UIKA dan Polri yang sudah saling bahu-membahu untuk negeri ini, tentu Program Vaksinasi ini adalah bukti nyata peranan Mahasiswa dan Kepolisian Republik Indonesia dalam mengabdi kepada Rakyat”, tutupnya.

Tentu hal ini merupakan langkah positif yang telah di tempuh SEMMI dalam tujuannya mengabdi kepada Negeri.

Red

Wakepsek MTS Nurussadah : Saya beli LKS dari Penerbit Rp.3.500,00 saya Jual ke Siswa Rp.5.000,00

Wakepsek MTS Nurussadah : Saya beli LKS dari Penerbit Rp.3.500,00 saya Jual ke Siswa Rp.5.000,00

BOGOR.radarinformasi.com- Hingga saat ini praktik jual beli LKS yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor masih marak terjadi, padahal sudah jelas sejak tahun 2008, telah lahir Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.2 tahun 2008, salahsatu isi dari peraturan tersebut adalah larangan bagi pihak sekolah ataupun tenaga kependidikan menjual buku pelajaran kepada murid. Aturan tersebut diperkuat melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.75 tahun 2016 dan Undang-undang No.3tahun 2017, Rabu (22/09/21).

Bahkan Pemerintah telah menggarkan 20% dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembelian buku dalam menunjang proses belajar dan mengajar, akan tetapi tidak semua sekolah mentaati aturan tersebut, MTS.Nurussadah adalah salahsatu sekolah yang telah melanggar aturan dari pemerintah, pasalnya untuk penunjang proses belajar dan mengajar siswa diarahkan untuk membeli Lembar Kerja Siswa.

Sesuai dengan peraturan tersebut, sudah sangat jelas bahwa jual beli LKS termasuk dalam pungutan liar.

Wawan selaku Wakepsek bagian Kesiswaan saat dikonfirmasi mengatakan, “Kita memang jual LKS untuk penunjang siswa dalam pembelajaran, akan tetapi bagi anak yatim ataupun piatu kita gratiskan koq, bahkan yang tidak beli juga kita kasih fotocopynya, kita beli LKS dari Penerbit Rp.3.500,00 dan kita jual seharga Rp.5.000,00, sebanyak 15 LKS jadi total hanya Rp.75.000,00”.

“Jadi kita pakai dua buku, buku paket yang dianggarkan dari dana BOS dan buku LKS, biar mempermudah Siswa dalam belajar”, pungkasnya.

Berbeda dengan yang dikatakan oleh Wawan,
salahsatu Wali Murid mengatakan bahwa Ia membeli buku dengan total harga mencapai Rp.180.000,00.

“Ya anak saya sekolah di MTS tersebut dan disuruh beli LKS dengan harga Rp.180.000,00 dengan jumlah buku 15 buku”, ujar salahsatu Walimurid kelas VII.

Red

KPM Desa Sukamantri Keluhkan Buah Busuk yang diterima

KPM Desa Sukamantri Keluhkan Buah Busuk yang diterima

BOGOR.radarinformadi.com- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diklaim sebagai salah satu program pemerintah yang berhasil, lantaran berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan. Segala upaya dikerahkan agar penyaluran bantuan sosial dengan skema tersebut dapat dilanjutkan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia, akan tetapi kenyataannya semua tidak berjalan mulus, ada saja segelintir oknum yang memanfaatkan BPNT ini untuk meraup keuntungan pribadi, Rabu (22/09/21).

Seperti halnya yang terjadi di E-warung yang ada di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, penyaluran yang dilaksanakan di Villa Kambing pada tanggal 18-19 September 2021 tersebut mengundang banyak pertanyaan, pasalnya pemilik Agen mengatakan bahwa Ia tidak mengetahui siapa penyalurnya dan berapa jumlah KPM-nya.

“Saya ga tahu siapa penyalurnya, semua diatur oleh pak lurah, saya hanya sekedar menyalurkan sembako saja, saya masih baru jadi belum paham, saya jadi agen juga ditunjuk oleh pak lurah, pokoknya saya cuma di suruh menyalurkan dan didampingi orang-orang yang sudah ditunjuk pak lurah”, ujar ibu pemilik warung.

Masih menurutnya, “Saya menyalurkan dari kemarin dan hari ini, ini juga komoditinya masih kurang, kita masih nunggu, katanya sih sedang dalam perjalanan”.

Sementara itu Hendi Haerudin (Daweng) selaku Kepala Desa Sukamantri saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, “Saya hanya mengenalkan suplayer ke agen untuk bisa memilih dan memilah barang yang berkualitas bukan order ya, boleh dicek di nota pengirimannya”.

Saat ditanya terkait keluhan sejumlah KPM yang mengatakan buah ada yang busuk, Kades mengatakan, “Kenapa jadi punya niatan memperkeruh anda, silahkan kalau mau bermain dengan saya. Anda liat komoditi diwilayah lain, bandingkan dengan wilayah saya, ga usah ngancam saya, saya paling seneng kalau diancam orangnya”.

“Barang itu ribuan bos, ketumpuk-tumpuk sedikit hal yang lumrah, apalagi dikomoditi buah yang rentan, bisa dikomplain ke agen untuk KPM, bukan ke wartawan. Saya cek dilokasi untuk agen di Desa Sukamantri saya pastikan kwalitas baik”, pungkasnya.

Red

Persiapan PTM, Siswa-siswi MAN 04 ikuti Vaksinasi Tahap 1 dan 2

Persiapan PTM, Siswa-siswi MAN 04 ikuti Vaksinasi Tahap 1 dan 2

BOGOR.radarinformasi- Dengan dihadiri oleh Muspika Kecamatan Cigombong, Bhabinsa, Bhabinmas, Pol.PP, Komite dan guru, ratusan Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 4 Bogor mengikut vaksinasi tahap 1 dan 2 yang bertempat di sekolah, pada hari Selasa ( 21/09/21 ) dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Rabu (10/09/21).

Selain itu pelaksanaan vaksinasi terhadap Siswa dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh para Siswa. Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Hj.Ely Nurlaeli S.ag M.Pd mengatakan, “Hari ini kami melaksanakan vaksinasi tahap II bagi Siswa siswi kami, karena 21 hari yang lalu kami sudah melaksanakan vaksinasi yang pertama dan bagi Siswa yang kemarin belum divaksin hari ini mendapat kesempatan mengikuti vaksinasi yang pertama sekaligus ini vaksinasi yang kedua bagi Siswa yang kemarin sudah vaksinasi pertama”.

“Vaksinasi ini adalah bentuk ikhtiar kita agar anak–anak bisa melaksanakan PTM dengan aman juga menjadikan kekebalan bagi tubuh, kuota hari ini 726 siswa untuk dosisi 1 dan 2 sedangkan untuk dosis 1 atau tahap 1 sebanyak 150 orang dan tahap II sebanyak 570 orang, mudah- mudahan dengan vaksinasi yang kedua ini MAN 4 Bogor bisa melaksanakan PTM dengan baik sesuai arahan pemerintah, Vaksinasi ini sebagai ikhtiar bagi anak–anak untuk melaksanakan PTM dan anak- anak kita sehat semua”, tegasnya.

Komite MAN 4 Bogor M.Syarif Hidayat menambahkan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada Satgas covid-19 dan tim Nakes serta Bhabinsa, Bhabinmas, Pol.PP dan semua unsur aparat yang telah membantu kelancaran pelaksanaan vaksinasi di MAN 4 ini”.

“Kami juga sangat mengapresiasi kepada wali siswa yang sudah bekerjasama dengan mengijinkan anak-anak mereka untuk ikut vaksinasi, ini menandakan kesadaran masyarakat kita terhadap kesehatan terus meningkat sekaligus telah ikut mendukung program pemerintah dalam hal percepatan vaksinasi, khususnya Pemerintah Kabupaten Bogor yang terus menggalakkan vaksinasi demi memutus mata rantai covid-19 demi kesehatan masyarakat terutama bagi sekolah yang akan melaksanakan PTM”, pungkasnya.

Red