Semarak HUT ke-81 RI, Diskominfo Indramayu Gelar Lomba untuk Pererat Kebersamaan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu menggelar berbagai perlombaan 17 Agustusan di lingkungan instansinya.

Mengusung tema “Digitalisasi Cepat, Silaturahmi Erat, Kominfo Hebat”, kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Diskominfo, termasuk tenaga pendukung serta peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh kekompakan. Berbagai perlombaan digelar tidak hanya sebagai hiburan dalam menyambut hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpegawai.

Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar Diskominfo.

“Ini acara kebersamaan kita semuanya. Karena berkat kebersamaan juga dulu para penjajah terusir dari Indonesia,” ujarnya.

Menurut Suwenda, semangat persatuan yang menjadi salah satu kekuatan dalam perjuangan kemerdekaan juga penting diterapkan dalam lingkungan kerja. Dengan membangun kebersamaan dan persatuan, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Ia menegaskan, perlombaan yang digelar bukan semata-mata untuk mencari pemenang, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat kekompakan dan membangun hubungan yang lebih erat di antara seluruh personel Diskominfo.

Antusiasme juga terlihat dari keterlibatan tenaga pendukung dalam kegiatan tersebut. Salah satunya Andriyana, petugas cleaning service di lingkungan Diskominfo Indramayu, yang mengaku senang dapat ikut serta dalam perlombaan.

“Senang bisa ikut lomba dan dilibatkan dalam kegiatan seperti ini. Jadi bisa berkumpul bersama teman-teman di kantor,” ujarnya.

Beragam perlombaan turut memeriahkan kegiatan, mulai dari cerdas cermat antarbidang hingga volley air. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap perlombaan dalam suasana penuh keceriaan.

Melalui kegiatan tersebut, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Diskominfo Indramayu diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, silaturahmi, dan kolaborasi.

Keluarga besar Diskominfo Indramayu diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas, membangun komunikasi, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Aplikasi “Imah Aing” Dibuka, Warga Jabar Bisa Usulkan Rumah Tidak Layak Huni

INDRAMAYU.radarinformasi.com  – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat partisipasi masyarakat dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui aplikasi “Imah Aing”, sebuah platform digital yang dirancang untuk memudahkan masyarakat menyampaikan usulan perbaikan rumah secara mandiri dan transparan.

Sosialisasi aplikasi tersebut digelar pada Rabu (12/8/2026) dan diikuti perwakilan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk delegasi Dinas Perumahan dan Permukiman serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu.

Perwakilan Diskominfo Jawa Barat, Rahman, menjelaskan bahwa Imah Aing dikembangkan untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pendataan rumah yang membutuhkan perbaikan.

“Imah Aing ini secara overview ditujukan sebagai inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam mendata rumah tidak layak huni yang informasinya langsung dari masyarakat,” jelasnya.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat, termasuk pengurus RT dan RW, dapat menyampaikan usulan bantuan melalui Sapa Warga maupun Hotline Jabar melalui WhatsApp.

Usulan yang masuk selanjutnya melalui mekanisme verifikasi dan penilaian. Sistem Imah Aing dilengkapi dengan scoring otomatis untuk membantu menentukan prioritas penerima bantuan berdasarkan sejumlah variabel.

Penilaian tersebut antara lain mempertimbangkan penyebab kerusakan rumah, kondisi kesejahteraan masyarakat berdasarkan Desil 1–4, kesesuaian tata ruang, hingga tingkat kerawanan bencana di lokasi rumah.

Selain proses verifikasi, aspek perlindungan data pribadi juga menjadi perhatian dalam penerapan aplikasi tersebut. Rahman mengatakan, akses terhadap data telah diatur sehingga pihak tertentu hanya dapat melihat informasi yang telah dimasking dan tidak dapat mengubah usulan yang telah diajukan.

“Kewenangannya hanya bisa melihat data yang sudah dimasking saja, tidak bisa melakukan edit usulan. Edit usulan hanya bisa dilakukan oleh akun yang melakukan pengusulan,” tegasnya.

Program tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat yang mencapai sekitar 46.000 unit pada 2026.

Sementara itu, progres verifikasi dan validasi (verval) data BSPS di Jawa Barat telah mencapai sekitar 68 persen. Pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Indramayu, didorong untuk mempercepat proses verval hingga mencapai 100 persen pada akhir Agustus 2026.

Percepatan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembangunan fisik rumah penerima bantuan sehingga dapat segera direalisasikan sebelum akhir tahun.

Melalui aplikasi Imah Aing, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap proses pendataan dan penentuan penerima bantuan Rutilahu semakin terbuka, tepat sasaran, serta melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembangunan dan peningkatan kualitas hunian.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Semarak SEKARAYU Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Perkuat Kekompakan Aparatur Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Semarak Kemerdekaan Aparatur Indramayu (SEKARAYU) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Alun-Alun Landraad Indramayu, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparra) Kabupaten Indramayu tersebut diikuti perwakilan pegawai dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

SEKARAYU tidak hanya menjadi ajang untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, meningkatkan sportivitas, sekaligus menjaga kebugaran para aparatur.

Sejumlah perlombaan olahraga ketangkasan dan permainan tradisional turut memeriahkan kegiatan tersebut. Di antaranya estafet terompah panjang, estafet air, gerak jalan beregu, ketapel dan airsoft gun, estafet halang rintang, bola keranjang, lompat tali, serta aerobik perorangan.

Kepala Disparra Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, mengatakan kegiatan SEKARAYU menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan sportivitas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Menurutnya, perlombaan yang dikemas secara rekreatif tersebut diharapkan dapat memberikan suasana berbeda bagi aparatur setelah menjalankan rutinitas pekerjaan, sekaligus memperkuat komunikasi antarpeserta dari berbagai perangkat daerah.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas. Semangat yang muncul dalam perlombaan ini diharapkan juga dapat dibawa dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dalam setiap perlombaan. Persaingan berlangsung kompetitif, namun tetap dalam suasana penuh keceriaan dan menjunjung tinggi sportivitas.

Salah seorang peserta dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Diana Putri, mengaku senang dapat mengikuti rangkaian perlombaan SEKARAYU.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan sekaligus mempererat kebersamaan dengan rekan-rekan dari perangkat daerah lainnya.

“Seru sekali mengikuti lomba seperti ini. Selain bisa bersenang-senang, kami juga bisa bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman dari OPD lain. Yang paling penting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi kebersamaan dan kekompakannya,” tuturnya.

Melalui kegiatan SEKARAYU, semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui kemeriahan perlombaan, tetapi juga melalui nilai kebersamaan, sportivitas, gotong royong, dan kekompakan.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan para aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

81 Tahun Merdeka, Begini Perjalanan Panjang Indonesia hingga Proklamasi 17 Agustus 1945

BOGOR.radarinformasi.com – Tepat pada 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di balik kemeriahan perayaan, pengibaran bendera Merah Putih hingga berbagai perlombaan di pelosok negeri, terdapat perjalanan panjang dan penuh pengorbanan yang mengantarkan Indonesia menjadi negara merdeka.

Kemerdekaan Indonesia tidak lahir secara tiba-tiba.

Jauh sebelum Proklamasi dibacakan, wilayah Nusantara telah mengalami penjajahan. Berbagai kerajaan dan masyarakat di daerah melakukan perlawanan terhadap kekuasaan kolonial. Namun, perjuangan yang masih bersifat kedaerahan membuat perlawanan tersebut belum mampu membebaskan seluruh Nusantara.

Memasuki awal abad ke-20, muncul perubahan besar dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Perjuangan mulai bergeser dari perlawanan bersenjata yang bersifat lokal menuju gerakan kebangsaan. Berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 menjadi salah satu tonggak penting yang kemudian dikenal sebagai Kebangkitan Nasional.

Kesadaran sebagai satu bangsa semakin tumbuh. Berbagai organisasi pergerakan muncul dan mulai menyuarakan cita-cita kemerdekaan.

Puncak penting dari tumbuhnya semangat persatuan terjadi pada 28 Oktober 1928.

Dalam Kongres Pemuda II, para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda: bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Semangat tersebut menjadi salah satu fondasi penting menuju lahirnya Indonesia sebagai sebuah negara.

Jepang Datang, Penjajahan Berlanjut

Namun perjalanan menuju kemerdekaan masih panjang.

Pada 1942, Jepang mengambil alih kekuasaan dari Belanda dan menduduki Indonesia. Harapan sebagian rakyat bahwa Jepang akan membebaskan Indonesia justru berujung pada penderitaan baru.

Rakyat mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk pengerahan tenaga secara paksa melalui sistem romusha.

Situasi berubah ketika Jepang mulai mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II.

Pada Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang kemudian menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945.

Kabar kekalahan Jepang menjadi momentum yang sangat penting bagi para pejuang Indonesia.

Golongan muda mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu keputusan Jepang.

Perbedaan pandangan tersebut kemudian melahirkan Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, ketika Soekarno dan Hatta dibawa oleh sejumlah pemuda ke Rengasdengklok, Karawang.

Setelah melalui perundingan, keduanya kembali ke Jakarta.

Pada malam harinya, teks Proklamasi dirumuskan di kediaman Laksamana Tadashi Maeda. Soekarno, Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo terlibat dalam perumusan naskah tersebut, sementara Sayuti Melik kemudian mengetiknya.

Detik-Detik Proklamasi

Pagi 17 Agustus 1945, suasana di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, menjadi saksi salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Soekarno membacakan teks Proklamasi didampingi Mohammad Hatta.

Bendera Merah Putih kemudian dikibarkan.

Indonesia menyatakan dirinya sebagai negara yang merdeka.

Namun, proklamasi bukan berarti perjuangan langsung berakhir.

Belanda berusaha kembali menguasai Indonesia setelah Perang Dunia II. Perlawanan pun terjadi di berbagai daerah. Salah satu yang paling dikenal adalah Pertempuran Surabaya 10 November 1945.

Selain melalui perjuangan bersenjata, para pemimpin Indonesia juga melakukan diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan.

Perjuangan panjang tersebut akhirnya membawa Indonesia menuju pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada 27 Desember 1949.

81 Tahun Kemerdekaan

Kini, 81 tahun setelah Proklamasi, Indonesia telah melewati perjalanan yang sangat panjang.

Dari bangsa yang terpecah dalam berbagai wilayah dan kerajaan, kemudian tumbuh menjadi satu bangsa melalui semangat kebangsaan, hingga akhirnya berdiri sebagai negara yang merdeka.

Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 bukan sekadar seremoni tahunan.

Merah Putih yang berkibar menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dibangun melalui pengorbanan, persatuan dan keberanian para pendahulu bangsa.

Pertanyaan bagi generasi hari ini bukan lagi bagaimana merebut kemerdekaan dari penjajah.

Melainkan, apa yang sudah dilakukan untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan begitu mahal tersebut?

Sebab, 81 tahun Indonesia merdeka bukan hanya tentang menghitung usia sebuah negara, tetapi juga tentang melihat sejauh mana cita-cita kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Red

Semarak HUT RI ke-81, Lomba Karnaval Teluk Pinang Padukan Tradisi dan Kreasi Futuristik

BOGOR.radarinformasi.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menggelar lomba Karnaval yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat dari berbagai RW. Setiap RW menampilkan kreativitas masing-masing secara bergiliran sesuai nomor urut yang telah ditetapkan panitia. Senin (17/7/2026)

Beragam konsep ditampilkan dalam karnaval tersebut, mulai dari penampilan bernuansa tradisional yang mengangkat budaya lokal hingga kreasi modern dan futuristik. Kostum, properti, serta berbagai konsep unik disiapkan masing-masing RW untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan.

Kepala Desa Teluk Pinang, Ahmad Rifai, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini bertepatan dengan acara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Desa Teluk Pinang mengadakan acara lomba karnaval yang disambut dengan sangat antusias oleh warga,” ujar Ahmad Rifai.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Rifai juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat. Persiapan karnaval di masing-masing RW bahkan telah dilakukan sejak awal Juli agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih terstruktur dan memiliki konsep yang matang.

“Semua elemen masyarakat kita libatkan. Bahkan semuanya dikoordinasikan oleh paguyuban RT yang bekerja sama dengan ibu-ibu kader. Untuk persiapan karnaval masing-masing RW sudah dimulai dari awal Juli, supaya lebih terstruktur dan terkonsep,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan semakin meriah pada tahun-tahun berikutnya.

“Harapan saya ke depan bisa lebih ditingkatkan lagi acaranya dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan Desa Teluk Pinang.

Kegiatan Lomba Karnaval turut dihadiri sejumlah perwakilan dari Kecamatan Ciawi, Pendamping Desa Ciawi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Teluk Pinang, Kepala Desa Teluk Pinang, serta masyarakat.

Kemeriahan terlihat ketika rombongan dari setiap RW tampil secara bergiliran sesuai nomor urut. Masing-masing peserta berupaya menampilkan konsep terbaik dengan memadukan unsur budaya, kreativitas, dan semangat kemerdekaan.

Perpaduan antara tradisi dan kreasi modern tersebut menjadi warna tersendiri dalam perayaan HUT RI ke-81 di Desa Teluk Pinang. Karnaval pun tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi menjadi wadah bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kreativitas masyarakat dari setiap RW.

Red

Tegakkan Perda Nomor 15 Tahun 2006, Bupati Lucky Hakim Tegaskan Indramayu Harus Bebas Miras

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memberantas peredaran minuman beralkohol (mihol) dan minuman keras (miras) di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga ketenteraman dan ketertiban umum sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai dampak penyalahgunaan minuman beralkohol.

Bupati Lucky Hakim menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat di Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Jum’at (14/8/2026).

“Saya sebagai Bupati Indramayu menegaskan, di Indramayu ini tidak boleh ada beredar minuman beralkohol, minuman keras,” tegas Lucky Hakim.

Menurutnya, komitmen tersebut perlu didukung dengan penegakan aturan yang berlaku, termasuk Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Indramayu Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol.

Penegakan aturan diharapkan dapat dilakukan secara konsisten melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, aparat penegak hukum, serta seluruh unsur masyarakat.

Bupati juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi peredaran minuman beralkohol di berbagai wilayah agar ketenteraman dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak negatif penyalahgunaan minuman beralkohol.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Pemkab Indramayu Dorong ASN Kuasai Agentic AI untuk Tingkatkan Efisiensi Birokrasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong transformasi digital di lingkungan birokrasi melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Pemanfaatan Agentic Artificial Intelligence (Agentic AI) yang digelar selama dua hari, Selasa–Rabu (11–12 Agustus 2026), di Aula Bank BJB Kabupaten Indramayu.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu H. Suwenda, Kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu M. Zaenal Muttaqien, Direktur Kampus UPI di Cibiru Prof. Dr. Karim Suryadi beserta jajaran, Kepala Bank BJB Kabupaten Indramayu Heru Baharudin, serta sejumlah undangan lainnya.

Mewakili Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu H. Suwenda mengatakan, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan perubahan layanan manual menjadi digital, tetapi juga bagaimana teknologi mampu meningkatkan efisiensi proses kerja birokrasi.

“Transformasi digital bukan sekadar pemindahan layanan analog ke aplikasi digital, melainkan efisiensi proses bisnis birokrasi demi peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Indramayu,” katanya.

Ia menjelaskan, Agentic AI memiliki kemampuan yang lebih luas dibandingkan AI generatif yang umumnya digunakan untuk menjawab pertanyaan atau membuat teks.

“Jika Generative AI hanya membantu menjawab pertanyaan atau membuat teks, Agentic AI bertindak sebagai asisten otonom yang mampu mengeksekusi tugas, menganalisis data, merencanakan, dan mengambil keputusan terstruktur,” ujarnya.

Workshop tersebut diikuti sekitar 70 ASN yang merupakan perwakilan dari berbagai perangkat daerah dan kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan platform workflow automation n8n untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan administrasi sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep peralihan dari otomatisasi berbasis aturan atau rule-based menuju Agentic AI. Sistem tidak hanya merespons perintah, tetapi dapat menjalankan sejumlah tahapan pekerjaan secara proaktif berdasarkan tujuan yang telah ditentukan.

Melalui sesi demonstrasi dan praktik langsung (hands-on), peserta mencoba membuat berbagai alur kerja otomatis. Di antaranya pengiriman notifikasi ke grup Telegram berdasarkan data Google Forms, penerusan dokumen dari situs web melalui webhook secara real-time, serta distribusi email secara massal maupun personal berdasarkan data Google Sheets.

Peserta juga mempelajari penerapan AI dalam pencatatan finansial secara otomatis. Model AI digunakan untuk memilah informasi tanggal, jenis, dan nominal transaksi dari pesan teks yang kemudian dicatat ke dalam Google Sheets.

Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai pembuatan AI chatbot layanan publik yang terintegrasi dengan Google Gemini. Sistem tersebut dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan masyarakat sekaligus memberikan informasi mengenai ketersediaan layanan secara dinamis.

Meski pemanfaatan AI dinilai mampu memangkas waktu dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan rutin, aspek pengawasan manusia tetap menjadi perhatian utama.

Dalam workshop tersebut ditekankan prinsip Human in the Loop, yakni AI digunakan sebagai asisten digital untuk membantu pengolahan data dan menyusun rekomendasi, sementara keputusan hukum, kebijakan, serta tanggung jawab akhir dalam pelayanan publik tetap berada pada ASN.

Pemkab Indramayu juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek etika, privasi, dan keamanan data pemerintah dalam setiap pemanfaatan teknologi AI.

Melalui workshop tersebut, Pemkab Indramayu berharap kemampuan ASN dalam memanfaatkan teknologi digital semakin meningkat sehingga otomatisasi dapat diterapkan secara tepat guna, mempercepat pekerjaan administratif, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Salurkan Bantuan Rutilahu untuk Warga Bojongsari dan Babadan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyerahkan bantuan rehabilitasi Rutilahu kepada masyarakat di Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Indramayu, dan Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Senin (10/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program bedah rumah yang menyasar masyarakat yang masih menempati hunian dengan kondisi tidak layak.

Bupati Lucky Hakim mengatakan, program rehabilitasi Rutilahu di Kabupaten Indramayu ditargetkan menyasar sekitar 2.200 unit rumah untuk diperbaiki menjadi hunian yang lebih layak dan aman bagi masyarakat.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu, APBD Provinsi Jawa Barat, dan APBN.

“Jadi insyaallah Indramayu ada 2.200 rumah yang tadinya tidak layak huni seperti yang di sini contohnya, itu dibedah menjadi layak,” ujar Lucky Hakim.

Menurutnya, program bedah rumah diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak.

Lucky juga berpesan kepada masyarakat penerima bantuan agar menjaga serta merawat rumah setelah proses rehabilitasi selesai sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Semoga bermanfaat. Nanti kalau sudah jadi, rumahnya dirawat dengan baik,” pesannya.

Salah seorang penerima bantuan, Oom Komariyah (40), mengaku bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu atas bantuan rehabilitasi rumah yang diterimanya.

“Terima kasih Pak Bupati atas bantuannya. Semoga Pak Bupati beserta jajarannya sehat selalu,” ucapnya.

Melalui program Rutilahu, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus memperkuat upaya pengentasan rumah tidak layak huni.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta kualitas hidup masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan warga di Kabupaten Indramayu.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Pemkab Indramayu Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Musim Kemarau

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sinergi lintas sektor dan langkah pencegahan sejak dini.

Upaya tersebut terlihat dalam Apel Siaga Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Tingkat Kabupaten Indramayu Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Polres Indramayu, Selasa (11/8/2026).

Apel dipimpin Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M. dan diikuti Bupati Indramayu Lucky Hakim, jajaran Forkopimda, instansi lintas sektor, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah sekaligus memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana yang dapat meningkat selama musim kemarau.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan Tahun 2026 melalui Keputusan Bupati Indramayu Nomor 100.3.3.2/Kep.328/BPBD/2026.

Status siaga tersebut berlaku mulai 11 Juni hingga 30 September 2026 dan dapat diperpanjang maupun dicabut dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi hidrometeorologis.

Penetapan status tersebut menjadi langkah antisipatif pemerintah daerah terhadap berbagai dampak musim kemarau, mulai dari potensi kekurangan air bersih, ancaman terhadap produktivitas pertanian, hingga risiko kebakaran di wilayah lahan kering.

Dengan status siaga tersebut, koordinasi antarpemangku kepentingan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, termasuk dalam menyiapkan personel, sarana dan prasarana, serta langkah penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Dalam amanatnya, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M. menegaskan bahwa pencegahan dan penanggulangan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, karhutla tidak hanya dapat merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, serta menimbulkan kerugian material.

Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pemetaan wilayah rawan, peningkatan patroli dan monitoring, penguatan deteksi dini, serta komunikasi yang cepat dan efektif antara Polri, TNI, pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kapolres juga berharap apel siaga tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Kesiapan personel, sarana prasarana, pola komunikasi, hingga strategi penanganan harus benar-benar dipastikan agar dapat digunakan secara optimal ketika terjadi kebakaran.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama seluruh unsur terkait terus membangun kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi dampak musim kemarau.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memastikan aktivitas sosial dan ekonomi di Kabupaten Indramayu tetap berjalan dengan aman dan kondusif.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Negara Hadir untuk Rakyat, Bupati Lucky Hakim Resmikan Titik Air Bersih di Desa Cibeber

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah bersama TNI terus memperkuat akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar dan kebutuhan air bersih melalui program nasional bertajuk “Negara Hadir untuk Rakyat.”

Program tersebut diwujudkan melalui Launching 2.500 Titik Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih yang dilaksanakan serentak secara nasional. Di Kabupaten Indramayu, kegiatan dipusatkan di Blok Desa RT 10/RW 02, Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI, Polri, perbankan, BUMN, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Dandim 0616/Indramayu serta Bupati Indramayu. Selanjutnya dilakukan pembacaan doa, peresmian sumur bor oleh Bupati Indramayu bersama Dandim, pemotongan pita, video conference bersama Presiden Republik Indonesia, hingga penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat.

Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih merupakan bagian dari gerakan nasional yang diluncurkan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia.

“Program ini merupakan wujud nyata perhatian Bapak Presiden kepada masyarakat. Negara hadir secara langsung untuk rakyat melalui pembangunan jembatan dan penyediaan air bersih yang dikerjakan oleh TNI,” ujar Tulus.

Khusus di Kabupaten Indramayu, Kodim 0616/Indramayu telah membangun enam unit Jembatan Garuda yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Sukamelang, Kroya, Tempel Kulon Kecamatan Lelea, Haurgeulis, serta lokasi lainnya.

Selain pembangunan jembatan, Kodim 0616/Indramayu juga telah merealisasikan enam titik sumur bor air bersih, termasuk di Desa Cibeber, Anjatan, Sukamulya, Lelea, dan Jatibarang.

Tulus berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sekaligus dipelihara bersama oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim turut menyaksikan langsung peresmian sumur bor air bersih di Desa Cibeber. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.

Setelah itu, para tamu undangan mengikuti video conference bersama Presiden Republik Indonesia dalam rangka peluncuran program nasional tersebut.

Kehadiran fasilitas air bersih di Desa Cibeber diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan warga, khususnya dalam memperoleh akses air bersih yang layak.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sekaligus penguatan semangat gotong royong dalam pembangunan.

Program “Negara Hadir untuk Rakyat” di Kabupaten Indramayu diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemerataan pembangunan serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga seluruh rangkaian acara selesai.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika