Oknum Guru SDN Tajur 02 Diduga Lakukan Penipuan dengan Jadi Biong Gadai Sertifikat

BOGOR.radarinformasi.com- Seorang guru mestinya dapat menjadi panutan dan teladan bagi seluruh anak didiknya, di kalangan masyarakatpun sosok seorang guru adalah sosok pahlawan tanpa tanda jasa, namun sangat disayangkan Sari seorang pengajar di SDN Tajur 02 diduga telah melakukan tindak penipuan kepada beberapa orang yang berniat meminta tolong kepadanya, Rabu (12/04/23).

Hal tersebut terungkap berawal ketika salah seorang warga Caringin merasa dirugikan dan di tipu oleh Oknum tersebut, dalam keadaan terhimpit ekonomi dan membutuhkan biaya untuk berobat istrinya Ia berniat mencari pinjaman sebesar Rp.2.000.000,00 dengan menjaminkan sertifikat rumahnya, akan tetapi saat Ia akan menebus Sertifikat tersebut hutangnya menjadi sebesar Rp.16.000.000,00.

“Waktu itu saya pinjam 2 juta dan saya rutin membayar tiap bulan 200 ribu untuk lebihnya, pas saya berniat ambil sertifikat, Bu Sari mengulur-ulur waktu dan setelah saya selidiki ternyata hutang saya sebesar 16 juta rupiah, ga taunya Bu Sari juga pakai tanpa seijin saya, bahkan ketika di tagih yang nagih ke Bu Sari sempat di usir dan di lempar pakai sapu”, ujarnya.

“Tidak hanya satu korban ternyata di sini aja ada lima korban dengan kasus yang sama”, ujar salahsatu pedagang di wilayah Situbeureum.

Diluar itu, Oknum guru tersebut juga diketahui melakukan pemalsuan data dengan menggunakan sertifikat orang lain untuk kepentingan pribadinya, bahkan tak tanggung korban adalah tetangganya sendiri, dengan jumlah pinjaman sebesar 2 juta menjadi 40 juta.

Saat dikonfirmasi radarinformasi.com ke sekolah pada Senin (10/04/23), Sari menjelaskan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan satu persatu.

“Saya sudah selesaikan semua persoalan tersebut satu persatu bahkan saya juga udah di panggil pihak Polsek Bogor Selatan dan saya akan cicil uang tersebut, nah untuk kasus yang orang Tajur sore ini akan saya selesaikan”, ujar Sari.

Sementara itu Kepala Sekolah yang mendampingi Sari mengatakan bahwa, “Saya baru menjabat di sini jadi saya belum paham karakter staf pengajar (Guru) saya, tapi tolong apapun permasalahannya kalau bisa selesaikan secara baik-baik”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *