Lonjakan Harga Kedelai Bikin Pengrajin Tempe Kelabakan
Sukabumi.radarinformasi.com –
Harga kedelai yang merangkak naik beberapa waktu terakhir membuat para pengrajin dan pengusaha pabrik tahu tempe di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi kelabakan. Betapa tidak, harga bahan utama pembuatan tahu dan tempe tersebut melonjak hingga 20% dari tujuh ribu rupiah per kilo menjadi sembilan ribu, sehingga para pengrajin kebingungan menentukan harga jual hasil produksi mereka. Dengan terpaksa mereka menaikan harga jual agar usahanya tetap seimbang meskipun hal tersebut ternyata mengurangi minat pembeli.
Salahsatu pengrajin tempe di Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Ana Maria mengakui sulitnya mengatur pengeluaran dan pemasukan ditengah kenaikan harga kedelai. Dia mengeluhkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli kedelai dan harus menaikan harga jual. Meski demikian Ana tetap mempertahankan produksi tempenya karena menurutnya tempe merupakan makanan kebutuhan pokok masyarakat yang harus selalu ada di pasaran.
“Jelas kesulitan ya harga kedelai sekarang ini nyampe 9 ribu, kita sulit menjualnya, kalau kita jual terlalu mahal juga bingungkan peminat jadi berkurang, jadi kurang laku juga,” ujar Ana kepada wartawan, Selasa (05/01/21) sore.
Ana berharap pemerintah dapat segera mengatasi kenaikan harga kedelai sehingga tidak berlarut – larut tinggi. Menurutnya dampak kenaikan kedelai mempengaruhi banyak kalangan masyarakat kecil, bukan hanya pengusaha tahu dan tempe tetapi juga pedagang pasar sampai pedagang asongan.
“Semoga bisa segera turun lagi harganya, jika terus – terusan seperti ini dampaknya sangat besar kepada kami, juga untuk pedagang – pedagang pasar dan pedagang asongan, apalagi dalam kondisi pandemi dan kesulitan ekonomi seperti sekarang ini, harga kedelai naik jadi semakin sulit,” ucapnya.
Reporter : Iyonk
Redaktur : Dewi Pelangi

