Diduga Rem Blong, Minibus Elf Terjun ke Sungai, Sopir Tewas

BOGOR.radarinformasi.com — Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Ciawi–Gadog, tepatnya di kawasan Simpang Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026) pagi. Sebuah minibus jenis Elf terjun ke sungai setelah diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman. Insiden tersebut mengakibatkan pengemudi meninggal dunia.

Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bogor, Ipda Arif Rahman, menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab kecelakaan adalah kegagalan fungsi rem ketika kendaraan melintas di lokasi kejadian.

“Pada saat di TKP, minibus diduga mengalami gagal fungsi rem,” ujar Arif, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian, kendaraan bernomor polisi D-7564-AQ itu sebelumnya melaju dari arah Jalan Pertanian menuju Simpang Bendungan di Jalan Raya Ciawi–Gadog. Saat melintas di kawasan tersebut, minibus diduga mengalami masalah pengereman hingga akhirnya keluar jalur dan terjun ke sungai.

Sopir Sempat Dievakuasi ke Rumah Sakit

Peristiwa nahas itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.20 WIB. Pengemudi yang diketahui berinisial S, berusia 71 tahun, menjadi satu-satunya korban dalam kecelakaan tersebut.

Arif menerangkan, korban mengalami luka berat akibat insiden itu. Petugas bersama pihak terkait kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Korban satu orang, yakni sopir minibus jenis Elf. Korban mengalami luka berat di lokasi, kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Informasi terbaru, yang bersangkutan meninggal dunia,” jelasnya.

Kendaraan Tidak Mengangkut Penumpang

Polisi juga memastikan bahwa saat kecelakaan terjadi, minibus tersebut tidak membawa penumpang. Kendaraan itu diduga merupakan Elf yang digunakan untuk keperluan pariwisata.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami informasi mengenai perjalanan kendaraan tersebut, termasuk titik keberangkatan dan tujuan yang hendak dicapai pengemudi sebelum kecelakaan terjadi.

Menurut Arif, penelusuran tersebut belum dapat dipastikan karena pengemudi yang mengetahui perjalanan kendaraan telah meninggal dunia.

Penyebab pasti kecelakaan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Dugaan gangguan sistem pengereman menjadi keterangan awal dari kepolisian, sementara proses penyelidikan diperlukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan minibus tersebut terjun ke sungai.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *