Krasak Ditetapkan Menjadi ‘Desa Cantik’ di Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu bersama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu menetapkan Desa Krasak Kecamatan Jatibarang menjadi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2025. Dengan penetapan ini diharapkan Desa Krasak menjadi desa yang meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Indramayu Syaefudin ketika memberikan sambutan pada pencanangan Desa Cantik di Aula Kantor Desa Krasak Kecamatan Jatibarang, Rabu (14/5/2025).

Menurut Syaefudin, dengan ditetapkannya Desa Krasak sebagai Desa Cantik maka harus mampu melakukan standardisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik. Kemudian mengoptimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di desa tepat sasaran. Dan terbentuknya agen-agen statistik pada level desa/kelurahan.

“Melalui program ini, saya mengajak kuwu, perangkat desa, pemuda, dan tokoh masyarakat untuk tidak melihat data sebagai beban, tetapi sebagai alat perjuangan, senjata perencanaan, dan pengungkit pembangunan. Saya berharap ke depan, setiap desa di Kabupaten Indramayu memiliki profil statistik desa, publikasi data tahunan, dan website desa yang aktif dan informatif,” kata Syaefudin.

Sementara itu Kepala BPS Kabupaten Indramayu Dudi Darmana mengatakan, pihaknya konsisten mendorong peningkatan literasi statistik hingga ke tingkat desa. Sebelumnya penetapan Desa Cantik juga diberikan kepada Desa Balongan pada tahun 2022, Desa Tegalurung pada tahun 2023, dan Desa Kenanga pada tahun 2024.

“Pada tahun 2025 ini ditetapkan Desa Krasak Kecamatan Jatibarang. Penetapan ini atas berbagai masukan dan saran dari DPMD Kabupaten Indramayu,” kata Dudi. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bertemu Alumni Ponpes Tebu Ireng, Lucky Hakim Perkuat Nuansa Religius Indramayu 

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim hadiri halalbihalal alumni Pondok Pesantren Tebuireng yang berlangsung di Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Minggu (4/5/2025). Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus mempererat ikatan keagamaan dan kebangsaan antaralumni serta masyarakat setempat. Senin (5/5)

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menekankan pentingnya mempertahankan dan memperkuat nuansa religius di Kabupaten Indramayu. Bupati menyampaikan bahwa nilai-nilai religius menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia, damai, dan sejahtera. 

“Indramayu dikenal dengan karakter masyarakatnya yang religius. Ini harus terus dijaga dan diperkuat, termasuk melalui kegiatan seperti halalbihalal ini yang menjadi ajang mempererat Ukhuwah islamiah,” ujar Lucky. 

Acara tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan, doa bersama, dan ramah tamah antaralumni serta tokoh masyarakat. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh kehangatan. 

Pemerintah Kabupaten Indramayu, lanjut Bupati, terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah dengan semua pihak dalam mendukung dan pengembangan pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda. 

“Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur bangsa,” tambahnya. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

May Day dan Mayday: Dua Istilah Serupa, Makna Sangat Berbeda

Memahami sejarah perjuangan buruh dan sinyal darurat internasional yang sering disalahartikan.

BOGOR.radarinformasi.com – Setiap tanggal 1 Mei, berbagai daerah di Indonesia dan dunia diramaikan oleh aksi turun ke jalan, orasi massa buruh, hingga spanduk berisi tuntutan kesejahteraan. Hari ini dikenal sebagai May Day atau Hari Buruh Internasional, sebuah simbol perjuangan kelas pekerja.

Namun, di sisi lain, masyarakat kerap mendengar istilah Mayday yang terdengar serupa, tetapi ternyata memiliki makna yang sangat berbeda. Apa sebenarnya perbedaan antara keduanya?

Akar Sejarah May Day: Perjuangan Panjang Kaum Buruh

May Day berakar dari perjuangan buruh di Amerika Serikat pada tahun 1880-an. Kala itu, para pekerja menghadapi kondisi kerja yang tidak manusiawi, jam kerja panjang antara 12–16 jam per hari, dengan upah minim dan tanpa perlindungan keselamatan.

Puncaknya terjadi pada 1 Mei 1886, saat sekitar 300 ribu buruh di seluruh Amerika Serikat melakukan mogok kerja besar-besaran untuk menuntut jam kerja 8 jam per hari. Di Chicago, aksi ini berakhir tragis dengan Insiden Haymarket, ledakan bom dan bentrokan antara polisi dan demonstran yang menewaskan sejumlah orang.

Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut, The International Socialist Congress menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional pada tahun 1889. Sejak itu, May Day diperingati di berbagai negara sebagai simbol solidaritas buruh dunia.

May Day di Indonesia: Dari Pengakuan hingga Penghapusan dan Kembali Diakui

Indonesia mengenal May Day sejak masa kolonial. Namun secara resmi, Presiden Soekarno pada tahun 1948 menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Nasional, disertai dengan hak libur bagi para pekerja melalui Undang-Undang Kerja Nomor 12 Tahun 1948.

Namun, pasca peristiwa G30S/PKI tahun 1965, Hari Buruh dihapuskan dari daftar hari libur nasional. Pemerintah Orde Baru bahkan mencurigai peringatan May Day sebagai gerakan berbau subversif.

Baru setelah era reformasi, peringatan May Day kembali digelar secara terbuka. Pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Keppres Nomor 24 Tahun 2013 yang menetapkan kembali 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Mayday: Sinyal Darurat Global di Dunia Udara dan Laut

Di luar konteks perjuangan buruh, istilah Mayday adalah sinyal darurat internasional dalam komunikasi radio, terutama di bidang penerbangan dan pelayaran.

Kata ini berasal dari bahasa Prancis “M’aidez” yang berarti “tolong saya.” Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1923 di Inggris, Mayday dipilih karena mudah diucapkan dan dikenali dalam komunikasi suara antar operator radio di situasi krisis.

Saat situasi sangat darurat seperti kecelakaan pesawat atau kapal, petugas akan mengucapkan “Mayday, Mayday, Mayday” untuk meminta bantuan segera.

Dua Kata, Dua Dunia, Dua Makna Penting

Meski terdengar serupa, May Day dan Mayday memiliki arti yang sangat berbeda. May Day adalah peringatan dan penghormatan atas perjuangan hak-hak buruh. Sementara Mayday adalah seruan minta tolong dalam kondisi darurat.

Keduanya mengingatkan kita pada nilai penting perjuangan, keselamatan, dan solidaritas, baik dalam konteks sosial maupun kemanusiaan.

Rizal

Kanwil Ditjenpas Sumut Bersinar di IPPAFest Raih Dua Penghargaan Bergengsi

JAKARTA.radarinformasi.com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Kanwil Ditjenpas Sumut) mencatat prestasi membanggakan dalam ajang Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest 2025) yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Rabu (23/4/25). Kamis (24/4)

Di penghujung kegiatan, Kanwil Sumut dinobatkan sebagai peraih dua penghargaan bergengsi dari panitia pelaksana IPPAFest 2025.

Adapun penghargaan yang berhasil diraih adalah:

– Juara I Kategori Pemberitaan Terbanyak IPPAFest 2025, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan strategi komunikasi publik yang aktif, kreatif, dan berdampak selama penyelenggaraan acara.

– Juara III Kategori Stand Terbaik IPPAFest 2025, berkat desain stand yang memadukan unsur budaya khas Sumatera Utara dengan hasil karya warga binaan yang inspiratif.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, didampingi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam rangkaian penutupan resmi IPPAFest 2025.

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas semangat kolaboratif dan inovatif seluruh peserta.

Silmy menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan partisipasi publik dalam mendukung reformasi sistem pemasyarakatan.

“Semoga semangat yang telah kita mulai ini akan tetap menjalar di dalam lapas, di luar tembok, dan di tengah-tengah masyarakat. Mari kita terus nyalakan,” tegas Silmy.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, Yudi Suseno, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini sebagai hasil dari sinergi yang kuat antara seluruh jajaran Kanwil, UPT, dan tim humas dalam membangun komunikasi publik yang transparan, berdampak, dan bermakna.

“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi simbol bahwa kerja kolaboratif, pembinaan yang berkualitas, dan keterbukaan informasi adalah fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan,” ujar Yudi Suseno.

Stand Kanwil Ditjenpas Sumut sebelumnya memang menjadi salah satu sorotan utama IPPAFest 2025, dengan tampilan yang memadukan kekayaan budaya Melayu, Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola, dan Nias.

Stand ini juga memamerkan berbagai karya unggulan dari UPT Pemasyarakatan Kanwil Sumut , termasuk karikatur 3D Menteri Imipas bersama cucu kesayangan Baby Khei dan istri tercinta Ny. Evi Agus Andrianto, yang langsung dibeli oleh Menteri Imipas sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas warga binaan.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Kanwil Ditjenpas Sumut sebagai salah satu pelaksana pemasyarakatan yang tidak hanya unggul dalam program pembinaan, tetapi juga dalam menyuarakan transformasi pemasyarakatan yang humanis, terbuka, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Stand Kanwil Ditjenpas Sumut Curi Perhatian di IPPAFest dengan Karya Seni dan Budaya Lokal

JAKARTA.radarinformasi.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Kanwil Ditjenpas Sumut) sukses mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPAFest) 2025 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Senin (21/4/2025).

Di bawah kepemimpinan Yudi Suseno, Kanwil Ditjenpas Sumut menghadirkan stan yang memadukan seni hasil pembinaan warga binaan dengan kekayaan budaya lokal secara harmonis. Stan tersebut tampil megah, mengusung unsur budaya dari lima etnis besar di Sumatera Utara: Melayu, Batak Toba, Batak Karo, Batak Angkola, dan Nias. Selasa (22/4)

Ornamen tradisional, motif ulos, serta warna-warna khas budaya daerah menghiasi seluruh bagian stan, menciptakan atmosfer etnik yang hangat dan elegan. Menambah daya tarik, para petugas mengenakan busana adat Batak Angkola lengkap dengan ulos dan mahkota emas—simbol identitas budaya dan kebanggaan daerah. Penampilan ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung untuk berinteraksi ataupun mengabadikan momen.

Salah satu karya yang paling mencuri perhatian adalah lukisan digital karikatur 3D Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, bersama cucu kesayangannya, Baby Khei, serta istri tercinta, Ny. Evi Agus Andrianto. Karya tersebut dibuat secara manual menggunakan teknik digital painting melalui Adobe Photoshop, dicetak di atas kanvas premium, dan dibingkai dengan pigura bermotif ganda yang mewah.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam IPPAFest bukan sekadar ajang pameran, melainkan bentuk kontribusi aktif dalam memajukan pembinaan yang berbasis budaya dan nilai-nilai lokal. “Partisipasi kami dalam IPPAFest 2025 adalah bentuk komitmen nyata dalam mendukung pembinaan yang berkelanjutan dan berakar pada budaya. Melalui stan yang mengangkat kekayaan adat Melayu, Batak Toba, Karo, Angkola, hingga Nias, kami ingin menunjukkan bahwa semangat pemasyarakatan tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga pelestarian jati diri bangsa,” ujar Yudi.

Lebih lanjut, Yudi menekankan bahwa keterlibatan aktif warga binaan dalam menciptakan karya seni bernilai tinggi merupakan bukti keberhasilan pembinaan yang menonjolkan potensi dan nilai-nilai kemanusiaan. “Kami bangga dapat menampilkan karya unggulan warga binaan, termasuk karikatur 3D Pak Menteri dan keluarga, sebagai simbol bahwa kreativitas dan harapan bisa tumbuh di balik tembok pemasyarakatan. Ini adalah bukti bahwa pembinaan yang humanis mampu melahirkan karya yang menginspirasi,” tutupnya.

Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung hasil karya kreatif warga binaan Sumatera Utara, Stan Kanwil Ditjenpas Sumut dapat dikunjungi di IPPAFest 2025 yang berlangsung dari 21 hingga 23 April 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung pembinaan yang inspiratif, berbudaya, dan penuh semangat perubahan.

Reporter: Reno H
Redaktur: Rizal

Pengusaha Cafe Amor News Berdayakan Putra Daerah Kecamatan Siborongborong Pebakat Seni Musik

TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Para Pebakat Seni musik putra daerah Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara sangat berterimakasih kepada Pengusaha Cafe Amor yang kerap disapa Pak Kleo karena telah menghidupkan bakat bakat brilian sebagai Seniman musik yang telah lama terbenam. Selasa (22/4)

Kleo mengundang para pebakat musik lokal itu untuk menghibur para tamu yang kerap berkunjung ke Cafe Amor yang berlokasi di silangit jalan Balige. Tidak hanya penampilan para Seniman musik lokal, Kleo juga siap datangkan artis-artis batak yang tenar sekarang untuk mengisi meriahkan ditempat usahanya.

Penampilan para pemuda kreatif di Cafe Amor itu mampu menyedot pengunjung lintas daerah. Dan mereka sangat bersyukur bisa mengembangkan bakatnya atas keberadaan Cafe Amor di kampungnya, bahkan para pemuda  kreatif tersebut juga bisa menghasilkan uang dari saweran partamu yang berkunjung dan mereka bisa terbantu untuk kebutuhan sehari-hari tanpa meminta dari orang tuanya masing-masing, terang salah seorang pemain DJ yang kerap di sebut SOJU (Soit Junior).

Sementara itu, Boru Aritonang dan kawan kawan warga Siborongborong juga menyebutkan sangat bersyukur dengan adanya Cafe Amor ini, menurut mereka Cafe Amor ini sangat membantu bagi mereka. Karena mereka bisa bekerja setiap harinya untuk bersih-bersih dengan imbalan yang sesuai. ” Kami bekerja disini sebagai kebersihan 4 orang bang, dan kami sangat terbantu untuk kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga kami. Makanya kami berempat sangat berharap Cafe Amor ini berjalan lancar supaya kami bisa membutuhi anak-anak kami yang masih sekolah”, terang boru Aritonang kepada awak media saat diwawancarai dilokasi Cafe Amor, Senin (21/4/2025).

Di tempat terpisah, pengusaha Cafe Amor Kleo mengatakan bahwa kita tidak boleh selalu berasumsi negatif atas usaha saya ini, saya berani buka usaha ini karena saya sangat miris dengan Pebakat Seniman musik di kampung halaman saya ini tidak berjalan karena saya juga pecinta musik. “Saya juga bisa mempekerjakan putra daerah di tempat usaha saya, dan mereka sangat mengapresiasi nya itulah alasan saya membuka usaha ini”, terangnya.

“Terkait dengan berita berita yang mengatakan adanya peredaran narkoba di tempat usaha saya, saya berani garansi usaha saya bersih dari obat-obatan terlarang, karena semua anak anak muda yang saya pekerjakan di cafe ini selalu standby nemantau para tamu yang datang. Jadi Saya sangat kecewa dengan adanya pemberitaan di tempat usaha saya ini katanya ada peredaran obat terlarang, kalau memang benar biarkan dari aparat kepolisian mengeceknya disini supaya terang benderang,” tutupnya.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Ribuan Warga Padati Karangsong, Tradisi Nadran Jadi Simbol Syukur dan Gotong Royong Nelayan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ribuan warga tumpah ruah memadati wilayah pesisir Karangsong, Kabupaten Indramayu, untuk mengikuti tradisi laut Nadran yang kembali digelar oleh masyarakat dan nelayan di wilayah kerja KPL Mina Sumitra. Rabu (16/04)

Tradisi yang digelar dua tahun sekali ini menjadi bentuk rasa syukur atas limpahan hasil laut sekaligus simbol kebersamaan masyarakat pesisir. Kegiatan berlangsung meriah dengan kehadiran Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang turut mengikuti prosesi utama berupa larung kepala kerbau ke tengah laut.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, memadati sepanjang jalan menuju muara Karangsong yang menjadi titik kumpul prosesi pelepasan. Arak-arakan meron yang membawa kepala kerbau diiringi seni tradisional, tabuhan musik, serta tarian khas daerah menambah semarak suasana.

Prosesi larung menjadi puncak acara, di mana kepala kerbau yang telah dihias diarak dan kemudian dilarungkan ke laut sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah. Nuansa spiritual dan budaya sangat kental terasa dalam setiap rangkaian kegiatan.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Karangsong dan sekitarnya dalam menjaga serta melestarikan tradisi warisan leluhur tersebut. Ia menilai Nadran tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai momentum memperkuat solidaritas serta identitas budaya masyarakat pesisir.

“Tradisi Nadran ini adalah warisan budaya yang luar biasa. Semoga melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kecintaan terhadap laut bisa terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Hal ini sejalan dengan visi Indramayu Reang,” ujar Syaefudin dalam sambutannya.

Ia pun berharap para nelayan di Karangsong dan wilayah pesisir Indramayu semakin sejahtera dan selalu diberikan keselamatan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Tradisi Nadran Karangsong merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang masih lestari hingga kini. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Mapag Sri, Tradisi Syukur Panen yang Tetap Hidup di Tengah Arus Zaman

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ratusan warga Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, tumpah ruah di halaman kantor desa pada Kamis (10/4/2025), dalam perayaan adat Mapag Sri. Tradisi ini menjadi simbol syukur masyarakat tani atas panen yang melimpah sekaligus bentuk nyata pelestarian budaya warisan leluhur. Sabtu (12/4)

Ritual Mapag Sri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari identitas kolektif masyarakat Mekarwaru yang menjunjung tinggi kebersamaan serta rasa hormat kepada alam. Doa-doa sakral dipanjatkan dalam prosesi adat yang dipimpin para sesepuh, diiringi sajian seni tradisional seperti pertunjukan wayang kulit, tari daerah, dan gamelan.

Kepala Desa Mekarwaru, Edi Sukandi, SE, menegaskan pentingnya merawat tradisi sebagai wujud rasa syukur sekaligus perlawanan terhadap lunturnya nilai-nilai lokal. “Melalui Mapag Sri, kami berusaha menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman,” ujarnya disambut antusiasme warga.

Tidak hanya warga biasa, perayaan ini juga melibatkan tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, serta generasi muda. Keterlibatan anak-anak sekolah, pemuda karang taruna, dan ibu-ibu PKK memberi warna tersendiri pada acara yang berlangsung hangat dan khidmat.

Mapag Sri menjadi panggung kebudayaan yang inklusif, tempat di mana ekspresi seni dan spiritualitas berpadu. Di sisi lain, kehadiran para petani sebagai pelaku utama produksi pangan mendapat apresiasi tinggi atas dedikasi mereka menjaga ketahanan pangan desa.

Di tengah gempuran arus globalisasi, Desa Mekarwaru membuktikan bahwa modernitas tak harus menenggelamkan akar budaya. Tradisi Mapag Sri justru tampil sebagai simbol ketahanan identitas dan sumber inspirasi lintas generasi. Budaya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan kekayaan hidup yang terus menyala di hati masyarakat.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bupati Lucky Hakim Berikan Apresiasi kepada Ibu Melahirkan Bayi Kembar Lima di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim memberikan apresiasi yang tinggi kepada ibu Nur’aeni (32) asal Desa Bodas, Kecamatan Tukdana, yang telah melahirkan bayi kembar lima dengan selamat pada 7 Juli 2024 lalu. Selasa (18/3)

Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Bupati sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan ketabahan sang ibu dalam menjalani proses persalinan yang tidak mudah. Apresiasi diberikan di Pendopo Indramayu, Selasa (18/3/2025). 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan rasa bangga dan haru atas ketegaran sang ibu dalam menghadapi proses persalinan yang penuh tantangan. Menurut Bupati, melahirkan bayi kembar lima merupakan sebuah anugerah luar biasa sekaligus perjuangan besar yang patut dihargai. 

“Kami sangat bangga dan terharu atas perjuangan ibu dalam melahirkan bayi kembar lima ini. Semoga para bayi tumbuh sehat dan menjadi kebanggaan keluarga serta masyarakat Indramayu,” ujar Bupati Lucky Hakim. 

Selain memberikan apresiasi secara langsung, Bupati juga menyerahkan bantuan kasih sayang dan kebutuhan dasar lainnya sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Indramayu. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam merawat lima bayi sekaligus. Bupati juga menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan melalui Puskesmas untuk memberikan pendampingan intensif guna memastikan kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga.

Lucky Hakim menambahkan bahwa kelahiran bayi kembar lima ini menjadi kabar bahagia bagi masyarakat Indramayu. 

“Ini adalah kebahagiaan bersama. Kami berharap seluruh masyarakat turut memberikan dukungan dan doa agar ibu dan kelima bayinya selalu dalam keadaan sehat. Apresiasi kami berikan kepada yang berprestasi atau pun pengorbanan bahkan hal yang unik,” kata Bupati.

Nuraeni mengatakan, dirinya bersama suami tidak menyangka akan dipanggil Bupati Indramayu dan diberikan apresiasi atas kelahiran 5 anak kembarnya. Ke lima anaknya tersebut diberikan nama A5, yakni Arsyila Putri Nurilah, Arisha Putri Nurilah, Aisyah Putri Nurilah, Azzahra Putri Nurilah dan Ahmad Alfatih Putra Nurilah.

“Alhamdulillah kami diundang Pak Bupati Lucky Hakim ke Pendopo, ya kami tidak menyangka dan kami diberikan apresiasi,” kata Nuraeni didampingi suaminya Warsilah. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Tablig Akbar Peringatan Nuzulul Qur’an: Indramayu Bersatu, Ekonomi Syariah Maju

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an sekaligus menyemarakkan Festival Ramadan Reang 2025 yang bertakan Harmoni Religi dalam Menumbuhkan Semangat Ekonomi Syariah, Pemkab Indramayu bersama Bank Indonesia menggelar Tablig Akbar di Alun-Alun Indramayu pada Minggu malam (16/3/2025). 

Acara ini mencerminkan sinergi yang kuat dalam membangun kesadaran ekonomi syariah dengan menghadirkan penceramah Ustaz H. Akri Patrio dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, yang mewakili Bupati Indramayu, Lucky Hakim. 

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Cirebon, Jajang Hermawan, menyampaikan, peringatan Nuzulul Qur’an menjadi bagian penting dalam rangkaian Festival Ramadan Reang. Dia menegaskan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BI dan Pemkab Indramayu untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.  

“Terima kasih kepada Pemkab Indramayu dan semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa melindungi kita,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, dalam sambutannya menyampaikan salam hangat dan doa dari Bupati Indramayu. Dia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan saudara-saudara yang terdampak bencana puting beliung di wilayah Kecamatan Anjatan dan Haurgeulis. 

“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca buruk yang terjadi belakangan ini,” ungkapnya.  

Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan pentingnya nilai gotong royong dalam membangun Indramayu. Sebagai umat Islam, masyarakat diharapkan dapat bersatu, saling membantu, serta berkontribusi dalam program pembangunan, terutama dalam bidang keagamaan dan ekonomi berbasis syariah.  

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program Indramayu Ber-Zakat yang dicanangkan oleh Pemkab Indramayu. Sejalan dengan visi Indramayu REANG, Wakil Bupati menegaskan, religiusitas harus tetap dijunjung tinggi dalam kebhinekaan. 

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan acara ini, menjadikannya sebagai momen yang penuh keberkahan,” tambahnya. 

Sebagai penutup, Ustaz H. Akri Patrio dalam ceramahnya menekankan pentingnya melanjutkan kebaikan dari generasi ke generasi. Dia menilai, konsep Indramayu REANG sebagai sesuatu yang luar biasa karena mengajarkan nilai keikhlasan dalam beribadah dan berbuat baik.  

“Kebaikan adalah jalan kita menuju surga-Nya. Mari teruskan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh orang tua kita,” ujarnya. 

Dengan semangat Ramadan, masyarakat Indramayu diajak untuk semakin meningkatkan iman dan takwa serta menjaga persatuan demi kemajuan Indramayu.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal