INDRAMAYU.radarinformasi.com – Forum Komunikasi Jurnalis Indramayu (FKJI) resmi menetapkan ketua baru dalam pemilihan yang berlangsung di Aula Graha Pers Indramayu, Kamis, 8 Mei 2025. Asmawi Day, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Sekber, dipercaya memimpin FKJI menggantikan Dedi Musashi. Jumat (9/5)
Pemilihan ini dihadiri oleh 19 ketua organisasi wartawan yang tergabung dalam FKJI. Ketua Forum Pewarta Warga Indonesia (FPWI), Chong Soneta, menyambut positif terbentuknya kepengurusan baru. Ia menilai, hadirnya Asmawi Day membawa angin segar bagi semangat kolaborasi antarinsan pers di Indramayu, terlebih setelah sempat terjadi kekosongan kepemimpinan.
“Terpilihnya sahabat saya, Asmawi Day, sebagai Ketua FKJI periode ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan FPWI dan menjalin silaturahmi yang lebih erat di kalangan jurnalis,” ujar Chong.
Sebagai forum lintas organisasi wartawan, FKJI berperan penting sebagai ruang diskusi dan jembatan silaturahmi antarjurnalis di wilayah Indramayu. Dalam sambutannya, Asmawi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
“Saya sangat menghargai amanah ini. Terima kasih kepada seluruh ketua organisasi wartawan yang telah memberikan kepercayaan. Semoga FKJI ke depan bisa lebih solid, aktif, dan membawa manfaat besar bagi komunitas pers Indramayu,” tutup Asmawi.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI) beri dukungan penuh terhadap ketua baru Forum Komunikasi Jurnalis Indramayu (FKJI). Jumat (9/5)
Pemilihan ketua FKJI berlangsung di Gedung Graha Pers Indramayu (GPI), Kamis (8/5) dan terpilih sebagai ketua yang baru yaitu Asmawi Day mengantikan Dedi Musashi (Demus)
Terpilihnya ketua Sekber Asmami Day sebagai ketua FKJI yang baru merupakan hasil dari kesepakatan bersama antara ketua-ketua organisasi kewartawanan yang ada di Kabupaten Indramayu.
Sebanyak 19 ketua Organisasi wartawan hadir dalam pemilihan tersebut, termasuk ketua FPWI Chong Soneta.
Menurut Chong Sonata, terpilihnya ketua FKJI yang baru merupakan langkah yang tepat sebagai wadah Silaturahmi antara wartawan yang sebelumnya terdapat kekosongan.
“Semoga dengan hadirnya kepengurusan FKJI terbaru dan terpilihnya sahabat saya Asmawi Day, sebagai ketua terpilih priode ini, dapat menjalin sinergitas dengan FPWI serta mempererat tali silahturahmi wartawan kedepannya,” ucapnya.
Perlu diketahui, FKJI merupakan forum lintas organisasi wartawan yang bertujuan sebagai ajang diskusi serta wadah silahturahmi khususnya wartawan Indramayu.
Sementara itu, Asmawi Day, Ketua terpilih FKJI 2025 menyampaikan, terimakasih kepada seluruh Ketua Organisasi Wartawan yang hadir atas amanah yang di berikan kepadanya.
“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Ketua organisasi wartawan yang sudah menunjuk saya sebagai ketua FKJI. Saya berharap, kedepan FKJI lebih solid dan lebih baik,” ujarnya.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu, Lucky Hakim bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), lakukan peninjauan langsung ke Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (7/5/2025).
Pada kesempatan itu Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) atas bantuan rumah sebanyak 93 unit dengan tipe rumah 36/60 serta bantuan pemberdayaan bagi masyarakat yang terdampak banjir rob di Desa Eretan Kulon.
“Bantuan ini dilatarbelakangi oleh bencana banjir rob dan gelombang pasang air laut yang terjadi di wilayah pantai Indramayu, khususnya di Eretan Kulon pada akhir bulan Desember 2022 dan awal bulan Januari 2023. Hal tersebut terjadi rutin setiap tahun dan berdampak pada kerusakan terhadap infrastruktur dan perumahan serta berdampak pada sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Bupati Lucky mengatakan, sejalan dengan peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2013, dengan ini Pemerintah Kabupaten Indramayu melakukan koordinasi bersama Kemensos RI untuk melakukan relokasi bagi para korban terdampak banjir rob dengan membangun Kampung Nelayan Sejahtera.
Lanjut Bupati Lucky menjelaskan, sebagai bentuk komitmen kepada Kemensos RI, Pemkab Indramayu menyediakan lahan seluas kurang lebih 1,6 hektare untuk pembangunan kampung nelayan sejahtera ini, di mana sekitar 1 hektare dibangun rumah beserta fasilitasnya dan 600 meter persegi sisanya berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga saat ini tidak bisa dialih fungsikan untuk permukiman.
“Selain lahan, Pemkab Indramayu juga memberikan kontribusi penimbunan tanah di sebagian lahan, air bersih, dan listrik. Selain itu, para korban terdampak banjir rob juga mendapatkan bantuan pemberdayaan masyarakat berupa bantuan usaha yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kemampuan keterampilan yang dimiliki,” ungkapnya.
Dengan adanya bantuan tersebut, Bupati Lucky berharap masyarakat korban terdampak banjir rob dapat menata kehidupan sosialnya agar lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf yang didampingi Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan pembangunan kampung nelayan.
Gus Ipul menyatakan, program Kampung Nelayan merupakan bagian dari upaya Pemkab Indramayu yang bertujuan untuk memberikan dukungan kepada nelayan dan masyarakat pesisir terdampak rob dengan menyediakan hunian yang layak serta meningkatkan keterampilan mereka melalui berbagai program pemberdayaan.
“Melalui kolaborasi ini, kami berupaya meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana rob. Selain menyediakan tempat tinggal yang lebih aman, program Kampung Nelayan juga mencakup pelatihan-pelatihan praktis guna perkuat ekonomi masyarakat setempat.
Dirinya berpesan kepada seluruh pihak terkait untuk mengawal pembangunan kampung nelayan sehingga proses pembangunannya dapat berjalan sesuai waktu yang ditentukan.
“Harapan saya, rumah-rumah nelayan yang telah dibangun ini dapat dipelihara dan terjaga dengan baik, agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat penerima,” pungkasnya.
Selain meninjau lokasi Kampung Nelayan Sejahtera pada kesempatan itu ditinjau pula lokasi pemukiman yang terdampak banjir rob.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung ikuti rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Kinerja yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kegiatan ini di ikuti oleh Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring beserta Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jonias B.Pakpahan, Kasubsi Pengelolaan, Mian H.R. Simarmata dan staf melalui virtual zoom, Rabu (7/5).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Agus Andrianto, Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Asep Kurnia, Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Yan Sultra Indrajaya, Kepala BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Aman Riyadi, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Mashudi, Plt. Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Yuldi Yusman serta dilaksanakan melalui virtual zoom oleh seluruh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Seluruh Ka. UPT Direktorat Jenderal Pemasyarakatan beserta jajaran.
Rapat ini dibuka secara resmi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dan dilanjutkan dengan paparan Capaian Kinerja dari Sekretariat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, paparan Capaian Kinerja Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Paparan Capaian Kinerja dari BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Paparan Capaian Kinerja dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Paparan capaian Kinerja dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kemudian arahan dari Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim.
Agus Andrianto dalam sambutannya menyampaikan pentingnya forum evaluasi ini dalam mengukur kemajuan dan mengidentifikasi tantangan selama enam bulan masa transisi pembentukan kementerian. “Ini merupakan rapat evaluasi dan koordinasi selama proses transisi enam bulan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berjalan, untuk mengetahui sejauh mana proses transisi ini berjalan serta hal-hal apa saja kendala yang dihadapi,” jelas Agus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Lebih lanjut Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan memberikan apresiasi atas kinerja jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta capaian prestasi yang diraih pada tingkat Nasional maupun Internasional.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan juga memberikan arahan kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan diantaranya agar melaksanakan percepatan transisi dan pengoptimalan pelaksanaan sensus BMN Kemenimipas terutama untuk sarpras penunjang bagi Kantor Wilayah, agar melaksanakan koordinasi dan inovasi dengan stakeholder di wilayahnya terutama untuk permohonan hibah lahan/gedung, dalam hal pengadaan barang/jasa agar dilaksanakan secara profesional dan proporsional, agar memberdayaan Warga Binaan melalui program ketahanan pangan pemasyarakatan, peningkatan Program Kemandirian dan UMKM, seluruh UPT Pemasyarakatan agar terintegrasi dalam satu Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Inkopasindo) untuk menjadi wadah kolaborasi membangunkan kepercayaan dan mewujudkan keadilan ekonomi di lingkungan pemasyarakatan, agar seluruh UPT Pemasyarakatan dapat berupaya memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), agar seluruh UPT melakukan secara optimal dalam manajemen media dengan cara membuat desk pengaduan dengan dibuatnya dua desk pengaduan yakni khusus aduan internal dan khusus aduan eksternal, agar seluruh UPT melakukan amplifikasi melalui kekuatan medsos dan kolaborasi bersama media mainstream atas berbagai penilaian positif masyarakat atas pelayanan yang diberikan.
Selain itu, dalam rapat juga dibahas berita positif terkait 13 Program Akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai upaya percepatan transformasi kelembagaan. Program-program ini mencakup penguatan digitalisasi layanan, peningkatan kualitas SDM, percepatan reformasi birokrasi, pengelolaan data yang terintegrasi, peningkatan kapasitas lembaga pemasyarakatan, serta optimalisasi layanan imigrasi yang ramah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Partisipasi aktif Rutan Kelas IIB Tarutung dalam rapat analisis dan evaluasi kinerja ini menunjukkan komitmen Rutan Tarutung dalam mendukung program meningkatkan tata kelola pemasyarakatan yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Memahami sejarah perjuangan buruh dan sinyal darurat internasional yang sering disalahartikan.
BOGOR.radarinformasi.com – Setiap tanggal 1 Mei, berbagai daerah di Indonesia dan dunia diramaikan oleh aksi turun ke jalan, orasi massa buruh, hingga spanduk berisi tuntutan kesejahteraan. Hari ini dikenal sebagai May Day atau Hari Buruh Internasional, sebuah simbol perjuangan kelas pekerja.
Namun, di sisi lain, masyarakat kerap mendengar istilah Mayday yang terdengar serupa, tetapi ternyata memiliki makna yang sangat berbeda. Apa sebenarnya perbedaan antara keduanya?
Akar Sejarah May Day: Perjuangan Panjang Kaum Buruh
May Day berakar dari perjuangan buruh di Amerika Serikat pada tahun 1880-an. Kala itu, para pekerja menghadapi kondisi kerja yang tidak manusiawi, jam kerja panjang antara 12–16 jam per hari, dengan upah minim dan tanpa perlindungan keselamatan.
Puncaknya terjadi pada 1 Mei 1886, saat sekitar 300 ribu buruh di seluruh Amerika Serikat melakukan mogok kerja besar-besaran untuk menuntut jam kerja 8 jam per hari. Di Chicago, aksi ini berakhir tragis dengan Insiden Haymarket, ledakan bom dan bentrokan antara polisi dan demonstran yang menewaskan sejumlah orang.
Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut, The International Socialist Congress menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional pada tahun 1889. Sejak itu, May Day diperingati di berbagai negara sebagai simbol solidaritas buruh dunia.
May Day di Indonesia: Dari Pengakuan hingga Penghapusan dan Kembali Diakui
Indonesia mengenal May Day sejak masa kolonial. Namun secara resmi, Presiden Soekarno pada tahun 1948 menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Nasional, disertai dengan hak libur bagi para pekerja melalui Undang-Undang Kerja Nomor 12 Tahun 1948.
Namun, pasca peristiwa G30S/PKI tahun 1965, Hari Buruh dihapuskan dari daftar hari libur nasional. Pemerintah Orde Baru bahkan mencurigai peringatan May Day sebagai gerakan berbau subversif.
Baru setelah era reformasi, peringatan May Day kembali digelar secara terbuka. Pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Keppres Nomor 24 Tahun 2013 yang menetapkan kembali 1 Mei sebagai hari libur nasional.
Mayday: Sinyal Darurat Global di Dunia Udara dan Laut
Di luar konteks perjuangan buruh, istilah Mayday adalah sinyal darurat internasional dalam komunikasi radio, terutama di bidang penerbangan dan pelayaran.
Kata ini berasal dari bahasa Prancis “M’aidez” yang berarti “tolong saya.” Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1923 di Inggris, Mayday dipilih karena mudah diucapkan dan dikenali dalam komunikasi suara antar operator radio di situasi krisis.
Saat situasi sangat darurat seperti kecelakaan pesawat atau kapal, petugas akan mengucapkan “Mayday, Mayday, Mayday” untuk meminta bantuan segera.
Dua Kata, Dua Dunia, Dua Makna Penting
Meski terdengar serupa, May Day dan Mayday memiliki arti yang sangat berbeda. May Day adalah peringatan dan penghormatan atas perjuangan hak-hak buruh. Sementara Mayday adalah seruan minta tolong dalam kondisi darurat.
Keduanya mengingatkan kita pada nilai penting perjuangan, keselamatan, dan solidaritas, baik dalam konteks sosial maupun kemanusiaan.
BOGOR.radarinformasi.com — Polsek Dramaga, Kabupaten Bogor, tengah melakukan investigasi terkait penemuan sesosok pria yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Kebun Singkong, Kampung Nagrog RT 02/01, Desa Petir, Kecamatan Dramaga, pada Minggu (27/4/2025).
Kapolsek Dramaga, AKP Hartanto, SH, menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.50 WIB. Seorang saksi bernama Arif menemukan korban dalam posisi telungkup mengenakan celana jeans biru dan kaus berwarna hitam. Setelah melihat kejadian itu, saksi segera melaporkan kepada ketua RT setempat dan staf Desa Petir, yang kemudian meneruskan informasi kepada Polsek Dramaga.
Petugas Reskrim bersama unit patroli Polsek Dramaga segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah dengan bantuan warga sekitar. Jenazah semula direncanakan dibawa ke RSUD Ciawi untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Namun, setelah dilakukan identifikasi, pihak keluarga korban mendatangi Polsek Dramaga. Keluarga menyatakan keberatan terhadap rencana autopsi dan membuat surat pernyataan resmi. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Jenazah telah kami serahkan kepada pihak keluarga sesuai dengan prosedur setelah adanya surat pernyataan keberatan autopsi,” ujar AKP Hartanto.
Dengan telah dikenalnya identitas korban dan diserahkannya jenazah kepada keluarga, proses penyelidikan sementara dihentikan, dan pihak kepolisian memastikan akan tetap melakukan pemantauan jika ditemukan fakta baru.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Siborongborong menerima kunjungan dan silaturahmi oleh insan pers/awak media dari beberapa media cetak dan online di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (24/4/2024).
Pertemuan kali ini disambut dengan baik oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Siborongborong, Hery Simatupang didampingi KPLP, Arif Matondang serta Staf Kehumasan.
Kalapas Kelas IIB Siborongborong, Hery Simatupang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi yang sudah terjalin sebelumnya antara Lapas Kelas IIB Siborongborong dengan awak media yang ada di Provinsi Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Tapanuli Utara.
Tidak hanya itu, Beliau sekaligus memperkenalkan diri sebagai Pimpinan baru di Lapas Kelas IIB Siborongborong dan menyampaikan rasa terima kasih kepada awak media yang berkenan hadir dalam pertemuan ini.
“Dengan adanya kegiatan ini semoga tali silaturahmi terus terjalin dan kita bisa saling mengenal satu sama lainnya serta semoga sinergi ini selalu berjalan dengan baik dan semakin kuat,” tuturnya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan ini jajaran dari Lapas Kelas IIB Siborongborong bersama para awak media saling bertukar pikiran dan menyampaikan pendapat satu sama lain. Setiap masukan positif untuk pembangunan akan ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Indramayu Volunteer berhasil membangun 6 unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana angin puting beliung di Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan. Senin (21/4)
Hunian sementara diperuntukan bagi korban yang rumahnya mengalami rusak berat atau roboh diterjang angin puting beliung pada 6 Maret 2025 lalu.
Berdasarkan assesment langsung di lapangan oleh Indramayu Volunteer terdapat 6 rumah yang rusak berat dan roboh sehingga harus dilakukan pendirian hunian sementara karena mereka tidak mempunyai tempat tinggal.
Koordinator Indramayu Volunteer, Trisula Baedi mengatakan, dibangunnya hunian sementara tersebut karena korban sudah tidak mempunyai tempat tinggal karena hancur disapu puting beliung. Sementara di rumah tersebut terdapat anggota keluarga lainnya seperti istri dan anak-anak bahkan lansia.
Hunian sementara tersebut didesain modular dan sementara dengan menggunakan bahan kayu, bambu, GRC, dan asbes tahan cuaca.
“Pendirian huntara ini dilakukan oleh para relawan dan juga gotong royong warga sekitarnya. Lima unit berasal dari donasi relawan Indramayu Volunteer dan satu unit dari program Kwarcab Indramayu,” kata Trisula.
Sementara itu Bupati Indramayu, Lucky Hakim ketika menyalurkan bantuan dari Baznas kepada warga yang terdampak pihaknya memberikan apresiasi kepada Indramayu Volunteer yang telah swadaya dan gotong royong mendirikan hunian sementara.
“Terima kasih banyak kepada para relawan yang telah meringankan penderitaan para korban. Apalagi pada saat itu kejadiannya di bulan ramadan,” kata Lucky Hakim.
Seperti diketahui Indramayu Volunteer merupakan gabungan wadah organisasi/relawan yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kebencanaan yang berada di Kabupaten Indramayu.
INDRAMAYU.radarinformasi.com – Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) Kabupaten Indramayu melakukan audensi dengan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, pada Selasa (15/4/2025). Audensi ini digelar di Ruang Wabup sebagai upaya memperkuat peran penyuluh pertanian dalam mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Rabu (16/4)
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Perhiptani menyampaikan sejumlah persoalan dan tantangan yang dihadapi para penyuluh di lapangan. Mulai dari keterbatasan jumlah penyuluh aktif, kebutuhan peningkatan kapasitas, hingga pentingnya dukungan anggaran dan sarana kerja yang memadai. Para penyuluh juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pada kuatnya sistem penyuluhan.
Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menyambut baik inisiatif Perhiptani dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat fungsi penyuluh pertanian.
“Indramayu adalah lumbung pangan nasional. Kita tidak bisa bicara ketahanan pangan tanpa memastikan para penyuluh kita berada dalam posisi yang kuat, didukung dan diberdayakan,” ujar Syaefudin dalam arahannya.
Wabup juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, penyuluh, petani, dan lembaga pendidikan pertanian. Menurutnya, penguatan penyuluh tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas dan akses informasi teknologi pertanian terbaru yang harus merata hingga ke pelosok desa.
Ketua Perhiptani Kabupaten Indramayu, Wawan Setiawan berharap hasil audensi ini dapat menjadi pintu masuk untuk pembenahan sistem penyuluhan di Indramayu. Termasuk di dalamnya rekrutmen penyuluh baru, peningkatan kompetensi melalui pendidikan berkala, serta penambahan fasilitas penunjang lapangan dan tambahan penghasilan.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Keluarga Besar Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tarutung Gelar Bakti Sosial kepada masyarakat yang kurang mampu dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-61 Tahun 2025 kepada 10 (sepuluh) orang masyarakat yang kurang mampu, Senin (14/04).
Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring menyampaikan kegiatan ini terlaksana sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melalui surat edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, perihal penyampaian buku panduan rangkaian kegiatan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-61 Tahun 2025.
Lebih lanjut, Evan menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Rutan Kelas IIB Tarutung terhadap masyarakat serta bentuk implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam pemasyarakatan sehingga diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial pegawai rumah tahanan negara kelas IIB Tarutung kepada masyarakat yang kurang mampu.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno mengapresiasi jajaran Rutan Kelas IIB Tarutung yang telah menyelenggarakan bakti sosial dengan baik.
“Kegiatan bakti sosial dalam rangka peringatan HBP ke-61 ini menjadi momentum penting bagi unit pelaksana teknis pemasyarakatan untuk berbagi dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat, serta menunjukkan bahwa Lapas/Rutan hadir sebagai bagian dari komunitas yang peduli dan aktif berkontribusi,” ujar Yudi Suseno.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat atas bantuan yang diberikan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.