Kelangkaan Minyak Goreng Terus Terjadi, Pemkab Indramayu Gelar Operasi Pasar

Kelangkaan Minyak Goreng Terus Terjadi, Pemkab Indramayu Gelar Operasi Pasar

INDRAMAYU.radar informasi.com –
Kelangkaan minyak goreng terus terjadi di sejumlah pasar tradisional maupun modern, minyak goreng seakan menghilang dari pasaran. Kalaupun ada, harganya masih sangat mahal dibanding harga yang dipatok oleh Pemerintah pusat dengan kebijakan minyak goreng satu harga. Akibatnya tidak sedikit masyarakat Indramayu mengeluh terkait kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng.

Menyikapi persoalan yang terus berlarut, Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu dibantu dengan anggota Polri dan TNI mengadakan operasi pasar di pasar daerah Kabupaten Indramayu, Rabu (16/2/2022).

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Indramayu Rosidah menjelaskan, Operasi pasar dilakukan bertujuan membantu masyarakat terkait kelangkaan minyak dan naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) dan minyak goreng di pasaran.

“Kegiatan operasi pasar minyak goreng untuk masyakarat dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM ) di pasar daerah Kabupaten Indramayu,” katanya.

Rosidah menjelaskan, dalam operasi pasar ini sebanyak 1.200 kemasan minyak goreng atau 1 liter dijual dengan harga Rp.14.000 /liter, untuk masyarakat umum dan pelaku UMKM di Indramayu. Operasi pasar akan kembali digelar untuk sejumlah pasar di Kota Mangga beberapa hari kedepan.

“Masyarakat dibolehkan untuk membeli maksimal 2 bungkus atau 2 liter minyak goreng kemasan dengan harga Rp14.000 /liter. Ketentuan masyarakat membeli minyak dengan harga tersebut sesuai petunjuk dari Bulog pada saat Briefing pagi di ruangan Kepala Pasar Indramayu, bersama SKPD terkait,” terangnya.

Operasi pasar dilakukan dengan menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) yang ketat untuk meminimalisir terjadinya kerumunan masyarakat demi terhindar dari paparan Covid-19.

Reporter : Slamet Hidayat
Redaktur : Dewi Pelangi

Kodim 0616/Indramayu, Laksanakan Vaksinasi Anak dan Rapid Tes Antigen bagi Pelajar SMK

Kodim 0616/Indramayu, Laksanakan Vaksinasi Anak dan Rapid Tes Antigen bagi Pelajar SMK

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Guna menekan angka penyebaran virus Covid- 19 di wilayah Kabupaten Indramayu, Kodim 0616/Indramayu kembali melaksanakan Serbuan Vaksinasi Dosis II untuk anak usia 6 sampai dengan 11 tahun di SD MI Islamiyah dan SD MI Nurusa’Adah Desa Segeran Lor Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu. Rabu 15/02/2022.

Dandim 0616/Indramayu Letkol Inf Teguh Wibowo yang diwakili oleh Danramil 0609/Jtn Kapten Inf Sudiyanto menyampaikan, Kegiatan Vaksinasi merupakan program Pemerintah yang wajib dilaksanakan untuk pencegahan penularan Covid-19.

“Pelaksanaan Vaksinasi di SD MI Islamiyah dan SD MI Nurusa’Adah Desa Segeran Lor dengan jumlah 229 orang,” Katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, hasil Vaksinasi di SD MI Islamiyah dan SD MI Nurusa’Adah, Desa Segeran Lor yang Mendaftar sebanyak 123 Orang dan semuanya tervaksin, sedangkan di SD MI Nurusa’Adah siswa yang Mendaftar sebanyak 106 Orang.

“Alhamdulillah, semua yang mendaftar telah tervaksin dan tidak menemui kendala,” tuturnya.

Selain itu, Kodim 0616/Indramayu juga telah melaksanakan Rapid Tes Antigen bagi siswa SMK NU, Desa Cidempet Kecamatan Arahan, dalam kegiatan itu sebanyak 13 siswa telah dilakukan rapid tes dan semuanya negatif.

Reporter  : Slamet Hidayat
Redaktur  : Dewi Pelangi

Brigjen TNI Achmad Fauzi Dampingi Kabaintelkam Mabes Polri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Kota Bogor

Brigjen TNI Achmad Fauzi Dampingi Kabaintelkam Mabes Polri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Kota Bogor

BOGOR.radar informasi.com – Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M mendampngi kunjungan kerja Kabaintelkam Mabes Polri dalam peninjauan kegiatan vaksinasi Booster untuk masyarakat Kota Bogor yang diselenggarakan oleh Polresta Bogor yang digelar di Ballroom IPB International Convention Center jl. Raya Padjadjaran Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (10/02/2022).

Brigjen TNI Achmad Fauzi tentunya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan vaksinasi Booster yang diselenggarakan oleh Polresta Bogor, kegiatan tersebut adalah salah satu upaya mendukung pemerintah dalam menanggulangi wabah covid 19 dan omicron. Di mana saat ini wabah covid 19 kembali meningkat dan varian omicron juga sudah mewabah ke berbagai wilayah. Oleh karena itu dengan pemberian vaksin dosis ketiga ini diharapkan mampu menambah meningkatkan imunitas tubuh seseorang.

Kemudian Danrem juga mengatakan bahwa vaksinasi booster ini diberikan kepada warga masyarakat yang sudah melaksanakan vaksin dosis pertama dan dosis kedua yang jarak atau jeda waktu dari dosis kedua dan ketiga adalah minimal 6 bulan.

Selain itu Danrem juga menyampaikan bahwa untuk meminimalisir atau mencegah penularan wabah covid 19 dan omircon selain vaksinasi warga masyarakat juga diharapkan untuk terus mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 m yaitu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah atau saat berinteraksi dengan orang lain kemudian selalu menjaga jarak tidak berkerumun, mengurangi mobilitas dan membersihkan tangan sesering mungkin bisa menggunakan air bersih dan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Dan warga masyarakat juga diharapkan untuk terus meningkatkan pola hidup yang lebih baik lagi antaranya mengkonsumsi makanan yang sehat kemudian rajin berolahraga serta menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar.

Danrem 061/Suryakancana bersama dengan unsur Forkopimda yang diantaranya Walikota Bogor kemudian Dandim 0606/Kota Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Dandenpom lll/l Bogor, Wakapolresta, Kadinkes Kota Bogor serta GM Mall Botani, mendampingi Komjen Pol.Drd.H.Ahmad Dofiri, M.Si selaku Kabaintelkam Mabes Polri meninjau pelaksanaan vaksinasi dan juga melaksanakan kegiatan lainnya diantaranya mengikuti video conference dengan mendengarkan arahan Kapolri.

Sumber : Penrem 061/SK

Redaksi

Menanggulangi Gelombang Ketiga Dengan Strategi Selektif Dan Self-Assesment Screening

Menanggulangi Gelombang Ketiga Dengan Strategi Selektif Dan Self-Assesment Screening

 
JAKARTA.radar informasi.com – Mencermati perkembangan pandemi Covid-19 khususnya sejak pemerintah mengumumkan temuan kasus varian Omicron pada 16 Desember 2022, Dewan Pimpinan Pusat Partisipasi Kristen Indonesia (DPP PARKINDO) melalui Sekjendnya Besli Pangaribuan,S.E.,Ak.,CA yang di dampingi oleh dr. Adele Hutapea Ryta Tiur Sidabutar,S.E Ketua Bidang Kesehatan Sekretaris Fungsi Kesehatan DPP Parkindo  menyampaikan lima temuan hasil analisis deskriptif berbasis data-data sekunder. Poin-poin temuan fakta ilmiah terkait pola pandemi varian Omicron tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Transmisi varian Omicron memiliki ciri khas sangat cepat dibandingkan varian Delta.
  2. Studi di Afrika Selatan dan negara-negara Uni Eropa menemukan lima (5) gejala penting yang dapat digunakan sebagai skrining awal atau Self-Assessment Screening yaitu :
    Berkeringat di malam hari. Mengeluarkan keringat meskipun tidur di ruangan ber-AC.
    Batuk kering dengan frekuensi yang sangat sering.
    Nyeri tenggorokan, keluhan nyeri meningkat ketika menelan, Merasa sangat kelelahan seperti kehabisan tenaga, Nyeri otot ringan
  3. Pengalaman menghadapi wabah Omicron di Eropa dengan berbasis data yang kuat menunjukkan bahwa prevalensi Omicron mencapai 69,4% Hanya 1,14% dirawat di rumah sakit; 0,16% memerlukan perawatan ICU/dukungan pernapasan, dan 0,06% meninggal.

Sementara di Indonesia hingga 31 Januari 2022, kasus bertambah rerata 1,499 per hari. Kasus meninggal 17 orang per 29 Jan22 atau 1 orang / hari atau nilai proporsinya kisaran 0.066% (1 kasus meninggal berbanding 1,499 kasus terkonfirmasi positif harian). Sehingga proporsi angka risiko kasus meninggal di Indonesia dan negara-negara Uni Eropa tampaknya sama yaitu 0.06%.

Sebuah laporan penelitian di Washington University (Desember 2021) menyebutkan, varian Omicron utamanya menyerang fungsi saluran pernafasan atas dan bukan organ paru-paru seperti varian Delta. Kedarurat klinis berat hingga mengalami kematian akibat infeksi Omicron dilaporkan terjadi pada kelompok usia lansia dengan status kesehatan buruk dan kelompok dengan kondisi kesehatan yang sulit (underlying health condition) akibat penyakit-penyakit sistemik kronis.

Beban penyakit komorbid sistemik di Indonesia sangat tinggi, sesuai Laporan JKN 2014-2018). Situasi ini menambah beban risiko kejadian kasus meninggal akibat wabah varian Omicron.

Berdasarkan lima fakta ilmiah tersebut DPP PARKINDO menyampaikan masukan-masukan kepada Pemerintah dan Masyarakat secara luas.

Kepada Pemerintah

Risiko berat wabah varian Omicron Indonesia utamanya dipengaruhi oleh beban populasi pendudukan yang sangat besar yaitu 273,5 juta. Angka “peak” di Gelombang Ketiga akibat varian Omicron yang bisa sampai dua kali lebih besar dibandingkan angka “peak” pada saat Gelombang Kedua bulan Juni-Juli 2021 lalu. Jika mengandaikan kasus terkonfirmasi sampai mencapai 200.000 orang maka risiko kasus meninggal bisa mencapai 13,200 orang (pengalinya nilai proporsi kasus meninggal 0.066%). Selain itu, wabah varian Omicron akan menguras anggaran pengobatan Rawat Jalan, Isolasi sentralistik, penurunan kinerja bagi pekerja, dan gangguan kegiatan belajar bagi siswa di sekolah, pondok – pondok pesantren, maupun perguruan tinggi.
Rekomendasi skenario pengendalian untuk dipertimbangkan oleh Pemerintah :

  1. Segera melakukan pengetatan mobilitas mulai minggu I Februari 2022 sampai kasus terkonfirmasi menunjukkan tanda melandai terkendali. Berikut uraian skema teknisnya:

Pembatasan ketat mobilitas lintas /antar kota di Jawa-Bali 
Pembatasan ketat jalur penerbangan domestik antar kota  Pembatasan ketat jalur penerbangan internasional,
Penutupan taman-taman kota area gathering, kolam renang, dan pusat olahraga komunitas Pembatasan jam operasional mall, tempat hiburan, dan aktivitas perkantoran hingga 25%,
Pembatasan kegiatan berkumpul hingga 25%,
Pengawasan ketat aktivitas berkumpul (kapasitas 25%) dan pelaksanaan Prokes ketat di semua lokasi ruang publik khususnya Jawa-Bali
Aktivitas belajar PTM di Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Pondok Pesantren dihentikan dan kembali ke PJJ berbasis online khususnya Jawa-Bali

  1. Segera mengaktifkan Puskesmas/FKTP melaksanakan pengecekan dan monitoring langsung berbasis data atas pasien JKN KIS dengan riwayat KERENTANAN di wilayahnya masing-masing, sebagai bentuk tanggap darurat mengendalikan dampak buruk kecepatan transmisi varian Omicron. Sasaran kelompok dengan riwayat KERENTANAN tersebut meliputi :

Pasien Diabetes Mellitus dengan riwayat kedaruratan/tidak terkendali, jarang kontrol
Pasien dengan riwayat serangan gagal jantung dan tindakan operasi jantung
Pasien gagal ginjal penerima terapi perawatan hemodialisis
Pasien penyakit stroke dan kanker dengan proses pengobatan kemoterapi
Pasien penerima terapi perawatan ARV dan pasien TBC Resisten Obat / Multidrug Resisten
Semua Ibu hamil, Bayi Neonatus, dan Balita di wilayah setempat

3.Mendorong Akselerasi Vaksinasi Anti Covid-19 Booster yang diprioritaskan pada pelaku usaha UMKM, pedagang pasar, driver/kurir layanan online, dan guru-guru.

4.Mendorong Pemerintah segera memberlakukan aturan penurunan standar biaya Tes Swab Antigen nasional hingga maksimal Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) per pax, dengan demikian masyarakat lebih mudah melakukan skrining mandiri, sekaligus mengurangi beban kerja laboratorium di Puskesmas / FKTP. Kebijakan ini diperlukan sebagai respon kedaruratan pengendalian risiko Gelombang Ketiga akibat varian Omicron.

5.Mendorong Pemerintah konsisten menyediakan layanan promotif dan edukatif terkait situasi pandemic Covid-19 dan aspek-aspek risiko klinis yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Dalam hal wabah varian Omicron, ada lima gejala utama sebagai skrining awal (self-assessment screening) yang harus diketahui oleh masyarakat, yaitu :

Berkeringat di malam hari. Mengeluarkan keringat meskipun tidur di ruangan ber-AC.
Batuk kering dengan frekuensi yang sangat sering.
Nyeri tenggorokan, keluhan nyeri meningkat ketika menelan
Merasa sangat kelelahan seperti kehabisan tenaga
Nyeri otot ringan

Kepada Masyarakat

Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali disiplin melaksanakan Prokes ketat dan mewaspadai adanya lima gejala utama infeksi wabah varian Omicron sebagai skrining awal (self-assessment screening).
Jika mengalami lima gejala skrining, segera melakukan Tes Swab Antigen mandiri. Jika hasilnya negative (-) ikuti prosedur pengobatan dan patuh Isoman. Jika hasil positif (+) dilanjutkan prosedur pengobatan, dan Tes PCR di Puskesmas/FKTP dan pengobatan/perawatan sesuai prosedur.

DPP PARKINDO mengapresiasi dan bangga dengan adanya upaya-upaya persiapan kewaspadaan kedaruratan yang sudah dipersiapkan oleh Pemerintah, khusus melalui Kementerian Kesehatan dan Komite Penanggulangan Pandemi Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Akselerasi Pemulihan Ekonomi harus tetap diutamakan, namun penanggulangan Pandemi Covid-19 harus efektif dan efisien dengan pendekatan rasional dan selektif. Uraian rekomendasi ini kami usulkan sebagai bentuk Partisipasi dan Dukungan Masyarakat Kristen di Indonesia bagi kerja keras Pemerintah selama ini tutup Sekjend mengakhiri press con.

(Red) 

Cegah Varian Omicron, Warga Binaan & Petugas Lapas Divaksinasi

Cegah Varian Omicron, Warga Binaan & Petugas Lapas Divaksinasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sebanyak 99 orang penghuni Lapas Indramayu, yakni Petugas & Warga binaan divaksinasi, dengan rincian vaksinasi dosis 1 dan 2 sebanyak 15 warga Binaan dan 84 Petugas Lapas divaksinasi dosis 3 (booster) dari total 101 orang, pada senin 31/01/2022.

Menurut Kalapas Indramayu Beny Hidayat, Warga binaan akan dijadwalkan vaksinasi Booster pada bulan Maret 2022 mendatang, untuk mencegah varian Omicron masuk wilayah Lapas.

“Sebanyak 80 persen dari 580 Warga binaan Lapas telah divaksinasi dosis 1 dan 2, ada yang tidak bisa divaksin karena penyakit penyerta dan ada juga yang tidak bisa divaksin karena NIK tidak ditemukan”.

“Harapan dari pelaksaan Vaksinasi ini adalah memberikan perlindungan kesehatan kepada Petugas dan Warga binaan agar terbebas dari penyebaran Covid-19,” ungkap Beny.

Vaksinasi tersebut dikatakan Beny sebagai bentuk pelaksaan janji kinerja yaitu menjaga kesehatan agar para Petugas maupun Warga binaan bisa produktif dan terhindar dari Covid-19 Varian baru Omicron.

Reporter : Slamet Hidayat
Redaktur : Dewi Pelangi

Persit KCK Cab XXVII Berikan Semangat Murid TK Melaksanakan Vaksinasi

Persit KCK Cab XXVII Berikan Semangat Murid TK Melaksanakan Vaksinasi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Candra Kirana (KCK) Cabang XXVII Kodim 0616 Indramayu Fani Teguh Wibowo beserta pengurus, memberikan semangat kepada murid Taman Kanak-Kanak (TK) Kartika XIX-32 sebelum menjalani vaksinasi.pada Jum’at (21/1/2022).

Vaksinasi tersebut selain dilakukan untuk murid TK Kartika X1X-32,  juga diikuti beberapa TK lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Indramayu, Pada kesempatan itu, Ketua Persit KCK XXVII memberikan pengertian kepada anak-anak agar tidak takut divaksin.

Fani Teguh Wibowo mengatakan, vaksinasi sangat penting untuk kekebalan tubuh terhadap Virus corona, selain itu untuk memberikan rasa semangat, pihaknya juga memberikan bingkisan untuk anak-anak yang hendak divaksin.

Dia berharap, setelah semua anak divaksin, bisa segera dapat dilaksanakan pembelajaran tatap muka secara normal.

Pada kesempatan yang sama, Dandim 0616 Indramayu Letkol Inf Teguh Wibowo yang diwakili Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf Ruhiyat menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi ini merupakan program pemerintah untuk menambah imun tubuh anak usia 6 sampai 11 tahun agar pembelajaran tatap muka dapat berjalan dan terkendali.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita telah melaksanakan instruksi dari pemerintah untuk vaksinasi terhadap anak- anak usia 6 sampai 11 tahun”, tuturnya.

Kasdim berharap vaksinasi tersebut berjalan dengan baik, untuk itu pihaknya menghimbau kepada anak agar segera melakukan vaksinasi.

“Vaksinasi pada hari ini ada 11 TK, anak yang mengikuti vaksin berjumlah 116, tentunya  berusia sudah 6 tahun ke atas,” terangnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan Indramayu H.Caridin menyampaikan, sebelum dilaksanakan vaksinasi, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para orang tua dan guru-guru TK yang ada di Indramayu.

Ia menambahkan, “Selaku Dinas Pendidikan selalu hadir untuk mensupport vaksinasi merdeka untuk anak-anak didik agar wacana belajar 100 persen bisa dilaksanakan.

Seperti yang disampaikan Tania (26) yang mengantarkan anaknya, Wiliam untuk di vaksin, menurutnya, kesehatan anak harus diutamakan.

Diketahui, kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Kodim 0616/ Indramayu dengan PT. Pertamina RU VI Balongan memberikan bingkisan untuk anak-anak TK berupa buku dan alat-alat tulis.

Reporter    : Slamet Hidayat
Redaktur    : Dewi Pelangi

Pengadilan Negeri Indramayu, adakan Vaksin Booster bagi Karyawan dan Jajarannya

Pengadilan Negeri Indramayu, adakan Vaksin Booster bagi Karyawan dan Jajarannya

INDRAMAYU.radarinformasi.com  – Pengadilan Negeri Indramayu Kelas l B, Gelar Vaksinasi tahap 3 atau Vaksin Booster teruntuk Karyawan dan Staf, Jumat 21 Januari 2022.

Dalam keterangannya Ketua PN Indramayu Indrawan, S.H., M.H. mengatakan kegiatan Vaksin tahap 3 ini di fasilitasi oleh Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan.

“Karena kita merupakan salah satu lembaga institusi  yang melayani pelayanan Publik, khususnya Persidangan dan Pelayanan adminstrasi berhubungan dengan permasalahan Yudisial dan non Yudisial untuk admintrasi dan  administrasip dalam hal ini berkaitan dengan surat keterangan dan lain-lain”, katanya.

Lebih lanjut, Indrawan sangat berterimakasih kepada Bupati Indramayu Nina Agustina dan seluruh Jajarannya yang perduli dengan PN Indramayu, dalam hal ini semata-mata kita tetap menjaga kesehatan dan yang paling utama kita mensukseskan program Pemerintah untuk Vaksinasi.

“Terutama untuk kami jajaran dari Yudikatif supaya kita dalam hal ini, saya sebagai Ketua Pengadilan Negeri melindungi terhadap semua jajaranya supaya tetap sehat dan semangat dalam melayani masyrakat dan salah-satunya upaya Vaksin”, pungkasnya.

Reporter   : Slamet Hidayat
Redaktur   : Dewi Pelangi

Peduli Kesehatan Para Tunas Bangsa, Dandim 0616/Indramayu Tinjau Vaksinasi Anak

Peduli Kesehatan Para Tunas Bangsa, Dandim 0616/Indramayu Tinjau Vaksinasi Anak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Komadan Kodim (Dandim) 0616/Indramayu, Letkol Inf Teguh Wibowo S.Sos, kembali melakukan peninjauan serbuan vaksinasi yang diperuntukkan bagi anak-anak berusia 6-11 tahun.

Kali ini kegiatan vaksinasi dilaksanakan di SDN 1 Pawidean, Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Sabtu (15/01/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Jatibarang Drs H Ali Sukma Wijaya, Danramil 1604/Jatibarang Kapten Kav Sugianto, Kapolsek Jatibarang Kompol Ujang Rohimin, Tim Nakes Poskes 03.10.16 Kodim 0616/Indramayu DPP Peltu Samsul, Tim Nakes RS Bhayangkara Polres Indramayu DPP dr. Eva, Kepsek SDN 1 Pawidean H Nurdin S Pd, dan MP Kecamatan Jatibarang Awan Gunawan S.Sos.

Dandim 0616/Indramayu mengatakan bahwa serbuan vaksinasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian, perhatian dan rasa simpati kepada anak-anak usia dini. Karena, mereka adalah tunas bangsa.

“Mereka adalah tunas bangsa, jadi jangan sampai terkena virus Covid -19. Selain itu, tinjauan ini dilakukan juga sebagai pencapaian target vaksinasi anak secepat mungkin di wilayah teritorial Kodim 0616/Indramayu,” katanya.

Selain meninjau vaksinasi anak, Dandim 0616/ Indramayu juga memberikan bingkisan untuk anak-anak SDN 1 berupa buku dan alat tulis. Bingkisan untuk anak-anak SDN 1 Pawidean berupa buku dan alat tulis yang berasal dari PT.KPI (Kilang Pertamina Internasional) RU VI Balongan.

Reporter : Slamet Hidayat
Redaktur : Dewi Pelangi

Dandim 0616 Indramayu Meninjau Langsung Pelaksanaan Program Vaksinasi Anak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0616/Indramayu, Letkol Inf Teguh Wibowo S.Sos meninjau langsung pelaksanaan Vaksinasi serentak yang dilaksanakan di berbagai lokasi di Indramayu, Sabtu 08/01/2022.

Kehadiran orang nomor satu di satuan Kodim 0616/Indramayu tersebut bertujuan untuk langsung dan memastikan pemberian Vaksinasi kepada anak usia 6 sampai 11 tahun dapat berjalan aman dan lancar.

Saat ditemui, Letkol Inf Teguh Wibowo mengatakan kegiatan ini dalam rangka mendukung percepatan program Vaksinasi kepada masyarakat khususnya diwilayah Kabupaten Indramayu.

“Besar harapan saya sebagai Komandan Kodim 0616/Indramayu agar pencapaian persentase Vaksinasi mencapai 100 persen,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan termasuk kepada tenaga kesehatan untuk tetap mengedepankan prokes saat melayani warga penerima vaksin.

“Saya yakin dengan kerja nyata Babinsa di wilayah berkolaborasi dengan stakeholder yang ada, pencapaian persentase vaksinasi di wilayah Kabupaten Indramayu dapat tercapai,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini Dandim Letkol Inf Teguh Wibowo, S. Sos yang didampingi oleh
Kapolres Indramayu AKBP Mohamad Lukman Syarif, meninjau langsung ke beberapa lokasi yakni SDN 1 Losarang, SDN II Gabuswetan Kecamatan Gabuswetan, SDN 1 Anjatan Kecamatan Anjatan dan SDN 3 Patrol.

“Kegiatan Vaksinasi umur 6 sampai dengan 11 Tahun sebagai target vaksin untuk mencapai yang maksimal dan mempercepat pelaksanaan belajar mengajar khususnya di Indramayu,” tutup Dandim.

Reporter : Slamet Hidayat
Redaktur : Dewi Pelangi

TNI, Polri dan Pemkab Indramayu Guyub Vaksinasi Anak

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kodim 0616/Indramayu bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten, Polres dan Dinas Kesehatan Indramayu memvaksinasi anak usia 6 sampai dengan 11 tahun, pada Jumat 07/01/2022.

Hal tersebut dilakukan Sebagai upaya untuk meningkatkan herd immunity, kekebalan tubuh serta mengurangi angka penyebaran virus Covid -19.

Dandim 0616/Indramayu Letkol Inf. Teguh Wibowo S.Sos meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi tersebut aman dan halal, pihaknya juga mengajak agar dalam pelaksanaan tetap mengutamakan sinergitas, guyub dan harmonis antara jajaran Koramil, Polsek, Kecamatan dan Kapus.

Dandim menegaskan, semua anggota harus bisa memberikan pemahaman kepada orang tua agar mendukung terlaksananya kegiatan Vaksinasi sehingga akan tercapai maksimal, pihaknya juga mewajibkan adanya mobil ambulans untuk mempercepat vaksinasi.

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif mengatakan, Vaksinasi merdeka anak usia dini 6 – 11 Tahun membutuhkan dukungan dari seluruh unsur yang ada di Kabupaten Indramayu.

“Ada Tambahan Vaksinator dan Tim operator untuk mempercepat proses Vaksinasi sehingga tidak memakan waktu lama input data terpusat di Polres Indramayu,” Katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Indramayu Ir. Rinto Waluyo menyampaikan, setelah dilaksanakan rapat agar segera mengumpulkan aparat terkait untuk membahas volume Vaksin yang akan di gunakan.

“Siapkan bantuan Nakes yang dibutuhkan oleh penyelenggara Vaksinasi sehingga kegiatan akan mencapai target yang ditentukan,” Ujarnya.

Dalam hal ini, Rinto berharap agar menyiapkan Ambulans untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak di inginkan sehingga cepat untuk mengambil tindakan.

“Camat harus siap dengan segala sesuatu sehingga cepat dan mudah untuk melakukan vaksinasi usia dini di wilayah Indramayu, dan siapkan 10.000 paket souvenir untuk pelaksanaan Vaksinasi”, tuturnya.

Reporter : Slamet Hidayat
Redaktur : Dewi Pelangi