Hari Pertama Masuk Sekolah, Bupati Humbahas Pimpin Upacara di UPT SMP N 001 Doloksanggul

HUMBANGHASUNDUTAN.radarinformasi.com – Hari pertama masuk sekolah setelah libur semester memasuki tahun pelajaran 2025/2026, Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., tampil sebagai Pembina Upacara di UPT SMP Negeri 001 Doloksanggul, Senin (14/7/2025).

Upacara ini juga diikuti oleh orang tua siswa/siswi kelas 7 yang baru hari pertama masuk sekolah tingkat SMP, Plt Kadis Pendidikan Martahan Panjaitan, Plt. Kadis Kesehatan, P2KB Meldaria Lumbantoruan, SKM.

Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemkab Humbang Hasundutan berkomitmen dan mendukung program pemerintah pusat untuk memajukan pendidikan.

Komitmen pemerintah Humbang Hasundutan dengan memberi motivasi kepada anak didik secara khusus tingkat SMP dan SMA dengan memberikan beasiswa kepada mereka yang masuk SMA Unggul dan Universitas 10 terbaik di Indonesia.

Dengan motivasi ini, untuk tahun ajaran 2025/2026 anak Humbang Hasundutan yang masuk SMA Unggul DEL sebanyak 13 Orang, untuk YASOP sebanyak 11 orang, demikian juga ada yang masuk SMA Matauli, SMA Neg. 2 Lintongnihuta dan sekolah favorit lainnya. Jumlah ini bisa meningkat tahun depan, jika kita bergandengan tangan mendukung proses pembelajaran untuk anak-anak.

Kami menyampaikan terimakasih kepada orang tua siswa yang saat ini hadir mengantar anak-anak kita. Ini merupakan kepedulian Bapak/ Ibu orang tua siswa akan masa depan anak-anak kita. ‘Mari bergandengan tangan pemerintah melalui dinas pendidikan dan guru bersama orang tua untuk mendidik anak-anak sehingga akan lebih maju kedepan.

Disampaikan juga bahwa pemerintah sudah mensosialisasikan 5 hari masuk sekolah di Kabupaten Humbang Hasundutan. Diharapkan, kalaupun anak-anak kita libur pada hari Sabtu, anak-anak tetap belajar di rumah dan para orang tua dan keluarga tetap memberi dukungan untuk hari sabtu belajar di rumah.

Bupati Humbahas, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H. mengapresiasi Pelaksanaan Upacara Penaikan Bendera Merah Putih dimana para petugas yang masih duduk di bangku SMP melaksanakannya dengan baik dan rapi. Dan saat itu juga Bupati mengundang siswa/siswi untuk mengambil peran Paduan Suara pada pelaksanaan Hari Kesadaran Nasional, pada tanggal 17 Juli 2025.

Sementara itu Kepala Sekolah UPT. SMP Negeri 001 Doloksanggul, Seventina Purba melaporkan bahwa siswa/siswi yang masuk sekolah SMA Unggul dan SMA Favorit dari UPT. SMP Negeri 001 Doloksanggul sebanyak 12 orang. Kepsek bersama guru-guru berkomitmen untuk tahun depan siswa/siswi akan lebih banyak lagi yang masuk sekolah unggulan.

Sebelum pelaksanaan Upacara Penaikan Bendera Merah Putih di UPT SMP Negeri 001 Doloksanggul Bupati menyempatkan diri berkunjung ke UPT SMP Negeri 002 Pasaribu dan bertemu dengan para orang tua terutama Ayah yang mengantar anaknya pada Hari Pertama Masuk Sekolah. Hal ini mendukung edaran Bupati Humbang Hasundutan No. 1730/ HH/ VII/ 2025 tentang Gerakan Ayah Mengantarkan Anak ke Sekolah Pada Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2025/2026.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

PDI Perjuangan Indramayu Tegaskan Sikap Soal Pengosongan Kantor: “Kami Tidak Akan Mundur”

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Indramayu menanggapi secara tegas surat edaran dari Sekretaris Daerah (Sekda) yang meminta pengosongan Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan di Jalan Pahlawan No. 33, Indramayu. Surat tersebut dinilai tidak memiliki kekuatan hukum yang cukup untuk menggeser posisi partai yang secara resmi masih memiliki hak pinjam pakai hingga tahun 2027. Senin (14/07/2025)

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Indramayu, Edi Fauzi, dalam wawancara dengan awak media menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan surat balasan atas surat Sekda tersebut. Surat balasan yang sudah ditandatangani itu memuat penegasan terkait status hukum dan politik sekretariat DPC PDI Perjuangan, serta menyangkut persiapan penertiban aset-aset daerah yang digunakan oleh partai politik maupun non-partai politik.

“Surat Sekda itu akan kami jawab secara resmi. Kami memiliki dasar hukum berupa SK Bupati yang menyatakan hak pinjam pakai sampai 20 Juli 2027. Maka, tidak sepatutnya surat Sekda mengalahkan keputusan Bupati,” ujar Edi Fauzi.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu, H. Surojudin, S.P., M.Si, menegaskan bahwa partainya tidak menolak pendataan aset oleh pemerintah daerah, namun menuntut keadilan dalam pelaksanaannya. Ia menyoroti bahwa dari tiga partai politik yang menggunakan aset pemerintah, hanya dua yang diminta mengosongkan, yakni PDI Perjuangan dan PPP, sementara Partai Golkar tidak disebut.

“Lanjut Edi Fauzi kalau perlakuan ini tidak adil, maka kami akan mempertanyakannya. Kami tidak akan diam ketika partai kami ditekan, diintimidasi, atau didiskriminasi. PDI Perjuangan tidak akan mundur seinci pun,” tegas Edi Fauzi

Ia juga mengonfirmasi adanya kunjungan dari pihak Polda dan Polres ke kantor DPC sebelum acara konferensi pers berlangsung. Kunjungan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kondusifitas daerah. Namun, Edi Fauzi menegaskan bahwa PDI Perjuangan tetap mendukung suasana aman dan nyaman di Indramayu.

Terkait legalitas penggunaan kantor, PDI Perjuangan menyampaikan bahwa pihaknya masih berpegang pada SK Bupati tentang pinjam pakai tanah dan bangunan milik pemerintah daerah yang berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 20 Juli 2022 hingga 20 Juli 2027.

“Kami tegaskan, ini bukan surat edaran, tapi SK Bupati. Masa iya, SK Bupati bisa dikalahkan oleh surat Sekda? Ini akan kami jelaskan kepada mereka yang belum tahu,” tambahnya.

PDI Perjuangan juga menyatakan bahwa sikap kritis mereka terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu merupakan bagian dari tugas dan fungsi legislasi serta pengawasan sebagai anggota DPRD. Mereka menekankan bahwa perbedaan sikap politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

“Kami tidak sedang mencari konflik, tapi kalau kami diserang, maka kami tidak akan tinggal diam,” tutup Edi Fauzi.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bulog Tegaskan Penyaluran SPHP di Indramayu Sesuai Aturan, Harga Tetap Terkendali

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya menjaga stabilitas harga pangan terus dilakukan Perum Bulog Cabang Indramayu. Melalui pengawasan langsung di lapangan, Bulog memastikan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berlangsung tepat sasaran dan tidak melenceng dari ketentuan. Senin (14/7)

Monitoring dilakukan pada Minggu, 13 Juli 2025, di Pasar Baru Karangmalang. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan Satgas Pangan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indramayu.

Pimpinan Bulog Indramayu, Sri Wahyuni, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memastikan kestabilan harga beras medium dan menjamin distribusi SPHP sesuai jalur yang ditetapkan.

“Harga beras medium sempat melonjak hingga Rp14.000 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP kami jual seharga Rp12.500 per kilogram agar tetap terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Sri Wahyuni juga menjelaskan, masyarakat yang belum menerima bantuan pangan berupa 10 kilogram beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025, masih bisa membeli beras SPHP di pasar dengan harga yang telah ditetapkan.

“Stok di gudang Bulog Indramayu aman untuk mendukung program SPHP. Namun, kelanjutannya tetap menunggu arahan pemerintah pusat,” tambahnya.

Agar distribusi SPHP lebih tertata, Bulog menggandeng Dinas Pasar untuk melakukan pendataan terhadap pedagang yang ingin menjadi mitra resmi penjual beras SPHP.

“Tidak semua pedagang bisa jadi mitra. Hanya yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang sesuai aturan,” jelas Sri Wahyuni.

Saat ini, sudah ada tiga pedagang di Pasar Baru Indramayu yang resmi menjadi mitra penjual beras SPHP dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kilogram.

“Kami akan perluas jaringan distribusi ke pasar-pasar lain di wilayah Indramayu. Kalau ada beras medium di atas harga HET, itu bukan dari Bulog, melainkan dari beras lokal,” tegasnya.

Salah satu mitra pedagang, Hadi Riyadi, mengaku penjualan beras SPHP cukup tinggi.

“SPHP sangat diminati. Harganya jauh lebih murah dibanding beras lokal yang mencapai Rp14.000. Kami biasa dapat dua ton per minggu dan selalu habis terjual,” tuturnya.

Melalui program ini, Bulog berharap keberadaan beras SPHP bisa menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok di pasaran.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

PSI Gelar Pemeriksaan dan Pembagian Kacamata Gratis untuk Warga Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui DPD PSI Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis kepada masyarakat Indramayu. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat DPD PSI Kabupaten Indramayu, yang berlokasi di Jl. Olahraga, Ruko Grand Paradise R7, Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Sabtu (12/7/2025).

Program ini merupakan inisiatif dari Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, yang bertujuan membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan seperti rabun jauh dan rabun dekat. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga. Tercatat sekitar 700 orang mendaftar secara online, sementara total peserta yang hadir mencapai lebih dari 1.000 orang.

Wakil Ketua I DPD PSI Kabupaten Indramayu, Dedi Rianto, dalam wawancara kepada awak media, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran PSI di tengah masyarakat.

“Program ini sangat penting karena mata adalah jendela dunia. Harapannya, kegiatan ini bisa meringankan beban masyarakat, khususnya yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan,” ujar Dedi Rianto.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini hanya berlangsung satu hari, namun PSI berkomitmen untuk terus bergerak dan menjangkau wilayah lain di Indramayu seperti wilayah barat, timur, hingga tengah, serta menyasar daerah-daerah lain di Jawa Barat dan Indonesia secara masif.

Kegiatan ini melibatkan tim kesehatan dari PSI Jawa Barat dan didukung penuh oleh jajaran pengurus DPD PSI Kabupaten Indramayu.

Sementara itu, Mutadi  A.Md. Kom Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJ) Korwil Indramayu memberikan apresiasi atas program sosial yang digagas PSI.

“Program ini sangat bagus dan dibutuhkan masyarakat. Banyak warga yang mengalami gangguan penglihatan seperti mata minus atau plus. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

DPD PSI Indramayu menginformasikan bahwa masyarakat yang belum mendapatkan layanan dalam program kali ini akan diberi kesempatan di kegiatan serupa berikutnya, yang rencananya akan diumumkan melalui media sosial dan platform daring lainnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

‎Bukan Bertani Biasa, Bupati Lucky Hakim Ingin Anak Muda Indramayu Jadi Bos Agribisnis

‎INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) resmi membuka Pelatihan Petani Muda Indramayu Tahun 2025, sebuah langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan daerah sekaligus menjawab tantangan regenerasi petani pada Jumat (11/7/2025). 
‎
‎Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim didampingi oleh Kepala DKPP Indramayu, Sugeng Heriyanto, yang menekankan pembangunan sektor pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni dan pentingnya pembangunan pertanian berbasis generasi muda. 
‎
‎”Berdasarkan data kami, mayoritas petani saat ini berusia di atas 50 tahun. Ketika mereka dihadapkan pada tantangan era digital dan media sosial, banyak yang kesulitan beradaptasi. Karena itu, kami mendorong pemuda-pemudi Indramayu untuk terjun ke dunia pertanian dan diberikan pelatihan khusus agar siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
‎
‎Sugeng juga menyampaikan, pelatihan ini diikuti oleh 1.300 peserta, dengan tahap awal melibatkan 500 peserta pertama dalam 10 angkatan. Peserta akan menerima pelatihan praktis dari berbagai komoditas seperti hidroponik, budidaya padi, sayuran, melon, mangga, anggur, hingga peternakan ayam dan domba. 
‎
‎Kepala DKPP juga mengajak seluruh peserta untuk berkoordinasi dengan UPTD dan BPP dalam pemanfaatan lahan. Bahkan, dia telah menetapkan kebijakan melarang BPP menyewakan balai, agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan langsung oleh para petani muda. 
‎
‎”Kami melihat antusiasme yang tinggi dari petani muda, dan berharap mereka bisa langsung mengimplementasikan hasil pelatihan secara mandiri. Silakan gunakan balai untuk budidaya hortikultura maupun tanaman pangan. Kami dukung penuh,” tambahnya.
‎
‎Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Lucky menyebut, pelatihan ini sebagai langkah luar biasa dalam menghadapi realita di lapangan.


‎”Berdasarkan temuan kami, rata-rata usia petani saat ini sudah menginjak 55–60 tahun. Ironisnya, anak-anak petani enggan meneruskan usaha tani karena khawatir dengan ketidakpastian penghasilan dan risiko gagal panen,” ujarnya.
‎
‎Bupati Lucky menegaskan, tantangan utama pertanian saat ini adalah mindset. Pertanian Indramayu  memang surplus, tetapi jika anak muda terus menjauh karena pertimbangan ekonomi, maka suatu saat Indramayu bisa kehilangan kekuatan sektor pertaniannya. Indramayu butuh petani muda yang mampu mengubah cara pandang, bukan sekadar bertani, tetapi menjadi pengusaha agribisnis. 
‎
‎Menurutnya, potensi keuntungan dalam dunia agribisnis sangat besar bila dikelola dengan tepat. Dengan bibit unggul, pemasaran yang terarah, dan pengemasan yang menarik, produk bisa dijual dengan harga tinggi meski waktu dan proses tanam sama. Inilah yang perlu ditanamkan kepada generasi muda. 
‎
‎Bupati juga mengajak petani muda untuk memanfaatkan teknologi, digitalisasi, bahkan kecerdasan buatan (AI) untuk menunjang aktivitas agribisnis. Menutup sambutannya, Lucky berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dan penuh semangat. 
‎
‎”Kalian semua adalah calon pengusaha agribisnis sukses. Asah kemampuan, bangun konsep yang matang, maka investor dan modal akan datang sendiri. Jangan hanya mampu bertahan, tetapi jadilah pelaku usaha agribisnis yang dapat membuka lapangan kerja, menjaga lahan pertanian Indramayu dari alih fungsi lahan industri, serta mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” pungkasnya. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Wujud Nyata Dukung Program Ketahanan Pangan, Lapas Indramayu Hasilkan 3 Ton Gabah dan 1,7 Ton Lele

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jabar, Kusnali meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) “Arumanis” di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, Jumat (11/07/2025).

Kegiatan ini merupakan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan warga binaan dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

SAE yang merupakan akronim dari Asimilasi Ruang Maju Nilai Sosial ini memiliki lahan pertanian seluas 11.673 meter persegi, yang kini resmi digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian, perikanan, dan perkebunan produktif di lingkungan Lapas.

Kegiatan peresmian ditandai dengan panen perdana padi dan ikan lele, serta bakti sosial bagi keluarga warga binaan dan masyarakat sekitar Lapas Indramayu. Panen padi menghasilkan sekitar 3 ton gabah basah, sedangkan panen ikan lele dari lahan 2.400 meter persegi mencapai 1,7 ton.

Kusnali menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pelaksanaan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam kerangka Asta Cita yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

“Melalui SAE ‘Arumanis’, kami ingin menjadikan Lapas sebagai ruang produktif yang memberikan nilai sosial. Ini bukan sekadar pembinaan, tetapi juga kontribusi nyata terhadap swasembada pangan. Apa yang dilakukan Lapas Indramayu mendukung ketahanan bangsa sesuai dengan Asta Cita Presiden,” ujar Kusnali.

Kalapas Kelas II B Indramayu, Fery Berthoni menambahkan bahwa hasil panen ini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan dapur warga binaan.

“Kami juga bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu CV. Rohmatullah Abadi sebagai penyedia sarana dan prasarana dan pelatihan bagi kegiatan perikanan maupun perkebunan. Sebagian hasil perikanan dan perkebunan nantinya akan disalurkan oleh CV. Rohmatullah Abadi sebagai Penyedia Bahan Baku Program Badan Gizi Nasional (BGN) di Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah Majalengka,”ungkap Berthoni.

Dengan diresmikannya SAE “Arumanis”, Lapas Indramayu menegaskan perannya sebagai lembaga pembinaan yang adaptif, produktif, dan berpihak pada pembangunan berkelanjutan yang berorientasi sosial dan ekonomi.

Reporter : Selamet
Redaktur : Rizal

Siap Hadapi Pandemi, Dinkes Perkuat Strategi Labkesmas 

INDRAMAYU.radarinformasi.com
Dalam rangka memperkuat fungsi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan Koordinasi dan Advokasi Lintas Program /Lintas Sektor Penyelenggaraan Labkesmas Tahun Anggaran 2025, Kamis (10/7/2025). 

Dilaksanakan di Aula BJB Indramayu dan dihadiri oleh puluhan stakeholder lintas sektor, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pelayanan laboratorium di Kabupaten Indramayu, menyusul telah dialokasikannya anggaran pembangunan Labkesmas pada tahun 2024. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dr. Wawan Ridwan, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan mengenai peran Labkesmas yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada pemeriksaan hematologi atau UKP namun juga difokuskan pada aspek kesehatan lingkungan. 

“Labkesmas akan sangat berperan dalam pengujian kualitas air minum, air bersih, hingga kolam renang, yang tentunya penting bagi para pelaku usaha dalam menjamin mutu usahanya. Untuk itu, kami mengundang lintas sektor, termasuk pelaku usaha perhotelan, PDAM, depot air minum, klinik, hingga camat dan kepala puskesmas,” ujarnya. 

dr. Wawan juga menegaskan pentingnya dukungan SDM dan peningkatan sarana prasarana agar Labkesmas dapat memberikan layanan sesuai standar yang telah ditetapkan. 

“Kami berharap, target pelayanan kepada masyarakat bisa tercapai dengan didukung sarana, prasarana, dan SDM yang memadai,” tambahnya. 

Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan dari unsur pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, organisasi masyarakat, hingga pihak swasta. 

Hadir pula sejumlah narasumber yang memberikan advokasi dan sosialisasi terkait fungsi dan pengembangan Labkesmas, di antaranya dr. Ryan Bayusantika Ristandi (Kepala UPTD Labkesmas Provinsi Jawa Barat), Roy Nusa (Kepala UPTD Labkesmas Pangandaran), dan Hubullah Fauzdy. 

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pengembangan Labkesmas, Dinkes Indramayu juga memberikan cinderamata kepada para narasumber, termasuk dr. Weni Muniarti dari Direktorat Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Primer Kementerian Kesehatan RI. 

Dinkes Indramayu berharap melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat memahami manfaat Labkesmas dan mendukung optimalisasi perannya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Indramayu.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Kakek Nenek di Indramayu Gugat Menantu dan Cucu, Sengketa Rumah Keluarga Bergulir di Pengadilan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Perseteruan dalam lingkup keluarga di Indramayu kini memasuki babak baru. Sepasang lansia, Kadi dan Narti, melalui kuasa hukumnya Saprudin, SH., MTJ, resmi menggugat menantu dan cucu mereka ke Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (9/7/2025), terkait kepemilikan rumah yang berdiri di atas tanah milik pribadi mereka.

Objek yang disengketakan berupa bangunan rumah seluas 162 meter persegi, yang dibangun mendiang anak mereka pada tahun 2008. Meski konstruksi rumah dibiayai oleh sang anak, tanah yang menjadi fondasinya adalah milik sah Kadi dan Narti.

“Tanah itu hak kami. Rumahnya memang dibangun almarhum anak kami, tapi setelah ia meninggal, rumah itu ditempati menantu dan cucu-cucu kami,” ujar Saprudin saat memberikan keterangan.

Ketegangan bermula saat muncul rencana Rastiah, menantu Kadi-Narti, yang hendak menikah lagi namun tetap ingin menghuni rumah tersebut. Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran pihak Kadi dan Narti.

“Cucu tetap cucu. Tapi kalau menantu bisa jadi mantan,” tegas Saprudin mengutip sikap hukum kliennya.

Proses mediasi sempat dijajaki, bahkan surat pernyataan untuk mengosongkan rumah telah ditandatangani oleh Heryatno, kakak salah satu cucu tergugat, dengan batas waktu hingga 20 April 2025. Sayangnya, kesepakatan itu urung direalisasikan, karena pihak tergugat meminta pengosongan rumah menunggu hasil keputusan pengadilan.

Tak hanya menawarkan jalur damai, Kadi dan Narti juga sempat memberikan kompensasi sebesar Rp 100 juta sebagai bentuk itikad baik agar rumah bisa dikosongkan. Namun, permintaan dari pihak tergugat justru melonjak hingga Rp 350 juta.

“Padahal hasil penilaian, rumah itu hanya bernilai Rp 108 juta,” beber Saprudin.

Meski menghadapi kenyataan pahit, pihak penggugat menegaskan bahwa langkah hukum ini bukan karena ingin memutus hubungan darah dengan cucu, melainkan untuk mempertahankan hak atas tanah pribadi yang telah lama ditempati tanpa kejelasan status hukum.

“Kalau kami tega, sudah sejak lama rumah itu kami jual,” ujar Saprudin.

Ia pun berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang adil dan tidak berpihak.

“Semoga proses ini berjalan lancar dan keadilan benar-benar ditegakkan bagi Kadi dan Narti,” tutupnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Dukung Asta Cita Presiden RI, Polres Indramayu Kolaborasi Tanam Jagung di Petak 18A RPH Cijambe

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Langkah konkret menuju swasembada pangan terus digelorakan oleh berbagai pihak di seluruh penjuru Indonesia. Salah satunya kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal III di Lahan Perhutanan Sosial yang dilaksanakan di Petak 18A RPH Cijambe BKPH Sanca, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (9/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang terpusat di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang menjadi bagian Polri dalam upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor ketahanan pangan nasional.

Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi dan pemangku kepentingan lintas sektor.

Turut hadir Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0616 Indramayu Letkol Inf Yanuar Setiaga, S.I.P., Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu Arief Indra Kusuma, S.H., M.H., dan sejumlah pejabat lainnya seperti Bupati Indramayu yang diwakili oleh Kepala DPMPTSP Dadang Oce Iskandar serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si.

Hadir pula Komisaris Independent PT Uniteda Arkato RM Harcani Prabu Negoro, Direktur PT Uniteda Arkato H. M.Y Kasmir, BE., Adm Perum Perhutani Indramayu Cecep Suryaman, Pimpinan Cabang Perum Bulog Sri Wahyuni, serta unsur Forkopimda lainnya. Dari unsur TNI-Polri, tampak Kapolsek Gantar IPTU Karnala, S.H., Danramil 1615/Haurgeulis Kapten Kav Sugiyanto, para Kapolsek Zona Barat, dan PJU Polres Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Ini adalah salah satu wujud kolaborasi nyata antara masyarakat, pemerintah, hingga TNI-Polri dalam mendukung swasembada pangan. Selain mengoptimalkan lahan perhutanan sosial, kegiatan ini juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat desa,” kata AKP Tarno.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya mendukung arahan Presiden dan kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga sebagai bentuk keterlibatan aktif Polri dalam membantu masyarakat petani.

“Program ini menjadi bagian dari implementasi arahan pimpinan Polri. Harapannya, hasil panen jagung nanti akan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi petani dan memperkuat ketersediaan bahan pangan,” imbuhnya.

Selain aksi tanam, kegiatan ini juga ditandai dengan pemberian bantuan benih jagung, pupuk, dan benih tanaman lain sebagai bentuk dukungan terhadap pertanian berkelanjutan.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi semua pihak, langkah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi desa-desa lain untuk mengelola lahan produktif secara optimal, menuju ketahanan pangan lokal yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Disdukcapil Indramayu Jemput Bola, Pelayanan Adminduk Keliling Diserbu Warga

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Inovasi pelayanan administrasi kependudukan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui program Kolaborasi Pelayanan Keliling Masyarakat Indramayu atau disingkat Kop-Eling Masayu. Program yang digelar rutin setiap hari Rabu ini terbukti mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Seperti pada Rabu (09/07/2025), halaman Kantor Kecamatan Cikedung dipadati warga sejak pagi. Mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, ratusan pemohon dari berbagai desa antre untuk mengurus dokumen kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indramayu, Ir. Akhmad Budiharto, MM, mengatakan bahwa setiap pelaksanaan Kop-Eling Masayu selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. “Layanan adminduk seperti perekaman dan pencetakan KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), hingga Akta Kelahiran dan Akta Kematian bisa langsung jadi di tempat,” jelasnya.

Kegiatan ini, menurut Budiharto, merupakan bentuk kolaborasi lintas dinas. Tak hanya Disdukcapil, layanan juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), serta Samsat, menjadikan pelayanan terpadu hanya dalam satu lokasi.

Camat Cikedung, Encep Ria Setiadi, S.E., M.Si., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah Disdukcapil. Ia menilai program jemput bola ini efektif mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat, khususnya di wilayah kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan.

“Meski fasilitas adminduk sudah tersedia di kantor kecamatan, pendekatan layanan seperti ini harus terus digalakkan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan hak administratifnya,” tandas Encep.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal