Salman Stafsus: Panggung Politik, Boros Anggaran, atau Mesin Pendapatan Terselubung?

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Satu keputusan bisa membuat publik heboh, terutama jika dinilai tak masuk akal. Itulah yang kini terjadi di Indramayu. Keputusan Bupati Lucky Hakim dari Partai NasDem yang menunjuk tenaga ahli dari kalangan masyarakat sipil justru memicu badai kontroversi di warung kopi, media sosial, hingga ruang diskusi politik.

Pertanyaan pun bermunculan. Apakah ini langkah strategis atau sekadar panggung politik? Apakah ini akan menyedot APBD? Bahkan, ada yang curiga, jangan-jangan ini cara baru membagi-bagi kue proyek pemerintah.

Dalam politik lokal, langkah kecil bisa jadi gelombang besar. Alih-alih menumbuhkan kepercayaan publik, keputusan ini justru menyisakan tanda tanya besar.

Salman, Sosok Misterius di Balik Kontroversi

Nama Salman kini menjadi perbincangan paling panas. Ia mendadak terkenal bukan karena prestasi, melainkan karena jabatan staf khusus yang diberikan langsung oleh bupati. Publik bertanya-tanya: siapa Salman? Apakah ia seorang pakar pembangunan, ahli pemerintahan, atau hanya “orang dekat” yang sedang diberi panggung?

Pertanyaan itu sesungguhnya mewakili kegelisahan lebih besar: apakah pengangkatan ini benar-benar untuk kepentingan rakyat, atau hanya untuk kepentingan segelintir orang?

Media Sosial Jadi Arena Tarung

Isu Salman bukan hanya dibahas di forum resmi, tapi juga meledak di media sosial. TikTok, grup WhatsApp, hingga komentar netizen dipenuhi perdebatan. Bahkan politikus Bambang Hermanto ikut bersuara lantang, mengajak relawan bupati “menggeruduk” pendopo.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: kepercayaan terhadap bupati mulai goyah. Apakah ini awal perpecahan di lingkaran pendukung Lucky Hakim, atau hanya luapan emosi sesaat?

Inilah wajah politik lokal di era digital: satu video bisa lebih mengguncang daripada rapat resmi, satu unggahan bisa lebih membentuk opini publik daripada pidato panjang.

Stafsus: Kursi Kerja atau Kursi Panggung?

Sejak lama, posisi staf khusus di daerah kerap jadi sorotan. Tak jarang jabatan ini dianggap sekadar kursi kehormatan bagi kerabat atau loyalis, bukan pos kerja nyata. Dan kini, sorotan itu kembali diarahkan ke Bupati Indramayu.

Pertanyaannya sederhana: apakah pengangkatan Salman murni demi mempercepat pembangunan, atau hanya panggung politik berbiaya APBD?

Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, bahkan memberi peringatan: kepala daerah harus bijak. Jangan mengakomodir kepentingan kelompok, jangan menghamburkan anggaran untuk jabatan tanpa dampak nyata.

Peringatan ini seolah jadi tamparan halus. Publik pun bertanya: apakah bupati mendengarnya? Ataukah ia lebih sibuk tampil di TikTok ketimbang menelaah regulasi?

Menguji Kepercayaan Publik

Kontroversi ini kini menjadi ujian serius bagi kredibilitas bupati. Rakyat menuntut transparansi:

Berapa biaya yang dikeluarkan untuk stafsus?

Apa kontribusi nyata yang diharapkan?

Bagaimana mekanisme pengangkatannya?

Tanpa jawaban jelas, kepercayaan publik bisa semakin terkikis.

Ketika Kebijakan Jadi Bumerang

Keputusan politik selalu punya risiko. Namun risiko terbesar adalah ketika kebijakan itu dianggap blunder. Kasus Salman menunjukkan kurangnya komunikasi dan transparansi dari pemerintah daerah.

Alih-alih menjadi jembatan antara bupati dan rakyat, stafsus justru bisa menjadi tembok yang memperlebar jarak.

Pelajaran untuk Kepala Daerah

Mengangkat staf ahli memang hak kepala daerah, tapi bukan tanpa batas. Hak itu harus dipertanggungjawabkan – kepada aturan hukum, dan kepada hati nurani rakyat.

Kontroversi Salman adalah peringatan keras bahwa komunikasi politik yang buruk bisa meruntuhkan legitimasi.

Pertanyaan yang Menggantung

Pada akhirnya, publik berhak bertanya:

Siapakah Salman sebenarnya?

Untuk apa jabatan stafsus diberikan?

Apakah kebijakan ini untuk rakyat atau hanya untuk segelintir orang?

Apakah bupati masih mendengar suara rakyat, atau lebih sibuk mengejar tepuk tangan di layar ponsel?

Demokrasi tumbuh dari keberanian rakyat bersuara. Dan hari ini, suara itu menggema dari pelosok Indramayu, menuntut jawaban yang jelas dari pemimpinnya.

(Mtd/Andika).

Panpilwu Leuwigede Resmi Dibentuk, Ini Jadwal Lengkap Tahapan Pilwu 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Persiapan Pemilihan Kuwu (Pilwu) 2025 di Kabupaten Indramayu semakin matang. Panitia Pemilihan Kuwu (Panpilwu) di setiap desa, termasuk Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, telah resmi dibentuk pada 24 September 2025 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tahapan berikutnya adalah melengkapi administrasi dan menyiapkan kanal informasi seperti media sosial dan email hingga 30 September.

Selanjutnya, Panpilwu akan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pada 1–3 Oktober. Pendaftaran bakal calon Kuwu dibuka pada 1–13 Oktober, dilanjutkan penetapan calon pada 21 November dan pengumuman resmi pada 24 November. Pengundian nomor urut digelar sehari setelahnya, 25 November.

Bersamaan dengan penetapan calon, Panpilwu mulai melakukan pencacahan daftar pemilih tetap (DPT) hingga 26 November. DPT kemudian ditetapkan pada 27–28 November, disusul distribusi kartu pemilih pada 5–9 Desember.

Kampanye calon Kuwu dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 2–4 Desember, kemudian masa tenang pada 5–9 Desember. Puncaknya, pemungutan suara akan digelar pada Rabu, 10 Desember 2025, pukul 07.00–12.00 WIB, dengan penghitungan suara dimulai pukul 13.00 WIB.

Tahun ini, Pilwu menggunakan sistem hybrid. Satu TPS digital akan disediakan di setiap desa, berlokasi dekat Balai Desa, sementara TPS lain tetap menggunakan sistem pemungutan suara manual berbasis kertas.

Ketua Panpilwu Leuwigede, Casyanto, melalui wakil ketua Ahmad Khoeri menjelaskan, kapasitas maksimal tiap TPS adalah 500 pemilih. “Dengan sistem hybrid ini, seluruh proses di 139 desa yang mengikuti Pilwu bisa terpantau secara real time,” ujar Khoeri, Jum’at (26/9).

Khoeri berharap seluruh tahapan berjalan lancar dan Pilwu 2025 di Desa Leuwigede sukses sesuai harapan masyarakat.

Andika

Bea Cukai Bogor Bongkar Gudang Rokok Ilegal di Caringin, Ratusan Dus Disita

BOGOR.radarinformasi.com – Petugas Bea Cukai Bogor berhasil mengungkap praktik peredaran rokok ilegal tanpa cukai di wilayah Kampung Nangoh, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, pada Kamis (25/9/2025).

Dalam operasi tersebut, tim Bea Cukai meringkus seorang sopir yang tengah mengantarkan rokok menuju gudang. Gudang itu diketahui milik H. Ujang, yang diduga menjadi pemilik sekaligus pengendali peredaran ratusan dus rokok non-cukai berbagai merek.

Saat melakukan penggeledahan, petugas menemukan tumpukan berisi ratusan dus rokok tanpa pita cukai. Seluruh barang bukti kemudian disita untuk proses hukum lebih lanjut.

Namun, pemilik gudang tidak ditemukan saat penggerebekan berlangsung. Hingga kini, Bea Cukai Bogor masih melakukan pendalaman untuk memburu keberadaan pemilik sekaligus mengusut jaringan distribusi rokok ilegal tersebut.

Petugas Bea Cukai Bogor, Faridz YW, menegaskan pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal karena merugikan keuangan negara sekaligus melanggar hukum.

“Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kami dalam memberantas rokok ilegal. Peredaran rokok tanpa cukai tidak hanya mengurangi penerimaan negara, tetapi juga menciptakan persaingan usaha tidak sehat. Kami akan menindak tegas setiap pelaku sesuai ketentuan undang-undang,” ujar Faridz.

Sebagai informasi, sesuai Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, setiap orang yang menjual, menawarkan, menyerahkan, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai dapat dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, serta dikenai denda paling sedikit 2 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Bule

DPRD–Pemkab Indramayu Sepakat Revisi Propemperda 2025

INDRAMAYU.radarinformasi.com- DPRD Kabupaten Indramayu bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi menyepakati perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2025. Kesepakatan itu diambil dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD, Kamis (25/9/2025).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Indramayu, Nurhayati, dan dihadiri langsung Bupati Lucky Hakim. Forum tersebut juga diikuti jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, anggota dewan, serta undangan lainnya.

Dalam pidatonya, Nurhayati menegaskan bahwa revisi Propemperda ini penting untuk memastikan regulasi daerah sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan.

“Propemperda harus disusun secara terencana dan berbasis prioritas, sehingga setiap perda yang dihasilkan memberi dampak nyata,” ujarnya.

Bupati Lucky Hakim menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kerja sama dengan DPRD demi menghadirkan regulasi yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada publik.

“Kesepakatan ini bukti kolaborasi eksekutif dan legislatif untuk menghadirkan aturan yang adaptif dan memperkuat pelayanan masyarakat,” katanya.

Berdasarkan hasil kajian Bapemperda, jumlah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang awalnya 18 kini bertambah menjadi 21. Komposisinya mencakup 15 usulan dari Bupati, 2 dari DPRD, serta 3 Raperda lanjutan dari Propemperda 2024. Salah satu tambahan yang krusial adalah raperda terkait penyertaan modal pemerintah daerah kepada PT BPR Indramayu Jabar Perseroda.

Perubahan ini diharapkan menjadikan perda bukan sekadar formalitas, tetapi instrumen pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan dinamika sosial-ekonomi daerah.

Rapat ditutup dengan penandatanganan persetujuan bersama oleh Ketua DPRD dan Bupati Indramayu, disaksikan seluruh peserta paripurna.

(Diskom/Andika).

Wabup Syaefudin: Gen Z Penentu Arah Masa Depan Bangsa

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Generasi Z (Gen Z) kini menjadi pemain kunci dalam peta politik Indonesia. Sebagai generasi yang lahir dan tumbuh di era digital, mereka tak hanya menjadikan media sosial sebagai tempat hiburan, tetapi juga sebagai ruang berdiskusi, menyuarakan pendapat, hingga menggerakkan perubahan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, saat tampil sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional bertajuk “Dari Like ke Aksi: Peran Gen Z dalam Mendorong Partisipasi Politik yang Berkelanjutan” di Aula Nyi Endang Dharma Ayu, Universitas Wiralodra (UNWIR), Kamis (25/9/2025).

Acara yang diinisiasi BEM FISIP UNWIR ini juga menghadirkan anggota DPRD Jawa Barat, Diah Nurwitasari, dengan Dede Adi Riyanto sebagai moderator. Ratusan mahasiswa dan pelajar dari Indramayu dan sekitarnya turut hadir mengikuti diskusi ini.

Dalam pemaparannya, Wabup Syaefudin menekankan peran strategis Gen Z dalam demokrasi. Data Pemilu 2024 mencatat Gen Z menyumbang 22,85 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT), menjadikan mereka salah satu kelompok yang paling menentukan arah politik nasional.

“Tema Dari Like ke Aksi mengingatkan kita bahwa kepedulian di media sosial harus diwujudkan dalam aksi nyata. Mulai dari aktif di organisasi, ikut terlibat dalam demokrasi, hingga menggunakan media sosial untuk edukasi dan gerakan sosial,” ujar Syaefudin.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital agar Gen Z lebih bijak dalam menyebarkan informasi.

“Sebelum membagikan sesuatu, tanyakan dulu: apakah ini bermanfaat? Apakah membawa kebaikan? Gen Z harus jadi agen kedamaian, bukan penyebar provokasi atau hoaks,” tegasnya.

Wabup kemudian mengajak generasi muda untuk menjadikan media sosial sebagai sarana membangun semangat perubahan.
“Satu posting harus sebanding dengan satu aksi nyata. Jangan hanya sekadar wacana, tapi ciptakan dampak positif di lapangan. Ini sejalan dengan visi Indramayu REANG: Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong,” tambahnya.

Rektor UNWIR, Ujang Suratno, menilai seminar ini selaras dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, Gen Z memiliki karakter kritis, inovatif, dan peka terhadap isu sosial.
“Partisipasi politik Gen Z jelas berbeda dari generasi sebelumnya. Dari hanya memberi like, kini mereka bisa melangkah ke aksi nyata. Kami berharap lahir gagasan kreatif dari forum ini untuk memperkuat politik berkelanjutan,” ungkap Ujang.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang berlangsung hangat. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa Gen Z tak hanya peduli di ruang digital, tetapi juga siap mewujudkan komitmen mereka dalam kehidupan nyata demi kemajuan bangsa.

(Diskom/Andika).

Cemara Kulon Tancap Gas: PLTS Dorong Wisata dan Energi Ramah Lingkungan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, menorehkan sejarah baru dalam pemanfaatan energi terbarukan di Indramayu. Pada Kamis (25/09/25), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) resmi beroperasi di kawasan wisata Taman Cemara Kulon, berkat dukungan penuh Pertamina PHE ONWJ.

Peresmian ini mendapat sambutan hangat dari warga dan jajaran Pemerintah Kabupaten Indramayu. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menekankan bahwa PLTS bukan sekadar penyedia listrik, tetapi simbol kolaborasi untuk mendorong kemandirian energi, memacu pariwisata, dan meningkatkan perekonomian lokal.

“Kehadiran PLTS akan mendukung kebutuhan listrik Taman Cemara Kulon. Wisata yang berkembang akan menciptakan lapangan kerja, menambah pendapatan warga, serta memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Lucky.

Selain itu, Bupati menyoroti status Cemara Kulon sebagai salah satu dari empat Desa Kreatif di Indramayu pada 2025, berdasarkan Surat Keputusan Bupati. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas potensi desa dalam bidang wisata, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal.

Sebagai Desa Kreatif, Cemara Kulon dituntut terus berinovasi: mengoptimalkan potensi lokal, mendorong partisipasi warga, menghadirkan inovasi berkelanjutan dalam wisata dan energi ramah lingkungan, serta menjaga kelestarian alam.

“Dengan status Desa Kreatif dan hadirnya PLTS, Cemara Kulon semakin jelas arah untuk menjadi pionir desa wisata ramah lingkungan berbasis energi terbarukan di Indramayu,” tegas Lucky.

Bupati menambahkan, pembangunan PLTS sejalan dengan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Pemanfaatan energi baru dan terbarukan tak hanya memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga menunjukkan komitmen menjaga lingkungan.

Di akhir acara, Lucky mengajak masyarakat untuk merawat fasilitas ini. “Mari kita jadikan PLTS dan status Desa Kreatif sebagai bukti nyata kolaborasi pemerintah, BUMN, dan warga memberikan manfaat besar bagi semua,” tutupnya.

Kuwu Cemara Kulon, Sudarno, menilai peresmian PLTS sebagai momentum penting. “Energi bersih ini akan mendukung keberlanjutan pariwisata. Harapan kami, Cemara Kulon menjadi wajah baru Indramayu: desa kreatif, mandiri, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Desa ini juga terus mengembangkan hamparan mangrove dan budidaya lebah trigona, yang kini menjadi primadona karena madu alami yang dihasilkan.

Sementara itu, General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus bermitra dan mengembangkan potensi desa pesisir utara. Menurutnya, warga Cemara Kulon sangat kreatif dan gigih dalam memajukan desanya.

(Diskom/Andika).

Panen Raya Karangmulya: Wamen Pertanian Apresiasi Ketangguhan Petani Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Desa Karangmulya, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Rabu (24/9/2025), menjadi saksi gelaran Panen Raya Padi Musim Tanam II yang penuh suasana syukur dan kebersamaan. Acara ini diselenggarakan oleh Gapoktan Tani Makmur dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono.

Dalam sambutannya, Sudaryono memberikan apresiasi tinggi kepada para petani Indramayu yang dinilainya berperan penting menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menyebut, capaian swasembada beras tahun 2025 merupakan buah kerja keras petani di berbagai daerah, termasuk Karangmulya.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Indramayu adalah salah satu lumbung padi terbesar negeri ini. Saya hadir di sini sebagai bentuk penghormatan kepada para petani yang terus berproduksi meski menghadapi tantangan iklim dan serangan hama,” ujar Sudaryono.

Ia menyoroti keberhasilan Desa Karangmulya yang mampu panen dua kali dalam setahun meskipun sempat kesulitan pasokan air. Menurutnya, capaian ini terwujud berkat sinergi antara petani dan berbagai pihak, termasuk BBWS, yang berhasil memastikan air irigasi mengalir ke lahan pertanian.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang turut hadir, tak ketinggalan mengungkapkan rasa bangga atas kegigihan para petani. “Di tengah perubahan iklim dan serangan hama, para petani Karangmulya masih mampu menghasilkan panen yang melimpah. Ini bukti keterampilan dan kerja keras mereka dalam mengelola lahan,” tuturnya.

Lucky menambahkan, keberhasilan ini selaras dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pertanian sebagai program strategis nasional. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk terus memperkuat sektor pertanian sesuai visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, Gotong Royong).

Momentum panen raya ini juga bertepatan dengan Hari Tani Nasional ke-64, menjadikannya ajang refleksi dan motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.

“Panen raya hari ini membuktikan bahwa Indramayu tetap menjadi lumbung padi nasional. Semua ini berkat ketangguhan petani yang menjadi kunci ketahanan pangan kita,” pungkas Lucky.

(Diskom/Andika).

Warga Balongan Desak Pertamina Bangun BLK untuk Serap Tenaga Kerja Lokal

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Forum Masyarakat Balongan Bersatu kembali menyampaikan tuntutan kepada PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan. Selain meminta kelanjutan program susu gratis, warga juga mendesak agar Pertamina membangun Balai Latihan Kerja (BLK) bagi masyarakat sekitar kilang.

Tuntutan itu disuarakan dalam aksi yang digelar di depan kantor Pertamina Balongan, Selasa (23/9/2025). Menurut warga, keberadaan BLK penting untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sehingga bisa terserap bekerja di Pertamina.

Ketua Forum Masyarakat Balongan Bersatu, Akso, menegaskan masyarakat lokal harus diberi kesempatan yang adil. “Selama ini banyak tenaga kerja dari luar yang masuk, sementara warga Balongan sulit diterima. Dengan adanya BLK, masyarakat punya keahlian yang sesuai dan bisa langsung bekerja di Pertamina,” ujarnya kepada awak media.

Selain pembangunan BLK, warga juga menyampaikan tuntutan lain, antara lain kelanjutan program susu gratis yang sudah tertahan sembilan bulan, beasiswa berkala, pembangunan ekonomi mikro dan makro, akses layanan kesehatan gratis di rumah sakit Pertamina, serta perluasan lapangan kerja untuk warga sekitar.

Akso menilai, Pertamina selama ini belum serius menanggapi aspirasi masyarakat. Ia bahkan mengancam, jika tuntutan tidak dipenuhi, warga akan menduduki lokasi dan membuka dapur umum sebagai bentuk protes.

Hingga berita ini diturunkan, perundingan antara masyarakat dan Pertamina belum menemukan titik temu.

Reporter : Andika

Siap-Siap Pilwu! Pemkab Indramayu Sosialisasikan Perbup dan Rangkaian Tahapannya

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu memulai sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pemilihan Kuwu Serentak 2025. Kegiatan ini digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Indramayu, Selasa (23/9/2025), dihadiri seluruh camat se-Kabupaten Indramayu. Rapat dipimpin langsung Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Indramayu, Jajang Sudrajat.

Dalam sambutannya, Jajang menekankan bahwa Pilkades 2025 merupakan hasil proses panjang. “Pemilihan sebelumnya sempat ditunda pada 2023, sehingga masa jabatan kuwu di 124 desa diperpanjang hingga Februari 2026,” ujarnya.

Asda Jajang menambahkan, kepastian pelaksanaan Pilkades baru terwujud setelah Kemendagri mengeluarkan surat edaran pada 6 September 2025. Selanjutnya, Perbup resmi ditetapkan pada 22 September 2025. “Dengan regulasi ini, tahapan Pilkades bisa berjalan sesuai jadwal. Kami harap semua pihak memahami dinamika yang ada dan mendukung kelancaran prosesnya,” tambahnya.

Perbup Nomor 30 Tahun 2025 memetakan seluruh rangkaian Pilkades Serentak, mulai dari persiapan hingga penetapan hasil. Pada tahap pencalonan, pendaftaran bakal calon kuwu dibuka 1–13 Oktober 2025. Setelah proses verifikasi administrasi dan seleksi tambahan, penetapan calon dijadwalkan 21 November, pengumuman resmi 24 November, dan pengundian nomor urut pada 25 November 2025.

Sementara tahapan pemilih dimulai dengan pencacahan daftar pemilih pada 21–26 November, penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 27–28 November, dan distribusi kartu tanda pemilih 5–9 Desember 2025. Masa kampanye berlangsung 2–4 Desember, dilanjutkan masa tenang 5–9 Desember.

Pemungutan suara akan dilaksanakan 10 Desember 2025 pukul 07.00–12.00 WIB. Mengusung sistem semi-digital, Indramayu menjadi pilot project Pilwu Digital di Jawa Barat. Pemungutan suara dilakukan secara demokratis dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Persyaratan calon kuwu antara lain Warga Negara Indonesia, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia pada Pancasila dan UUD 1945, berpendidikan minimal SMP/sederajat, berusia minimal 25 tahun, sehat jasmani, berkelakuan baik, serta bebas dari kasus pidana atau penyalahgunaan narkoba. Calon juga tidak boleh menjabat kuwu di wilayah lain.

Dengan regulasi yang jelas dan tahapan terstruktur, Pemkab Indramayu optimistis Pilkades Serentak 2025 akan berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sehingga lahirlah pemimpin desa yang benar-benar dipilih oleh masyarakat secara demokratis.

(Diskom/Andika).

Pemkab Indramayu Perluas SPAM ke 16 Desa, Ratusan Warga Kini Nikmati Air Bersih

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus bergerak memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak. Di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, upaya ini menjadi prioritas untuk mendukung kesehatan dan produktivitas warga.

Tahun 2025, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Diskimrum) Indramayu membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis sumur bor air tanah dalam di 16 desa. Program ini berhasil menyediakan 934 sambungan rumah (SR), sehingga ratusan kepala keluarga kini tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih.

“Air bersih bukan sekadar kebutuhan harian, tapi juga meningkatkan kualitas hidup. Kehadiran SPAM membuat warga bisa mengakses air yang aman untuk dikonsumsi,” kata Kepala Diskimrum Kabupaten Indramayu, Erpin Marpinda, saat ditemui di kantornya, Selasa (23/9/2025).

Erpin menambahkan, sumur bor air tanah dalam menjadi solusi bagi desa-desa yang belum terjangkau jaringan SPAM. Karena sumbernya terlindungi dari aktivitas permukaan, kualitas air lebih terjaga.

Beberapa desa yang menerima pembangunan SPAM berasal dari dana APBD Kabupaten Indramayu, senilai Rp656 juta, seperti Desa Jangga (Losarang), Desa Kertamulya (Bongas), dan Desa Sukaslamet (Kroya). Dari dana ini, 200 SR berhasil dibangun.

Selain itu, APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) menyalurkan Rp6,8 miliar untuk membangun SPAM di 13 desa lainnya, termasuk Desa Loyang, Kendayakan, Rajaiyang, Gabuswetan, hingga Desa Bantawaru. Program DAK mencakup pembangunan 734 SR, dengan pelibatan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) agar pengelolaan air berkelanjutan.

Bupati Lucky Hakim menegaskan, penyediaan SPAM adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah memastikan masyarakat hidup sehat dan sejahtera. “Kami ingin tidak ada warga Indramayu yang kesulitan air bersih. Program ini menegaskan fokus kami meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dari desa hingga kota,” ujarnya.

Ke depan, pembangunan SPAM akan terus berjalan bertahap, menyesuaikan kebutuhan dan prioritas wilayah yang masih kekurangan akses air bersih.

(Diskom/Andika).