Kepala Desa Cikitu Realisasikan Dana Stunting Sesuai Aturan Pemerintah
BANDUNG.radarinformasi.com – Kemenkeu sudah menyalurkan DD tahap 1 tanggal 28 Januari 2020 sesuai intruksi presiden Republik Indonesia IR H.Joko Widodo pada hari Rabu tanggal 29 Januari 2020 di Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN), sebesar Rp.97,3 Miliar telah tersalurkan, Selasa (19/08/21).
Alokasi DD tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 72 Triliun dan rata rata desa mendapatkan kurang lebih Rp. 960 juta dari tahun sebelumnya.
Kebijakan tersebut di keluarkan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sanjojo setelah RI 1 menggelar Rapat Kabinet dalam rangka mengintruksikan penanganan khusus terkait Covid 19 dan Stuting. Komentar Dirjen Daerah Tertinggal Kermendes PDTT Samsul widodo, Stuting menjadi masalah besar Kementrian Desa bersama Kementrian Keuangan, mengalihkan anggaran DD Covid 19, Stuting prinsipnya, desa adalah ujung tombak terkait wabah Covid 19 dan Stuting.
Ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No 61/PMK 07/2019 tentang pedoman pengunaan DD untuk mendukung pelaksanaan wabah Covid 19 terutama Stuting Pasal 1 Peraturan Menteri-Dana Desa adalah bagian belanja negara yang di serahkan langsung terhadap desa tersebut, kegiatan pencegahan Stuting terindikasi adalah aksi intregrasi – pergency program dalam kegiatan yang telah dianggarkan dalam program kegiatan di desa.
Kementrian Kesehatan sangat sigap untuk penanganan pencegahan dan pengurangan angka Stuting di Indonesia, maka dari itu desa harus betul – betul sigap dalam penangan tersebut dan desa di wajibkan melaporkan sesuai di lapangan.
Begitupun dengan Ade Husen selaku Kepala Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung yang sudah merealisasikan dana Stunting yang di anggarkan dari dana DD 9% sudah terlihat jelas dan keterbukaannya terhadap Publik .
Hasil komfirmasi radarinformasi.com, kepada Ade Husen selaku Kepala Desa Cikitu bahwa, “Untuk anggaran Stunting kami sudah merealisasikan sesuai yang diatur oleh Pemerintah dan kami meyalurkan anggaran Stunting tersebut melalui Posyandu, salahsatu yang kami salurkan memberikan makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil/menyusui bayi dan kami-pun memberikan anggaran transportasi bagi ibu hamil yang ingin ke Puskesmas Kecamatan untuk diperiksa”, ujar Ade Husen.
Masih menurutnya, “Untuk ketebukaan publik kami selalu memberikan keterbukaan kepada siapapun baik Masyarakat maupun kepada Kontrol Sosial, rekan – rekan Media atau LSM, kami selalu terbuka”.
Reporter. : Iman
Redaktur : Dewi Pelangi



















