Pemkab Indramayu Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Jawa Barat

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan di Jawa Barat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Masalah Persampahan di Jawa Barat yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bale Pakuan, Bandung, Senin (11/5/2026).

Rakor tersebut menjadi bagian dari agenda strategis kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup yang menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari akademisi, aktivis mahasiswa, hingga tokoh budaya, dalam merumuskan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Dalam arahannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat hulu. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota mulai memperkuat sistem pemilahan sampah di lingkungan rumah tangga, desa, hingga kecamatan guna mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Lucky Hakim didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, turut meninjau langsung peralatan pengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di kawasan Gedung Sate, Bandung.

“Kami di Indramayu sepakat bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan membuangnya ke TPA. Sesuai arahan Pak Gubernur, kunci utamanya ada pada pemilahan sampah dari hulu,” ujar Lucky Hakim.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kecamatan, agar sampah dapat diolah kembali dan memiliki nilai guna ekonomis.

Salah satu fokus pembahasan dalam rakor tersebut adalah pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik maupun RDF sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk kebutuhan industri.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menilai pengembangan teknologi tersebut menjadi peluang besar untuk memperkuat kerja sama dengan sektor swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sementara itu, Kepala DLH Indramayu, Dedi Agus Permadi, menegaskan kesiapan daerahnya untuk membuka ruang kolaborasi dengan investor yang tertarik mengembangkan inovasi pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan.

“Indramayu memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan berbasis sampah. Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lingkungan, kami optimistis pengelolaan sampah di Indramayu dapat lebih modern sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi daerah,” katanya.

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan lingkungan berbasis kolaborasi masyarakat demi mewujudkan Jawa Barat yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sumber DiskomInfo Indramayu

Andika

Belum Miliki IPAL dan Cemari Lingkungan, Operasional SPPG Cigombong Jadi Sorotan

BOGOR.radarinformasi.com – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cigombong, yang beralamat di Jalan Kilenjong, Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menuai sorotan warga lantaran disebut telah berjalan hampir satu bulan tanpa memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Warga mengeluhkan munculnya bau limbah dari aktivitas dapur skala besar tersebut. “Baunya mulai terasa saat aktivitas dapur ramai. Warga khawatir limbah dibuang tanpa pengolahan yang benar,” ujar salah satu warga.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan soal kelayakan operasional SPPG, mengingat dapur produksi makanan skala besar menghasilkan limbah cair, minyak, lemak, dan sisa organik yang seharusnya diolah sebelum dibuang ke lingkungan.

Dari informasi yang dihimpun, pengelola baru memasang filter sederhana sebagai penanganan sementara. Namun langkah tersebut dinilai belum cukup menggantikan fungsi IPAL secara menyeluruh.

Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Cigombong, Try Putra mengakui pembangunan IPAL masih dalam tahap pengajuan kepada pihak yayasan. “Untuk IPAL memang sedang diajukan ke pihak yayasan dan kemungkinan akan mulai diproses minggu ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan warga sebelum pembangunan gedung dilakukan. “Sebelum gedung ini dibangun, kami sudah koordinasi dan musyawarah dengan warga sekitar, termasuk RT dan RW,” tambahnya.

Namun di tengah polemik tersebut, diketahui Ketua RT setempat juga bekerja di lingkungan SPPG sebagai asisten lapangan. Hal ini memunculkan perhatian terkait independensi pengawasan lingkungan di sekitar lokasi operasional.

Tak hanya itu, saat awak media melakukan konfirmasi terkait belum adanya IPAL, pihak SPPG juga menghadirkan Babinsa desa setempat dalam proses wawancara dan klarifikasi. Namun tidak diketahui secara pasti maksud dan tujuan kehadiran Babinsa tersebut dalam agenda konfirmasi media.

Padahal, Badan Gizi Nasional⁠ sebelumnya menegaskan bahwa operasional SPPG wajib memenuhi standar higiene sanitasi, termasuk pengelolaan limbah dan ketersediaan IPAL.

Pengelolaan limbah tanpa sistem yang layak juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, yang mengatur sanksi pidana maupun administratif terhadap pencemaran lingkungan.

Warga berharap instansi terkait segera turun tangan untuk memeriksa kelayakan operasional SPPG tersebut agar tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Red

Bupati Lucky Hakim Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Atlet Disabilitas dari Program CSR Perusahaan Jepang

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama dua perusahaan industri otomotif, yakni PT Akashi Wahana Indonesia dan PT Daihatsu Drivetrain Manufacturing Indonesia, menyalurkan bantuan sosial berupa kursi roda dan kaki palsu kepada atlet National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Indramayu.

Penyerahan bantuan berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Indramayu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebagai bentuk dukungan terhadap penyandang disabilitas, khususnya para atlet NPCI agar tetap aktif, mandiri, dan mampu meningkatkan prestasi olahraga di masa mendatang, pada Kamis malam (7/5/2026).

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, hadir langsung dalam agenda tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan atlet disabilitas. Dalam sambutannya, Lucky menyampaikan apresiasi kepada para atlet NPCI yang dinilai tetap memiliki semangat tinggi untuk berprestasi meskipun menghadapi berbagai keterbatasan fisik.

“Kami bangga kepada para atlet yang terus menunjukkan prestasi dan semangat luar biasa. Keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Indramayu,” ujar Lucky Hakim.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak perusahaan dan seluruh mitra yang telah berkontribusi membantu masyarakat Indramayu melalui kegiatan sosial. Selain itu, Lucky mengajak para pelaku usaha dan investor agar ikut berperan dalam pembangunan daerah, termasuk mendukung program sosial dan pelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut mengungkapkan rencana penanaman sekitar 15 ribu pohon mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir dan lingkungan hidup di Kabupaten Indramayu.

Presiden Direktur PT. Akashi Wahana Indonesia, Noboru Matsumoto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kualitas hidup masyarakat, terutama penyandang disabilitas.

Menurutnya, setiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup layak dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

“Keterbatasan fisik bukan hambatan untuk berkembang. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meningkatkan mobilitas, rasa percaya diri, serta kondisi sosial ekonomi para penerima manfaat,” katanya.

Hal senada disampaikan Presiden Direktur PT. Daihatsu Drivetrain Manufacturing Indonesia, Naohiko Kageyama. Ia menilai keberhasilan perusahaan tidak hanya dilihat dari capaian bisnis, namun juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Melalui bantuan kursi roda ini kami berharap para atlet dapat semakin mudah menjalankan aktivitas dan terus berkarya tanpa batas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua NPCI Kabupaten Indramayu, Suprayitno, mengaku terharu atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para atlet disabilitas.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Indramayu dan perusahaan yang telah memberikan bantuan secara langsung.

“Dukungan seperti ini sangat berarti bagi para atlet. Bantuan alat penunjang sangat membantu mereka untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi,” ungkapnya.

Pada akhir kegiatan, Bupati Lucky Hakim bersama jajaran pimpinan perusahaan secara simbolis menyerahkan bantuan kaki palsu dan kursi roda kepada para penerima manfaat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan yang semakin inklusif sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi atlet disabilitas untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Tinjau RSUD, Lucky Hakim Pastikan Layanan Kesehatan dan Fasilitas Jantung Siap Optimal

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim melakukan kunjungan kerja ke RSUD Indramayu untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di rumah sakit milik pemerintah daerah, Senin (5/5/26).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati meninjau langsung sejumlah area pelayanan publik, mulai dari poliklinik hingga ruang tunggu prioritas bagi lanjut usia. Ia juga berdialog dengan pasien guna menyerap aspirasi terkait kecepatan dan kenyamanan layanan kesehatan.

Lucky Hakim turut memeriksa kesiapan Instalasi Radiologi dan fasilitas Cath Lab yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan. Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan RSUD Indramayu menangani kasus jantung intervensi dan neurointervensi secara mandiri tanpa perlu merujuk pasien ke luar daerah. Ia menegaskan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan jantung yang lebih cepat dan efisien.

Selain peningkatan fasilitas, Bupati menekankan pentingnya pelayanan yang humanis, ramah, dan responsif, terutama bagi warga kurang mampu dan lanjut usia.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga memantau pelaksanaan bakti sosial operasi katarak hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Sebanyak 200 pasien dari keluarga kurang mampu mendapatkan layanan operasi gratis setelah melalui proses asesmen.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Ade Suhayati, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bukti sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses layanan kesehatan yang layak.

Pemerintah Kabupaten Indramayu juga menegaskan komitmen penguatan layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sejumlah tenaga medis telah dipersiapkan dan mengikuti pelatihan khusus guna mengoperasikan peralatan medis yang tersedia.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap manajemen dan pelayanan RSUD Indramayu terus ditingkatkan agar fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Indramayu Dukung Proyek Perlindungan Pesisir Pantura, Fokus Tangani Banjir Rob dan Perubahan Iklim

INDRAMAYU.radarinformasai.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim menghadiri Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Ballroom Gedung Mina Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pertemuan lintas kementerian dan lembaga tersebut membahas percepatan perlindungan kawasan pesisir dari ancaman banjir rob, penurunan muka tanah, hingga dampak perubahan iklim, Senin (4/5/26).

Kehadiran Bupati Lucky Hakim menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional sekaligus memperjuangkan perlindungan wilayah pesisir Indramayu. Kabupaten Indramayu diketahui sebagai salah satu kawasan Pantai Utara Jawa yang sangat rentan terhadap bencana pesisir, terutama banjir rob yang semakin sering terjadi.

Selain banjir rob, wilayah pesisir Indramayu juga menghadapi tantangan serius berupa abrasi pantai dan penurunan muka tanah yang berdampak pada permukiman warga serta aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor perikanan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan kondisi Pantura semakin mengkhawatirkan akibat kenaikan muka air laut dan perubahan iklim. Ia menyebut kenaikan permukaan laut berkisar 0,8 hingga 1,2 sentimeter per tahun akibat pemanasan global, yang meningkatkan risiko kerusakan permukiman dan infrastruktur pesisir.

AHY juga menekankan pentingnya penanganan terpadu dalam mengatasi penurunan muka tanah dan persoalan pesisir lainnya. Menurutnya, pendekatan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar solusi yang dihasilkan lebih efektif.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lucky Hakim menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir, khususnya bagi wilayah Indramayu yang terdampak langsung. Pemerintah daerah menegaskan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar program berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong pembangunan Giant Sea Wall (GSW) sebagai solusi komprehensif yang direncanakan membentang sekitar 575 kilometer di sepanjang pesisir Pantura Jawa, termasuk Indramayu. Proyek ini mencakup pembangunan tanggul laut dan tanggul pantai, serta pendekatan berbasis alam melalui konservasi mangrove dan penataan kawasan pesisir secara menyeluruh.

Selain itu, pemerintah menyiapkan skema relokasi layak bagi masyarakat terdampak serta pengembangan kawasan pesisir berbasis ekonomi berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan dilakukan secara terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.

Melalui keterlibatan aktif dalam program ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap upaya perlindungan pesisir tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

RSUD Indramayu Siap Operasikan Cath Lab, Layanan Jantung Tak Perlu Rujukan Keluar Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan keseriusannya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan memastikan kesiapan operasional fasilitas Cath Lab di RSUD Indramayu. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi andalan dalam pemeriksaan serta penanganan penyakit jantung dan kardiovaskular secara cepat dan mandiri di daerah.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, meninjau langsung kesiapan sarana Cath Lab yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan. Dalam kunjungan, ia juga memastikan tenaga medis telah mendapatkan pelatihan khusus guna mendukung operasional layanan tersebut, Senin (5/5/26).

Menurut Lucky Hakim, kehadiran Cath Lab menjadi tonggak penting bagi peningkatan layanan kesehatan di Indramayu. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh penanganan penyakit jantung secara cepat tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Ia menegaskan bahwa kesiapan fasilitas harus berjalan seiring dengan kesiapan sumber daya manusia agar layanan dapat beroperasi secara optimal. Tenaga medis yang kompeten telah disiapkan agar pemanfaatan fasilitas dapat maksimal bagi masyarakat.

Pemkab Indramayu berharap keberadaan Cath Lab mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mempercepat penanganan pasien jantung di daerah, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, tepat, dan berpotensi menyelamatkan lebih banyak nyawa. Dengan dukungan fasilitas dan SDM tersebut, RSUD Indramayu ditargetkan mampu memberikan layanan jantung intervensi secara mandiri bagi masyarakat.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Bupati Lucky Hakim Luncurkan Aplikasi Banyu Digital, Layanan Air Bersih Kini Serba Online

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bupati Indramayu Lucky Hakim resmi meluncurkan aplikasi Banyu Digital sebagai langkah penguatan layanan air bersih di Perumdam Tirta Darma Ayu. Peluncuran aplikasi berbasis digital tersebut berlangsung di Kantor Perumdam Tirta Darma Ayu, Selasa (5/5/26).

Aplikasi Banyu Digital merupakan hasil kolaborasi Perumdam Tirta Darma Ayu dengan Politeknik Negeri Indramayu dalam mendorong transformasi digital layanan publik, khususnya sektor air bersih. Kehadiran aplikasi ini ditujukan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah diakses, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Lucky Hakim menegaskan digitalisasi layanan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia menilai sistem yang terdigitalisasi akan membuat pelayanan lebih tertib, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, H. Nurpan, menjelaskan aplikasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan terhadap layanan yang praktis dan efisien. Melalui satu platform, pelanggan kini dapat mengakses berbagai layanan tanpa harus datang langsung ke kantor.

Banyu Digital menghadirkan sejumlah fitur utama, mulai dari pengecekan tagihan air secara real-time, pelaporan meter mandiri melalui unggahan foto, hingga layanan pengaduan daring terkait gangguan seperti kebocoran pipa atau terhentinya aliran air yang dilengkapi data foto dan lokasi. Selain itu, tersedia pengajuan sambungan baru secara online serta layanan komunikasi melalui chatbot dan petugas guna mempercepat respons layanan.

Pemanfaatan aplikasi ini diharapkan mampu mempercepat waktu pelayanan, meningkatkan ketepatan penanganan pengaduan, serta memperkuat pemantauan berbasis data secara real-time. Peluncuran Banyu Digital sekaligus menegaskan komitmen Perumdam Tirta Darma Ayu dalam menghadirkan layanan air bersih yang lebih cepat, transparan, dan profesional serta mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital di Kabupaten Indramayu.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Bapemperda DPRD Indramayu Bahas Perubahan Struktur Organisasi Perangkat Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Indramayu melakukan pembahasan perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Rapat berlangsung di ruang Bapemperda DPRD Indramayu sebagai langkah penyesuaian kelembagaan pemerintahan agar lebih efektif dan selaras dengan kebutuhan pelayanan masyarakat,” Selasa (5/5/2026).

Agenda tersebut dihadiri unsur pimpinan dan anggota Bapemperda bersama perwakilan Asisten Administrasi Umum Setda, BKPSDM, Bagian Hukum, serta Bagian Organisasi Setda Kabupaten Indramayu.

Dalam pembahasan, peserta rapat menyoroti evaluasi terhadap struktur organisasi perangkat daerah yang dinilai perlu diperbarui mengikuti perkembangan tata kelola pemerintahan saat ini.

Perwakilan Bagian Hukum Setda menjelaskan, revisi Raperda dilakukan untuk memperkuat penataan kelembagaan sekaligus mendukung optimalisasi pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Indramayu, kata dia, telah beberapa kali melakukan penyesuaian organisasi sehingga diperlukan penyelarasan terbaru terhadap fungsi dan kewenangan perangkat daerah.

Sementara itu, Bagian Organisasi Setda memaparkan sejumlah rencana perubahan, di antaranya penggabungan Badan Keuangan dan Aset Daerah menjadi Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah. Selain itu, urusan kebudayaan direncanakan masuk ke Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Sedangkan urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana akan dialihkan ke Dinas Kesehatan

Tak hanya itu, urusan pemberdayaan perempuan juga direncanakan bergabung dengan Dinas Sosial menjadi Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan.

Rencana penataan organisasi turut menyasar perampingan kelembagaan. Sebanyak 26 perangkat daerah disebut akan mengalami penyesuaian tipe, termasuk Sekretariat DPRD yang direncanakan turun dari tipe A menjadi tipe B. Kebijakan tersebut diperkirakan berdampak pada pengurangan jabatan struktural dari 569 menjadi 468 posisi.

BKPSDM turut menyampaikan bahwa restrukturisasi ini berpengaruh pada penataan jabatan di tingkat kecamatan. Pengurangan jumlah kepala seksi diperkirakan berdampak pada sekitar 26 pejabat yang nantinya memerlukan penyesuaian penempatan.

Dalam forum diskusi, Ketua Bapemperda H. Dalam menekankan pentingnya keterbukaan data skoring dan tipologi perangkat daerah. Ia juga mempertanyakan status Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang masih bertipe B.

Menanggapi hal tersebut, Bagian Organisasi Setda menyebut data skoring telah tersedia dan akan disampaikan sebagai bahan pembahasan lanjutan. Penetapan tipologi Disdukcapil juga disebut telah memperoleh persetujuan Kementerian Dalam Negeri bersama kementerian teknis terkait dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan sumber daya manusia sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016.

Anggota Bapemperda lainnya, Muhaemin, menyoroti pengelolaan aset daerah serta potensi kekosongan jabatan akibat restrukturisasi organisasi. Ia juga meminta penjelasan mengenai tipologi kecamatan, khususnya Kecamatan Pasekan.

Sementara Bhisma Panji Dhewanthara menilai perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) kali ini lebih realistis karena disusun berdasarkan kebutuhan riil daerah.

Menjawab hal itu, Bagian Organisasi Setda menjelaskan Kecamatan Pasekan memperoleh skor di atas 700 berdasarkan perhitungan sesuai PP Nomor 18 Tahun 2016 sehingga masuk kategori kecamatan tipe A.

Melalui pembahasan tersebut, Bapemperda DPRD Indramayu berharap perubahan Raperda mampu melahirkan struktur kelembagaan yang lebih proporsional, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Indramayu.

Reporter : Andika

Ratusan Nelayan Karangsong Tolak Rencana Kenaikan Solar Bersubsidi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Gerakan Nelayan Pantura menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kenaikan harga solar bersubsidi yang dinilai akan semakin membebani para nelayan, Senin (4/5/2026).

Ratusan nelayan bersama aktivis pesisir turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan aspirasi secara terbuka dan menilai kebijakan kenaikan bahan bakar minyak, khususnya solar bersubsidi, akan berdampak langsung pada melonjaknya biaya operasional melaut.

Ketua GNP, Kajidin, mengatakan kondisi nelayan saat ini sudah cukup sulit akibat tingginya biaya operasional dan hasil tangkapan yang tidak menentu.

“Kalau harga solar naik, nelayan semakin berat untuk melaut. Pengeluaran tinggi, sementara pendapatan tidak bisa dipastikan,” ujarnya saat menyampaikan orasi di hadapan massa aksi.

Para nelayan mengaku selama ini sudah menghadapi mahalnya harga BBM non-subsidi serta keterbatasan akses bahan bakar bagi kapal-kapal berukuran besar. Mereka khawatir apabila harga solar subsidi ikut naik, maka semakin banyak kapal yang tidak lagi beroperasi.

Kondisi tersebut, menurut mereka, mulai terlihat di kawasan Pelabuhan Perikanan Karangsong. Sejumlah kapal tampak bersandar dan tidak melaut karena tingginya biaya kebutuhan operasional.

Selain persoalan ekonomi nelayan, GNP juga menyoroti dampak sosial yang berpotensi muncul apabila kebijakan tersebut diberlakukan. Mereka menilai kenaikan harga solar subsidi dapat memicu meningkatnya pengangguran di wilayah pesisir, menurunkan pendapatan masyarakat nelayan, hingga melemahkan roda perekonomian daerah.

Dalam aksi tersebut, para nelayan menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah, yakni menolak kenaikan harga solar bersubsidi untuk nelayan, menjamin ketersediaan BBM dengan harga terjangkau, serta memberikan perlindungan terhadap keberlangsungan usaha perikanan tangkap.

Aksi mimbar bebas berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Massa berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi nelayan serta mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap kehidupan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Pantura Indramayu.

Reporter : Andika

Desa Krasak Jadi Percontohan Pendidikan di Indramayu, Program “Reang Belajar” Tekan Angka Putus Sekolah

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, berhasil mencuri perhatian publik berkat inovasi pendidikan yang digagas Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arif. Melalui program bertajuk “Reang Belajar”, desa tersebut dinilai sukses berkontribusi dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memberantas buta huruf di wilayahnya.

Program “Reang Belajar” lahir dari kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi anak-anak putus sekolah serta masyarakat yang belum mampu membaca dan menulis. Dalam pelaksanaannya, Kuwu Khairul Isma Arif turun langsung menjadi “orang tua asuh” bagi warga yang membutuhkan pendampingan pendidikan.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Dalam kurun satu tahun terakhir, angka ATS di Kabupaten Indramayu berhasil ditekan hingga sekitar 1.200 anak, dan Desa Krasak menjadi salah satu desa yang dinilai berperan aktif dalam pencapaian tersebut.

Atas dedikasinya di bidang pendidikan, Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti, menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Khairul Isma Arif sebagai “Inisiator Peduli Pendidikan” pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pemerintah Desa Krasak dalam mendukung program prioritas daerah melalui gerakan “Indramayu Belajar”.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Desa Krasak patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu dalam upaya menekan angka putus sekolah.

“Disdikbud mengapresiasi kepedulian Pemerintah Desa Krasak dalam mendukung penurunan angka ATS. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya di Kabupaten Indramayu,” ujar Caridin.

Ia menambahkan, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Indramayu masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pihaknya terus mendorong berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia agar Indramayu mampu bersaing dengan daerah lain serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pendidikan.

Sementara itu, Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arif, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Krasak yang telah mendukung program “Reang Belajar”.

Menurutnya, program tersebut bertujuan memberikan harapan baru bagi anak-anak putus sekolah agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita mereka.

“Saya tidak pernah menyangka program ini mendapat perhatian dan apresiasi dari banyak pihak. Awalnya hanya ingin memastikan tidak ada anak yang putus sekolah di desa kami,” ungkapnya.

Khairul menegaskan, penghargaan tersebut dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Desa Krasak sebagai bentuk kerja bersama dalam membangun dunia pendidikan desa.

Dukungan terhadap langkah inovatif Desa Krasak juga datang dari Camat Jatibarang, Mardono. Ia menilai Desa Krasak sebagai salah satu desa yang aktif dan progresif dalam melahirkan berbagai inovasi pembangunan.

“Kami dari pemerintah kecamatan sangat mengapresiasi Desa Krasak yang terus aktif dan proaktif dalam berbagai program pembangunan. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dengan dukungan seluruh masyarakat,” katanya.

Selain sektor pendidikan, Desa Krasak juga menorehkan sejumlah prestasi lain di tingkat daerah. Desa yang dikenal sebagai penghasil Mangga Gedong Gincu tersebut masuk dalam 10 besar Mini Project terbaik Gapura Sapta Pesona (GSP) Tahun 2025 yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Tak hanya itu, Desa Krasak juga meraih penghargaan dalam ajang Lomba Desa Tingkat Kabupaten serta Lomba Kebersihan Kabupaten Indramayu.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi berkelanjutan, Desa Krasak membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi hambatan untuk menghadirkan perubahan nyata demi masa depan generasi muda yang lebih baik.

Sumber : Diskominfo Indramayu
Andika