BOGOR.radarinformasi.com– Untuk memelihara keamanan dan ketertiban (Harkamtibmas) di wilayah Polsek Caringin, Kapolsek Caringin Polres Bogor Akp Hendra Kurnia, S.H., M.M., melaksanakan silaturahmi dengan pengurus MWC NU Caringin Kabupaten Bogor pada Sabtu, 29 Juni 2024.
Selain bersilaturahmi, Kapolsek juga menghimbau agar masyarakat bersama-sama mengantisipasi dan melaporkan bila ada tawuran disekitar, geng motor atau balapan liar, kejahatan dan kriminalitas dijalan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya.
Kapolres Bogor Akbp Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Caringin Akp Hendra Kurnia, S.H., M.M., menyampaikan, “Jajaran Polres dan Polsek akan meningkatkan komunikasi, koordinasi dan akan selalu bersinergi dengan pihak TNI, Kecamatan dan dinas terkait lainnya dalam menjaga (Harkamtibmas) di wilayah Polsek Caringin agar situasi aman dan nyaman bagi masyarakat,”.
Sampai berita ini diturunkan, giat berjalan dengan lancar dan kondusif.
BOGOR.radarinformasi.com- Serda Komarudin selalu Babinsa Desa Bitingsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, menghadiri kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional dan santunan Anak Yatim di Caffe Moje RT.01/06, Sabtu (29/06/24).
Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Bitungsari yang diwakilkan oleh Sekdes, Kapolsek Ciawi, Iwan Setiawan (Sekjen BKN), Dewi Dewi Agustini (BNNK), Babinmas Bitungsari Aiptu Sutrisno dan 30 anak yatim.
“Kegiatan ini selain dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional juga diisi dengan bakti sosial, yaitu dengan cara menyantuni 30 anak yatim, dalam kegiatan ini juga diberikan penyuluhan terkait bahaya narkoba bagi para generasi muda”, ujar Serda Komarudin Babinsa 0621-11/Ciawi.
SUMUT.radarinformasi.com – Kehadiran Bakal Calon Gubernur Sumut Dr Drs. Nikson Nababan M.Si bersama rombongan di Desa Lau Peradep, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo disambut masyarakat desa dengan suasana kekeluargaan, Jumat (28/6).
Ketua Panitia Pesta Tahunan Gendang Guro-Guro Aron, Ranzez Sembiring bersama Kepala Desa Lau Peradep, Anthony Ginting langsung mendampingi Nikson Nababan menuju tempat acara pesta yang sudah dipadati oleh ratusan masyarakat.
“Saya sangat senang sekali bisa sampai ke tempat ini meskipun kehadiran saya tadi terlambat tiba di acara ini. Mohon dimaklumi dan kami pun sangat bangga dapat hadir ke tempat ini,” sebut Nikson.
Nikson mengatakan jika kehadirannya di acara tersebut guna bersilaturahmi agar lebih dekat dengan masyarakat.
Nikson Nababan mengungkapkan, keberhasilannya ketika pertama kali menjadi Bupati Taput, dengan mulai membenahi infrastruktur desa. Selanjutnya membenahi pelayanan kesehatan dan pendidikan, termasuk menambah satu bulan tunjangan bagi ASN yang tinggal di daerah terpencil.
Untuk peningkatan lahan pertanian, Nikson mengaku di kepemimpinannya itu sebanyak 6.000 hektare lahan tidur berhasil dimanfaatkan dan menghasilkan bagi masyarakat desa dan petani.
Demikian juga soal pupuk, Nikson Nababan membuat kebijakan setelah panen baru dibayar. “Petani kita sudah berhutang, jadi harus kita bantu secara intens. Itulah salah satu strategi untuk meningkatkan pertanian di Taput yang saya lakukan,” ujar Politisi PDIP itu.
Dalam hal kesehatan, Nikson pun menyebut rumah sakit juga didorong dengan fasilitas kesehatan yang layak dan memadai.
Dijelaskan lagi, bidang pendidikan juga tak kalah pentingnya. “Sekolah unggulan harus kita ciptakan. Karena peserta didik kita ada yang unggul di formal, ada juga untuk informal,” sebutnya.
“Visi misi saya sudah saya terapkan Rp60 juta per desa untuk pembangunan fisik pada 2013, kemudian diadopsi oleh Pemerintah Pusat dengan menetapkan bantuan dana desa pada 2016,” ujar Nikson.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Taput ini juga menyebut keinginannya maju menjadi calon Gubsu karena melihat Sumut perlu dibenahi dan dilakukan pembangunan yang dimulai dari desa.
“Saya akan angkat pengalaman saya saat menjadi bupati Tapanuli Utara selama dua periode yang sudah 10 kali mendapatkan Prestasi WTP. Selain itu, saya akan meniadakan semua pungutan. Sumatera Utara akan kita ubah menjadi ‘semua urusan mesti urus tuntas’, ” jelasnya disambut riuh tepuk tangan masyarakat.
Di desa itu, Nikson menitipkan salam untuk seluruh masyarakat tanah Karo terutama warga Desa Lau Peradep.
“Harapan saya ke depan janganlah mau menjual suara kita. Di November ini saya harapkan terutama para tokoh-tokoh di daerah ini agar mencerdaskan masyarakat dan memilih calon yang sesuai dengan harapan,” ucap Nikson sembari berjanji akan kembali mengunjungi desa itu saat kampanye nanti.
Tak lupa, Nikson Nababan menyumbangkan suara emasnya bernyanyi di hadapan ratusan masyarakat desa yang menambah semarak acara pesta Tahunan Gendang Guro-Guro Aron itu.
Kepala Desa Lau Peradep Anthony Ginting, kepada wartawan menyebut sangat senang dengan hadirnya sosok Nikson di acara tahunan Gendang Guro-Guro Aron di desanya.
“Tentunya kami masyarakat Desa Lau Peradep sangat senang di kampung kami yang kecil ini dikunjungi Pak Nikson yang awalnya kami tidak mengenal dan setelah datang ke tempat ini akhirnya kami tau beliau adalah mantan Bupati. Apalagi selama ini tidak pernah ada pejabat yang datang ke acara pesata tahunan di tempat itu,” ujarnya.
BOGOR.radarinformasi.com- Seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor berhasil diamankan oleh Polsek Nanggung pada Jumat, 28 Juni 2024 di Kampung Liud, Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Sabtu (29/6/2024)
Menurut laporan dari Kapolsek Nanggung AKP Ade Kamsa, “Penangkapan bermula saat dua anggota kepolisian, BRIPKA Prasyto dan AIPTU Yudi, sedang melakukan patroli rutin di daerah Kalong Liud. Saat melintasi jalan, mereka melihat sebuah sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan dengan dua orang pria yang mencurigakan sedang jongkok di bawah pohon pisang. Ketika didekati untuk pemeriksaan, salah satu pria melarikan diri, sementara yang lainnya berhasil diamankan oleh petugas,”.
Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan beberapa barang bukti yakni, satu buah golok yang diikat di pinggang, sebuah tas hitam yang berisi dompet berwarna pink, dan satu set kunci T di kantong celananya. Pelaku kemudian dibawa ke kantor Polsek Nanggung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui telah melakukan pencurian sebuah sepeda motor merk Honda Beat Street berwarna hitam dengan nomor polisi F 2266 FDE di perumahan Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Terduga pelaku U (31th) diketahui bekerja sebagai wiraswasta dan merupakan warga Kampung Tangsel, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Selain sepeda motor hasil curian, polisi juga menyita berbagai barang bukti lainnya, seperti satu buah kunci kontak, satu tas berisi golok, tang potong, botol minuman keras, jas hujan, topi, kunci pas, dompet berisi kunci T, uang tunai Rp 79.000, (Tujuh Puluh Sembilan Ribu Rupiah) beberapa pelat nomor kendaraan, serta pelepah pisang yang diduga berisi narkotika jenis sabu.
“Tindakan yang telah dilakukan termasuk mengamankan pelaku dan barang bukti, melakukan pemeriksaan awal, serta berkoordinasi dengan Polsek Ciomas. Laporan ini juga telah disampaikan kepada pimpinan untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut,” jelas Kapolsek Nanggung
Kasus ini tengah dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam aksi kejahatan serupa di wilayah lain. Polisi menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Sampai berita ini diturunkan proses hukum masih berjalan dan situasi sudah kondusif.
BOGOR.radarinformasi.com- Masyarakat disekitar Kampung Rawajamun, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, digemparkan dengan penemuan mayat laki-laki yang tergantung di dalam sebuah warung kosong. Kejadian ini dilaporkan pada pukul 09.00 WIB oleh seorang warga yang melintas. Jumat (28/6/2024)
Saksi yang sedang mengendarai motor melihat kerumunan orang di depan warung kosong. Setelah berhenti, ia mendapat informasi bahwa terdapat seorang pria yang bunuh diri di dalam warung tersebut. Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan dengan leher terikat tali tambang ke bagian bambu dalam warung. Diketahui korban bernama YJ (40), telah meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang mulai membusuk dan dipenuhi lalat.
Mengetahui hal tersebut, saksi segera melaporkan kejadian ini kepada Aipda Guntur dari unit Sabhara Polsek Cileungsi. Pihak kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Cileungsi, Kompol Wahyu Maduransyah Putra bersama tim langsung bergerak menuju lokasi. Tim tersebut terdiri dari berbagai unit termasuk Reskrim, Binmas, Sabhara, serta tim Identifikasi Inafis Polres Bogor yang dipimpin oleh Aiptu Sumiyanto, langsung melakukan olah TKP.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Wahyu Maduransyah Putra, ST,.SIK,.MH menjelaskan, “Pihak Kepolisian telah mengambil beberapa tindakan meliputi menerima laporan, mendatangi dan melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, mendokumentasikan kejadian, mengumpulkan barang bukti, melakukan identifikasi Inafis, serta membuat laporan kepada satuan atas,”.
Sementara itu, korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan autopsi.
“Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dari kejadian ini,” ungkap Kompol Wahyu Maduransyah Putra.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan di sekitar,” pungkasnya.
Sampai berita ini diturunkan situasi ditempat kejadian sudah kondusif. Disisi lain, Pihak Kepolisian sudah menghubungi pihak keluarga korban sambil menunggu hasil autopsi.
BOGOR.radarinformasi.com- Polsek Cariu berhasil amankan diduga pelaku pencurian gabah padi di Kampung Cikendi, Desa Sukajadi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, pada Kamis, 27 Juni 2024 sekitar pukul 11.00 WIB. Jumat (28/6/2024)
Pelaku SR (24) yang sempat diamuk warga langsung diamankan dan diserahkan ke pihak Kepolisian. Setelah tertangkap, diduga pelaku telah mencuri dua karung gabah padi.
Kapolsek Cariu Kompol Denden Sukmara, SE,.ME menjelaskan, “Peristiwa tersebut bermula dari informasi masyarakat yang melihat pelaku mengambil dua karung gabah padi seberat 80 kg milik salah seorang warga di sawahnya. Warga yang curiga kemudian menangkap dan membawa pelaku ke Kantor Desa Sukajadi,”.
Pihak Polsek Cariu yang terdiri dari Panit Reskrim, Piket Reskrim, dan Piket Fungsi segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Pelaku yang sempat diamuk massa oleh warga setempat, langsung dibawa ke Puskesmas Cariu untuk mendapatkan perawatan medis sebelum dirujuk ke RSUD Cileungsi.
“Pihak Kepolisian telah melakukan cek dan olah TKP, interogasi saksi-saksi, pengobatan pelaku, penyelidikan, pengumpulan barang bukti, dokumentasi, dan melaporkan perkembangan kasus kepada pimpinan,” tegas Kapolsek Cariu.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang cepat tanggap melaporkan kejadian ini dan turut membantu mengamankan pelaku. Kami akan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan keadilan bagi semua pihak,” tutupnya.
Pelaku diketahui berasal dari Kampung Cibadak, Desa Karang Indah, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, saat ini telah ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut. Terduga pelaku dengan jelas melanggar Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun.
Sampai berita ini diturunkan, kondisi disekitar tempat kejadian sudah kembali kondusif. Perkembangan mengenai kasus ini akan terus dilaporkan kepada pimpinan Polres Bogor.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Estomihi Sihombing, Pegawai Negeri Sipil Negeri di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) harus mengubur mimpi dan harapannya untuk bisa meniti karir menduduki jabatan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemkab Taput sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Taput maupun jabatannya struktural lainnya setingkat eselon II.
Pasalnya, meski sudah memenuhi persyaratan melalui hasil seleksi terbuka untuk mengisi jabatan Sekwan Taput serta mendapat rekomendasi dari pimpinan DPRD Taput pada April lalu, namun Pj. Bupati Taput belum mengajukan namanya ke Mendagri agar dilakukan pengangkatan.
Pada Minggu,16 Juni, lalu, pun, Estomihi Sihombing genap berusia 56 Tahun. Sesuai dengan ketentuan peraturan tentang manajemen PNS, salah satu persyaratan untuk dapat menduduki jabatan JPT Pratama adalah berusia paling tinggi 56 Tahun. Mengacu aturan tersebut, Estomihi Sihombing dipastikan tidak lagi memenuhi persyaratan dari sisi usia maksimal untuk menjabat JPT Pratama.
Kepada wartawan yang mewawancarainya, Estomihi Sihombing mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Pj.Bupati Taput Dimposma Sihombing.
Ia mengatakan, sebagai manusia biasa dan seorang PNS adalah hal yang wajar jika seseorang ingin berkarir dan menjadi kebanggaan tersendiri apabila bisa menjabat jabatan eselon II di usia menuju pensiun.
“Tapi dengan keadaan sekarang, saya merasa terzalimi. Saya merasa dikecewakan. Hasil selter saya disebut menduduki peringkat pertama untuk jabatan sekretaris DPRD Taput. Dan sudah mendapat rekomendasi dari pimpinan DPRD, tapi kenapa belum ditindaklanjuti. Kalau begini perlakuannya, ini sudah tidak profesional. Badan pertimbangan jabatan dan pangkat (baperjakat) harus mempertanyakan kenapa hasil selter itu tidak ditindaklanjuti. Apalagi selter itu menggunakan anggaran negara, tidak bisa main- main,” kata Estomihi.
Esto mengatakan, siapapun orangnya PNS di Pemkab Taput yang sudah lulus seleksi tetapi tidak jadi dilantik, pasti akan mengalami kekecewaan yang mendalam.
“Kalau memang Pj. Bupati Taput ragu dengan hasil selter karena seleksinya mungkin di jaman mantan Bupati, saya siap untuk dipanggil dan diuji oleh Pj. Bupati Taput untuk mengetahui sampai dimana menguasai tugas agar menjadi pertimbangan bagi Pj. Bupati Taput mengajukan saya diangkat sebagai sekretaris DPRD Taput. Secara pribadi juga, saya bersama rekan yang lulus seleksi juga sudah mengkomunikasikan kepada Pj. Bupati Taput untuk meneruskan dan memperhatikan hasil seleksi kami. Tapi belakangan yang kita dengar Pj. Bupati Taput justru meminta rekom lagi dari DPRD lagi,” katanya.
Lebih lanjut Esto mengatakan, kekecewaan itu ia rasakan semakin lebih pahit, karena Pj. Bupati Taput seorang yang bermarga sihombing.
“Masa jadi sihombing yang mau dikorbankan. Orang batak mengatakan Makkuling do mudar. Padahal anak abangnya yang sekarang ajudan nya saat ini saya perjuangkan dulu masuk di dinas pariwisata dan sekarang bisa menjadi P3K. Bisa ditanyakan sama pak YC. Hutauruk mantan kepala dinas pariwisata,” ungkapnya.
Estomihi mengatakan, tidak diajukannya namanya untuk diangkat menjadi sekretaris DPRD Taput sama dengan membunuh karirnya sebagai PNS.
“Mudah-mudahan mereka paham dan mengerti bahwa pemimpin itu silih berhanti. Kadang di atas kadang di bawah. Tapi biarlah Tuhan yang mengampuninya,” katanya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kabupaten Taput, Benjamin Nababan yang dikonfirmasi membenarkan bahwa Estomihi Sihombing merupakan salah satu peserta seleksi terbuka untuk jabatan Sekretaris DPRD Taput. Ia menjelaskan, hasil selter yang keluar pada Maret lalu telah merekomendasikan nama Estomihi Sihombing. Dan pimpinan DPRD Taput juga telah menyetujui pengangkatan Estomihi Sihombing untuk jabatan Sekretaris DPRD Taput.
Berdasarkan hasil selter dan rekomendasi pimpinan DPRD Taput, maka Bupati Taput Nikson Nababan menyurati Pj. Gubernur Sumut untuk diteruskan ke Mendagri tentang permohonan penerbitan surat pengantar persetujuan pelaksanaan pengangkatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Namun, belum sempat mendapat jawaban, Bupati Taput Nikson Nababan akhirnya menghabiskan periode masa jabatnnya pada tanggal 23 April, lalu.
Diterangkan Benjamin, pada tanggal 10 Mei 2024, Mendagri membalas surat Pj. Gubernur Sumut tertanggal 16 April perihal usul pengangkatan pejabat pimpinan tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan jawaban mengingat Bupati Tapanuli Utara telah berakhir masa jabatannya pada 23 April, maka untuk menjaga stabilitas penyelenggaran pemerintah daerah di masa transisi kepemimpinan, maka permohonan pengangkatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dj lingkungan Pemkab Taput belum dapat disetujui. Selanjutnya, pengangkatan dan pelantikan dapat dilakukan didasari pertimbangan dari Pj. Bupati Taput dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan persetujuan tertulis Menteri Dalam Negeri. Dalam surat Kemendagri tersebut, Pj Gubernur sumut sebagai wakil Pemerintah Pusat agar menyampaikan hal tersebut kepada Pj. Bupati Taput.
“Proses selanjutnya, saya sendiri tidak tahu lagi tindaklanjutnya karena kami belum pernah diperintah untuk mengkonsep surat dari bapak penjabat Bupati, ” kata Benjamin menjawab apakah hasil selter tersebut sudah disurati oleh Pj. Bupati Taput.
Benjamin yang ditanyakan perihal Estomisi Sihombing, salah satu peserta Selter sudah berusia lebih 56 tahun dan sesuai aturan tidak dimungkinkan untuk diangkat menjabat pimpinan tinggi pratama, membenarkan bahwa sesuai Peraturan Pemerintah tentang manajemen PNS, salah satu persyaratan untuk dapat diangkat menjabat pimpinan tinggi pratama adalah berusia maksimal paling tinggi 56 Tahun.
“Di dalam peraturan itu disebutkan bahwa untuk dapat diangkat menjadi pejabat pimpinan tinggi pratama usia paling tinggi 56 Tahun pada saat pengangkatan. Artinya 56 Tahun lewat hari pun sudah tidak bisa lagi,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Taput Arifin Rudi Nababan mengatakan bahwa sebelumnya pimpinan DPRD Taput telah membalas surat Bupati Taput Nikson Nababan tentang persetujuan pengangkatan Estomihi Sihombing untuk jabatan Sekretaris DPRD Taput. Namun lanjutnya, Pj. Bupati Taput Dimposma Sihombing kembali menyurati pimpinan DPRD meminta rekomendasi dari DPRD tentang pejabat Sekretaris DPRD Taput.
“Menjawab surat Pj. Bupati Taput Dimposma Sihombing sudah kami sampaikan, bahwa sebelumnya pimpinan DPRD Taput sudah merekomedasikan nama Estomihi Sihombing untuk diangkat menjadi pejabat sekretaris DPRD Taput. Kenapa diminta rekomendasi lagi. Dan rekomendasi pertama sudah bagaimana tindaklanjutnya. Tapi sampai saat ini belum ada jawaban dari Pj. Bupati Taput,” terang Arifin Rudi Nababan.
Sementara itu, upaya konfirmasi yang dicoba dilakukan awak media terhadap Pj. Bupati Taput Dimposma Sihombing belum berhasil.
Hasil penelurusan awak media , pada bulan Maret lalu, Pemkab Taput melaksanakan seleksi terbuka untuk mengisi kekosongan 3 jabatan eselon II. 3 Jabatan yang kosong itu diantaranya Kepala Dinas Ketenagakerjaan karena pejabat sebelumnya sudah pensiun, Kepala Dinas Perpustakaan karena pejabat sebelumnya dirotasi menjadi staf ahli dan jabatan Sekretaris DPRD yang ditinggal pejabat sebelumnya karena meninggal dunia.
Pada tanggal 25 Maret lalu, hasil selter pun keluar. Untuk jabatan Sekretaris DPRD Taput, panitia seleksi mengeluarkan 3 nama. Diantaranya Estomihi Sihombing, Tohom Silaban dan Tutur Simanjuntak. Khusus untuk jabatan Sekretaris DPRD, sesuai dengan ketentuan peraturan, Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian harus meminta rekomendasi dari pimpinan DPRD setempat. Melalui Surat tertanggal 1 April, Bupati Taput Nikson Nababan pun mengirimkan surat kepada Pimpinan DPRD perihal permohonan pemberian rekomendasi untuk Estomihi Sihombing untuk diangkat menjadi Sekretaris DPRD Taput. Pimpinan DPRD Taput melalui keputusan pimpinan DPRD Taput nomor 06 Tahun 2024 membalas surat Bupati Taput dan menyetujui pengangkatan Estomihi Sihombing untuk jabatan Sekretaris DPRD Taput. Selanjutnya, Bupati Taput Nikson Nababan menyurati Pj.Gubernur Sumatra Utara untuk diteruskan ke Mendagri tentang permohonan penerbitan surat pengantar persetujuan pelaksanaan pengangkatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Namun, belum sempat mendapat jawaban, Bupati Taput Nikson Nababan akhirnya menghabiskan periode masa jabatnnya pada tanggal 23 April, lalu.
Pada tanggal 10 Mei 2024, Kemendagri membalas surat Pj. Gubernur Sumut tertanggal 16 April perihal usul pengangkatan pejabat pimpinan tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan jawaban bahwa mengingat Bupati Tapanuli Utara telah berakhir masa jabatannya pada 23 April, untuk menjaga stabilitas penyelenggaran pemerintah daerah di masa transisi kepemimpinan, maka permohonan pengangkatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dj lingkungan Pemkab Taput belum dapat disetujui. Disebutkan juga, pengangkatan dan pelantikan dapat dilakukan didasari pertimbangan dari Pj. Bupati Taput dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan persetujuan tertulis Menteri Dalam Negeri. Dalam surat Kemendagri tersebut, Pj Gubernur sumut sebagai wakil Pemerintah Pusat agar menyampaikan hal tersebut kepada Pj. Bupati Taput.
Selanjutnya, Pj. Bupati Taput Dimposma Sihombing menyurati pimpinan DPRD Taput pada tanggal 31 Mei 2024 tentang konsultasi pengangkatan Sekretaris DPRD Taput. Yang kemudian disusul dengan surat kedua tertanggal 7 Juni 2024 dengan hal yang sama konsultasi pengangkatan sekretaris DPRD Taput. Dalam surat itu Pj. Bupati Taput memuat 3 nama hasil seleki terbuka yang telah disetujui oleh Komisi Aparatur Sipil Negeri yakni Estomihi Sihombing, Tohom Silaban dan Tutur Simanjuntak. Surat Pj. Bupati Taput Dimposma Sihombing itupun dibalas pimpinan DPRD Taput pada tanggal 14 Juni tentang tanggapan atas permintaan rekomendasi Calon Sekretaris DPRD Taput.
Selain hasil selter untuk Sekretaris DPRD Taput, hasil selter untuk 2 jabatan lainnya juga yakni posisi Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Kepala Dinas Perpustakaan Taput belum ditindaklanjuti.
BOGOR.radarinformasi.com- Lokasi pengelolaan objek wisata Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor diantaranya objek Wisata Curug Cipamingkis, Curug Ciherang, Talaga Saat dan Gunung Dago ke Econique Perhutani Alam Wisata (PT. Palawi Risorsis) bertempat di Aula Caffe Wisata Curug Cipamingkis di Sukamakmur, Kabupaten Bogor lakukan spin-off pada Kamis (27/06/24).
Acara dibuka oleh Administratur/KKPH Bogor Ade Sugiharto bersama Senior Executive Vice President Operasional Maman Rosmantika serta General Manager Ekowisata Wilayah Barat Nuryanti Tripawestri.
Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Administratur/KSKPH Bogor Erlandi beserta Kepala Seksi Pengembangan Bisnis Endang Rusmaya, Asisten Perhutani/KBKPH Bogor Denih Sutisna berserta jajaran. Sementara dari pengelola wisata hadir Direktur CV. Danial Putra Mandiri Deden Hidayat pengelola Wisata Curug Cipamingkis, Direktur PT. Bangun Persada Yudo Pianto pengelola Wisata Curug Ciherang dan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Tugu Utara, LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Puncak Lestari.
Pada kesempatan tersebut Ade Sugiharto menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memperlancar proses peralihan atau spin off agar berjalan sesuai yang diharapkan.
“Spin-off merupakan kebijakan Perum Perhutani Group guna dicapai tujuan strategis dan operasional, dalam peningkatan fokus bisnis yang lebih profesional dan efektif dengan pengembangan sumber daya manusia yang dikhususkan sehingga pengambilan keputusan lebih cepat, fleksibel serta dinamis dalam pengembangan produk atau layanan yang inovatif”, tuturnya.
Sementara Deden Hidayat menyampaikan bahwa terkait spin-off wisata, pihaknya menyambut baik dan berharap semoga pengelolaan dan pengembangan wisata akan semakin baik serta maju dalam pengembangannya oleh Econique yang akan berimplikasi positif kepada keduanya.
BOGOR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lulut tinjau lokasi rencana pengerasan jalan desa pada Sabtu 22 Juni 2024 di Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Jumat (28/06/24).
Hadir pada kesempatan tersebut Asisten Perhutani (Asper)/KBKPH Jonggol Agus Abdurachman, Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Gunung Karang Bagja beserta jajarannya, Perwakilan BPD Lulut Cecep dan anggota, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Lulut Pembantu Letnan Dua (Pelda) Sabar, Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polsek Lulut.
Pada kesempatan tersebut mewakili Administratur/KKPH Bogor Agus menyampaikan bahwa pihaknya meninjau dalam rangka koordinasi terkait rencana pengerasan jalan yang saat ini sudah ada, masih berupa bebatuan dan jalan tersebut merupakan akses masyarakat Desa Lulut yang saat ini tinggal tahap pengerasan. Rencana pengerasan jalan tersebut akan menggunakan alat berat.
“Pada prinsipnya kami mendukung kegiatan pembuatan akses jalan untuk kepentingan masyarakat tetapi dikarenakan berbatasan dengan kawasan hutan wilayah RPH Gunung Karang, kita bersama-sama untuk mengawasinya dan dari hasil tinjauan, ada yang terindikasi masuk kawasan hutan”.
“Terkait hal tersebut agar ditempuh dulu prosedur atau mekanismenya agar legalitasnya jelas sehingga kami meminta untuk tidak dilakukan pengerasan sementara waktu untuk yang terindikasi masuk kawasan hutan dan yang diluar agar dilanjutkan sembari berkoordinasi agar statusnya clean dan clear, tidak menimbulkan masalah dikemudian hari”, tuturnya.
Sementara Cecep menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik terkait arahan Perhutani KPH Bogor dan akan berkoordinasi lebih lanjut bersama pihak terkait untuk kelancaran kegiatan pembuatan jalan Desa Lulut yang dananya bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Bogor.
“Semoga jalan desa ini dapat segera secepatnya terealisasi sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat khususnya untuk akses dan mobilitas masyarakat Desa Lulut”, ucapnya.
CIANJUR.radarinformasi.com- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor ikuti pembinaan teknis Kepolisian Khusus Kehutanan di Aula Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cipanas, Cianjur yang diselenggarakan oleh Satuan Pembinaan Masyarakat Polisi Daerah (Satbinmas Polda) Jawa Barat pada Selasa 25 Juni 2024. Jumat (28/06/24).
Kegiatan diikuti oleh Polisi Khusus (Polsus) Kehutanan dari Perhutani KPH Bogor, KPH Cianjur dan KPH Sukabumi masing-masing sebanyak 5 peserta serta dari Balai Besar TNGGP sebanyak 20 peserta dan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak sebanyak 10 peserta yang dilakukan pembinaan teknis oleh Tim Satbinmas Polda Jawa Barat.
Dalam keterangannya Administratur/KKPH Bogor Ade Sugiharto mengatakan bahwa kegiatan bintek tersebut merupakan kegiatan rutin yang diadakan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan di bidang teknis Kepolisian Khusus Kehutanan.
“Semoga dengan bimbingan teknis ini para anggota Polhut atau Polisi Khusus Kehutanan dapat mengaplikasikannya, implementasi dalam menunjang tugas yang diembannya atau rutinitas pekerjaan sehari-hari”, tuturnya.
Sementara Kasi Binlat Subdit Bin Satpam/Polsus Direktorat Binmas Jabar Kompol Gatot Sri K menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rencana dari Direktorat Binmas Polda Jabar Tahun 2024 dalam rangka peningkatan kemampuan anggota Polsus Kehutanan di bidang teknis Kepolisian dan Kesamaptaan Jasmani.