Bapperida Indramayu Gandeng BRIN dan PNJ Kembangkan Produk Unggulan Daerah

INDRAMAYU.adarinformasi.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu terus memperkuat pengembangan produk unggulan daerah melalui kolaborasi riset dan inovasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan lapangan tim BRIN dan PNJ ke Kabupaten Indramayu dalam rangka kajian penguatan produk unggulan daerah melalui hilirisasi sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bapperida Kabupaten Indramayu itu dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Indramayu.

Agenda koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah melalui sinergi pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga riset nasional.

Tim Bapperida Kabupaten Indramayu dipimpin Titan Listiani selaku Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA). Sementara tim BRIN dipimpin Robbi Prayudha.

Dalam pemaparannya, Robbi Prayudha menjelaskan hasil analisis menggunakan metode Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Klassen yang menunjukkan bahwa komoditas unggulan Kabupaten Indramayu meliputi beras, mangga, dan ikan.

Menurutnya, ketiga komoditas tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui penguatan hilirisasi dan inovasi daerah guna meningkatkan nilai tambah produk.

Pada kunjungan lapangan hari pertama, tim BRIN bersama Bapperida mengunjungi Desa Krasak yang dikenal sebagai sentra Mangga Gedong Gincu. Rombongan juga meninjau desa ekonomi kreatif, pelaku usaha nastar mangga Mimide, serta sentra olahan mangga milik Hj. Kasturi untuk melihat langsung potensi pengembangan produk berbasis mangga.

Sementara pada hari kedua, kunjungan dilanjutkan ke TPI Karangsong, Dusun Kerupuk Desa Kenanga, sentra produksi lele, hingga pabrik pakan ikan milik H. Dodi guna meninjau potensi sektor perikanan dan pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Indramayu.

Ke depan, hasil koordinasi dan kunjungan lapangan tersebut akan ditindaklanjuti melalui kerja sama riset dan inovasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, BRIN, dan PNJ.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pengembangan hilirisasi produk unggulan daerah dapat semakin optimal melalui penguatan riset, inovasi, serta kerja sama lintas sektor.

Sinergi antara pemerintah daerah, BRIN, dan PNJ juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk unggulan Kabupaten Indramayu di tingkat regional maupun nasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *