BOGOR.radarinformasi.com – Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi disertai kemungkinan kongkalikong dengan petugas SPBU mencuat di Jalan Raya Sukaraja–Sukabumi, tepatnya di wilayah Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Seorang pengendara motor tertangkap tangan bolak-balik ke area SPBU hingga enam kali dalam satu malam untuk mengisi BBM subsidi jenis pertalite penuh. Setelah tangki penuh, bensin tersebut diduga dipindahkan ke jerigen di seberang jalan menggunakan selang.
Informasi di lapangan menyebutkan, setiap kali pengisian, pelaku memberikan uang tip sebesar Rp2.000–Rp3.000 kepada operator SPBU agar aksinya lancar. Modus ini menimbulkan kecurigaan adanya pembiaran, bahkan kemungkinan kerja sama antara pelaku dan petugas di lapangan.
Pelaku berdalih tidak melakukan pelanggaran karena membeli, bukan mencuri, serta mengaku menyalurkan BBM itu ke warga pelosok yang kesulitan membeli bensin. Namun, praktik tersebut tetap dikategorikan penimbunan BBM subsidi, tindakan yang melanggar hukum dan berpotensi merugikan negara.
Saat dikonfirmasi awak media, pengawas SPBU setempat mengelak mengetahui adanya praktik tersebut. “Siapa pun yang beli tetap kami layani. Soal uang tip untuk operator saya tidak tahu, dan saya sudah larang keras mereka,” ujarnya dengan nada tinggi saat ditemui di lokasi.
Kini pelaku bersama barang bukti satu unit motor telah diamankan oleh Polsek Caringin untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebagai catatan, berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, setiap orang yang menimbun, menyalahgunakan, atau menyalurkan BBM bersubsidi tanpa izin dapat dikenai hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Caringin belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait keberlanjutan kasus ini.
TAPANULIUTARA.radarinformasi.com – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si.,M.Si., melakukan peninjauan langsung ke lokasi Seminarium Sipoholon yang akan menjadi tuan rumah Rapat Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) tahun 2025 (Jumat, 24 Oktober 2024). Acara akbar gerejawi tersebut dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 27 hingga 30 Oktober 2025 dengan estimasi kehadiran mencapai 2.250 orang pendeta dari seluruh wilayah HKBP. Kunjungan yang didampingi oleh jajaran pimpinan HKBP ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Seminarium Sipoholon sebagai lokasi pelaksanaan rapat, khususnya terkait fasilitas akomodasi, ruang rapat, dan infrastruktur pendukung lainnya demi kelancaran kegiatan. ”Kami, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara sebagai tuan rumah memiliki komitmen penuh untuk mendukung suksesnya Rapat Pendeta HKBP 2025. Peninjauan ini adalah langkah proaktif untuk memastikan seluruh kebutuhan, mulai dari tempat tinggal hingga sanitasi dan keamanan, terpenuhi dengan standar terbaik,” tegas Bupati. Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan HKBP memilih Tapanuli Utara sebagai lokasi penyelenggaraan rapat pendeta dengan jumlah peserta yang sangat besar. “Kehadiran ribuan pendeta di Sipoholon ini bukan hanya agenda gerejawi, tetapi juga akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pergerakan ekonomi lokal, terutama UMKM dan sektor pariwisata kita,” tambahnya. Bupati menyatakan akan menghadiri rapat tersebut dan melaksanakan acara ramah tamah bersama jajaran Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara dengan pimpinan HKBP.
MEDAN.radarinformasi.com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara (Kanwil Ditjenpas Sumut) menegaskan bahwa kondisi di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali, pasca munculnya pemberitaan yang menyebutkan adanya kerusuhan di dalam lapas. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, Kamis (23/10/2025).
Yudi menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari tindakan disiplin yang dilakukan oleh Kepala Lapas (Kalapas) terhadap salah seorang tamping dapur bernama Hendrikus Rebusma Batee. Insiden terjadi pada Rabu, 22 Oktober 2025, sekitar pukul 07.30 WIB, ketika Kalapas melakukan kontrol rutin ke dapur.
Pada saat itu, Kalapas mendapati Hendrikus memasukkan barang terlarang berupa makanan dari luar dapur, yakni roti yang dibeli dari kantin, ke dalam ruang strafsel (sel hukuman).
Tindakan membawa makanan dari luar dapur lapas merupakan pelanggaran tata tertib karena berpotensi disalahgunakan dan dapat menimbulkan gangguan keamanan. Hendrikus disebut sudah sering diingatkan oleh Kalapas mengenai hal tersebut, namun tetap mengulanginya. Saat menegur, Kalapas sempat memukul bagian kening Hendrikus, yang menyebabkan luka kecil hingga mengeluarkan darah.
Peristiwa itu kemudian memicu reaksi spontan dari beberapa warga binaan pemasyarakatan (WBP) lainnya yang merasa tidak terima atas tindakan tersebut. Beberapa WBP berkumpul di lapangan lapas dan menyuarakan protes, sehingga menimbulkan kesan bahwa situasi di dalam lapas sedang rusuh. Namun, pihak Lapas bersama unsur TNI-POLRI segera melakukan langkah cepat dengan melakukan mediasi langsung di lokasi.
“Situasi sempat memanas sesaat, tetapi segera dapat dikendalikan. Saat ini mediasi antara pihak Lapas, TNI, POLRI dan perwakilan WBP telah dilakukan. Seluruh warga binaan telah kembali ke blok masing-masing, dan kondisi lapas dinyatakan aman serta terkendali,” ujar Yudi.
Ia menegaskan bahwa tidak benar jika disebut terjadi kerusuhan besar seperti yang ramai diberitakan di media sosial. Menurutnya, insiden tersebut hanya bersifat insidental dan telah diselesaikan secara damai melalui pendekatan persuasif.
Lebih lanjut, WBP yang mengalami luka telah mendapatkan perawatan di Klinik Lapas oleh petugas medis. Luka yang dialami dikategorikan ringan dan tidak memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit luar. Selain itu, koordinasi antara pihak Lapas, aparat keamanan, dan Kanwil Ditjenpas Sumut dilakukan dengan cepat untuk mencegah terjadinya gangguan lebih luas.
“Tidak ada korban lain, tidak ada fasilitas yang rusak, dan tidak ada tindakan anarkis dari warga binaan. Semua sudah kembali kondusif,” tegas Yudi.
Pihak Kanwil Ditjenpas Sumut juga menegaskan bahwa tindakan evaluasi terhadap Kalapas dan petugas terkait tetap akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional institusi agar setiap tindakan pembinaan tetap dilakukan dengan cara yang humanis dan proporsional.
“Insiden ini menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk tetap mengedepankan komunikasi yang baik, menghormati martabat warga binaan, namun tetap menegakkan disiplin demi keamanan lapas,” tambahnya.
Selain itu, Yudi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum diverifikasi secara resmi. Ia menegaskan bahwa pemberitaan yang menggambarkan lapas dalam kondisi rusuh dan kacau adalah tidak sesuai dengan fakta lapangan.
“Saat ini seluruh kegiatan pembinaan berjalan normal. Kami memastikan bahwa lapas tetap menjalankan fungsi pembinaan dengan aman, tertib, dan terkendali,” ujarnya.
Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa isu kerusuhan di Lapas Gunungsitoli adalah keliru dan tidak berdasar. Peristiwa tersebut merupakan insiden kecil akibat teguran terhadap pelanggaran disiplin yang telah diselesaikan secara damai melalui mediasi oleh pihak Lapas bersama aparat TNI-POLRI.
Pihak Kanwil Ditjenpas Sumut berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh jajaran pemasyarakatan di wilayahnya, guna memastikan setiap proses pembinaan warga binaan berjalan sesuai prinsip kemanusiaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga. Melalui tim Emergency and Insurance – HSSE, perusahaan kembali menggelar pelatihan dan simulasi penanggulangan kebakaran khusus bagi para istri pekerja kilang.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Komplek Perumahan Pertamina Bumi Patra, Indramayu, Kamis (23/10/2025), diikuti puluhan peserta dengan antusias. Dalam sesi awal, Senior Supervisor Emergency Response & Facility PT KPI RU VI Balongan, Nyono Safarun, memberikan paparan seputar teori dasar pencegahan kebakaran, termasuk segitiga api, cara menangani kebocoran gas LPG, penanganan kebakaran di dapur, hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan fire blanket.
Menurut Nyono, memahami perbedaan jenis kebakaran sangat penting agar penanganannya tepat. “Kebakaran akibat kebocoran gas dan listrik membutuhkan perlakuan berbeda, begitu pula jenis bahan APAR yang digunakan,” jelasnya.
Selain menerima materi, para peserta juga mendapat kesempatan mempraktikkan cara memadamkan api secara langsung. Mira, salah satu peserta, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kami jadi tahu bagaimana memadamkan api dengan fire blanket dan APAR secara benar. Ini penting untuk kesiapsiagaan di rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Mohamad Zulkifli, Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan, menegaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk mengedepankan keselamatan, baik di lingkungan kerja maupun di kawasan perumahan.
“Keselamatan keluarga berawal dari rumah. Satu tindakan kecil bisa menyelamatkan banyak nyawa,” ungkapnya.
Zulkifli menambahkan, pelatihan serupa juga akan diperluas untuk masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi Kilang Pertamina Balongan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap keselamatan lingkungan.
Sumber: Siaran Pers PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan, 23 Oktober 2025.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mengoptimalkan fungsi Pelabuhan Perikanan Dadap terus digencarkan. Bupati Indramayu Lucky Hakim turun langsung meninjau proses pengerukan sedimentasi di kawasan pelabuhan yang berlokasi di Kecamatan Juntinyuat,” Kamis (23/10/2025).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara TNI Angkatan Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu. Langkah ini diambil sebagai strategi memperlancar jalur perairan dan memperkuat fungsi pelabuhan sebagai pusat aktivitas ekonomi kelautan di wilayah utara Indramayu.
Bupati Lucky menyampaikan bahwa pengerukan tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun, Pemkab Indramayu mengambil inisiatif untuk mempercepat pelaksanaannya agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
“Saat ini satu kapal keruk kami gunakan untuk menangani 14 muara di Indramayu. Ke depan, kami berharap dukungan tambahan dari pemerintah pusat dan provinsi agar sektor perikanan di Desa Dadap bisa semakin berkembang,” ujar Lucky. Ia optimistis kawasan itu berpotensi tumbuh hingga tiga kali lipat dibanding kondisi saat ini.
Di sisi lain, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem (PPMC), Ahman Kurniawan, menjelaskan bahwa Pelabuhan Dadap kini menjadi prioritas utama dalam program pengembangan pelabuhan pesisir. Ia juga mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Dadap dengan kapasitas 60 unit rumah, memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Dadap memiliki potensi besar, bukan hanya sebagai daerah penghasil mangga, tetapi juga sebagai gerbang industri perikanan Indramayu. Nantinya, kapal berukuran besar pun bisa masuk ke muara Dadap, menjadikannya pusat ekspor-impor hasil perikanan,” ungkap Ahman didampingi Kuwu Dadap, Asyriqin Syarif Wahadi.
Antusiasme juga datang dari warga. Slamet (32), seorang nelayan setempat, mengaku lega dengan adanya pengerukan tersebut. “Sekarang perahu kami bisa lewat tanpa hambatan lumpur. Aktivitas melaut jadi lebih lancar,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemerintah daerah berupaya menjembatani komunikasi dengan nelayan dan pihak terkait, memastikan pengerukan berjalan efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, meraih apresiasi dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu atas keberhasilannya menata arsip desa secara tertib, inovatif, dan berkelanjutan. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Festival Literasi 2025, Kamis (23/10/2025).
Kinerja Desa Cangkingan dinilai unggul karena mampu mengelola arsip tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga digital. Sistem digitalisasi arsip yang telah diterapkan sejak 2022 menjadi terobosan penting dalam memperkuat tata kelola administrasi pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, terutama dalam hal pengelolaan aset tanah desa.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu, Sudalim Gymnastiar, menyebut langkah yang dilakukan Desa Cangkingan bisa menjadi contoh bagi desa lain. Ia menilai, penataan arsip yang rapi dan terdokumentasi baik akan sangat membantu dalam pelayanan publik serta mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, Kuwu Desa Cangkingan, Didi Wahyudi, mengaku bangga atas apresiasi yang diterima.
“Penataan arsip merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun tata kelola pemerintahan desa yang tertib dan modern. Melalui arsip digital, seluruh data dan dokumen penting, terutama yang menyangkut aset desa, bisa disimpan aman dan mudah diakses kapan pun dibutuhkan,” ujarnya.
Didi menambahkan, digitalisasi arsip juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik di desanya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa desa pun bisa maju lewat pengelolaan administrasi yang profesional dan berbasis teknologi. Semoga inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi desa lainnya,” tambahnya.
Langkah progresif Desa Cangkingan sejalan dengan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), khususnya dalam bidang tata kelola pemerintahan yang transparan dan efisien.
Selain Desa Cangkingan, apresiasi serupa juga diberikan kepada Desa Sidodadi dan Desa Haurgeulis atas upaya mereka dalam pengelolaan arsip yang baik.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Gelombang panas ekstrem tengah melanda wilayah Kabupaten Indramayu dan sekitarnya. Berdasarkan catatan BMKG Stasiun Kertajati, suhu udara di kawasan Ciayumajakuning mencapai titik tertinggi hingga 37,8 derajat Celcius.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu mengimbau warga agar membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama pada rentang waktu pukul 13.00–16.00 WIB, guna menghindari dehidrasi dan menjaga stamina tubuh.
Sekretaris BPBD Indramayu, Sutrisno, menjelaskan, panas ekstrem ini merupakan dampak dari gerak semu matahari yang kini bergeser ke selatan ekuator.
“Posisi matahari sedang berada di jalur selatan, sehingga sinarnya jatuh lebih tegak di wilayah tropis seperti Indonesia. Hal itu membuat suhu terasa jauh lebih terik,” ujarnya.
Ia menambahkan, fenomena serupa lazim terjadi setiap tahun menjelang peralihan musim hujan, namun masyarakat tetap diminta waspada agar tidak mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih.
Sementara itu, Muhammad Syifaul Fuad, Ketua Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, menyebut suhu tinggi telah terjadi sejak Januari hingga Oktober 2025, dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 15 Oktober hingga awal November.
“Kondisi ini bukan termasuk gelombang panas atau heatwave seperti di beberapa negara lain. Suhu tinggi muncul karena posisi matahari berada di sekitar garis ekuator, sehingga radiasi sinarnya langsung menyentuh permukaan bumi,” jelasnya.
BMKG mengingatkan, cuaca ekstrem ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari dehidrasi, heat stroke, sakit kepala, hingga iritasi kulit. Udara yang kering juga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko ISPA serta DBD.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Indramayu mengimbau masyarakat untuk:
● Banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi,
● Menghindari paparan langsung sinar matahari di siang hari,
● Mengenakan pelindung seperti topi, payung, atau pakaian berlengan panjang,
● Membatasi aktivitas berat di luar ruangan,
● Serta menggunakan kipas atau AC agar suhu ruangan tetap sejuk.
Dengan langkah sederhana tersebut, BPBD berharap masyarakat Indramayu tetap sehat dan aman beraktivitas di tengah cuaca panas ekstrem yang masih melanda wilayah ini.
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kabupaten Indramayu kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), daerah ini berhasil menembus jajaran finalis Top 30 Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025, ajang bergengsi yang digelar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Bandung, pada 21–24 Oktober 2025.
Inovasi yang mengantarkan Indramayu ke panggung final kali ini adalah NYAI (Indramayu AI), sistem berbasis kecerdasan buatan yang menjadi langkah konkret menuju transformasi digital dan tata kelola pemerintahan cerdas.
Plt. Kepala Diskominfo Indramayu, Atang Suwandi, yang hadir bersama Kabid TIK Heru Susanto dan inovator Indra Kusumah, menjelaskan bahwa NYAI merupakan bukti komitmen Pemkab Indramayu dalam memperkuat arah pembangunan menuju pemerintahan digital yang efisien dan responsif.
“Inovasi NYAI menjawab isu strategis Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan melalui efisiensi, efektivitas, serta pemanfaatan teknologi untuk reformasi birokrasi dan pelayanan publik,” ujar Atang.
Sementara itu, Heru Susanto menuturkan bahwa lahirnya NYAI dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sistem pengaduan masyarakat yang terintegrasi dan terpantau secara real-time.
“Sebelumnya, laporan masyarakat tersebar di berbagai kanal seperti WhatsApp dan media sosial. Sekarang, semuanya terkumpul dalam satu dashboard terpadu. Bahkan sistem AI dapat merespons 24 jam, termasuk di luar jam kerja,” jelasnya.
Sebelum kehadiran NYAI, masyarakat kerap menghadapi kendala seperti lambatnya respon dan kesulitan memantau status aduan. Kini, berkat sistem terintegrasi ini, pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan akurat.
Hasilnya pun nyata. Hingga saat ini, NYAI telah mencatat 4.790 interaksi masyarakat, mengintegrasikan empat kanal media sosial, dan mengaktifkan lebih dari 40 chatbot di laman resmi pemerintah daerah. Rata-rata waktu respon kini di bawah 10 detik, sementara tingkat kepuasan masyarakat mencapai 80,66 dengan kategori baik.
Inovator Indra Kusumah menegaskan, keberhasilan NYAI merupakan refleksi dari semangat kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wabup Syaefudin yang mendorong digitalisasi layanan publik.
“NYAI menunjukkan bahwa Indramayu mampu bergerak cepat dalam berinovasi. Fokusnya bukan sekadar teknologi, tetapi bagaimana masyarakat merasakan kemudahan dan kepuasan layanan,” tuturnya.
Ke depan, tim Diskominfo berkomitmen memperluas cakupan data layanan publik agar NYAI semakin cerdas dalam menjawab kebutuhan warga. Dengan sederet capaian tersebut, Indramayu optimistis tampil gemilang di Final Top 30 KIJB 2025,”
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas di bidang musik dan ekonomi kreatif. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut terlihat melalui kegiatan Car Free Night (CFN) yang rutin digelar setiap akhir pekan di kawasan Alun-Alun Indramayu, Jalan S. Parman, dan Jalan RA. Kartini.
Kini, Car Free Night bukan sekadar tempat warga bersantai di malam Sabtu dan Minggu. Acara ini menjelma menjadi “catwalk” bagi para musisi muda dan pelaku ekonomi kreatif lokal untuk unjuk karya di hadapan masyarakat. Setiap pekan, panggung terbuka ini diisi dengan berbagai penampilan musik akustik, band, hingga atraksi seni dari komunitas kreatif Indramayu.
Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Atang Suwandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin dalam mendorong ekonomi berbasis kreativitas masyarakat.
“Car Free Night adalah wadah inklusif bagi anak muda yang ingin menyalurkan bakat musik dan seni mereka, sekaligus sarana berinteraksi dan membangun jaringan kreatif. Kegiatan ini berlangsung setiap akhir pekan mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB,” jelasnya, Kamis (23/10/2025).
Tak hanya menjadi ajang hiburan, CFN juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Di sepanjang area acara, para pelaku UMKM, penjaja kuliner, hingga komunitas kreatif ikut memeriahkan suasana, menciptakan harmoni antara hiburan dan ekonomi rakyat.
Salah satu pengunjung, Rina (27), mengaku selalu menantikan momen CFN.
“Setiap minggu selalu ada yang baru musik, jajanan, dan suasananya bikin semangat. Seru lihat anak muda Indramayu punya tempat mengekspresikan diri,” tuturnya.
Sementara itu, musisi kafe lokal, Penjol, mengapresiasi kegiatan ini sebagai ajang berharga bagi seniman daerah.
“Kami merasa lebih dihargai. Lewat Car Free Night, kami bisa tampil di depan publik yang lebih luas dan menambah pengalaman manggung,” katanya.
Diskominfo berharap Car Free Night dapat terus menjadi simbol semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun Indramayu yang kreatif, hidup, serta berdaya saing tinggi sejalan dengan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).
INDRAMAYU.radarinformasi.com- Siang ini, Desa Cidempet, Kecamatan Arahan, memanas. Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Cidempet (GAMACI) menggeruduk Balai Desa, sebagai bentuk protes atas dugaan ketidaktransparanan pemerintah desa,” Rabu (22/10/2025).
Massa menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari hilangnya aset desa hingga praktik pungutan liar dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Dalam pernyataannya, Saripudin, salah satu perwakilan GAMACI, menegaskan bahwa terdapat kejanggalan serius dalam pengelolaan aset desa, termasuk hilangnya 4 ekor sapi dewasa dan 17 ekor kambing yang seharusnya tercatat sebagai milik desa. Ia juga menyoroti pungutan biaya dalam PTSL yang seharusnya bebas biaya sesuai ketentuan BPN.
“Kami menuntut penjelasan. Mengapa warga masih dipungut biaya di luar ketentuan? Uang rakyat harus dikembalikan,” tegas Saripudin.
Selain itu, massa juga menyuarakan kekecewaan terhadap Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dianggap gagal menjalankan fungsi pengawasan.
GAMACI pun mengajukan empat tuntutan utama:
1.Penjelasan transparan terkait aset desa yang hilang.
2.Pengembalian dana dari pungutan liar PTSL.
3.Transparansi pengelolaan dan penggunaan dana desa.
4.Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BPD.
Warga memberikan ultimatum 2×24 jam kepada pemerintah desa. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka menegaskan, pemerintah desa harus mundur.