Diduga Gagal Kontruksi, Tebing Penahan Tanah Anggaran Samisade Desa Cimande Jaya Ambrol

BOGOR.radarinformasi.com- Melalui anggaran Satu Milyar Satu Desa (samisade), Pemerintah Desa Cimande Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, merealisasikan pembangunan jalan dan Tebing Penahan Tanah yang berlokasi di Kampung Tarikolot RT.08, 09, 10 Rw 03, sehingga diharapkan impian masyarakat untuk menikmati kemudahan akses mobilisasi dapat tercapai, namun sangat disayangkan, impian tinggal impian, pembangunan TPT yang diharapkan bisa secepatnya rampung malah jebol sehingga pekerjaan menjadi terhambat, Minggu (01/10/23).

Terjadinya permasalahan pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari program Samisade tersebut, diduga akibat kurangnya pengawasan dari sisi perencanaan, penggunaan anggaran hingga pendampingan teknis kontruksi, sehingga proyek yang menjadi unggulan Bupati Bogor non aktif Ade Yasin dan Iwan Setiawan itu, diduga hanya dijadikan ajang mencari keuntungan semata oleh Oknum Perangkat Desa.

Anehnya lagi program infrastruktur yang menggunakan anggaran APBD tersebut, tidak terlihat adanya papan proyek di dalam pengerjaannya, sedangkan seperti yang kita ketahui dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008 dirancang sebagai alat kontrol penyelenggaraan Negara, Badan Publik, Lembaga Negara, Organisasi agar penyelenggaraan dan penggunaan anggaran yang bersumber dari APBN dan atau APBD menuju pengelolaan yang bersih, transfaran dan akuntabel (good govermance).

Dengan adanya kejadian jebolnya TPT tersebut, radarinformasi.com beberapa kali datang ke kantor desa untuk melakukan konfirmasi, akan tetapi Opik Sahrudin selaku Kepala Desa tidak pernah ada di tempat, bahkan saat dihubungi via seluler, Kades bungkam seribu bahasa, sedangkan Sekretaris Desa mengatakan bahwa, jebolnya TPT udah dari dulu dan sudah diperbaiki, akan tetapi saat radarinformasi menyambangi lokasi tak nampak satupun pekerja di lokasi.

Berbeda dengan Hendrik selaku Pendamping Desa bagian Samisade, saat dikonfirmasi Ia mengatakan bahwa tidak etis memberikan statmnt via seluler.

“Saya tidak bisa berstatment lewat hp, nanti siang aja kita ketemu di lokasi, sekalian saya mau cek lokasinya”, ujar Hendrik.

Namun selang beberapa menit kemudian Hendrik mengatakan bahwa dirinya tidak dapat menemui Awak Media dikarenakan pihak desa ataupun TPK sedang sibuk dan tidak bisa mendampinginya saat akan memberikan statment.

Reporter : Dewi
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *