SPBU 34.16903 Gunung Putri Tabrak Aturan Jual Dexlite untuk Industri dengan Harga Eceran Umum

SPBU 34.16903 Gunung Putri Tabrak Aturan Jual Dexlite untuk Industri dengan Harga Eceran Umum
BOGOR.radarinformasi.com- Diketahui pada Jumat malam dini hari 31 Juni 2022 sekitar pukul 01.00, saat tim radarinformasi.com hendak mengisi bensin di SPBU nomor 34.16903 Gunung Putri, nampak gerak-gerik mencurigakan dari kendaraan cold diesel jenis Tanki, dengan bertuliskan PT. Berkat Karya Utama yang nampak sedang mengisi BBM jenis solar dexlite, namun dengan posisi selang mesin dispenserSPBU yang diarahkan langsung ke atas tangki (bukan dimasukan pada tempat bensin pada umumnya), Selasa (05/07/22).
Sampai pada saat tim radarinfirmasi.com menyambangi mobil tanki mencurigakan itu ternyata disitu ada seorang yang setelah kami tanya bernama Muslih, seorang yang mengaku sebagai karyawan pengawas di SPBU dan dua orang pria yang ternyata merupakan supir Tanki yang tengah membeli BBM jenis dexlite di SPBU tersebut sebanyak 2.500 liter ( 2.5 ton).

Ifan selaku Sopir dari Mobil Tanki berjenis Cold Diesel ini, mengatakan bahwa dirinya hanya diperintahkan oleh pihak perusahaan untuk membeli dan mengangkut BBM jenis solar dexlite sebanyak 2.5 s/d 3 ton per 3 atau 2 hari sekali dari SPBU tersebut. Yang lebih mengagetkan lagi adalah saat Ifan mengatakan bahwa dirinya membeli BBM jenis solar industri di SPBU tersebut dengan harga ecer normal sebesar Rp 12.950 /liter dan digunakan oleh pihak perusahaan untuk kegiatan industri operasional alat berat ditempat nya bekerja.
Sungguh ironi memang bagaimana bisa yang bergerak di bidang industri mendapatkan BBM jenis solar dexlite dengan harga eceran umum yang sangat murah padahal seharusnya para pengusaha itu harus membeli BBM solar dexlite dengan harga industri sebesar Rp 23.100 itupun belum termasuk pajak, dengan adanya kejadian tersebut, diduga adanya kerjasama antara pihak SPBU dan perusahaan untuk meraup keuntungan yang sebanyak-banyaknya, dengan cara meminimalisir pengeluaran dalam kesehariannya.
Saat tim radarinformasi.com berusaha mengkonfirmasi ke SPBU, Pur orang yang dianggap berkompeten memberikan jawaban seolah enggan menemui pihak media, bahkan konfirmasi via seluler-pun diabaikan, hanya Muslih yang menemui pihak media dan mengatakan bahwa apa yang Ia lakukan semata-mata perintah atasannya.
“Saya disini hanya kerja, terkait aturan tersebut saya tidak tahu, seharusnya pak Pur yang menjelaskan semua ini, karena Ia yang menyuruh saya, saya juga kesel pak Pur saya telpon responnya malah begitu”, ujar Muslih dengan kesal.
Red
