Indramayu Raih 10 Emas dari Cabor Pickleball di Porsenitas XII

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Cabang olahraga pickleball kembali mencuri perhatian dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) XII Tahun 2025, yang digelar pada 7–11 Oktober 2025 di Kabupaten Indramayu. Dari arena pertandingan, kontingen tuan rumah berhasil mendulang 10 medali emas dan menegaskan dominasinya di cabang yang tengah naik daun ini.
Para atlet Indramayu tampil impresif di berbagai nomor, mulai dari Ganda Putra, Ganda Campuran Eselon, Ganda Putra Eselon, Beregu Putra, Beregu Campuran, Beregu Putri, Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putri, hingga Ganda Campuran. Torehan tersebut menjadi bukti nyata potensi besar Indramayu dalam mengembangkan olahraga yang relatif baru di tingkat daerah ini.
Seluruh atlet yang mayoritas berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) menunjukkan determinasi tinggi dan kekompakan luar biasa di setiap laga. Salah satu atlet, Nono Sugiono, yang turun di hampir semua nomor pertandingan, mengaku bangga atas hasil gemilang yang diraih timnya.
“Para atlet bermain dengan semangat luar biasa. Kerja keras dan kebersamaan menjadi kunci utama hingga kami bisa membawa pulang sepuluh medali emas ini. Ini kemenangan untuk masyarakat Indramayu,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dukungan juga datang langsung dari Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, yang memantau jalannya pertandingan di lokasi. Ia menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan semangat juang para atlet yang terus menunjukkan performa terbaik.
“Prestasi ini bukan hanya tentang medali, tapi juga tentang semangat sportivitas dan kebersamaan yang tumbuh di antara para atlet. Saya berharap keberhasilan cabor pickleball ini bisa menjadi motivasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus memberikan hasil terbaik,” ungkapnya.
Dengan raihan 10 emas, pickleball kini menjadi salah satu cabang olahraga andalan Kabupaten Indramayu di Porsenitas XII. Semangat kompetitif yang berpadu dengan nilai persaudaraan menggambarkan semangat “Indramayu Reang” yang terus hidup di setiap perjuangan atletnya.
(Andika/Diskom).
