Sritex, Raja Tekstil Asia Tenggara dari Sukoharjo Resmi Tumbang

SOLO.radarinformasi.com – Hari ini, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) tutup permanen. Lebih dari 10 ribu pekerjanya terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Para pekerja diputuskan PHK per tanggal 26 Februari. Mereka terakhir masuk kerja pada Jumat (28/2) kemarin. Sabtu (1/3)
Kabar penutupan dan PHK massal ini sudah dikonfirmasi Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan. Ia mengatakan bahwa penutupan Sritex berdampak terhadap lebih dari 10 ribu pekerja. Jumlah karyawan ter-PHK ini berasal dari pemangkasan yang dilakukan oleh PT. Bitratex Semarang, PT. Sritex Sukoharjo, PT. Primayudha Boyolali, dan PT. Sinar Pantja Djaja Semarang.

Komisaris Utama dan Presiden Direktur Sritex yang sekaligus keluarga pendiri Sritex HM Lukminto menemui karyawan. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi seluruh keluarga besar Sritex yang telah bekerja selama puluhan tahun.
Sementara itu, Iwan Setiawan Lukminto selaku Direktur Utama Sritex juga turut hadir bersama seluruh karyawan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan kesedihannya terhadap para karyawan yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Hari ini adalah momen yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Selama puluhan tahun, kita telah bekerja, berjuang, dan bertumbuh bersama sebagai satu keluarga besar. Setiap langkah, setiap tetes keringat, dan setiap usaha yang kalian curahkan telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Sritex. Dari lubuk hati yang terdalam, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan cinta yang kalian berikan, kepada perusahaan,” ucapnya.
“Kami bangga pernah berjalan bersama kalian. Dan meskipun perjalanan ini mungkin berakhir di sini, kenangan, persaudaraan, dan semangat yang telah kita bangun akan tetap hidup selamanya. Doa kami selalu menyertai kalian, di mana pun langkah membawa kita semua. Terima kasih, keluarga besar Sritex. Kalian adalah bagian dari sejarah yang tak akan pernah terlupakan,” pungkas Dirut PT Sritex sebelum acara perpisahan ditutup dengan saling bersalaman.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa tengah, mengutip data kurator Sritex, PHK yang terjadi di Sritex berlangsung sejak Desember 2024.
Total pekerja yang menjadi korban PHK hingga Sritex tutup total 1 Maret mencapai 10.969 orang. Berikut rinciannya :
A. PHK Januari 2025
– PT. Bitratex Semarang: 1.065 orang
B. PHK 26 Februari 2025
– PT. Sritex Sukoharjo: 8.504 orang
– PT. Primayudha Boyolali: 956 orang
– PT. Sinar Pantja Djaja Semarang: 40 orang
– PT. Bitratex Semarang: 104 orang
C. PHK Agustus 2024
– PT Sinar Pantja Djaja: (sebelum pailit) hak pekerja/pesangon belum diberikan 300 orang
Sehingga total PHK Sritex Group sejak Agustus 2024 hingga 26 Februari 2025 sebesar 10.969 orang.
Sementara itu, sejumlah bekas karyawan PT Sritex Sukoharjo hari ini masih datang ke pabrik untuk menyerahkan berkas pencairan Jaminan Hari Tua (JHT). Mereka berdatangan sejak pagi dan langsung menuju ke gedung HRD.
Para mantan karyawan itu datang dengan pakaian bebas, sudah tidak berseragam biru lagi. Usai menyerahkan berkas, mereka langsung pulang.
Reporter : Rizal
