Kwarran Sukagumiwang Buka Pesta Siaga 2026 dan Lepas Kontingen Jambore Nasional XII

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kwartir Ranting (Kwarran) Sukagumiwang resmi membuka Pesta Siaga Tahun 2026 sekaligus melepas kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Aula PGRI Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-65. Momentum ini sekaligus menjadi upaya memperkuat pembinaan karakter generasi muda serta memberikan dukungan kepada peserta didik yang akan mewakili daerah dalam ajang kepramukaan tingkat nasional.

Acara dihadiri jajaran pengurus Kwartir Ranting Sukagumiwang, pembina Pramuka, kepala sekolah, guru pendamping, peserta didik, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Sekretaris Kecamatan Sukagumiwang, Yayan Tefianty, S.E., hadir mewakili Camat Sukagumiwang Moh. Mulya Setiawan, S.STP., sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Yayan menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Gerakan Pramuka di Kecamatan Sukagumiwang yang terus berperan dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, Pesta Siaga bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, dan semangat kebangsaan sejak usia dini.

Ia menegaskan, pendidikan kepramukaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pembinaan kepramukaan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Selain pembukaan Pesta Siaga, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelepasan kontingen Kecamatan Sukagumiwang yang akan mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026.

Pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus doa agar seluruh peserta mampu mengikuti kegiatan dengan baik serta membawa nama baik Kecamatan Sukagumiwang di tingkat nasional.

Ketua Kwartir Ranting Sukagumiwang menyampaikan bahwa para anggota kontingen telah menjalani berbagai tahapan seleksi dan pembinaan sebelum diberangkatkan.

Persiapan dilakukan dengan membekali peserta berbagai keterampilan kepramukaan, kedisiplinan, kerja sama tim, serta penguatan karakter agar mampu mengikuti seluruh rangkaian Jambore Nasional secara optimal.

Keikutsertaan dalam Jambore Nasional, menurutnya, tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan, mempererat persaudaraan dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia, bertukar pengalaman, serta meningkatkan kemampuan kepemimpinan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut berjalan tertib dan lancar. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara dengan dukungan para pembina, kepala sekolah, guru pendamping, serta perwakilan gugus depan dari berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Sukagumiwang.

Sinergi antara Kwartir Ranting, pemerintah kecamatan, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan kepramukaan di Kecamatan Sukagumiwang.

Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai kebangsaan, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Melalui momentum HUT Pramuka ke-65, Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap semangat kepramukaan semakin tumbuh di kalangan generasi muda.

Pesta Siaga diharapkan menjadi sarana pembinaan yang menyenangkan dan edukatif bagi Pramuka Siaga. Sementara itu, keikutsertaan kontingen Sukagumiwang dalam Jambore Nasional XII diharapkan menjadi pengalaman berharga untuk membentuk kader-kader Pramuka yang unggul, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Pemcam Sukagumiwang Serahkan Dokumen Kependudukan kepada Korban Kebakaran

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang bergerak cepat memastikan hak administrasi kependudukan korban kebakaran tetap terpenuhi. Langkah tersebut dilakukan dengan menyerahkan dokumen kependudukan kepada korban kebakaran rumah di Desa Tersana, Kecamatan Sukagumiwang, Senin (10/8/2026).

Penyerahan dilakukan melalui Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Kecamatan Sukagumiwang, Dudy Riswandi, didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Juniri. Dokumen berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) diserahkan kepada Ibu Sariah selaku korban kebakaran.

Camat Sukagumiwang Moh. Mulya Setiawan, S.STP, mengatakan pelayanan administrasi bagi masyarakat terdampak bencana perlu dilakukan secara cepat agar korban tetap dapat mengakses berbagai layanan publik maupun mengurus proses pengajuan bantuan.

Musibah kebakaran terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di rumah milik Ibu Sariah yang berada di Blok Bantar RT 013 RW 003, Desa Tersana.

Saat kejadian, penghuni rumah sedang berada di luar untuk membantu kegiatan hajatan warga atau ngobeng. Berdasarkan hasil asesmen, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada bagian atap rumah.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat membesar dan melalap bangunan. Pemerintah Desa Tersana kemudian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, sementara warga sekitar turut membantu proses pemadaman.

Berkat penanganan bersama, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah warga di sekitar lokasi.

Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, satu kepala keluarga yang terdiri dari tiga jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah mengalami kerusakan berat.

Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta.

Selain membantu proses evakuasi dan pemadaman, pemerintah bersama instansi terkait juga melakukan asesmen serta memfasilitasi pelaporan untuk pengajuan bantuan bagi korban.

Penyerahan KK dan KTP menjadi salah satu bentuk respons cepat Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Pemerintah Kecamatan Sukagumiwang berharap sinergi antara pemerintah, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mempercepat proses pemulihan serta meringankan beban korban.

Dengan dukungan tersebut, korban diharapkan dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sumber Humas Sukagumiwang

Andika

Bupati Lucky Hakim Buka Pelatihan Bahasa Jepang bagi Calon Pekerja Migran Indramayu

INDRAMAYU, radarinformasi.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat sebagai bekal menghadapi peluang kerja di luar negeri. Salah satunya melalui pelatihan bahasa Jepang bagi ratusan calon pekerja migran.

Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Senin (10/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan peserta sebelum mengikuti seleksi program pemagangan luar negeri melalui kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan dengan International Manpower Development Organization (IM Japan).

Turut hadir Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu Endang Ismiati, Ketua Umum DPP Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Seluruh Indonesia (ALPA Indonesia) Rawin serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim mengapresiasi kolaborasi antara ALPA Indonesia dan Disnaker Kabupaten Indramayu yang telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri mengikuti program pemagangan ke luar negeri.

Menurut Lucky, para peserta telah melewati sejumlah tahapan seleksi dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pelatihan. Karena itu, ia meminta kesempatan tersebut dimanfaatkan secara maksimal.

“Terus belajar, tingkatkan kemampuan, dan jaga kedisiplinan serta etos kerja,” pesan Lucky.

Selain kemampuan bahasa Jepang, Bupati juga mengingatkan peserta agar membangun kedisiplinan, menjaga sikap, meningkatkan ketahanan fisik, serta memiliki etos kerja yang baik.

Lucky menegaskan, Pemerintah Kabupaten Indramayu akan terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui berbagai program pelatihan. Pemkab juga berupaya memperluas kerja sama dan akses informasi terkait kesempatan kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Ketua Umum DPP ALPA Indonesia Rawin menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan pembekalan bagi peserta sebelum mengikuti seleksi program pemagangan yang akan dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi.

Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta telah melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari tes matematika dasar, psikologi, kesamaptaan tubuh, hingga wawancara.

Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi bahasa Jepang, matematika dasar, kedisiplinan, serta ketahanan fisik. Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta menghadapi tahapan seleksi di BBPVP Bekasi.

Rawin mengatakan, ALPA Indonesia turut mendukung kebutuhan pelatihan, mulai dari alat tulis, modul, seragam, hingga penyediaan instruktur.

Ia menambahkan, Disnaker Kabupaten Indramayu sebelumnya telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Ketenagakerjaan agar pelaksanaan seleksi program pemagangan dapat dilakukan di Indramayu.

Namun, karena agenda seleksi tahun 2026 telah tersusun, rencana pelaksanaan seleksi di Indramayu kemungkinan baru dapat direalisasikan pada tahun berikutnya.

Ke depan, Rawin berharap kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat terus diperkuat, khususnya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar masyarakat lebih siap mengikuti program pemagangan dan memiliki bekal yang memadai sebelum bekerja di luar negeri.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan secara simbolis kit pelatihan kepada peserta oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu Endang Ismiati.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Pemkab Indramayu Finalisasi Kesepakatan Bersama dengan UIN SGD Bandung

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.

Langkah tersebut dilakukan melalui Rapat Pembahasan Kesepakatan Bersama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung yang berlangsung di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Indramayu, Kamis (6/8/2026).

Rapat dipimpin Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Indramayu, Ade Suhayati, dengan agenda utama membahas sekaligus memfinalisasi draf Kesepakatan Bersama terkait pendidikan, penelitian, pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi daerah di Kabupaten Indramayu.

Ade Suhayati mengatakan, Kesepakatan Bersama tersebut menjadi tahapan penting sebelum kerja sama ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis dengan masing-masing perangkat daerah.

“Kesepakatan Bersama ini menjadi pintu atau gerbang awal untuk melangkah ke Perjanjian Kerja Sama yang lebih spesifik dengan perangkat daerah di Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Menurut Ade, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat agar perguruan tinggi dapat berkontribusi secara aktif dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, perwakilan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pemerintah, termasuk pemerintah daerah, merupakan bagian dari upaya mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Maksud kerja sama ini tak lepas dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami dituntut untuk memberikan dampak langsung dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menyambut positif rencana kemitraan tersebut. Kerja sama tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelajar, tetapi juga berpotensi diwujudkan melalui sejumlah program konkret.

Beberapa di antaranya meliputi penyiapan penyelia halal, pendampingan psikologis, hingga layanan konsultasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dalam rapat tersebut, Pemkab Indramayu bersama UIN SGD Bandung juga melakukan sejumlah penyempurnaan terhadap draf dokumen kerja sama, mulai dari judul, ruang lingkup kerja sama, hingga pengaturan mengenai pembiayaan yang nantinya akan dijabarkan secara lebih rinci dalam dokumen PKS.

Penandatanganan Kesepakatan Bersama disepakati akan dilaksanakan secara desk-to-desk mulai Jum’at (7/8/2026). Langkah tersebut menjadi penanda awal terjalinnya kemitraan strategis antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak diharapkan dapat menghadirkan berbagai program yang tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Kabupaten Indramayu.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Kekeringan Ganggu Pasokan Air Bersih, Bupati Lucky Tinjau Intake 200 Lohbener

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kekeringan yang melanda Kabupaten Indramayu berdampak terhadap ketersediaan air baku dan mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.

Menghadapi kondisi tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama kepala perangkat daerah terkait dan jajaran direksi Perumdam Tirta Darma Ayu meninjau langsung kondisi Intake 200 Lohbener, Senin (10/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah darurat dengan melakukan pengerukan sedimen di area Intake 200 Lohbener menggunakan alat berat. Selain itu, perbaikan bendungan karet juga dilakukan untuk menahan laju aliran air menuju laut sehingga ketersediaan air baku dapat dipertahankan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, menjelaskan bahwa posisi pengambilan air baku di Kabupaten Indramayu berada di bagian hilir Sungai Cimanuk. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air di wilayah Indramayu sangat bergantung pada debit air dari daerah hulu.

“Posisi Indramayu berada di bagian hilir atau paling ujung. Jadi, air yang sampai ke Indramayu merupakan aliran yang sudah melewati daerah-daerah di bagian hulu. Ketika debit air menurun, wilayah hilir tentu menjadi yang paling terdampak,” jelas Nurpan.

Menurutnya, terganggunya pasokan air baku saat ini dipengaruhi oleh mengeringnya dua sarana pengambilan air utama, yakni Intake Plumbon dan Intake Bojong.

“Kami sampaikan bahwa ada pengeringan air di dua intake. Yang pertama adalah Intake Plumbon, yang kedua Intake Bojong,” ungkapnya.

Sebagai langkah darurat, Perumdam Tirta Darma Ayu kemudian mengalihkan pengambilan air baku ke Intake 200 yang berada di Desa Lohbener.

“Kami memohon maaf atas kelangkaan air ini. Saat ini kami mengambil opsi lain dengan mengambil air baku dari Intake 200 di Desa Lohbener,” jelas Nurpan.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumdam Tirta Darma Ayu, Jojo Sutarjo, mengungkapkan kondisi Intake Bojong saat ini cukup kritis. Bahkan, posisi pipa pengambilan air berada sekitar 1,2 meter di atas permukaan air.

“Kondisinya memang kering, pipa kita sudah 1,2 meter di atas permukaan air sehingga menunggu pengisian,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Lucky Hakim menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indramayu atas terganggunya pasokan air bersih dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat sumber air yang mengalami kekeringan ekstrem. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga turut berpengaruh terhadap sektor pertanian.

“Saya sebagai Bupati memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indramayu atas masalah ini, khususnya tentang air yang mati beberapa hari karena memang sumber airnya kering,” ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bupati Lucky Hakim menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan sedimen di Intake 200 Lohbener.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air baku menuju instalasi pengolahan sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal.

“Sekarang akan dilakukan pengerukan di Intake 200 Lohbener. Insyaallah dalam waktu satu-dua hari ini akan mulai lancar kembali,” tegas Lucky.

Selain pengerukan, pemerintah juga melakukan perbaikan bendungan karet untuk menahan aliran air agar tidak langsung mengalir menuju laut.

Lucky berharap kombinasi pengerukan sedimen dan perbaikan bendungan karet dapat membantu menjaga ketersediaan air baku selama musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

“Mudah-mudahan dengan adanya perbaikan bendungan karet dan pendalaman pada area intake, dua bulan ke depan kita masih bisa bertahan,” harapnya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Perumdam Tirta Darma Ayu terus melakukan langkah teknis dan koordinasi untuk menjaga ketersediaan air baku sekaligus mempercepat pemulihan distribusi air bersih kepada masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Penulis: Andika

Tiga Kapal Nelayan Terbakar di Karangsong, Pengisian Solar dan Legalitas BBM Jadi Sorotan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pasca kebakaran yang menghanguskan tiga kapal nelayan di kawasan Pelabuhan Karangsong, Kabupaten Indramayu, aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di lokasi kejadian menjadi sorotan,” Sabtu (8/8/2026).

Kebakaran terjadi saat aktivitas pengisian BBM berlangsung. Salah satu kapal yang disebut sedang dalam proses pengisian adalah KM Bintang Samudra Q milik Hj. Yuni. Kegiatan pengisian BBM tersebut diduga dilakukan oleh PT PBP Trans Group.

Api kemudian membesar dan menjalar ke kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Tiga kapal nelayan dilaporkan hangus terbakar dan mengalami kerusakan berat.

Pasca kejadian, perhatian tidak hanya tertuju pada penyebab munculnya api, tetapi juga pada prosedur keselamatan dalam kegiatan pengisian BBM serta legalitas solar yang digunakan.

Dugaan Pelanggaran Prosedur Disorot

Forum Peduli Indramayu melalui sambungan WhatsApp Masdi menyoroti penggunaan peralatan dalam proses pengisian BBM yang diduga tidak sesuai dengan standar keselamatan.

Menurut Masdi, proses pemompaan BBM semestinya memperhatikan penggunaan peralatan yang sesuai standar serta meminimalkan potensi munculnya percikan api.

“Secara umum kegiatan itu memang tidak memenuhi syarat,” ujar Masdi.

Ia menduga sumber percikan api bukan berasal dari kapal nelayan, melainkan dari peralatan seperti booster atau Alkon yang digunakan pihak pemasok BBM.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan teknis dan penyelidikan aparat berwenang.

Masdi juga mempertanyakan keberadaan perangkat keselamatan, termasuk alat pemadam api ringan (APAR), serta pengawasan dari pihak terkait ketika aktivitas pengisian BBM berlangsung.

“Minimal harus disediakan APAR di sekitar kegiatan,” ucapnya.

Pengawasan di Pelabuhan Dipertanyakan

Selain persoalan teknis, Forum Peduli Indramayu juga mempertanyakan pengawasan terhadap aktivitas pengisian BBM di kawasan Pelabuhan Karangsong.

Masdi menyebut adanya dugaan bahwa sejumlah pihak yang seharusnya melakukan pengawasan tidak berada di lokasi ketika kegiatan berlangsung.

Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian karena aktivitas pengisian BBM di kawasan yang dipenuhi kapal nelayan memiliki risiko keselamatan cukup tinggi.

Aparat Diminta Telusuri Dokumen BBM

Untuk memastikan dugaan tersebut, pihak berwenang perlu memeriksa siapa saja yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan, apakah kegiatan pengisian BBM telah dilaporkan atau mendapatkan persetujuan, serta apakah seluruh prosedur keselamatan telah dipenuhi.

Harga dan Asal Solar Dipertanyakan

Selain persoalan keselamatan, legalitas solar yang digunakan juga menjadi sorotan.

Masdi mengaku memperoleh informasi bahwa solar yang digunakan berasal dari sejumlah wilayah di luar Indramayu. Ia juga mempertanyakan harga BBM yang disebut berada di kisaran Rp12.000 per liter.

Menurutnya, informasi tersebut perlu diperiksa karena terdapat perbedaan dengan harga solar industri dari sejumlah perusahaan yang disebut berada di kisaran kawasan Karangsong Group Prabu Mas dan PT. Indah Raya Sentosa dengan harga  Rp13.000 per liter.

Sedangkan harga solar industri (Biodiesel B40 non-subsidi) untuk wilayah Indramayu dan sekitarnya (termasuk Jawa/Wilayah 1) berada di kisaran Rp22.450 hingga Rp25.850 per liter

“Kalau berbicara BBM solar industri di Karangsong, perlu diperiksa sumber dan legalitasnya,” ujar Masdi.

Ia juga menyebut adanya informasi mengenai keterbatasan kuota BBM serta dugaan perbedaan harga yang cukup signifikan.

Namun demikian, informasi mengenai asal BBM, harga, kuota, maupun dugaan penyalahgunaan tersebut masih perlu diverifikasi melalui dokumen resmi dan keterangan dari instansi yang berwenang.

Aparat Diminta Telusuri Dokumen BBM

Untuk memastikan legalitas solar yang digunakan, aparat penegak hukum dinilai perlu menelusuri dokumen pengadaan dan penyaluran BBM.

Pemeriksaan dapat mencakup asal BBM, pemasok, dokumen pembelian, surat jalan, dokumen pengangkutan, volume BBM, hingga pihak yang melakukan pengisian ke kapal.

Jika ditemukan ketidaksesuaian antara dokumen dengan kegiatan di lapangan, hal tersebut dapat menjadi bahan bagi aparat untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.

Namun, solar tidak dapat disebut ilegal hanya berdasarkan harga atau dugaan yang berkembang di masyarakat. Status legalitas BBM harus dipastikan melalui pemeriksaan dokumen dan keterangan resmi dari instansi yang memiliki kewenangan.

Pihak PBP Nyatakan Kooperatif dan Siap Bertanggung Jawab

Sementara itu, Pengurus PT PBP Trans Group lewat WhatsApp Sutrisno menyatakan pihaknya akan tetap kooperatif dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.

Menurut Sutrisno, dirinya bersama pimpinan perusahaan tidak akan menghindari persoalan yang terjadi dan akan mengikuti proses sesuai ketentuan.

“Saya dan big bos tidak akan mundur sebelum permasalahan ini selesai. Artinya mundur itu dalam arti pulang, jadi kami akan selalu kooperatif,” ujar Sutrisno.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab terhadap persoalan kerugian yang dialami pemilik kapal yang terbakar, sesuai hasil proses dan pembahasan lebih lanjut.

“Pemilik BBM pengisian di kapal nelayan akan kooperatif dan bertanggung jawab atas kerugian semua pemilik kapal nelayan yang hangus. Tidak mundur atau lepas tanggung jawab,” katanya.

Namun, Sutrisno menegaskan bahwa pihak PBP tidak mengetahui adanya dampak atau percikan api yang berasal dari aktivitas pihaknya.

“Kalau dari PBP tidak ada dampak muncul percikan api dari PBP. Intinya saya akan kooperatif. Apa yang menjadi acuan biar selesai urusannya, itu saja,” ucapnya.

Tiga Kapal Hangus, Pertanggungjawaban Harus Jelas

Terbakarnya tiga kapal nelayan menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Karena itu, penyelidikan diharapkan tidak berhenti pada penentuan titik awal munculnya api.

Aparat perlu mengungkap secara terang bagaimana proses pengisian BBM berlangsung, peralatan apa yang digunakan, siapa operatornya, siapa yang melakukan pengawasan, serta apa penyebab pasti munculnya kebakaran.

Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran prosedur yang memiliki hubungan dengan terjadinya kebakaran, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.

Masyarakat juga menunggu penjelasan dari pihak penyedia BBM, pengelola atau pihak terkait di Pelabuhan Karangsong, serta instansi berwenang mengenai legalitas BBM dan prosedur pengisian yang dilakukan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran dan status legalitas BBM yang digunakan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

(Andika/Tim)

Rakha Sandy dan Permata Alya Terpilih sebagai Duta Baca Kabupaten Indramayu 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Kabupaten Indramayu sukses menggelar Gala Final Pemilihan Duta Baca Kabupaten Indramayu 2026 di Sam’s Studio Indramayu, Selasa (4/8/2026).

Gala final yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam melahirkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak budaya literasi di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil penilaian akhir, Rakha Sandy Ardhianta dari SMAN 1 Indramayu berhasil meraih Juara 1 kategori putra. Sementara Permata Alya Ayu Sita dari Politeknik Negeri Indramayu terpilih sebagai Juara 1 kategori putri.

Kepala DPA Kabupaten Indramayu, Dr. Achmad Sudalim Gymnasthiar, menegaskan bahwa Duta Baca terpilih tidak boleh hanya menjadi simbol seremonial. Mereka harus mampu mengambil peran aktif dalam menggerakkan budaya membaca di berbagai lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Achmad Sudalim juga menyampaikan pesan dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim, kepada para Duta Baca terpilih.

“Duta Baca harus mampu menjadi representasi gerakan literasi di tengah masyarakat dan menginspirasi generasi muda untuk semakin dekat dengan budaya membaca,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Kegemaran Membaca (P3KM), Hj. Eti Herawati.

Menurutnya, ajang Pemilihan Duta Baca tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan wawasan, gagasan, serta komitmen para finalis sebelum mereka terjun langsung ke tengah masyarakat.

Para Duta Baca terpilih nantinya akan menjadi salah satu ikon perpustakaan daerah. Mereka memiliki tugas untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mengampanyekan pentingnya budaya literasi melalui berbagai media yang dekat dengan generasi muda.

Pemanfaatan media sosial juga menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan pesan literasi, khususnya kepada kalangan milenial dan Generasi Z.

Melalui agenda tahunan tersebut, DPA Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menjadi teladan sekaligus motor penggerak budaya literasi di Kabupaten Indramayu.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Penulis: Andika

Perkuat Data Pembangunan, Pemkab Indramayu Canangkan Program Desa Cinta Statistik 2026

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat kualitas data hingga tingkat desa sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS). Program ini mendorong pemerintah desa memiliki kemampuan mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkualitas sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan.

Pencanangan Desa Cantik Kabupaten Indramayu Tahun 2026 berlangsung di Balai Desa Dermayu, Kecamatan Sindang. Dalam pencanangan tersebut, tiga desa ditetapkan sebagai lokus pembinaan, yakni Desa Dermayu, Desa Terusan, dan Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang,” Kamis (6/8/2026).

Program Desa Cantik menjadi langkah strategis dalam meningkatkan penyelenggaraan statistik sektoral di tingkat desa. Melalui pembinaan dan pendampingan, pemerintah desa diarahkan mampu menghasilkan serta mengelola data yang dapat dimanfaatkan untuk penyusunan kebijakan berbasis bukti dan evaluasi pembangunan.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keberadaan desa yang memiliki data berkualitas merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Suatu kehormatan bagi kami Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan hadirnya program Desa Cinta Statistik. Desa harus menjadi desa yang cerdas dengan memiliki data yang cukup, desa yang kuat dengan perangkat, masyarakat, serta seluruh elemen yang saling mendukung,” ujarnya.

Syaefudin juga mengapresiasi tiga desa yang menjadi lokus program Desa Cantik dan berharap sinergi antara pemerintah daerah, BPS, serta pemerintah desa dapat terus diperkuat.

Menurutnya, data yang tersedia hingga tingkat desa akan membantu pemerintah dalam menentukan arah pembangunan agar program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Semangat kolaborasi pentahelix ini selaras dengan visi Indramayu REANG, sehingga data yang dimiliki desa dapat dikelola dengan baik untuk mendukung pembangunan dan mewujudkan Indramayu yang semakin baik,” tambahnya.

Senada, Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu, Idah Nuryani, turut memberikan apresiasi terhadap program Desa Cantik. Ia menilai penguatan tata kelola data di tingkat desa memiliki peran penting dalam menciptakan pembangunan yang lebih terarah.

“Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan atas terselenggaranya Desa Cantik. Terima kasih pula kepada pemerintah desa yang menjadi lokus pelaksanaan program ini. Semoga program ini dapat menjadi contoh dalam mewujudkan tata kelola desa yang semakin baik,” ungkapnya.

Idah menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan data yang akurat. Salah satunya melalui peran kader Dasawisma yang memiliki kedekatan langsung dengan keluarga di lingkungan masyarakat.

“Kader Dasawisma memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan keluarga. Melalui kolaborasi bersama BPS dan seluruh perangkat desa, sistem pendataan akan semakin terintegrasi sehingga menghasilkan data yang lebih akurat dan berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Januarto Wibowo, menjelaskan bahwa program Desa Cantik diarahkan untuk membangun budaya sadar data di tingkat desa.

Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan statistik menjadi bagian penting agar data tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga dapat digunakan dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.

“Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yaitu konsep Kampus Berdampak, Desa Cantik diharapkan mampu memperkuat literasi data, pendampingan, serta pemanfaatan data desa agar semakin optimal dalam mendukung pembangunan berbasis bukti,” tuturnya.

Dengan penguatan kapasitas aparatur dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, program Desa Cantik diharapkan mampu menciptakan tata kelola data yang lebih baik di tingkat desa.

Data yang akurat dan berkualitas pada akhirnya menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan yang lebih tepat sasaran, transparan, efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Polsek Haurgeulis Amankan Open Turnamen Sepak Bola Kuwu Cup ke-7 di Desa Sidadadi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Personel Polsek Haurgeulis Polres Indramayu Polda Jawa Barat melaksanakan pengamanan Open Turnamen Sepak Bola Kuwu Cup ke-7 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Persada, Desa Sidadadi, Kecamatan Haurgeulis, Kamis (6/8/2026).

Turnamen yang diikuti 32 tim dari berbagai daerah tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar, personel kepolisian hadir langsung melakukan pengamanan sejak pertandingan dimulai pada pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Kehadiran personel Polsek Haurgeulis bertujuan memberikan rasa aman kepada para pemain, panitia, maupun penonton yang memadati area lapangan, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya pertandingan.

Selain melakukan pengamanan, petugas juga mengimbau seluruh peserta dan suporter agar menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ketertiban, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan.

Polres Indramayu berharap seluruh rangkaian Open Turnamen Sepak Bola Kuwu Cup ke-7 dapat menjadi ajang mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat olahraga, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif menjaga situasi kamtibmas. Apabila menemukan gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS Indramayu melalui WhatsApp 0819-9970-0110 atau menghubungi Call Center Polri 110 yang siap melayani selama 24 jam.

Sumber Humas Polres Indramayu

Andika

Kebakaran Saat Pengisian Solar Industri di Karangsong, Tiga Kapal Nelayan Hangus, Polisi Diminta Usut Tuntas

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kebakaran hebat terjadi saat proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) solar industri ke kapal nelayan di kawasan Pelabuhan Perikanan Karangsong, Kabupaten Indramayu. Insiden tersebut menghanguskan tiga kapal nelayan, satu unit mobil Mitsubishi Pajero, dan sebuah warung, serta memicu perhatian terhadap penerapan standar keselamatan kerja dalam proses distribusi BBM, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan keterangan Nahkoda KM Bintang Samudra, Makani, peristiwa terjadi ketika mobil tangki milik PT PBP Trans Group sedang melakukan pengisian solar industri ke salah satu kapal nelayan milik Hj. Yuni. Menurutnya, saat proses pengisian hampir selesai, api tiba-tiba muncul di sekitar pompa pengisian.

“Selama proses pengisian tidak ada anak buah kapal yang merokok. Tiba-tiba muncul api di sekitar pompa,” ujar Makani.

Ia menjelaskan, para awak kapal sempat berupaya mencegah kobaran api membesar dengan mengangkat penampungan BBM (tangki penguin) untuk dijatuhkan ke laut. Petugas juga menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di mobil tangki.

Api sempat berhasil dikendalikan, namun beberapa saat kemudian kembali membesar. Kobaran api dengan cepat merambat ke sejumlah kapal dan bangunan di sekitar lokasi, terlebih saat itu angin bertiup cukup kencang.

Akibat kejadian tersebut, tiga kapal nelayan yang terbakar masing-masing adalah KM Mandala milik H. Kodori, KM Nurhidayah Utama milik KPL Mina Sumitra, serta satu kapal nelayan milik Hj. Waryati. Selain itu, satu unit mobil Mitsubishi Pajero milik Hj. Yuni dan sebuah warung di sekitar lokasi turut hangus dilalap api.

Makani mengaku sempat pingsan akibat kepanikan saat kebakaran berlangsung sebelum akhirnya meminta bantuan kepada warga untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Korwil Indramayu, Mutadi, A.Md.Kom, mengatakan insiden itu perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak, khususnya terkait penerapan standar keselamatan kerja, pengawasan, serta mekanisme distribusi BBM solar industri.

Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar seluruh prosedur operasional dan aspek keselamatan dilaksanakan secara optimal guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.

“Kami meminta Polres Indramayu melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab kebakaran serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa ini,” tegas Mutadi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari PT PBP Trans Group maupun Polres Indramayu mengenai penyebab pasti kebakaran. Aparat kepolisian diharapkan dapat mengusut tuntas insiden tersebut sehingga kronologi dan penyebab kebakaran dapat diketahui secara jelas berdasarkan hasil penyelidikan.

Reporter : Andika