Bapemperda DPRD Indramayu Bahas Perubahan Struktur Organisasi Perangkat Daerah

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Indramayu melakukan pembahasan perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Rapat berlangsung di ruang Bapemperda DPRD Indramayu sebagai langkah penyesuaian kelembagaan pemerintahan agar lebih efektif dan selaras dengan kebutuhan pelayanan masyarakat,” Selasa (5/5/2026).

Agenda tersebut dihadiri unsur pimpinan dan anggota Bapemperda bersama perwakilan Asisten Administrasi Umum Setda, BKPSDM, Bagian Hukum, serta Bagian Organisasi Setda Kabupaten Indramayu.

Dalam pembahasan, peserta rapat menyoroti evaluasi terhadap struktur organisasi perangkat daerah yang dinilai perlu diperbarui mengikuti perkembangan tata kelola pemerintahan saat ini.

Perwakilan Bagian Hukum Setda menjelaskan, revisi Raperda dilakukan untuk memperkuat penataan kelembagaan sekaligus mendukung optimalisasi pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Indramayu, kata dia, telah beberapa kali melakukan penyesuaian organisasi sehingga diperlukan penyelarasan terbaru terhadap fungsi dan kewenangan perangkat daerah.

Sementara itu, Bagian Organisasi Setda memaparkan sejumlah rencana perubahan, di antaranya penggabungan Badan Keuangan dan Aset Daerah menjadi Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah. Selain itu, urusan kebudayaan direncanakan masuk ke Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga. Sedangkan urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana akan dialihkan ke Dinas Kesehatan

Tak hanya itu, urusan pemberdayaan perempuan juga direncanakan bergabung dengan Dinas Sosial menjadi Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan.

Rencana penataan organisasi turut menyasar perampingan kelembagaan. Sebanyak 26 perangkat daerah disebut akan mengalami penyesuaian tipe, termasuk Sekretariat DPRD yang direncanakan turun dari tipe A menjadi tipe B. Kebijakan tersebut diperkirakan berdampak pada pengurangan jabatan struktural dari 569 menjadi 468 posisi.

BKPSDM turut menyampaikan bahwa restrukturisasi ini berpengaruh pada penataan jabatan di tingkat kecamatan. Pengurangan jumlah kepala seksi diperkirakan berdampak pada sekitar 26 pejabat yang nantinya memerlukan penyesuaian penempatan.

Dalam forum diskusi, Ketua Bapemperda H. Dalam menekankan pentingnya keterbukaan data skoring dan tipologi perangkat daerah. Ia juga mempertanyakan status Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang masih bertipe B.

Menanggapi hal tersebut, Bagian Organisasi Setda menyebut data skoring telah tersedia dan akan disampaikan sebagai bahan pembahasan lanjutan. Penetapan tipologi Disdukcapil juga disebut telah memperoleh persetujuan Kementerian Dalam Negeri bersama kementerian teknis terkait dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan sumber daya manusia sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016.

Anggota Bapemperda lainnya, Muhaemin, menyoroti pengelolaan aset daerah serta potensi kekosongan jabatan akibat restrukturisasi organisasi. Ia juga meminta penjelasan mengenai tipologi kecamatan, khususnya Kecamatan Pasekan.

Sementara Bhisma Panji Dhewanthara menilai perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) kali ini lebih realistis karena disusun berdasarkan kebutuhan riil daerah.

Menjawab hal itu, Bagian Organisasi Setda menjelaskan Kecamatan Pasekan memperoleh skor di atas 700 berdasarkan perhitungan sesuai PP Nomor 18 Tahun 2016 sehingga masuk kategori kecamatan tipe A.

Melalui pembahasan tersebut, Bapemperda DPRD Indramayu berharap perubahan Raperda mampu melahirkan struktur kelembagaan yang lebih proporsional, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Indramayu.

Reporter : Andika

Ratusan Nelayan Karangsong Tolak Rencana Kenaikan Solar Bersubsidi

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Gerakan Nelayan Pantura menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana kenaikan harga solar bersubsidi yang dinilai akan semakin membebani para nelayan, Senin (4/5/2026).

Ratusan nelayan bersama aktivis pesisir turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menyampaikan aspirasi secara terbuka dan menilai kebijakan kenaikan bahan bakar minyak, khususnya solar bersubsidi, akan berdampak langsung pada melonjaknya biaya operasional melaut.

Ketua GNP, Kajidin, mengatakan kondisi nelayan saat ini sudah cukup sulit akibat tingginya biaya operasional dan hasil tangkapan yang tidak menentu.

“Kalau harga solar naik, nelayan semakin berat untuk melaut. Pengeluaran tinggi, sementara pendapatan tidak bisa dipastikan,” ujarnya saat menyampaikan orasi di hadapan massa aksi.

Para nelayan mengaku selama ini sudah menghadapi mahalnya harga BBM non-subsidi serta keterbatasan akses bahan bakar bagi kapal-kapal berukuran besar. Mereka khawatir apabila harga solar subsidi ikut naik, maka semakin banyak kapal yang tidak lagi beroperasi.

Kondisi tersebut, menurut mereka, mulai terlihat di kawasan Pelabuhan Perikanan Karangsong. Sejumlah kapal tampak bersandar dan tidak melaut karena tingginya biaya kebutuhan operasional.

Selain persoalan ekonomi nelayan, GNP juga menyoroti dampak sosial yang berpotensi muncul apabila kebijakan tersebut diberlakukan. Mereka menilai kenaikan harga solar subsidi dapat memicu meningkatnya pengangguran di wilayah pesisir, menurunkan pendapatan masyarakat nelayan, hingga melemahkan roda perekonomian daerah.

Dalam aksi tersebut, para nelayan menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah, yakni menolak kenaikan harga solar bersubsidi untuk nelayan, menjamin ketersediaan BBM dengan harga terjangkau, serta memberikan perlindungan terhadap keberlangsungan usaha perikanan tangkap.

Aksi mimbar bebas berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Massa berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi nelayan serta mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap kehidupan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Pantura Indramayu.

Reporter : Andika

Desa Krasak Jadi Percontohan Pendidikan di Indramayu, Program “Reang Belajar” Tekan Angka Putus Sekolah

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, berhasil mencuri perhatian publik berkat inovasi pendidikan yang digagas Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arif. Melalui program bertajuk “Reang Belajar”, desa tersebut dinilai sukses berkontribusi dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memberantas buta huruf di wilayahnya.

Program “Reang Belajar” lahir dari kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi anak-anak putus sekolah serta masyarakat yang belum mampu membaca dan menulis. Dalam pelaksanaannya, Kuwu Khairul Isma Arif turun langsung menjadi “orang tua asuh” bagi warga yang membutuhkan pendampingan pendidikan.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Dalam kurun satu tahun terakhir, angka ATS di Kabupaten Indramayu berhasil ditekan hingga sekitar 1.200 anak, dan Desa Krasak menjadi salah satu desa yang dinilai berperan aktif dalam pencapaian tersebut.

Atas dedikasinya di bidang pendidikan, Bupati Indramayu Lucky Hakim melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti, menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Khairul Isma Arif sebagai “Inisiator Peduli Pendidikan” pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pemerintah Desa Krasak dalam mendukung program prioritas daerah melalui gerakan “Indramayu Belajar”.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Desa Krasak patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu dalam upaya menekan angka putus sekolah.

“Disdikbud mengapresiasi kepedulian Pemerintah Desa Krasak dalam mendukung penurunan angka ATS. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya di Kabupaten Indramayu,” ujar Caridin.

Ia menambahkan, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Indramayu masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pihaknya terus mendorong berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia agar Indramayu mampu bersaing dengan daerah lain serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pendidikan.

Sementara itu, Kuwu Desa Krasak, Khairul Isma Arif, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Krasak yang telah mendukung program “Reang Belajar”.

Menurutnya, program tersebut bertujuan memberikan harapan baru bagi anak-anak putus sekolah agar tetap dapat melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita mereka.

“Saya tidak pernah menyangka program ini mendapat perhatian dan apresiasi dari banyak pihak. Awalnya hanya ingin memastikan tidak ada anak yang putus sekolah di desa kami,” ungkapnya.

Khairul menegaskan, penghargaan tersebut dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Desa Krasak sebagai bentuk kerja bersama dalam membangun dunia pendidikan desa.

Dukungan terhadap langkah inovatif Desa Krasak juga datang dari Camat Jatibarang, Mardono. Ia menilai Desa Krasak sebagai salah satu desa yang aktif dan progresif dalam melahirkan berbagai inovasi pembangunan.

“Kami dari pemerintah kecamatan sangat mengapresiasi Desa Krasak yang terus aktif dan proaktif dalam berbagai program pembangunan. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dengan dukungan seluruh masyarakat,” katanya.

Selain sektor pendidikan, Desa Krasak juga menorehkan sejumlah prestasi lain di tingkat daerah. Desa yang dikenal sebagai penghasil Mangga Gedong Gincu tersebut masuk dalam 10 besar Mini Project terbaik Gapura Sapta Pesona (GSP) Tahun 2025 yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Tak hanya itu, Desa Krasak juga meraih penghargaan dalam ajang Lomba Desa Tingkat Kabupaten serta Lomba Kebersihan Kabupaten Indramayu.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi berkelanjutan, Desa Krasak membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi hambatan untuk menghadirkan perubahan nyata demi masa depan generasi muda yang lebih baik.

Sumber : Diskominfo Indramayu
Andika

Korwil FWJI Indramayu Hadiri Peringatan Hari Pers Sedunia ke-33 di Bogor

BOGOR.radarinformasi.com-  Koordinator Wilayah Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Indramayu, Mutadi, AMd.Kom menghadiri peringatan Hari Pers Sedunia (HPS) ke-33 yang digelar di Wisma Arga Muncar, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3-4/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Jaya Indonesia tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir dalam acara itu di antaranya pendiri FWJI Puguh Kribo, Bambang YB selaku Presiden WPO, Brigjen Pol Pulo Laksono, Mayjen Tatang Jaenudin, perwakilan Polres Bogor, perwakilan Dandim, jajaran panitia FWJI, DPP, DPD, hingga Korwil FWJI se-Indonesia.

Peringatan Hari Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei tersebut menjadi momentum penting bagi insan pers untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kebebasan pers, demokrasi, serta menyampaikan informasi yang berpihak pada kepentingan publik.

Dalam kesempatan itu, Korwil FWJI Kabupaten Indramayu Mutadi, AMd.Kom menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya kepada masyarakat.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, insan pers dituntut tetap menjaga independensi, profesionalisme, serta integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Pers harus tetap menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi antarjurnalis, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi, refleksi peran media, serta penguatan solidaritas antar insan pers dari berbagai daerah.

Kehadiran FWJI Indramayu dalam kegiatan itu diharapkan mampu mempererat sinergi antarwartawan serta mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.

Melalui peringatan Hari Pers Sedunia 2026, insan pers diharapkan terus menjaga integritas serta berkontribusi sebagai pilar penting dalam pembangunan bangsa dan penguatan demokrasi di Indonesia.

Reporter : Andika

Hardiknas 2026 di Indramayu, Pemkab Tegaskan Pentingnya Pendidikan Berkualitas dan Inovatif

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat Kabupaten Indramayu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan demi mencetak generasi unggul, tangguh, dan berdaya saing.

Upacara Hardiknas yang digelar di Alun-alun Indramayu, Sabtu (2/5/2026), dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Indramayu, Asep Abdul Mukti. Dalam kesempatan tersebut, Asep menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang maju dan bermartabat, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, Asep menyampaikan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) guna meningkatkan mutu pendidikan nasional. Pendekatan tersebut diyakini mampu memperkuat proses belajar di ruang kelas sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan lima kebijakan strategis di bidang pendidikan, meliputi pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas serta kesejahteraan guru, penguatan pendidikan karakter, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, hingga pemerataan akses pendidikan yang inklusif.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa keberhasilan berbagai program pendidikan membutuhkan dukungan pola pikir maju, mental yang kuat, dan misi yang jelas. Ketiga unsur tersebut dinilai menjadi kunci agar kebijakan pendidikan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari bersama-sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua demi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” ujar Asep.

Momentum Hardiknas juga mendapat respons positif dari kalangan pendidik dan pelajar. Guru SMPN 1 Patrol, Nur Aisah, menilai peringatan Hardiknas menjadi pengingat bagi tenaga pendidik untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran agar kualitas pendidikan di Indramayu semakin berkembang.

Hal serupa disampaikan siswi SMAN 1 Sindang, Ayu Wandirah. Ia mengaku semakin termotivasi untuk belajar lebih giat dan berharap pendidikan di Indonesia terus mengalami kemajuan serta mampu memberikan ruang bagi generasi muda untuk berprestasi dan meraih cita-cita.

Dalam rangkaian kegiatan Hardiknas 2026, Pemerintah Kabupaten Indramayu juga memberikan berbagai penghargaan kepada sekolah, guru, pelajar, hingga tokoh penggerak pendidikan.

Pada lomba beberes sekolah, TK Aisyiyah Bustanul Athfal meraih juara pertama tingkat TK. Untuk jenjang SD, penghargaan diraih SDN Sukahati, sedangkan tingkat SMP diraih SMPN 1 Terisi.

Penghargaan inisiator berprestasi juga diberikan kepada Muhammad Zhafran Al Fatih dari SDN 1 Bojongsari atas prestasi di Kejuaraan Taekwondo Merdeka Championship I, Adeeva Afseen Mysha Firoos dari SDN 2 Jatibarang sebagai delegasi Indonesia dalam ajang Melayu Day 2025, serta Athalia Aerilyn Noeryn dari SDN 1 Karangampel Kidul yang meraih predikat Penari Topeng Terbaik Samba dan Kelana 2025 di Bandung.

Selain itu, penghargaan kepedulian lingkungan diberikan kepada Eti Rukmiati dari SDN 1 Karangampel atas program pengelolaan sampah sekolah. Penghargaan tingkat internasional juga diraih Ana Rohdiana dari SMPN 4 Sindang melalui inovasi pendidikan bertajuk “Petualangan di Hutan Mangrove” dalam ajang SEAMEO dan Japan ESD Award.

Penghargaan lainnya turut diberikan kepada Kuwu Desa Krasak Kecamatan Jatibarang, Khairul Isma Arif, atas inisiatif ruang belajar bagi masyarakat, Marsya Azani Zaenuniam dari SMP 2 Sindang sebagai Duta Pendidikan Jawa Barat, serta Sarah Bolushi Sya’ban El Mahdi dari SMAN 1 Indramayu yang meraih Juara 1 Tari Kreasi Nusantara tingkat nasional di TMII Jakarta.

Sementara itu, penghargaan Guru Pejuang Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI diberikan kepada sejumlah guru di Indramayu, di antaranya Anas dari SMKN 1 Krangkeng, Arie Wahyuni dari SMPN 1 Losarang, Hariyono dari SDN 3 Kalianyar, Hata Sagita dari SDN 2 Lempuyang, Mardiani dari SMPN 1 Lohbener, serta Widya Agustin dari SMPN 1 Krangkeng.

Sumber: Diskominfo Indramayu
Andika

Libur Akhir Pekan, Wisata Bali 2 Indramayu Jadi Favorit Warga untuk Rekreasi Bersama Keluarga

INDRAMAYU.radarinformasi.com-
Memasuki libur akhir pekan, destinasi wisata Bali 2, di Jl.Raya Balongan, Kec. Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Suasana ramai pengunjung terlihat sejak pagi hari dengan berbagai aktivitas rekreasi yang memadati area wisata tersebut,” pada Minggu, 3 Mei 2026.

Tempat wisata yang dikenal memiliki nuansa alam terbuka dan suasana santai ini menawarkan berbagai fasilitas hiburan yang cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa. Pengunjung dapat menikmati area bermain, spot swafoto, kuliner khas, hingga pemandangan alam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Pada momen libur panjang dan akhir pekan, jumlah pengunjung mengalami peningkatan cukup signifikan. Banyak warga datang bersama keluarga untuk menikmati suasana liburan tanpa harus bepergian jauh ke luar kota.

Salah seorang pengunjung Warno berasal dari Subang Bersama Keluarga,” mengaku memilih Bali 2 sebagai tempat rekreasi karena lokasinya mudah dijangkau serta memiliki suasana yang nyaman untuk bersantai.

“Tempatnya cocok untuk keluarga, banyak spot foto dan anak-anak juga senang bermain di sini. Apalagi saat hari libur seperti sekarang suasananya ramai dan menyenangkan,” ujarnya.

Selain menjadi tempat hiburan, kawasan wisata Bali 2 juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kehadiran pedagang kuliner, pelaku UMKM, hingga jasa hiburan turut meramaikan aktivitas wisata setiap akhir pekan.

Pihak pengelola terus berupaya meningkatkan fasilitas dan kenyamanan pengunjung, mulai dari kebersihan area wisata, keamanan, hingga penambahan wahana hiburan agar wisatawan semakin betah berkunjung.

Dengan suasana yang asri, harga tiket yang terjangkau, serta berbagai fasilitas menarik, Bali 2 Indramayu kini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang layak dikunjungi masyarakat saat mengisi waktu liburan di Kabupaten Indramayu.

Reporter : Andika

WPO Zona Eropa Apresiasi FWJI atas Sukses Peringatan Hari Pers Sedunia 2026

LONDON.radarinformasi.com- World Press Organization (WPO) melalui Wakil Presiden Zona Eropa, Rabit Sadiku, secara resmi menyampaikan dukungan dan ucapan selamat kepada Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) atas suksesnya penyelenggaraan peringatan Hari Pers Sedunia 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan secara virtual dari kantor pusat WPO Zona Eropa. Dalam sambutannya, Dr. Rabit Sadiku memberikan apresiasi atas dedikasi FWJI dalam menjaga marwah serta kehormatan profesi jurnalistik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, organisasi pers memiliki peran penting di tengah derasnya arus disinformasi global yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa jurnalisme bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga bagian dari misi kemanusiaan.

“Kebebasan bagi seorang jurnalis adalah keberanian untuk menyampaikan kebenaran melalui informasi yang beretika dan mampu mendamaikan dunia,” tegas Dr. Rabit Sadiku.

Ia juga menambahkan, pada tahun 2026 jurnalisme diharapkan mampu menjadi jembatan perdamaian antarbangsa. Informasi yang akurat dan disampaikan dengan menjunjung etika dinilai sebagai instrumen penting dalam meredam konflik dan membangun kesejahteraan bersama.

Sementara itu, Bendahara Umum FWJI, Tri Wulansari, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dukungan yang diberikan WPO maupun World Press International (WPI) Dunia.

“Kami merasa terhormat mendapat pengakuan dari organisasi pers dunia. Dukungan ini menjadi motivasi bagi FWJI untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kontribusi dalam dunia pers,” ujar Tri Wulansari di Jakarta.

Ia berharap hubungan dan sinergi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat guna menciptakan kolaborasi yang lebih luas bagi kemajuan profesi jurnalis secara global.

Apresiasi dari WPO Zona Eropa tersebut menjadi bukti pengakuan internasional terhadap keberadaan FWJI sebagai organisasi pers yang aktif dan progresif. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara wartawan Indonesia dengan jaringan media internasional dalam mempromosikan kemerdekaan pers yang profesional dan bertanggung jawab.

Di akhir pernyataannya, Dr. Rabit Sadiku kembali menyampaikan ucapan selamat kepada FWJI atas kontribusi dan dedikasinya dalam memperingati Hari Pers Sedunia 2026.

Sebagai informasi, World Press Organization merupakan organisasi jurnalisme global yang fokus pada perlindungan hak jurnalis, peningkatan standar etika profesi, serta pengembangan kualitas media di berbagai negara. Sedangkan Forum Wartawan Jaya Indonesia merupakan organisasi pers nasional yang aktif memperjuangkan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan hukum bagi jurnalis di Indonesia.

Reporter : Andika

Bupati Lucky Hakim Temui Menteri Pertanian, Perjuangkan Infrastruktur dan Modernisasi Pertanian Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dalam upaya mempertahankan posisi Indramayu sebagai lumbung pangan nasional, Bupati Indramayu Lucky Hakim melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Lucky Hakim menyerahkan langsung surat permohonan dukungan sarana dan prasarana pertanian guna mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Indramayu. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang selama ini berjalan baik.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman atas dukungan dan bantuan kepada Kabupaten Indramayu,” ujar Lucky.

Dalam dokumen permohonan bantuan tersebut, Pemkab Indramayu memaparkan capaian sektor pertanian sepanjang 2025. Berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Indramayu memiliki luas baku sawah mencapai 124.517 hektare dengan indeks pertanaman sebesar 1,8 poin.

Sepanjang tahun 2025, luas tanam padi di Indramayu mencapai 251.971 hektare, sedangkan luas panen mencapai 249.817 hektare. Produksi padi tercatat menembus sekitar 1,7 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan produktivitas mencapai 68,24 kuintal per hektare, atau setara sekitar 900.931 ton beras selama periode Januari–Desember 2025.

Atas capaian tersebut, Kabupaten Indramayu mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai peringkat ke-7 nasional dalam peningkatan produksi beras serta kontribusi terhadap swasembada pangan berkelanjutan.

Meski demikian, Lucky Hakim mengakui sektor pertanian Indramayu masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, dampak perubahan iklim, hingga kondisi infrastruktur irigasi yang belum optimal.

“Sebagian jaringan irigasi mengalami kerusakan dan sedimentasi sehingga distribusi air belum maksimal, terutama saat musim kemarau,” jelasnya.

Melalui surat permohonan itu, Pemkab Indramayu mengusulkan sejumlah dukungan strategis, di antaranya normalisasi Waduk Cipancuh, perbaikan Bendung Karet Waledan di Kecamatan Cantigi, Bendung Karet Cipanas di Kecamatan Kandanghaur, Bendung Karet Pangkalan di Kecamatan Lohbener, hingga kelanjutan modernisasi Rentang Kanan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan percepatan operasional Bendungan Cipanas serta Daerah Irigasi Cikawung Premium dan Sadawarna. Upaya antisipasi banjir rob di kawasan pertanian Kandanghaur juga menjadi perhatian melalui rencana pembangunan kanal sepanjang 7,5 kilometer.

Tak hanya infrastruktur, Pemkab Indramayu turut mengajukan bantuan modernisasi pertanian berupa 200 titik irigasi perpompaan (Irpom), 302 titik Jalan Usaha Tani (JUT), serta pengadaan alat dan mesin pertanian modern seperti drone pertanian, combine harvester besar, rotavator, traktor roda dua, vertical dryer, hingga ratusan unit pompa air berbagai kapasitas.

Melalui dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu berharap produktivitas pertanian terus meningkat sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian demi meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Sumber Diskominfo Indramayu

Andika

Menelusuri Lebih Jauh May Day: Sejarah dan Makna Hari Buruh Internasional

BOGOR.radarinformasi.com – Setiap tanggal 1 Mei, berbagai negara di dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau yang dikenal sebagai May Day. Di Indonesia, peringatan ini tidak hanya menjadi hari libur nasional, tetapi juga momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Sejarah May Day berakar dari perjuangan buruh di Chicago pada tahun 1886. Saat itu, ribuan pekerja melakukan aksi besar-besaran menuntut pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari. Aksi tersebut memuncak dalam peristiwa yang dikenal sebagai Haymarket Affair, yang kemudian menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di seluruh dunia.

Peringatan 1 Mei kemudian diadopsi secara internasional sebagai Hari Buruh, termasuk di Indonesia. Pada masa kolonial Hindia Belanda, peringatan ini sudah mulai dilakukan oleh kelompok buruh sebagai bentuk solidaritas global. Namun, pada era Orde Baru, peringatan May Day sempat dilarang karena dianggap berkaitan dengan ideologi tertentu.

Setelah memasuki era reformasi, kebebasan untuk memperingati Hari Buruh kembali terbuka. Puncaknya, pada tahun 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional di Indonesia.

Kini, May Day tidak hanya diperingati sebagai hari bersejarah, tetapi juga menjadi ajang bagi pekerja untuk menyampaikan tuntutan, seperti peningkatan kesejahteraan, perlindungan tenaga kerja, serta kondisi kerja yang lebih layak. Di berbagai kota, aksi unjuk rasa hingga kegiatan sosial kerap mewarnai peringatan ini.

Dengan memahami sejarah May Day, masyarakat diharapkan dapat melihat bahwa hari ini bukan sekadar tanggal merah, melainkan simbol perjuangan panjang untuk keadilan dan hak-hak pekerja.

Red

Pengumuman Kehilangan STNK Sepeda Motor Honda NF12A1C M/T

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Telah terjadi kehilangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor dengan nomor polisi E 4191 QAN atas nama Abdul Karim. STNK tersebut diketahui hilang sekitar pukul 09.00 WIB, saat perjalanan dari rumah menuju Stasiun Jatibarang, Kabupaten Indramayu,”
pada Senin, 27 April 2026.

Kendaraan dimaksud diketahui belum dilakukan proses balik nama kepada pemilik baru, yakni Maulana Ragil Zakaria yang beralamat di Jalan Alamanda Merah No. 6 RT 05 RW 07, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan data kendaraan, sepeda motor tersebut merupakan merek Honda tipe NF12A1C M/T, tahun pembuatan 2011, dengan isi silinder 125 cc, jenis sepeda motor, dan warna putih hijau. Kendaraan memiliki nomor rangka MH1JBF13BK008684 dan nomor mesin JBF1E1008836. Adapun nomor BPKB kendaraan tercatat L-03643449 dengan bahan bakar bensin.

Pihak pemilik telah berupaya melakukan pencarian dokumen tersebut, namun hingga saat ini STNK belum ditemukan. Kehilangan dokumen kendaraan ini diharapkan dapat diketahui masyarakat luas guna menghindari adanya penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Apabila terdapat pihak yang menemukan STNK dengan identitas tersebut, diharapkan dapat menghubungi nomor 0831-4871-3074 atau menyerahkan kepada pihak berwenang terdekat untuk diproses lebih lanjut.

Demikian pemberitaan kehilangan ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Reporter : Andika