Forum Konsultasi Publik, Bupati Lucky Hakim Ajak Seluruh Pihak Ambil Peran Sukseskan Pembangunan di Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bupati Indramayu Lucky Hakim memberikan arahan pada kegiatan forum konsultasi publik dalam rangka penyusunan RPJMD Kabupaten Indramayu tahun 2025-2029 dan RKPD Kabupaten Indramayu tahun 2026 yang digelar Bappeda Litbang Kabupaten Indramayu

Berlangsung di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Indramayu, Kamis (17/4/2025) forum konsultasi publik turut dihadiri perangkat daerah di lingkungan Pemkab Indramayu serta organisasi kemasyarakatan, tokoh agama,tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Dalam arahan nya, Bupati Lucky menyampaikan konsultasi publik merupakan forum pemangku kepentingan untuk memberikan masukan dan saran dalam rangka penyempurnaan rancangan awal dokumen perencanaan pembangunan.

Forum yang juga merupakan bagian penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan tersebut turut melibatkan berbagai pihak yakni pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media sebagai sebuah kolaborasi Pentahelix.

“Kolaborasi ini dapat kita maksimalkan untuk membangun perubahan sosial, tentunya untuk mewujudkan visi besar kita yaitu Indramayu REANG, Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong,” ujarnya.

Pelibatan banyak pihak tersebut tidak lain menurut Bupati Lucky adalah untuk saling berbagi peran namun tetap dengan satu tujuan yaitu hadir sebagai solusi untuk bersama-sama membangun perubahan sosial yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat demi terwujudnya Kabupaten Indramayu yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan perbaikan dan pembangunan di Kabupaten Indramayu, dengan harapan, pembangunan yang dilaksanakan dapat menjawab berbagai tantangan dan permasalahan di kabupaten indramayu, diantaranya yaitu kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita masyarakat, IPM dan ketimpangan atau gini ratio.

Dengan slogan “BEBERES DERMAYU”, akan dilakukan upaya-upaya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut yaitu pengurangan tingkat kemiskinan agar tidak menjadi kabupaten yang tertinggi tingkat kemiskinannya di Provinsi Jawa Barat, peningkatan ketahanan pangan dengan tidak mengabaikan kesejahteraan petani, optimaliasi potensi daerah serta berbagai upaya lainnya.

“Keterlibatan masyarakat dalam berbagai tahapan pembangunan merupakan faktor penting dalam keberhasilan pembangunan karena masyarakat bukan hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subjek pembangunan yang menitikberatkan masyarakat sebagai penerima manfaat dan pelaku pembangunan,” tandasnya.

Kegiatan forum konsultasi publik ditutup dengan penandatanganan berita acara forum konsultasi publik oleh Bupati Indramayu serta perwakilan stakeholder lainnya.

Reporter  : Andika

Redaktur  : Rizal

Jenguk Korban KDRT, Lucky Hakim : Jangan Ada Celah Bagi Perempuan Jadi Korban Kekerasan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan tidak ada lagi celah bagi perempuan Indramayu menjadi korban kekerasan. Hal tersebut disampaikan Lucky Hakim saat menjenguk korban KDRT asal Kecamatan Gantar di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Rabu (16/4/2025). 

Seperti diketahui salah seorang perempuan beberapa waktu lalu mendapatkan perlakuan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya. Akibat kejadian tersebut si perempuan mendapatkan luka bakar kemudian dibawa ke RSUD Indramayu yang kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. 

“Saya sangat prihatin terhadap kondisi ini. Pemkab dengan pihak kepolisian memastikan untuk tidak ada lagi celah bagi perempuan Indramayu menjadi korban kekerasan dan KDRT,” tegas Lucky Hakim. 

Lucky Hakim menambahkan, bagi masyarakat Kabupaten Indramayu khususnya perempuan, remaja putri, maupun ibu-ibu harus lebih waspada dan hati-hati terhadap lingkungan sekitar maupun orang-orang terdekat yang dikenalnya. 

Menurutnya, jika terjadi tindak kekerasan atau pun pelecehan bisa melaporkan ke Kuwu (kepala desa), ataupun UPT Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Diaduk P3A) yang ada di tiap-tiap kecamatan atau juga di institusi terkecil Posyandu. 

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Perempuan, dan Keluarga Berencana Kabupaten Indramayu, Cicih Sukarsih mengatakan, terhadap korban pihaknya terus melakukan pendampingan baik secara kesehatan maupun hukum. 

“Perhatian dan komitmen Bupati Indramayu sangat besar terhadap pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Semoga ini kejadian terakhir di Indramayu tidak ada korban lagi,” kata Cicih. 

Reporter   : Andika

Redaktur   : Rizal

Buka Muskab PMI Indramayu, Syaefudin Dorong Penguatan Organisasi untuk Kemanusiaan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Indramayu didorong untuk memperkuat perannya tanpa adanya sekat atau dikotomi, demi menjalankan tugas-tugas kemanusiaan secara maksimal. Penegasan itu disampaikan oleh Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, mewakili Bupati Lucky Hakim saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Cabang Indramayu, Selasa (15/4/2025), di Aula Bank BJB Indramayu.

Dalam sambutannya, Syaefudin menekankan pentingnya posisi PMI sebagai garda terdepan dalam aksi-aksi kemanusiaan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Ia berharap Muskab ini tak sekadar menjadi forum evaluasi kinerja, tetapi juga wadah untuk menentukan arah baru yang lebih progresif.

“Muskab ini harus menjadi momentum bagi PMI untuk tampil lebih kuat dan profesional dalam menjalankan misi kemanusiaan di Indramayu,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Organisasi PMI Jawa Barat, Yossi Irianto, turut mendorong sinergi antara PMI dan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa kepengurusan baru harus mampu menyusun program kerja yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan kebijakan pemerintah.

Dalam forum Muskab tersebut, Mulya Sedjati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PMI Cabang Indramayu periode 2025–2030. Pemilihan ini menandai awal baru bagi PMI Indramayu dalam memperkuat kontribusinya di bidang kemanusiaan.

Reporter  : Andika

Redaktur  : Rizal

Bupati Lucky Hakim Hadiri Pelantikan DPAC FKDT se-Indramayu, Tegaskan Dukungan Penuh untuk Guru MDT

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Dalam rangka memperingati Hari Lahir Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) ke-13, digelar acara Halalbihalal sekaligus pelantikan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) FKDT dari seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu untuk periode 2025–2029. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (15/4/2025) ini dihadiri langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, Ketua DPC FKDT Indramayu H. Aspuri, serta Ketua DPW FKDT Jawa Barat KH. Atep Abdul Gofar, yang turut melantik para pengurus baru.

Dalam sambutannya, KH. Atep menyampaikan kepercayaan penuh kepada jajaran DPAC yang dilantik. Ia berharap, seluruh pengurus dapat mengemban tugas dengan amanah serta penuh dedikasi, seraya memohon doa agar perjuangan mereka diberi kemudahan dan keberkahan oleh Allah SWT.

Ketua DPC FKDT Indramayu H. Aspuri menegaskan bahwa FKDT bukan hanya organisasi keagamaan, namun juga menjadi penghubung strategis antara pemerintah pusat dan daerah dalam membumikan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lucky Hakim atas dukungannya terhadap program “Indramayu Mengaji”.

“Atas nama guru MDT, kami sangat berterima kasih. Target kami, minimal setiap anak mampu membaca Iqro hingga jilid enam,” tegasnya.

Berdasarkan data tahun 2025, terdapat 985 lembaga MDT (MDTA dan MDTW) di Kabupaten Indramayu, dengan jumlah tenaga pengajar mencapai 5.730 orang dan peserta didik sekitar 98.730 siswa. Namun demikian, hanya 3.611 guru yang menerima insentif, sementara sisanya hanya mengandalkan honor antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan.

Bupati Lucky Hakim dalam pidatonya menyuarakan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menyoroti ketimpangan kesejahteraan guru MDT dan menekankan perlunya langkah konkret dalam memperbaiki sistem yang ada.

“Guru ngaji kita luar biasa, tapi bagaimana bisa mereka hanya digaji Rp50 ribu per bulan? Ini tidak adil. Dalam visi REANG, huruf pertama adalah Religius. Saya ingin semua anak lulus SD dan SMP sudah bisa ngaji, dan kita akan bentuk sistem formalnya,” tandasnya.

Sebagai bagian dari komitmen memperkuat pendidikan agama, Bupati juga menyampaikan rencana untuk menambah dua hari pelajaran agama dalam satu minggu di jenjang SMP. Ia menyebut para guru MDT sebagai ujung tombak pembentukan karakter religius generasi muda Indramayu.

Bentuk konkret dukungan pemerintah daerah pun ditunjukkan dengan penyerahan bantuan insentif guru MDTA senilai Rp3,2 miliar untuk periode Januari–Maret 2025 secara simbolis oleh Bupati.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat kolaborasi antara FKDT, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun pendidikan diniyah yang lebih bermutu, adil, dan berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.

Reporter  : Andika

Redaktur  : Rizal

Kejari Indramayu Musnahkan Barang Bukti, Lucky Hakim: Kita Perang Terhadap Pelaku Kejahatan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Setelah mendapatkan ketetapan hukum tetap Kejaksaan Negeri Indramayu memusnahkan beberapa barang bukti hasil tindak kejahatan di wilayah hukum Indramayu, Kamis (17/04/2025). Acara dipusatkan di halaman Kejaksaan Negeri Indramayu dengan membakar barang bukti tersebut. 

Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan setelah penandatanganan berita acara oleh Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu (Kajari) didampingi dan disaksikan oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, Ketua Pengadilan Negeri Indramayu, Kapolres Indramayu, Dandim 0616 Indramayu, Kepala Lapas Indramayu, Karupbasan, Kasatpol PP & Damkar, Kepala Dinas Kesehatan Indramayu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu serta tamu undangan lainnya. 

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Forkompida dan Instansi terkait terus melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba, tindak kejahatan dan kenakalan remaja ke sekolah-sekolah di Indramayu. 

“Jangan sampai generasi muda Indramayu melakukan tindak kejahatan dan mencoba serta menggunakan narkoba yang akan merusak masa depannya. Kita terus lakukan pembinaan untuk para pelajar dan usia sekolah lainnya,” ungkapnya. 
Lucky Hakim menegaskan, Forkopimda Indramayu.

Sementara Kajari Indramayu Arief Indra Kusuma Adhi dalam sambutanya menyampaikan, bahwa pemusnahan barang bukti tindak pidana tersebut merupakan upaya melaksanakan keputusan Pengadilan yang sudah mendapatkan ketetapan hukum tetap (Inkcracht) sebanyak 128 perkara. 

Adapun tindak kejahatan tersebut antara lain peredaran narkoba dan psikotropika, tindak kekerasan, tawuran pelajar, pencurian dan lain sebagainya. 

Arief menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lucky Hakim atas dukunganya serta sinergitas Forkopimda serta instansi lainnya sehingga suasana Indramayu kondusif, aman dan terkendali. 

“Tidak ada ruang dan tempat bagi para pelaku tindak kejahatan, pengedar dan pengguna narkoba di Indramayu,” ungkapnya. 

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti dan Perampasan Kejaksaan Negeri Indramayu Taufik Hidayah dalam laporanya menjelaskan bahwa pada pemusnahan barang bukti tindak pidana umum ini sesuai dengan surat perintah Kajari Indramayu No. PRINT-669/M.2.21/Eku.3/04/2025 tanggal 14 April 2025 dan sudah mempunyai ketetapan hukum tetap (Inkracht). 

Adapun barang bukti tersebut berasal dari tindak pidana umum berupa narkoba, psikotropika, obat palsu, uang palsu, senjata tajam (sajam) dan barang bukti lainnya. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Nelayan Cumi Eretan Wetan Tolak VMS, Suarakan Keadilan bagi Nelayan Kecil

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu pagi ini berubah menjadi panggung perlawanan. Bukan oleh suara lelang atau aktivitas bongkar muat hasil laut seperti biasanya, melainkan oleh lantang suara para nelayan cumi yang menyatakan penolakan terhadap kebijakan pemasangan Vessel Monitoring System (VMS), Selasa (15/4/2025). Kamis (17/4)

Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan nelayan turun ke lokasi membawa spanduk dan pengeras suara. Mereka menyampaikan aspirasi dalam bentuk aksi damai, menolak VMS yang dinilai membebani dan tidak relevan dengan kondisi nelayan kecil.

“Kalau tujuannya pengawasan, kenapa kami tak diajak bicara dulu? Kami yang hidup di laut, kenapa suara kami tak didengar?” ujar seorang tokoh nelayan setempat.

Menurut mereka, VMS bukan hanya menjadi beban biaya tambahan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran baru. Mereka menilai sistem ini belum terbukti efektif dan justru membatasi ruang gerak nelayan yang selama ini bekerja untuk menghidupi keluarga, bukan melakukan pelanggaran hukum.

Kekecewaan juga muncul karena para nelayan merasa diabaikan dalam proses kebijakan. Mereka menganggap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tidak melibatkan pihak yang paling terdampak dalam penyusunan aturan. Padahal kontribusi nelayan kecil terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) disebut sudah signifikan.

“Kami bukan pelaku kejahatan laut, kami hanya mencari nafkah. Tapi kebijakan ini seperti mengekang kami tanpa alasan yang jelas,” keluh seorang nelayan senior sambil memperlihatkan slip setoran PNBP.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan TNI-Polri untuk memastikan berjalan tertib. Namun, semangat para nelayan tak surut. Mereka berharap tuntutan mereka sampai ke telinga pengambil kebijakan di pusat.

Dalam pernyataan sikapnya, Serikat Nelayan Cumi Eretan Wetan mengajukan tiga poin tuntutan: evaluasi kebijakan VMS, keterlibatan nelayan dalam setiap proses regulasi perikanan, serta jaminan perlindungan bagi nelayan kecil dari kebijakan yang berpotensi merugikan.

Mereka juga mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama memperjuangkan nasib nelayan tradisional yang semakin tersisih oleh arus modernisasi sektor perikanan.

“Kami tidak menolak teknologi. Tapi kami ingin teknologi yang adil dan berpihak. Kami siap diawasi, tapi bukan dibelenggu,” tegas salah satu peserta aksi dengan tatapan lurus ke laut sumber penghidupan mereka yang kini terasa makin jauh dari jangkauan keadilan.

Aksi ini menjadi pengingat keras bahwa modernisasi tanpa keberpihakan hanya akan memperlebar jurang ketimpangan. Suara dari pesisir pantai seperti Eretan Wetan hari ini seharusnya menjadi refleksi bagi seluruh pengambil kebijakan: bahwa pembangunan sejati harus berpijak pada keadilan sosial, bukan sekadar data di meja kerja.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Kanwil Ditjenpas Sumut dan Ka. UPT Medan Anjangsana ke Kodam I/BB Jalin Sinergi Keamanan

MEDAN.radarinformasi.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, didampingi para Kepala Bidang, Kepala Bagian, serta sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Medan sekitar, melaksanakan kegiatan anjangsana ke Markas Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan pada Selasa 15 April kemarin. Kunjungan ini disambut hangat oleh Pangdam I/BB, Mayor Jenderal TNI Rio Firdianto. Rabu (16/4)

Anjangsana ini bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan serta membangun sinergi antara Ditjen Pemasyarakatan dengan jajaran TNI, khususnya Kodam I/Bukit Barisan, dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan serta menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif di wilayah Sumatera Utara.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kakanwil Ditjenpas Sumut Yudi Suseno menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pangdam dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan tugas pembinaan dan pengamanan warga binaan pemasyarakatan.

“Sinergi antara pemasyarakatan dan TNI menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis. Kami sangat menghargai dukungan Kodam I/BB selama ini, dan berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin kuat,” ungkap Yudi Suseno.

Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan komitmen Kodam untuk terus mendukung program-program dan kegiatan yang dijalankan oleh Kanwil Ditjenpas Sumut. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antar lembaga untuk mendukung ketertiban dan keamanan di masyarakat.

Reporter   : Reno H
Redaktur  : Rizal

Bertemu Perhimpunan Penyuluh Pertanian, Wabup Indramayu Bahas Penguatan Peran Penyuluh di Daerah Strategis 

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) Kabupaten Indramayu melakukan audensi dengan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, pada Selasa (15/4/2025). Audensi ini digelar di Ruang Wabup sebagai upaya memperkuat peran penyuluh pertanian dalam mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Rabu (16/4)

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Perhiptani menyampaikan sejumlah persoalan dan tantangan yang dihadapi para penyuluh di lapangan. Mulai dari keterbatasan jumlah penyuluh aktif, kebutuhan peningkatan kapasitas, hingga pentingnya dukungan anggaran dan sarana kerja yang memadai. Para penyuluh juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pada kuatnya sistem penyuluhan. 

Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menyambut baik inisiatif Perhiptani dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat fungsi penyuluh pertanian. 

“Indramayu adalah lumbung pangan nasional. Kita tidak bisa bicara ketahanan pangan tanpa memastikan para penyuluh kita berada dalam posisi yang kuat, didukung dan diberdayakan,” ujar Syaefudin dalam arahannya. 

Wabup juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, penyuluh, petani, dan lembaga pendidikan pertanian. Menurutnya, penguatan penyuluh tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas dan akses informasi teknologi pertanian terbaru yang harus merata hingga ke pelosok desa. 

Ketua Perhiptani Kabupaten Indramayu, Wawan Setiawan berharap hasil audensi ini dapat menjadi pintu masuk untuk pembenahan sistem penyuluhan di Indramayu. Termasuk di dalamnya rekrutmen penyuluh baru, peningkatan kompetensi melalui pendidikan berkala, serta penambahan fasilitas penunjang lapangan dan tambahan penghasilan. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Ribuan Warga Padati Karangsong, Tradisi Nadran Jadi Simbol Syukur dan Gotong Royong Nelayan

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ribuan warga tumpah ruah memadati wilayah pesisir Karangsong, Kabupaten Indramayu, untuk mengikuti tradisi laut Nadran yang kembali digelar oleh masyarakat dan nelayan di wilayah kerja KPL Mina Sumitra. Rabu (16/04)

Tradisi yang digelar dua tahun sekali ini menjadi bentuk rasa syukur atas limpahan hasil laut sekaligus simbol kebersamaan masyarakat pesisir. Kegiatan berlangsung meriah dengan kehadiran Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang turut mengikuti prosesi utama berupa larung kepala kerbau ke tengah laut.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, memadati sepanjang jalan menuju muara Karangsong yang menjadi titik kumpul prosesi pelepasan. Arak-arakan meron yang membawa kepala kerbau diiringi seni tradisional, tabuhan musik, serta tarian khas daerah menambah semarak suasana.

Prosesi larung menjadi puncak acara, di mana kepala kerbau yang telah dihias diarak dan kemudian dilarungkan ke laut sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah. Nuansa spiritual dan budaya sangat kental terasa dalam setiap rangkaian kegiatan.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Karangsong dan sekitarnya dalam menjaga serta melestarikan tradisi warisan leluhur tersebut. Ia menilai Nadran tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai momentum memperkuat solidaritas serta identitas budaya masyarakat pesisir.

“Tradisi Nadran ini adalah warisan budaya yang luar biasa. Semoga melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kecintaan terhadap laut bisa terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Hal ini sejalan dengan visi Indramayu Reang,” ujar Syaefudin dalam sambutannya.

Ia pun berharap para nelayan di Karangsong dan wilayah pesisir Indramayu semakin sejahtera dan selalu diberikan keselamatan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Tradisi Nadran Karangsong merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang masih lestari hingga kini. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Bupati Lucky Hakim Bersama BPN Kembali Sertifikatkan Aset Pemerintah Daerah 

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali mengamankan aset pemerintah daerah dengan cara mensertifikasi. Hal ini merupakan upaya untuk menjaga aset dari kehilangan dan mendapatkan kepastian hukum.  Selasa (15/4)

Hal tersebut ditegaskan Bupati Indramayu Lucky Hakim ketika menerima sertifikat aset pemerintah daerah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Indramayu di Pendopo, Senin (14/4/2025). 

Lucky Hakim menjelaskan, sertifikasi aset-aset tanah milik pemerintah daerah terus dilakukan setiap tahun. Hal ini merupakan upaya untuk menjaga aset agar tidak hilang, tertib administrasi, dan juga mendapatkan kepastian hukum sehingga tidak bersengketa dengan pihak lain. 

“Kita tertibkan aset pemda ini agar tidak ada klaim dari pihak lain yang pasti ini agar mendapatkan kepastian hukum bagi kita penyelenggara pemerintahan,” kata Lucky Hakim. 

Lucky Hakim menambahkan, saat sekarang total aset yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Indramayu sebanyak 2.168 bidang tanah yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut yang sudah tersertifikat sebanyak 881 bidang sisanya sebanyak 1.287 bidang masih terus dilakukan sertifikasi. 

Sementara itu Kepala BPN Kabupaten Indramayu, Fredy Marfin mengatakan, pengelolaan aset daerah yang transparan dan berkelanjutan merupakan hal yang sangat penting saat ini. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah kerja keras dalam proses percepatan sertifikasi aset daerah ini. 

“Percepatan penerbitan sertifikat aset di Kabupaten Indramayu ini merupakan satu tuntutan untuk melegalkan kepemilikan hak atas tanah terutama yang berhubungan dengan lokasi atau tanah pemerintah daerah yang ada di Kabupaten Indramayu,” kata Fredy. 

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal