Bupati Lucky Hakim Kukuhkan Bunda PAUD, Dorong Pembentukan Karakter Anak Sejak Usia Dini

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Langkah serius dilakukan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memperkuat pondasi pembangunan manusia sejak usia dini. Melalui pelantikan dan pengukuhan Bunda PAUD, Bunda Literasi, Pokja Bunda PAUD, Penggerak Literasi, serta Ketua TP PKK dan TP Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Indramayu, sinergi antara perempuan dan pemerintah daerah semakin diperkuat.

Kegiatan yang digelar di Pendopo Kabupaten Indramayu pada Kamis (9/10/2025) ini menjadi momentum penting dalam mengoptimalkan peran perempuan di bidang pendidikan, literasi, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.

Dalam acara tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi mengukuhkan Ida Nuryani sebagai Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Indramayu. Sementara itu, Bunda Sonia dilantik sebagai Ketua Pokja Bunda PAUD, dan Lilis Yuningsih dipercaya sebagai Ketua Penggerak Literasi Kabupaten Indramayu periode 2025–2030.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan selempang oleh Bupati Lucky Hakim serta penandatanganan berita acara bersama Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu dan Ketua TP PKK Kecamatan Haurgeulis sebagai perwakilan simbolis.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelantikan, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indramayu.

“PAUD adalah pondasi utama dalam menentukan arah tumbuh kembang anak. Tidak mudah mendidik anak kecil karena mereka jujur dan penuh rasa ingin tahu. Di sinilah peran penting Bunda PAUD untuk menanamkan nilai-nilai dasar, kemandirian, dan karakter sejak usia dini,” ujar Lucky.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Bunda PAUD, PKK, dan Posyandu dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak, terutama melalui edukasi tentang gizi, kesehatan, dan pola hidup sehat.

“Selamat kepada seluruh bunda yang dilantik. Kehadiran ibu-ibu menjadi semangat baru bagi Indramayu untuk terus maju dan sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Ida Nuryani yang kini mengemban peran ganda sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menilai, amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan dedikasi dan kerja nyata.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen bersama untuk mendukung visi Indramayu REANG melalui penguatan pendidikan, literasi, dan pemberdayaan keluarga,” ungkapnya.

Ida juga menyoroti pentingnya membangun budaya membaca sejak lingkungan keluarga. Melalui gerakan PKK, perempuan diharapkan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga lingkungan.

Ia menambahkan, peran Posyandu tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga sebagai ujung tombak dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, diharapkan seluruh program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Indramayu.

(Andika/Diskom).

Indramayu Raih 10 Emas dari Cabor Pickleball di Porsenitas XII

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Cabang olahraga pickleball kembali mencuri perhatian dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) XII Tahun 2025, yang digelar pada 7–11 Oktober 2025 di Kabupaten Indramayu. Dari arena pertandingan, kontingen tuan rumah berhasil mendulang 10 medali emas dan menegaskan dominasinya di cabang yang tengah naik daun ini.

Para atlet Indramayu tampil impresif di berbagai nomor, mulai dari Ganda Putra, Ganda Campuran Eselon, Ganda Putra Eselon, Beregu Putra, Beregu Campuran, Beregu Putri, Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putri, hingga Ganda Campuran. Torehan tersebut menjadi bukti nyata potensi besar Indramayu dalam mengembangkan olahraga yang relatif baru di tingkat daerah ini.

Seluruh atlet yang mayoritas berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) menunjukkan determinasi tinggi dan kekompakan luar biasa di setiap laga. Salah satu atlet, Nono Sugiono, yang turun di hampir semua nomor pertandingan, mengaku bangga atas hasil gemilang yang diraih timnya.

“Para atlet bermain dengan semangat luar biasa. Kerja keras dan kebersamaan menjadi kunci utama hingga kami bisa membawa pulang sepuluh medali emas ini. Ini kemenangan untuk masyarakat Indramayu,” ujarnya dengan penuh semangat.

Dukungan juga datang langsung dari Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, yang memantau jalannya pertandingan di lokasi. Ia menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan semangat juang para atlet yang terus menunjukkan performa terbaik.

“Prestasi ini bukan hanya tentang medali, tapi juga tentang semangat sportivitas dan kebersamaan yang tumbuh di antara para atlet. Saya berharap keberhasilan cabor pickleball ini bisa menjadi motivasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus memberikan hasil terbaik,” ungkapnya.

Dengan raihan 10 emas, pickleball kini menjadi salah satu cabang olahraga andalan Kabupaten Indramayu di Porsenitas XII. Semangat kompetitif yang berpadu dengan nilai persaudaraan menggambarkan semangat “Indramayu Reang” yang terus hidup di setiap perjuangan atletnya.

(Andika/Diskom).

Pemkab Indramayu Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Rokok Ilegal

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) memusnahkan ribuan botol minuman beralkohol serta jutaan batang rokok ilegal hasil penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan minuman beralkohol.

Kegiatan berlangsung di Halaman Gedung Wisma Haji Indramayu, Jalan Olahraga No. 1, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, dan dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah pejabat daerah,” Pada Jum’at (10/10/25).

Sebanyak 10.053 botol minuman beralkohol berbagai merek dan jenis, 310 liter minuman tradisional seperti tuak, ciu, dan arak, serta 1.627.406 batang rokok ilegal tanpa pita cukai dimusnahkan sebagai hasil operasi gabungan antara Satpol PP dan Bea Cukai Cirebon sepanjang tahun 2024 hingga 2025.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Pendidikan Satpol PP Indramayu, Edy Junaedi, dalam laporannya menjelaskan bahwa pemusnahan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan aturan dan melindungi masyarakat dari dampak negatif barang ilegal.

“Pemusnahan ini adalah wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjaga ketertiban umum dan melindungi masyarakat dari peredaran minuman beralkohol serta rokok ilegal,” tegas Edy Junaedi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Indramayu yang tidak dapat hadir karena agenda penting di Bandung bersama Gubernur Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

“Pemusnahan ini merupakan bentuk komitmen kita bersama dalam menegakkan Perda Nomor 15 Tahun 2006 tentang pelarangan peredaran dan konsumsi minuman beralkohol di wilayah Indramayu,” ujar Teguh Budiarso.

Ia juga menyoroti dampak buruk peredaran rokok ilegal yang tidak hanya merugikan penerimaan negara, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat karena tidak terjamin kualitasnya.

Teguh Budiarso memberikan apresiasi kepada seluruh unsur aparat, mulai dari Polres, Kejaksaan, TNI, Bea Cukai, hingga masyarakat, atas peran aktifnya dalam memberantas barang ilegal di Indramayu. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan terbebas dari pengaruh negatif minuman keras serta barang ilegal lainnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Bupati Indramayu, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kantor Bea Cukai Cirebon, Kepala KPP Pratama, Komandan Subdenpom 33 Indramayu, Kepala Rutan Indramayu, serta Ketua MUI Kabupaten Indramayu.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu menegaskan pentingnya sinergitas lintas sektor dalam menjaga ketertiban, melindungi masyarakat, dan mewujudkan Indramayu yang religius, aman, dan bebas dari peredaran barang ilegal.

(Andika)

Pesta Laut Pabean Udik, Tradisi Syukur Nelayan yang Tetap Lestari

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana meriah menyelimuti Pesta Laut Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (8/10/2025). Warga tumpah ruah menikmati rangkaian acara yang menjadi simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dari laut.

Dalam sambutannya, Kuwu Pabean Udik, Samsil Ma’Arip, menegaskan bahwa pesta laut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang sarat makna. “Tradisi ini adalah ungkapan syukur atas hasil tangkapan nelayan sekaligus wujud kepedulian terhadap kelestarian laut,” ujarnya.

Samsil menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga ekosistem laut—sumber utama penghidupan masyarakat pesisir.

Pesta laut tahun ini disemarakkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari ritual adat dan lomba perahu hias, hingga bazar kuliner khas pesisir yang menarik minat pengunjung.

Pihak panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, sehingga acara dapat berjalan lancar dan penuh makna.

Dengan semangat gotong royong dan rasa syukur yang mendalam, Pesta Laut Desa Pabean Udik tidak hanya memperkukuh identitas budaya masyarakat pesisir Indramayu, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan bahari untuk generasi mendatang.

(Andika/Uncu).

Babadan Berzakat: Wujud Gotong Royong Petani untuk Entaskan Kemiskinan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana berbeda terasa di Balai Desa Babadan, Kecamatan Sindang, pada Jum’at (03/10/25. Deretan karung beras dan amplop bantuan tertata rapi di meja. Warga, terutama para lansia dan anak yatim, tampak hadir dengan wajah penuh harap dan bahagia. Hari itu, Pemerintah Desa Babadan kembali menyalurkan zakat pertanian gerakan sosial yang tumbuh dari semangat gotong royong masyarakat agraris setempat.

Kepala Desa Babadan, Sugeng Sari Kuswanto, menjelaskan bahwa program ini berawal dari gagasan sederhana: bagaimana hasil bumi yang melimpah bisa memberi manfaat lebih luas bagi warga. Dengan luas lahan sawah sekitar 150 hektare dan panen mencapai 900 ton per musim, Sugeng ingin agar keberkahan hasil panen juga dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

“Kami ingin petani Babadan tak hanya menanam untuk hidup, tapi juga untuk berbagi. Sebagian hasil panen disalurkan sebagai zakat agar manfaatnya kembali ke masyarakat sendiri,” ujar Sugeng.

Program zakat pertanian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang hadir mewakili Bupati Lucky Hakim. Dalam sambutannya, ia menilai inisiatif Babadan patut dijadikan contoh oleh desa-desa lain.

“Gerakan ini luar biasa. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Selain bernilai sosial, zakat juga bernilai ibadah. Inilah bentuk nyata kemandirian desa,” ungkap Syaefudin.

Ia menambahkan, semangat Babadan Berzakat sejalan dengan visi Indramayu Bermartabat (REANG), yang menekankan pentingnya kemandirian desa serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis lokal. Dengan pengelolaan yang transparan, zakat pertanian diyakini bisa menjadi pilar kesejahteraan sekaligus ketahanan pangan desa.

Acara berlangsung hangat saat Wakil Bupati menyerahkan zakat secara simbolis kepada anak-anak yatim dan lansia. Raut syukur terpancar dari wajah para penerima. Camat Sindang bersama jajaran perangkat desa turut mendampingi kegiatan tersebut hingga selesai.

Di Desa Babadan, zakat bukan hanya kewajiban agama melainkan simbol kebersamaan. Dari hamparan sawah yang menghijau, tumbuhlah solidaritas untuk membangun desa yang mandiri, makmur, dan berkeadilan.

(Andika/Diskom).

Mengabdi Tanpa Lelah: Kepala BKPSDM Indramayu Sambangi Guru P3K Menjelang Pensiun

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Pagi yang sibuk di Kecamatan Krangkeng terasa berbeda pada Sabtu (4/10/2025). Di sela aktivitas warga, suasana hangat tampak di halaman UPTD SD Negeri 3 Dukuhjati. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu, Muhammad Zaenal Mutaqin, datang berkunjung untuk bersilaturahmi dengan para guru, sekaligus menyapa salah satu tenaga pendidik yang akan segera memasuki masa purna tugas.

Bukan kunjungan formal semata, kedatangan Zaenal menjadi wujud penghargaan terhadap pengabdian panjang seorang guru P3K, Triana Mariani. Sosok yang sudah puluhan tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan itu tetap setia menjalankan tugasnya di usia senja.

Selama dua dekade, Triana dikenal sebagai guru yang sabar dan berdedikasi tinggi. Ia memulai kariernya sebagai guru honorer, sebelum akhirnya resmi diangkat menjadi P3K. Meski kini masa pensiunnya tinggal menghitung bulan, semangatnya tak pernah surut. Setiap pagi, bersama sang suami, Triana menempuh perjalanan panjang dari Desa Sindang menuju sekolah di Dukuhjati dengan sepeda motor tua yang kerap kali mogok di jalan. Namun tak sekali pun ia mengeluh.

“Guru seperti Bu Triana adalah teladan. Pengabdian mereka menjadi semangat bagi kita semua,” ujar Zaenal. Ia menegaskan, BKPSDM akan terus melakukan kunjungan langsung ke sekolah dan instansi di wilayah Indramayu untuk memastikan pelayanan terhadap ASN dan P3K berjalan maksimal.

Zaenal menambahkan, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk memberikan bimbingan teknis dan memastikan proses administrasi pensiun berjalan lancar. “Kami datang bukan hanya untuk memantau, tetapi juga melayani dan mendengarkan langsung kebutuhan para pegawai,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pengadaan dan Informasi BKPSDM, Titin Nurhaeri, mengimbau agar para guru P3K yang akan pensiun segera menyiapkan dokumen yang diperlukan. “Persiapkan sejak dini agar prosesnya lebih mudah. Jika ada kesulitan, silakan datang ke BKPSDM untuk kami bantu,” tuturnya.

Bagi rekan-rekan di sekolah, Triana bukan hanya guru senior, tetapi juga simbol ketulusan dalam mendidik. Dua puluh tahun mengabdikan diri di ruang kelas bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang diisi dengan cinta terhadap profesi dan anak didiknya.

Kunjungan itu pun menjadi bentuk penghargaan terhadap dedikasi para pendidik. Sebuah pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam mengajar adalah bagian dari pengabdian besar untuk mencerdaskan generasi bangsa. Triana Mariani mungkin akan segera menutup lembar tugasnya, tetapi semangat dan ketulusannya akan terus menjadi inspirasi di dunia pendidikan Indramayu.

(Andika/Diskom).

HUT ke-498 Indramayu: Menjaga Kedaulatan Pangan, Merawat Warisan Budaya, Menuju Daerah Sejahtera

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat persatuan antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam membangun daerah yang mandiri, berbudaya, dan sejahtera.

Puncak peringatan digelar melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Indramayu di Ruang Sidang Utama DPRD, Selasa (7/10/2025). Acara dipimpin Ketua DPRD Indramayu Nurhayati, didampingi para wakil ketua, serta dihadiri oleh Bupati Lucky Hakim, Wakil Bupati Syaefudin, Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi, unsur Forkopimda, anggota DPRD, dan sejumlah tamu undangan.

Sebelum rapat dimulai, dilaksanakan kirab Tunggul Pataka dan Lambang Daerah sebagai wujud penghormatan terhadap perjalanan sejarah Indramayu. Warga tampak antusias menyambut iring-iringan tersebut di sepanjang jalan protokol, sementara Bupati dan Wakil Bupati membalas sapaan masyarakat dengan senyum dan lambaian tangan penuh keakraban.

Mengusung tema “Menjaga Pangan, Merawat Budaya, Membangun Sejahtera”, peringatan tahun ini mencerminkan komitmen daerah untuk memperkuat ketahanan pangan, melestarikan kebudayaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi unggulan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang pembangunan Indramayu yang hampir mencapai setengah milenium. Ia menegaskan bahwa setiap keberhasilan merupakan hasil sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Indramayu sebagai daerah religius dan berkeadilan sosial melalui visi Indramayu Reang—Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong,” ujar Lucky Hakim.

Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan, mulai dari penghargaan bidang UMKM dan pendidikan, hingga pengakuan Indikasi Geografis Mangga Gedong Gincu Indramayu di tingkat nasional. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat sektor pangan dan perikanan dengan program intensifikasi pertanian, revitalisasi tambak Pantura, serta asuransi bagi nelayan kecil.

Sementara itu, Ketua DPRD Nurhayati menilai peringatan hari jadi bukan sekadar acara seremonial, tetapi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen membangun daerah.

“DPRD dan Pemkab Indramayu akan terus bersinergi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat. Semangat gotong royong masyarakat harus terus dijaga sebagai kekuatan sosial menghadapi tantangan ke depan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah sebagai fondasi moral pembangunan.

“Kita patut bangga menjadi bagian dari masyarakat Indramayu yang memiliki sejarah panjang dan kekayaan budaya. Itulah identitas yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Dari sisi provinsi, Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi memberikan apresiasi terhadap kemajuan pembangunan Indramayu yang dinilainya memiliki potensi besar di bidang kebudayaan, industri, dan pariwisata.

“Jika mampu menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern, Indramayu bisa menjadi daerah unggul dan berdaya saing tinggi,” tutur Dedy.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan pelestarian nilai sejarah dan estetika lokal.

“Kita ingin pembangunan tidak sekadar fungsional, tetapi juga mencerminkan jati diri masyarakat Indramayu,” tambahnya.

Gubernur menutup dengan pesan agar pembangunan fisik selalu dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kita ingin kemajuan yang bukan hanya tampak dari bangunan, tapi juga dari kesejahteraan dan profesionalitas warganya,” ujarnya.

Peringatan Hari Jadi ke-498 ini menjadi simbol kebanggaan dan refleksi bersama bagi masyarakat Indramayu. Semangat “Menjaga Pangan, Merawat Budaya, Membangun Sejahtera” menjadi fondasi untuk mewujudkan Indramayu yang religius, berdaya saing, dan makmur di masa depan.

(Andika/Diskom).

Pesona Wastra Indramayu 2025: Merajut Tradisi dalam Balutan Kreasi Modern

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Gema budaya dan kreativitas berpadu dalam Pesona Wastra Indramayu 2025, sebuah ajang yang menghidupkan kembali pesona kain tradisional khas Indramayu lewat sentuhan modern. Gelaran ini menjadi bagian dari Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu serta Festival Tjimanoek 2025, yang digelar pada Selasa (7/10/2025) di Halaman Gedung Landraad Alun-alun Indramayu.

Diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu, acara ini menghadirkan beragam kegiatan menarik mulai dari Pameran Wastra Indramayu, Workshop Membatik, hingga Talkshow Inspiratif seputar pelestarian kain tradisional.

Pameran wastra tersebut diikuti oleh berbagai pelaku usaha dan perajin lokal seperti Perajin Tenun Gedogan, Sekar Indah Bordir, Senang Hati Batik, Wangi Asri Batik, Batik Indra Mjoe, Batik Bintang Arut, hingga Paoman Art/Tekav. Selain memamerkan hasil karya, para peserta juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk ikut belajar langsung teknik membatik bersama para ahlinya.

Sesi talkshow turut menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif di dunia wastra, di antaranya Carwati Basuri (Owner Senang Hati Batik Indramayu), Nurmaya (Praktisi Tenun), Hamzah (Owner Sekar Indah Bordir), serta Darwinah (Kick Andy Heroes dan Founder Rumah Edukasi Kenanga).

Acara semakin semarak dengan kehadiran Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin, yang meninjau langsung stan-stan pameran seperti Batik Paoman, Batik Complongan, dan Batik Bordir. Mereka juga menyaksikan proses membatik yang dilakukan oleh anak-anak dan guru, serta demonstrasi menenun songket oleh Bu Sunari, salah satu pelestari tenun songket yang kini kian langka.

Kepala Disdikbud Indramayu, Caridin, melalui Kabid Kebudayaan Taufiq Nasution, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda.

“Acara ini bukan sekadar pameran, tetapi juga pendidikan budaya. Kami ingin anak-anak muda mengenal dan mencintai warisan leluhur seperti batik agar tetap hidup di masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Helmi, perwakilan Nang Dermayu, merasa bangga bisa turut serta dan belajar langsung proses membatik serta menenun. Ia mengaku, kegiatan ini membuka mata generasi muda tentang betapa kayanya warisan kain Indramayu.

Hal senada disampaikan oleh Liha, perwakilan Nok Dermayu, yang menilai Pesona Wastra menjadi ajang penting untuk mengenalkan tenun gedogan, kain tradisional yang kini hanya dikerjakan oleh satu pengrajin.

“Kami berharap anak muda Indramayu bisa ikut menjaga dan melanjutkan warisan budaya ini,” tuturnya.

Melalui Pesona Wastra Indramayu 2025, pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam melestarikan, memodernisasi, dan mempromosikan wastra Indramayu agar tetap relevan serta menjadi kebanggaan di tengah arus modernisasi.

(Andika/Diskom).

PORSENITAS XII di Indramayu: Ajang Kebersamaan dan Unjuk Potensi Daerah Perbatasan

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Kabupaten Indramayu mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Pentas Seni Antar Daerah Perbatasan (PORSENITAS) XII sekaligus Pameran Produk Unggulan KUNCI BERSAMA Tahun 2025.

Ajang tahunan yang mempertemukan kabupaten/kota di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini resmi dibuka di Alun-alun Indramayu, Selasa malam (7/10/2025). Tahun ini, pelaksanaan PORSENITAS terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu.

Selama lima hari, mulai 7 hingga 11 Oktober 2025, Indramayu dipenuhi semarak berbagai kegiatan olahraga, seni, dan pameran potensi unggulan dari daerah peserta.

Sedikitnya sepuluh cabang olahraga dipertandingkan, mulai dari tenis lapangan, bulu tangkis, tenis meja, catur, bakiak, lari balok, pickleball, sepak takraw, bola voli, hingga voli pasir. Tak hanya itu, pameran produk unggulan daerah turut menarik perhatian masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat potensi ekonomi lokal masing-masing wilayah.

Kegiatan ini diikuti oleh 10 kabupaten/kota anggota KUNCI BERSAMA, yakni Kabupaten Kuningan, Cirebon, Pangandaran, Majalengka, Ciamis, Brebes, Cilacap, Kota Cirebon, Kota Banjar, dan Indramayu sebagai tuan rumah.

Pembukaan berlangsung meriah dengan nuansa budaya yang kental. Tujuh kesenian Warisan Budaya Takbenda (WBTB) ditampilkan, di antaranya Tari Randu Kentir, Berokan, Tari Topeng Kelana Udeng, Sintren, Gong Renteng, Kuda Lumping, dan Bujanggaan — menjadi suguhan memukau bagi tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya. Ia menilai, meski Indramayu merupakan anggota termuda dalam KUNCI BERSAMA, masyarakat menyambut ajang ini dengan antusias tinggi dan keramahan khas Wiralodra.

“PORSENITAS bukan sekadar lomba olahraga atau pentas seni, tapi juga wadah mempererat kebersamaan, bertukar pengalaman, dan memperkuat kerja sama antardaerah. Semoga kegiatan ini memberi manfaat ekonomi dan memperkuat kolaborasi lintas wilayah,” ujar Lucky.

Sementara itu, Ketua KUNCI BERSAMA sekaligus Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar turut mengapresiasi sambutan hangat dari tuan rumah. Ia menyebut, pertemuan di “tanah Wiralodra” ini menjadi simbol semangat kekeluargaan dan kebersamaan antarwilayah.

“PORSENITAS adalah wadah untuk memperkuat sportivitas dan persaudaraan lintas batas. Dengan kebersamaan yang kokoh, KUNCI BERSAMA akan terus melangkah maju,” ujarnya.

Acara pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jawa Barat, Faiz Rahman, mewakili Gubernur Jawa Barat. Ia turut mengucapkan selamat ulang tahun bagi Kabupaten Indramayu sekaligus mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan kegiatan berskala regional ini.

“Di tengah tantangan ekonomi, kegiatan seperti ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana untuk memperkuat potensi budaya, olahraga, dan pariwisata daerah. Siapa pun pemenangnya, yang menang tetap KUNCI BERSAMA,” ungkapnya.

PORSENITAS XII 2025 bukan hanya perayaan olahraga dan seni, melainkan simbol persatuan dan kolaborasi lintas daerah perbatasan. Dengan semangat “KUNCI BERSAMA”, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya wilayah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera bersama.

(Andika/Diskom).

Potensi Daerah dan Produk Unggulan Meriahkan Pameran KUNCI BERSAMA di Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com- Suasana semarak menyelimuti area Sport Center Indramayu pada Rabu malam (8/10/2025), saat 17 stan pameran dari kabupaten dan kota anggota KUNCI BERSAMA resmi dibuka. Pameran ini menjadi bagian dari Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) XII Tahun 2025, yang digelar mulai 8 hingga 12 Oktober.

Kegiatan tersebut menampilkan beragam potensi dan produk unggulan dari 10 daerah anggota KUNCI BERSAMA. Selain pameran antardaerah, terdapat pula 20 stan Pameran Pembangunan dari berbagai SKPD Kabupaten Indramayu yang memperkenalkan inovasi, layanan publik, hingga hasil pembangunan daerah.

Sebagai rangkaian Hari Jadi ke-498 Kabupaten Indramayu, panitia juga menghadirkan 150 stan Pasar Rakyat yang dikelola pelaku UMKM lokal. Ajang ini bukan hanya sarana promosi potensi daerah, tetapi juga momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparra) Indramayu, Ahmad Syadali, selaku Ketua Pelaksana Porsenitas XII mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus memperkenalkan hasil pembangunan di setiap wilayah.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak atas dukungannya. Semoga pameran ini mempererat silaturahmi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Sekretariat KUNCI BERSAMA, Maman Suparman, mewakili Ketua Sekretariat KUNCI BERSAMA, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, menyebutkan bahwa setiap daerah menampilkan 10 produk unggulan. Ia menilai pameran ini efektif mendorong pertumbuhan transaksi ekonomi serta menjadi wadah pertukaran pengalaman antar pelaku usaha.

“Kegiatan ini selalu memberi dampak positif. Produk unggulan daerah makin dikenal, masyarakat terhibur, dan sektor ekonomi lokal pun bergairah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang memperkuat kolaborasi antarwilayah.

“Pameran ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga ruang untuk bertukar ide dan memperkuat persaudaraan,” ungkapnya.

Lucky berharap kegiatan bertema “Informasi dan Pelayanan” ini mampu meningkatkan perputaran ekonomi lokal sekaligus menjadi sarana edukatif dan rekreatif bagi masyarakat.

“Mari bersama membangun Indramayu yang REANG – Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong,” tutupnya.

Usai sambutan, Bupati dan Wakil Bupati Indramayu bersama jajaran KUNCI BERSAMA meninjau sejumlah stan pameran. Mereka mengapresiasi kreativitas para peserta yang menampilkan inovasi dan potensi terbaik dari masing-masing daerah.

(Andika/Diskom).