Desa Sukamaju Gelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Guna Bahas RKPDes tahun 2024

BOGOR.radarinformasi.com – Dalam rangka menampung aspirasi warga, Pemdes Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor adakan Musrenbang Desa di aula kantor desa. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Sekcam, Babhinsa, Babhinkamtibnas, RT, RW, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat setempat, Rabu(27/09/23).

Acara tersebut sengaja digelar guna adanya transfaransi serta pertukaran pendapat baik antara warga dan Pemdes sehingga menghasilkan keputusan yang bijak, baik serta tepat untuk semua warga sesuai dengan kebutuhan yang dianggap penting dan memang harus di dahulukan.

Penyusunan rencana kerja pemerintah desa tahun 2024 yang kali ini digelar menemui kesepakatan antara warga dan Pemdes bahwa akan lebih fokus kepada SDM warga melalui bidang pendidikan, diantarnya membantu sekolah-sekolah yang selama ini kurang sentuhan karena masih ada beberapa sekolah yang masih butuh bantuan dari Pemdes.

“Kami akan bekerjasama dengan dinas pendidikan seperti untuk TPT disalahsatu sekolah yang dirasa butuh di bangun, juga ada beberapa sekolah yang memang bangunannya perlu dibantu. Rencananya memang akan di fokuskan untuk membangun SDM terlebih dahulu untuk bidang kesehatan dan lainya dirasa masih cukup layak untuk digunakan”, ucap M.Romli selaku Sekertaris Desa Sukamaju.

Reporter   :   Dahlia
Redaktur   :   Dewi

Perwakilan Warga Desa Tenjoayu Bentuk Satgas Anti Narkoba Desa

SUKABUMI.radarinformasi.com – Pemdes Tenjoayu fasilitasi adanya giat pembentukan dan pelatihan Satgas Anti Narkoba Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat, Selasa (26/09/23).

Pembentukan Satgas Anti Narkoba desa tersebut adalah salahsatu upaya yang dilakukan oleh Pemdes Tenjoayu bersama BNN guna menjadikan warga yang sehat dan bersih dari Narkoba terutama untuk para generasi penerus.

Lukman Nurhakim yang terpilih menjadi ketua Satgas Anti Narkoba Desa Tenjoayu berharap agar kedepanya para anggota yang sudah terdaftar menjadi Satgas Anti Narkoba dapat membantu warga lain yang menjadi pecandu Narkoba bisa hidup lebih sehat dan baik lagi.

“Saya selaku Ketua Satgas Anti Narkoba Desa Tenjoayu berharap dengan adanya Satgas ini warga Desa Tenjoayu bisa bebas dari Narkoba, apalagi sekarang sedang marak anak muda yang ketergantungan obat keras golongan G karena mudah didapatkan”, ucapnya.

“Tetapi jangan sampai bertindak diluar batasan apa lagi sampai ke ranah hukum atau pemerasan, karena tugas kita hanya membantu para pecandu narkoba yang ingin lepas dari kecanduannya, ataupun apabila ada teman atau tetangga yang menjadi pecandu Narkoba yah kita bujuk untuk mau di rehab sebelum candunya ke tingkat yang lebih kronis dan terjerat hukum”, tutupnya.

Reporter : Dahlia
Redaktur : Dewi

Sebanyak 91 KPM Desa Cimande Hilir Sumringah, BLT-DD Kembali Cair

BOGOR.radarinformasi.com- Sebanyak 91 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, tampak tersenyum sumringah, bagaimana tidak Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sebesar Rp.900.000,00 kembali mereka terima pada Jum’at (22/09), yang disalurkan di aula Kantor Desa Cimande, Rabu (27/09/23).

Penyaluran BLT-DD berjalan dengan lancar, aman dan tertib, semua hal itu berkat monitoring dari Sertu Apriyono selaku Babhinsa Desa Cimande Hilir dengan dibantu oleh Babhinmas, Pol.PP, BPD, RT dan RW setempat.

Bantuan yang disalurkan tiga (3) bulan sekaligus tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat kurang mampu dalam pemenuhan kebutuhan pangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Allhamdulilah kegiatan penyaluran BLT-DD berjalan lancar dan kondusif, mudah-mudahan bantuan yang disalurkan 3 bulan sekaligus sebesar Rp.900.000,00 ini dapat membantu masyarakat meringankan beban hidup mereka di masa pemulihan dari Covid-19”, ujar Sertu Apriyono.

Reporter : Dewi

Pemdes Tenjoayu Adakan Pelatihan Satgas Anti Narkoba Kepada Warga

Sukabumi.radarinformasi.com – Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan BNN dan Polsek Cicurug adakan giat pelatihan satgas anti narkoba yang terlaksana di aula kantor desa, Selasa (26/09/2023).

Giat tersebut dihadiri oleh Babinkamtibnas, anggota BNN, RT, RW, Tokoh Masyarakat dan perwakilan warga dari setiap RT. Dalam giat tersebut membahas tentang undang-undang narkoba, dampak dari penyalahgunaan narkoba serta apa saja jenis narkoba yang kini semakin banyak jenisnya.

AIPDA Irfan Maulana,S.PD,M.M,C.H Kasium Polsek Cicurug pun menjelaskan apa saja dampak yang akan dialami oleh para pengguna narkoba baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, Ia juga menjelaskan apa saja yang termasuk jenis narkoba serta definisi dari narkoba.

“Disini saya berikan penjelasan tentang narkoba, terbuat dari apa dan seperti apa proses pembuatannya sehingga zat atau bahan-bahan nya menjadi obat atau zat memabukan jika di konsumsi secara berlebihan. Karena pada dasarnya narkoba atau narkotika itu terbuat dari bahan yang diambil dari alam dan menjadi obat-obat dengan berbagai jenis yang seharusnya digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit sesuai dengan zat yang dikandung, namun menjadi narkoba ketika penggunaanya tidak sesuai dengan dosis yang seharusnya”, ucapnya

Erza Nur Afrilia,S.K.M yang menjadi narsum dari BNN Sukabumi juga menjelaskan secara lebih detil bahaya penyalah gunaan narkoba jika tidak di cegah dari sekarang tentunya akan menjadi ancaman besar untuk bangsa dan agama.

” Saya berharap dengan adanya giat ini perwakilan warga desa tenjoayu yang hadir bisa sadar dan semakin paham tentang bahaya dari penyalahgunaan narkoba dan semoga semua yang hadir hari ini bisa membantu menyampaikan kepada masyarakat luas agar tidak banyak lagi yang menjadi korban baik secara fisikis, materialis serta mental yang kian banyak terjadi”, ucapnya

” Seiring berkembangnya jaman makin banyak pula jenis narkoba yang sangat mudah di dapatkan karena banyaknya pengedar serta harga yang murah, bahkan sangat terjangkau oleh anak usia sekolah, hal tersebut tentunya membuat kita merasa hawatir dengan para generasi penerus menjadi rusak akibat penyalah gunaan narkoba tersebut”, pungkasnya.

Reporter : Dahlia

Ini 6 Tuntutan Aksi Unras BEM Dalam Rangka Hari Tani Ke 63 Tahun Di Istana Bogor

KOTA BOGOR.radarinformasi.com- Peringati Hari Tani ke 63 tahun yang jatuh pada Hari Minggu 24 September 2023, puluhan Aliansi BEM se-Bogor menggelar aksi unjuk rasa didepan Istana Bogor tepatnya di Jalan Sudirman Kota Bogor. Massa aksi menggkritik masalah konflik agraria di negara Indonesia, pada Senin (25/09/2023).

Seperti diketahui, Hari Tani Nasional merupakan sejarah perjuangan golongan petani hingga pembebasan mereka dari kesengsaraan. Berdasarkan sejarah tersebut, ditetapkanlah Hari Tani pada tanggal 24 September dalam UU Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960.

“Selama 74 tahun terakhir, sektor pertanian masih menjadi penggerak roda ekonomi Indonesia dan masih berada di posisi teratas bersama sektor perdagangan dan sektor industri. Meski dijuluki negeri agraris yang identik dengan pertanian, Indonesia bukan termasuk negara dengan ketahanan pangan nasional yang cukup independen”, ungkap Koordinator Aksi dari Aliansi BEM se-Bogor Ahmad Sobari.

Secara umum menurutnya, ketahanan pangan dapat dikatakan independen jika negara mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara mandiri tanpa tergantung pada impor pangan dari negara lain. Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan produksi pangan dalam negeri yang pasti nya juga perlu untuk memerhatikan kesejahteraan para petani, mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian yang ada, dan pemerintah juga perlu memperhatikan faktor-faktor lain seperti ketersediaan air, teknologi pertanian yang modern, dan dukungan kebijakan yang memadai untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. 

“Bila merefleksi lebih jauh permasalahan kesejahteraan petani, ada beberapa faktor yang bisa menjadi jawaban mengapa petani di Indonesia belum bisa dikatakan sejahtera. Pertama, instabilitas cuaca tentu sangat mempengaruhi produktivitas hasil panen. Petani bisa saja rugi akibat cuaca ekstrem, harga pasar turun drastis, bahkan pada tingkat yang lebih ekstrim bukan mustahil petani gagal panen pada satu musim. Permasalahannya adalah petani Indonesia sangat minim memiliki teknologi yang mampu menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan dalam kasus cuaca ekstrem”, paparnya.

Dan yang kedua, masih berhubungan dengan minimnya teknologi pada sektor pertanian, seringkali para petani kolot atau para petani berusia lanjut tidak bisa mengikuti transisi teknologi pertanian yang sebetulnya memudahkan pekerjaan mereka. Ketiga, transisi nilai terjadi pada para petani yang tercipta karena dampak dari kebijakan, contohnya saja revolusi hijau besar-besaran yang terjadi pada era Soeharto.

“Revolusi hijau memang membawa kemajuan khususnya dalam bidang pertanian, sayangnya hanya bersifat parsial bahkan dalam jangka panjang akhirnya meninggalkan nilai kultur pada petani. Nilai kultur yang ditinggalkan yakni penggunaan pupuk kimia atau non organik yang digunakan pada revolusi hijau era Soeharto,” tandas Ahmad.

Ia menambahan, permasalahannya adalah dalam penggunaan pupuk non organik, petani merasa jauh lebih mudah karena hanya membutuhkan tenaga dan energi yang jauh lebih sedikit dibanding jika memupuk sendiri dengan mengolah kompos sendiri. Sebuah rancangan proyek besar terkait pembentukan Perusahaan kaca terbesar di asia menghadirkan huru hara yang menghoyak-hoyak perasaan Masyarakat sekitar, dapat dilihat di berbagai media yang ada bagaimana pemerintah seakan memaksakan kehadiran perusahaan yang bermodalkan dari investor asing ini, tanpa memandang adat-istiadat yang lebih dahulu mendiami daerah tersebut.

“Diantara kekacauan yang terjadi banyak nya masayarakat yang terdampak bahkan dari segi pendidikan dimana anak-anak yang sedang menjalankan proses Pendidikan harus terkena dampak buruk Kesehatan dari lemparan gas air mata yang disebut tembakan nyasar ke sekolah nya, orang tua yang bahkan tidak seharus nya mendapatkan hantaman keras di wajah nya dari para aparat kepolisian pada saat kejadian sengketa,” katanya.

Hal- hal seperti ini yang secepatnya harus diselesaikan agar masyarakat mampu kembali percaya dengan pemerintah dan para kaki tangan nya. Kegagalan pemerintah dalam membangun sebuah alternatif solusi menganulir permasalahan negara ini ber-hulu pada kegagalan penimbangan dampak resiko yang harus ditanggung oleh para rakyat nya.

“Asas kemanusiaan yang di cetus kan pada sila ke-2 pancasila seakan-akan guyonan belaka bila hasil maksimal dari analisis masalah nya hanya sebatas memperluas dan mempermudah investor asing sebagai solusi dan fokus utama”.

Aksi unjuk rasa yang sempat diwarnai dengan menerobos barikade kawat berduri hingga bakar ban oleh puluhan mahasiswa dari Aliansi BEM se-Bogor ini terus mendapatkan pengawalan dengan humanis dari pihak Polresta Bogor Kota dan TNI.

Hingga akhirnya, perwakilan Istana Bogor melalui Komandan Komplek (Danplek) menemui masa aksi untuk mendengarkan tuntutan yang minta disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Inilah tuntutan masa aksi dari Aliansi BEM se-Bogor :

  1. Lestarikan sistem pertanian subsisten.
  2. Tinjau kembali sistem korporasi petani
    secara menyeluruh.
  3. Berhentikan titik perluasan program Food
    Estate.
  4. Batasi keran impor, atasi masalah rantai
    pasok segera 
  5. Wujudkan Land Reform sejati, serta
    hentikan perampasan lahan segera.
  6. Selesaikan sengketa Rempang segera.
  7. Hentikan kegagalan system yang
    dibangun dalam Proyek Strategis
    Nasional.

Red

Ketua BPD Desa Karang Tengah Diduga Gandir Usai Pilkades

SUKABUMI.radarinformasi.com – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Eman Suherman ditemukan tewas dengan leher tergantung terlilit tali di rumahnya. Korban Eman diduga kuat bunuh diri tapi motif belum diketahui. Senin(25/09/2023)

Informasi yang didapat menyebutkan peristiwa ini pertama kali diketahui Senin 25 September 2023 sekitar pukul 11.30 WIB, ketika teman korban bernama Kholik pergi mencari Eman Suherman untuk meminta tandatangan terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karang Tengah.

Namun ketika tiba dirumah korban berlokasi di Kampung Babakan saksi Kholik mendapati pintu tidak terkunci dan ketika masuk Ia menemukan Eman Suherman sudah tergantung disela lorong rumahnya.

Unang Supardi (kakak korban) terkejut dan kebingungan saat mendengar kabar anggota keluarganya meninggal secara tragis di rumahnya, Ia segera menuju tempat kejadian ketika mendapat laporan tentang kejadian tersebut.

“Saya kaget, makanya langsung minta penjelasan Pak RW cuma belum jelas karena saya sendiri sempet syok juga,” ujar kakak korban.

Saat ini, jasad korban telah diturunkan, tetapi keluarga masih menunggu kedatangan anak Eman Suherman yang masih dalam perjalanan. Namun hingga berita ini ditayangkan belum diketahui apa motif gantung diri yang dilakukan oleh korban.

Reporter  :  Dahlia
Redaktur  :  Dewi

2 Desa di Kecamatan Cicurug Sukabumi Ikuti Pilkades Serentak Gelombang II, Kedua Incomben Tumbang

SUKABUMI.radarinformasi.com – Dalam rangka Pilkades serentak Kabupaten Sukabumi siklus II gelombang II yang terlaksana di 71 desa dan 38 kecamatan telah usai dilaksanakan, Pilkades diikuti oleh calon kepala desa sebanyak 276 orang,Senin (25/09/23).

Ada 2 desa di wilayah Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi yang turut dalam Pilkades serentak kali ini, yaitu Desa Benda dan Desa Nyangkoek, dari beberapa Cakades yang turut dalam Pilkades ternyata incomben dari kedua desa tersebut tidak lagi terpilih menjadi kepala desa di masing-masing wilayahnya.

Desa Benda dalam Pilkades kali ini dimenangkan oleh Hamdan triaji S.Kep dengan jumlah suara 4.763 dari 11.138 suara berhasil menjadi kepala desa periode 2023-2029. Sementara Abdul Haris sebagai Kepala Desa terpilih di Desa Nyangkowek Kecamatan Cicurug Periode 2023-2029.

Warga setempat di wilayah desa masing-masing berharap agar kepala desa yang baru kelak bisa membawa desa mereka menjadi lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya, karena dengan pergantian kepala desa tentunya ada banyak harapan warga yang di taruh dipundak yang terpilih.

“Kebetulan saya salahsatu dari warga yang memilih Abdul Haris sebagai kepala desa di Desa Nyangkoek yang baru. Saya berharap semoga kelak di bawah pimpinan pak Hamdan Desa Nyangkoek bisa lebih baik dan lebih berkembang dari sebelumnya, meskipun kepala desa sebelumnya sudah berupaya untuk membuat Desa Nyangkoek lebih baik dari sebelumnya”, ucap Narsih ( warga Desa Nyangkoek )

Begitu juga dengan Yosep salahsatu warga Desa Benda yang ikut serta dalam Pilkades Benda menyambut dengan penuh harap kepada kepala desa yang baru terpilih.

“Saya harap Kepala Desa yang baru
bisa membawa warga Desa Benda menjadi lebih baik dan lebih sejahtera dalam berbagai bidang, juga bisa membantu warga untuk mendapatkan pekerjaan, mengingat banyaknya warga sekitar yang masih menganggur sementara banyak perusahaan yang berada di wilayah Desa Benda”,ucapnya.

Reporter : Dahlia
Redaktur : Dewi

Babhinsa Jambuluwuk Monitoring Penyaluran Bantuan Non Tunai Berupa Beras 10 Kg

BOGOR.radarinformasi.com- Bantuan Sosial atau bansos pangan beras 10 Kg bulog yang bersumber dari cadangan pangan pemerintah Indonesia tahun 2023 sudah tersalurkan. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat Desa Jambuluwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, yang masuk dalam list Penerima Manfaat Bantuan Sosial Pangan Beras 10 Kg tersebut, Senin (25/09/23).

Penyaluran bantuan yang diberikan di Aula Kantor Desa Jambuluwuk tersebut, diterima oleh 598 KPM dan disalurkan bekerjasama dengan PT. POS Indonesia dan dibantu oleh seluruh perangkat desa serta dihadiri oleh Babhinsa, Pol PP, Staf Desa serta RT dan RW.

Serda Agung Setiawan selaku Babhinsa Desa Jambuluwuk ikut monitoring kegiatan penyaluran bantuan demi kondusifitas saat penyaluran.

“Allhamdulillah penyaluran Bantuan Non Tunai berjalan aman dan tertib, sebanyak 598 KPM sudah menerima bantuan beras 10 kg, mudah-mudahan bantuan pangan ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari”, ujar Serda Agung Setiawan.

Reporter : Dewi

Lapak Barang Bekas Di Karang Asem Citeureup Ludes Dilalap Si Jago Merah

BOGOR.radarinformasi.com– Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah lapak barang bekas milik H. Uwes Kurnia di wilayah Kampung Kambing, Desa Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. pada Minggu 24 September 2023. Senin (25/09/2023).

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 18.45 WIB tersebut baru diketahui saat seorang warga melihat kobaran api yang setelah membakar tumpukan barang bekas. hingga warga sekitar datang ke lokasi kebakaran berupaya melakukan pemadaman api.

Dimana api sendiri baru dapat di padamkan 2 jam kemudian, setelah 7 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, akibat kejadian tersebut pemilik lapak di taksir  mengalami kerugian sekitar Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah).

Kapolsek Citeureup  Polres Bogor Kompol Yufrialdi,SH mengatakan bahwa, “Terkait kebakaran lapak tersebut tidak sampai menelan korban jiwa hanya saja menyebabkan kerugian materil. Sementara itu terkait penyebab kebakaran tersebut saat ini masih kita lakukan Pendalaman”, jelasnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Alasan Mau Dijual, Dua Remaja Pembawa Sajam Diamankan Polsek Parung

BOGOR.radarinformasi.com– Pihak Kepolisian Polsek Parung Polres Bogor, berhasil mengamankan dua orang remaja yang hendak melakukan aksi tawuran, pada Minggu 24/09/2023 pukul 01.30 WIB. yang mana dari tangan remaja tersebut pihak kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata tajam. Minggu (24/09/2023).

Kapolsek Parung Polres Bogor Kompol Sularso SH, mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada kedua remaja tersebut, mengakui bahwa senjata tajam tersebut hendak dijual dengan harga Rp. 450.000,-, namun sebelum transaksi terjadi, senjata tajam tersebut berhasil diamankan oleh bhabinkamtibmas dan Polmas di lapangan Volly Alam Parung, Kampung Cibogo, Desa Cibentang, Kecamatan Parung.

“Menurut keterangan remaja tersebut juga mengatakan bahwa senjata-senjata tajam tersebut sudah sering digunakan untuk tawuran. terhadap kedua remaja telah kita bawa ke Mako Polsek Parung guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut, berikut barang bukti berupa 2 buah senjata tajam jenis pedang, 2 buah senjata tajam jenis Celurit dan 1 buah doubel stik”, terang Kapolsek.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule