Selain Genjot Program Vaksinasi Pemdes Kemang Realisasikan Samisade untuk Pengaspalan Jalan

Selain Genjot Program Vaksinasi Pemdes Kemang Realisasikan Samisade untuk Pengaspalan Jalan

BOGOR.radarinformasi.com – Guna meningkatkan kekebalan tubuh atau Hight Humanity, Pemerintah Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Menggenjot pelaksanaan Vaksinasi, baik secara masal maupun Door to door, Rabu (10/11/2021).

Adapun sasaran wajib vaksin di Pemdes Kemang harus mencapai 9.590 orang, sedangkan pencapaian yang sudah di vaksin baru 7.722 orang atau mencapai 80,59% dan angka persentase tersebut sudah melewati angka anjuran Satgas Covid- 19.

Hal tersebut mendorong Satgas Covid- 19 tingkat desa untuk terus melakukan vaksinasi dengan berbagai cara, Rahmat selaku Sekretaris Desa mengatakan, “Kami kerjasama dengan para Tokoh dan Ulama desa untuk melakukan sosialisasi agar masyarakat antusias untuk di vaksin”.

Lanjutnya, “Meskipun Pemerintah Desa disibukkan dengan percepatan vaksinasi, akan tetapi kami tidak menyurutkan untuk pembangunan infrastruktur, dengan adanya Program Samisade kami-pun bisa membangun infrastruktur Jalan Lingkungan seperti halnya melakukan pengaspalan di wilayah Rt.02 Rw. 07”.

“Perbaikkan Jalan Lingkungan itu suatu kewajiban juga apalagi dimasa pemulihan ekonomi saat ini, tentu saja sangat mendorong untuk peningkatan perekonomian masyarakat, jika jalan yang dilalui pelaku usaha bagus, pasti akan meningkat juga perekonomiannya”, pungkasnya.

Reporter : Iman
Redaktur : Dewi Pelangi

Wisuda Perdana STIDKI NU, Kyai Juhadi Akhiri Tugas Sebagai Ketua PCNU Indramayu

Wisuda Perdana STIDKI NU, Kyai Juhadi Akhiri Tugas Sebagai Ketua PCNU Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Ketua PWNU Jawa Barat yang terpilih dalam Konferwil XVIII, KH. Juhadi Muhammad mengakhiri tugasnya sebagai Ketua PCNU Indramayu dengan menghadiri wisuda perdana Sekolah  Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKI NU)  di Aula  NU Indramayu, Rabu  10 November 2021.

Ketua PWNU terpilih yang akrab dipanggil Kyai Juhadi ini hadir dalam wisuda tersebut sebagai Ketua Badan Pengelola dan Pengembangan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3TNU) Indramayu sebuah jabatan yang melekat dalam posisi Ketua PCNU.

“Kehadiran saya di sini adalah sebagai Ketua BP3TNU Indramayu yang membawahi STIDKI NU, meskipun saya sudah mengundurkan diri sebagai Ketua PCNU Indramayu karena sekarang mendapat amanah sebagai Ketua PWNU Jabar”.

Anggaplah ini sebagai tugas terakhir saya di Indramayu  setelah 15 tahun berkhidmat di PCNU, sekaligus saya juga memohon do’a untuk berkiprah di Jawa Barat semoga bekal dari Indramayu ini bisa memajukan PWNU Jawa Barat,” ungkap Kyai Juhadi dalam sambutannya di depan para wisudawan.

Kyai Juhadi mengungkapkan, berdirinya STIDKI NU Indramayu adalah salah satu bukti keberhasilan PCNU Indramayu dalam kiprahnya di masyarakat.

“Terus terang saya sangat bahagia, karena diakhir tugas saya sebagai Ketua PCNU Indramayu diberikan kado terindah oleh STIDKI NU dengan digelarnya wisuda perdana ini”.

Perjuangan membangun dan menjalankan perguruan tinggi milik NU ini sangat berat, banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi, tetapi dengan kebersamaan kita mampu menghadapinya sehingga STIDKI NU bisa berkembang dengan baik, terakreditasi dan kini telah mampu mewisuda mahasiswanya menjadi sarjana,” ungkap Kyai Juhadi.

Kyai Juhadi juga menambahkan , keberadaan STIDKI NU merupakan warisan dan kenang-kenangan dari kepengurusannya selama 15 tahun sehingga harus dijaga, dirawat dan dimajukan oleh seluruh warga NU di Kota Mangga.

Selama 15 tahun kami berkhidmat di PCNU Indramayu tentu banyak kekurangan dan kelemahannya, tetapi berbagai keberhasilan dan kemajuan juga telah mampu kita raih diantaranya dengan berdirinya STIDKI NU ini.

Oleh karenanya warisan dan kenang-kenangan terindah ini harus dijaga dan terus didorong agar tumbuh menjadi perguruan tinggi yang maju dan menghasilkan sarjana yang unggul”, ujarnya.

Ketua PWNU Jabar terpilih, Kyai Juhadi berharap agar  wisuda perdana tersebut dijadikan sebagai  awal kemajuan STIDKI NU Indramayu. NU sangat konsen terhadap pendidikan, karena IPM di Indramayu masih sangat rendah, dengan hadirnya STIDKI NU ini kami ingin membantu pemerintah agar mampu meningkatkan IPM tersebut.

Kita ketahui bersama bahwa sumberdaya alam di Indramayu sangat luar biasa, perikanan, pertanian, migas dan lain sebagainya, tetapi karena SDM belum seimbang, sehingga kesejahteraan juga belum seimbang.

“Kepada seluruh wisudawan saya berpesan agar berkiprah dan berperan di tengah-tengah masyarakat. STIDKI NU adalah perguruan tinggi dakwah dan dakwah itu bisa hadir dimana-mana, dimanapun tempatnya dan dalam keadaan apapun, maka para sarjan juga harus mampu memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat”, pungkasnya.

Reporter  :  Slamet Hidayat
Redaktur  :  Dewi Pelangi

Kodim 0616/Indramayu Lakukan Pelepasan dan Penyerahan Jabatan Danramil Karangampel

Kodim 0616/Indramayu Lakukan Pelepasan dan Penyerahan Jabatan Danramil Karangampel

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dandim 0616/Indramayu Letkol Inf Teguh Wibowo, S.Sos., Pimpin upacara penyerahan & pelepasan jabatan Danramil 1608/Karangampel, Kapten Arh Basori kepada Perwira Tertua Pasi Ops Lettu Sariman, kegiatan tersebut terlaksana di Markas besar kodim, pada Senin (08/11/2021).

Purna Tugas dan pemberhentian dengan hormat dari Dinas Keprajuritan TNI Angkatan Darat (AD) merupakan suatu penghormatan dan penghargaan kepada Prajurit yang telah lulus dalam tugas-tugas selama berdinas di TNI AD.

Seperti yang disampaikan oleh Dandim 0616/Indramayu Letkol Inf Teguh Wibowo S.Sos, saat menggelar penyerahan jabatan dan pelepasan itu, ia mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapten Arh Basori atas Pengabdian, dedikasi dan loyalitas yang diberikan kepada institusi TNI.

“Semoga apa yang telah diberikan bermanfaat untuk Bangsa dan Negara, selaku Komandan Kodim saya mengucapkan terimakasih juga atas pengabdian yang diberikan khususnya selama berdinas di Kesatuan Kodim 0616/Indramayu”, katanya.

Dandim mengimbau kepada Kapten Arh Basori agar menjaga nama baik institusi TNI yang menjadi almamater dimanapun berada dan tetaplah bekerja serta berkarya di masyarakat.

“Jadilah contoh yang baik untuk rakyat dan tetaplah menjaga silaturahmi di antara kita bersama”, imbuhnya.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf Ruhiyat, Jajaran Perwira Staf Kodim 0616/Indramayu, Jajaran Danramil Kodim 0616/ Indramayu, Perwakilan Bintara Tamtama Koramil Jajaran Kodim, Jajaran PNS Kodim 0616/Indramayu dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 0616/ Indramayu.

Usai upacara penyerahan dan pelepasan jabatan, ditempat yang sama, acara dilanjutkan dengan melakukan panen sawi oleh Ketua Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII, Fanny Teguh Wibowo.

Panen sawi ini merupakan salah satu wujud kepedulian TNI AD terhadap ketahanan pangan.

Ketua KCK Cabang XXVII Ny. Fanny Teguh Wibowo mengatakan, dimasa pandemi semua jajaran harus bisa mandiri dengan kebutuhan ketahanan pangan.

“Maka dengan dipanennya sawi, diharapkan bisa membantu ketahanan pangan di lingkungan Persit Kodim 0616/Indramayu”, ujarnya.

Ia menuturkan, bahwa pelaksanaan panen sawi serta pemeliharaan tanaman lainnya, akan dilakukan dengan rutin.

“Seperti yang kita lakukan di perkebunan sawi ini dengan mengikuti prosedur penanaman yang baik, jangka waktu lebih kurang 60 hari sudah dapat menuai hasilnya,” terangnya.

Selain penanaman sayur dalam program ketahanan pangan, Kodim 0616/Indramayu juga menanam padi.

Reporter : Slamet Hidayat
Redaktur : Dewi Pelangi

Milad ke-3 APWMI diisi dengan Bazaar dan Berbagai Perlombaan

Milad ke-3 APWMI diisi dengan Bazaar dan Berbagai Perlombaan

BOGOR.radarinformasi.com- Asosiasi Pengusaha Mandiri Indonesia (APWMI), menggelar Milad ke-3 diisi dengan berbagai macam kegiatan, diantaranya bazar sembako murah 60k, bazar kuliner serba 10k, pameran karya anggota APWMI, doorprize, workshop gratis yang meliputi tata busana, tata kecantikan, tata boga serta berbagai macam perlombaan yang meliputi lomba tata busana, tutorial make up, tata boga, lomba bernyanyi hymne APWMI, modelling dan tilawatil Qur’an, Sabtu (06/11/21).

Milad tersebut mengusung tema “Bersama, yakin, bisa, mandiri”, dalam kegiatan bazaar yang diikuti oleh para pelaku UMKM tersebut mendapat antusias luar biasa dari masyarakat, apalagi dimasa pandemi ini sangat membantu mereka dalam pemenuhan kebutuhan pokok dalam keseharian. Kegiatan bazaar ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pelaku UMKM setelah sempat lesu dampak dari Covid-19.

Nurhayanti selaku Pembina dari APWMI berharap agar para pelaku UMKM, dapat kembali bangkit dan bazaar ini akan digelar di 7 wilayah.

“Kita akan roadshow di 7 wilayah, selain itu juga kita akan barengi dengan bazaar, semua stand disini gratis, cuma untuk jumlah standnya masih terbatas, kita juga akan adakan lomba dengan hadiah Rp.50.000.000,00”.

Sementara itu Iwan selaku Ketua Panitia juga memaparkan bahwa bazaar yang dilaksanakan terbuka untuk umum dan bagi siapa saja yang ingin mengikuti pelatihan ketrampilan juga dapat mendaftarkan diri melaui online.

Reporter : Erwin
Redaktur : Dewi Pelangi

Proyek IPAL Siluman Muncul di Kelurahan Bojongkerta, Santer jadi Sorotan Warga

Proyek IPAL Siluman Muncul di Kelurahan Bojongkerta, Santer jadi Sorotan Warga

BOGOR.radarinformasi.com– Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dalam sebuah pemukiman yang padat dengan kategori sanitasi yang tidak layak, maka pemerintah telah menggelontorkan bantuan untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hal tersebut bertujuan untuk mengolah limbah yang berbentuk cair, misalnya limbah dari WC, dari air cuci ataupun dari kamar mandi, Sabtu (06/11/21).

Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor adalah salahsatu kelurahan penerima IPAL, akan tetapi  pembangunan yang sudah berjalan hampir 3 minggu, masyarakat sekitar masih bertanya-tanya sumber anggaran dan besaran jumlah anggarannya, karena di lokasi pembangunan tidak terlihat adanya papan proyek.

Padahal seperti yang kita ketahui, papan proyek wajib dipasang sesuai dengan  Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek, dari volume jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak, sampai waktu proses pekerjaan.

Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta dalam pengawasan, saat radarinformasi mencoba menggali informasi, Parman yang disebut-sebut sebagai Ketua KSM seolah alergi terhadap media, Ia selalu menghindar saat akan dimintai keterangan.

Sangat disayangkan memang, proyek pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah tersebut menjadi sorotan masyarakat dan dianggap proyek siluman karena tidak bertuan serta tidak ada kejelasan soal jumlah dan sumber anggarannya. Masyarakat sekitar pun mulai menyoal hal tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan Ketua KSM masih sulit ditemui dan belum ada penjelasan terkait pembangunan yang sudah berjalan tersebut. Bahkan saat dikonfirmasi via seluler tidak merespon sama sekali.

Red

Akhiri Pelarian selama 6 tahun, DPO ini menyerahkan diri

Akhiri Pelarian selama 6 tahun, DPO ini menyerahkan diri

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Terpidana perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) di Indramayu yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 6 tahun pelarian, akhirnya menyerahkan diri secara sukarela kepada aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu, Jum’at (05/11/2021).

Iman Supardi merupakan terpidana perkara tipikor pengadaan & penyaluran pupuk bersubsidi sekitar 300 ton, yang menyebabkan kerugian negara sebesar kurang lebih Rp. 877.500.000,-. ( Delapan ratus tujuh puluh tujuh juta, lima ratus ribu rupiah ).

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 5 Juli 2015 lalu, Iman Supardi dijatuhi hukuman 4 tahun penjara & denda sebesar Rp. 200.000.000,-, subsider 6 bulan , serta uang pengganti sebanyak Rp. 73.125.000,- ( Tujuh puluh tiga juta seratus dua puluh lima ribu rupiah ).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Indramayu, Denny Achmad menjelaskan bahwa sejak keluarnya putusan dari MA tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melakukan panggilan beberapa kali namun, tidak diindahkan oleh terpidana.

“Kemudian tim Kejari Indramayu terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat & Aparat Penegak Hukum lainnya, untuk melakukan pencarian di kediaman maupun tempat lain yang diduga sebagai tempat persembunyian terdakwa”,  jelasnya.

Denny juga mengungkapkan bahwa pada tanggal 22 Oktober 2021 lalu, tim Kejari Indramayu mendapatkan informasi bahwa terpidana menggunakan mobil berwarna merah yang sering melintas di jalan raya Pantura Patrol, sedang berada di jalan Desa Sumuradem Timur Sehingga tim melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut, untuk memastikan bahwa pengemudinya adalah DPO.

“Setelah diberhentikan, ternyata benar pengemudinya adalah DPO. Pada saat itu, tim akan mengamankan, namun DPO mengelak dan langsung tancap gas untuk kabur ke arah Pamanukan,” ungkap Denny.

Kemudian, lanjut Denny, dihari berikutnya yaitu tanggal 23 Oktober 2021, tim kembali menemukan mobil merah itu sedang berada di sebuah bengkel di Desa Patrol. Selanjutnya, tim melakukan pemantauan hingga malam hari ada 2 orang yang akan mengganti plat mobil tersebut.

“Selanjutnya, tim Kejari Indramayu dibantu tim Resmob Polres Indramayu mengantarkan mobil yang menjadi sarana DPO melarikan diri, serta 2 orang yang akan mengganti plat nomor mobil tersebut  ke Polsek Patrol untuk menggali informasi keberadaan DPO”, pungkasnya.

Saat ini, terpidana Iman Supardi diserahkan ke bidang pidana khusus kejari Indramayu, untuk dilakukan pemeriksaan administrasi & setelah dinyatakan lengkap, maka selanjutnya dibawa ke Lapas Kelas IIB Indramayu, untuk dilakukan eksekusi.

Reporter  : Slamet Hidayat
Redaktur  : Dewi Pelangi

Kepsek Gadog 1 Sukajaya Sangkal adanya Kewajiban Membeli LKS dan Sampul Raport

Kepsek Gadog 1 Sukajaya Sangkal adanya Kewajiban Membeli LKS dan Sampul Raport

BOGOR.radarinformasi.com– Dengan munculnya pemberitaan di media online terkait jual beli LKS dan sampul raport yang berjudul “Abaikan Gaungan Pemerintah Pusat terkait Sekolah Gratis, SDN 01 Gadog tetap jual LKS  dan Sampul Raport”, Dudu Kurniadi via seluler angkat bicara, Ia merasa dipojokkan dengan adanya pemberitaan tersebut, karena statment yang dimuat berdasarkan hasil konfirmasi via telpon bukan secara tatap muka, Jum’at (05/11/21).

Pihak sekolah merasa bahwa tidak ada kewajiban untuk membeli LKS/Modul ataupun sampul raport, bahkan untuk anak yatim dan fakir miskin digratiskan.

“Saya klarifikasi ya terkait berita tersebut, kita tidak mewajibkan, itu bagi yang mau dan mampu saja, kita juga gratiskan koq untuk anak yatim dan yang tidak mampu, bapak kan bukan warga Gadog 1 jadi tidak tahu kan kesulitan kami saat tidak menggunakan modul di masa pandemi, warga Gadog itu tidak punya hp dan sinyal kurang bagus, saya sudah koordinasi dengan Koryandik, Dinas dan juga bidang kurikulumnya”, papar Kepala Sekolah.

Masih menurutnya, “Terkait modul silahkan bapak telusuri semua sekolah yang ada di Kabupaten Bogor, semua juga menggunakan Modul koq, dimasa pandemi itu kita ga bisa belajar tanpa adanya Modul, untuk tahun ini kita sudah stop pak”.

Dengan adanya statment tersebut, radarinformasi kembali menggali keterangan dari beberapa Walimurid, dalam keterangannya Walimurid mengatakan bahwa, “Saya heran kenapa sampul raport harus selalu ganti setiap kali naik kelas, tadinya warna merah terus biru terus ganti lagi, saya juga bingung ini bayarnya karena belum punya uang, sekarang anak saya kelas IV tapi harus ganti lagi sampul raportnya, untuk beli LKS aja saya bingung ditambah lagi harus bayar sampul raport”.

“Saya sudah kumpulin KTP, KK bahkan SKTM akan tetapi tetap saja harus bayar LKS dan sampul raport karena saya juga tidak dapat bantuan dari KIP”, keluhnya.

Red

Abaikan Gaungan Pemerintah Pusat terkait Sekolah Gratis, SDN 01 Gadog tetap jual LKS dan Sampul Raport

Abaikan Gaungan Pemerintah Pusat terkait Sekolah Gratis, SDN 01 Gadog tetap jual LKS dan Sampul Raport

BOGOR.radarinformasi.com– Pemerintah Pusat telah mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk dunia pendidikan sehingga pemerintah berani menggaungkan slogan Pendidikan Gratis. Tapi fakta dilapangan sering berbeda dengan semangat yang di usung pemerintah. Dalam Dunia Pendidikan Pungutan Liar (pungli) masih marak terjadi, mulai dari masih adanya praktik jual-beli LKS ataupun jual sampul raport, Kamis (04/11/21).

Hal ini juga terjadi di SDN 01 Gadog, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, dimana Siswa-siswi diwajibkan untuk membeli buku LKS/Modul seharga Rp.120.000,00 serta sampul raport seharga Rp.70.000,00, bahkan uang LKS tersebut tidak boleh dicicil, tentu saja hal tersebut sangat membebani para orangtua di masa pandemi seperti saat ini.

“Waktu itu memang diadakan rapat dan kita diarahkan untuk membeli LKS di pak Tatang, karena kalau tidak membeli itu nanti bisa ketinggalan pelajaran, itu juga harus cash dan ga boleh dicicil, selain itu juga kita diharuskan ganti sampul raport”, ujar salahsatu Walimurid kelas IV.

Padahal seperti yang kita tahu, tindakan pungutan uang tersebut diduga kuat telah melanggar UU.No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan melanggar Peraturan Pemerintah No.28 tahun 1990 tentang pendidikan Dasar serta melanggar Permendikbud nomor 44 tahun 2012 dalam pasal 9 ayat 1 menyebutkan satuan Pendidikan dasar yang diselenggarakan Pemerintah atau Pemerintah Daerah dilarang memungut biaya untuk pendidikan.

Sementara jual beli LKS telah melanggar peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerjasama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar, pasalnya, jual LKS telah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah Pasal 12 ayat 1. Dalam permen tersebut ditegaskan, Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.

Sementara itu, Dudu Kurniadi selaku Kepala Sekolah saat dikonfirmsi via seluler mengatakan bahwa, “Kita menjalankan pendidikan sesuai aturan hukum, untuk sampul raport kita pungut karena kita tidak anggarkan dalam Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) dan itu juga atas kemauan Orangtua Siswa, kita sudah rapatkan dengan semua pihak, nah mengenai LKS, saya jelaskan kita sudah buat untuk modul, kita sudah anggarkan dari dana BOS untuk pembuatan masternya, untuk penggandaannya kita serahkan kepada Orangtua masing-masing”.

“Insyaallah, sekolah kami sangat terbuka dengan semua pihak para stakeholders apalagi tujuannya untuk evaluasi dan penyempurnaan dan peningkatan program demi anak anak kami bagaimana pun kami adalah sekolah penggerak yang harus mensukseskan program Kemendikbud yaitu menciptakan profil pelajar Pancasila dan Mitra kami adalah semua pemangku kepentingan”, paparnya.

Red

Polsek Caringin Evakuasi Anak Berusia 1,5 Tahun Yang Hanyut di Sungai Cinagara

Polsek Caringin Evakuasi Anak Berusia 1,5 Tahun Yang Hanyut di Sungai Cinagara


BOGOR.radarinformasi.com – Polsek Caringin  bersama Tim SAR BPBD, dan RAFI lakukan evakuasi terhadap MA anak berjenis kelamin Wanita berusia 1,5 tahun yang hanyut ke dalam aliran sungai Cinagara Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, Selasa (02/11/2021).

Hanyutnya MA ini sendiri  terjadi pada Senin 1 November 2021, dimana jasad dari korban MA ini sendiri pertama kali dilihat oleh  Amir  yang hendak berangkat bekerja di sebuah pabrik kerupuk yang tak jauh dari sungai cinagara.

Amir melihat adanya seorang anak kecil yang tersangkut pada batu di pinggiran sungai, Amir yang mencoba memastikan kebenarannya dengan mendekat ke batu tersebut pun benar adanya seorang anak yang tersangkut di batu dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengkurap.

Polsek Caringin yang menerima laporan adanya penemuan mayat pun langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Selanjutnya Polsek, BPBD dan RAFI pun melakukan evakuasi terhadap korban MA dan langsung dibawa kerumah duka.

Kapolsek Caringin AKP Waluyo mengungkapkan dari olah TKP yang dilakukan, “Diduga korban MA yang belum lancar berjalan ini terjatuh hingga membuat dirinya tercebur ke dalam aliran sungai Cinagara dan terbawa arus, atas kejadian tersebut pihak keluarga korban pun menerima dengan ikhlas dengan apa yang menimpa putrinya dan menganggap kejadian tersebut adalah musibah”,  ungkapnya.

Sumber Humas Polres Bogor

Red

Tim Wasev Progja Sterdam III/Siliwangi, Aparat Kewilayahan Harus Bentuk Jaring Teritorial

Tim Wasev Progja Sterdam III/Siliwangi, Aparat Kewilayahan Harus Bentuk Jaring Teritorial

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Sebagai aparat kewilayahan harus dan wajib membentuk jaring teritorial dan mitra karib dengan masyarakat setempat dan diharapkan dengan terbentuk jaring dan mitra karib, agar dapat mengetahui informasi terkecil yang ada di wilayah teritorial masing-masing melalui temu cepat dan lapor cepat.

Demikian yang disampaikan oleh Mayor Kav Kiswanto Yudha Kurniawan (Pabandya Wanwil) selaku ketua tim pada pelaksanaan Wasev Progja Bidang Ter TA 2021 Sterdam III/Slw di Makodim 0616/Indramayu, Selasa (2/11/2021).

Dalam kesempatan itu, turut hadir Dandim 0616/Indramayu Letkol Inf Teguh Wibowo,S.Sos, Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf Ruhiyat, Batih Karbak TNI Serma Sunot, Batimin Komsos Serka Losidin, Batimin Puanter Sertu Suyono, Turmin Wanwil PNS Wawan Suhaya, Keluarga Besar FFKPI Kab. Indramayu, Perwakilan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.

“Pembinaan peta jarak jaring teritorial bertujuan untuk membangun wilayah teritorial kita”, jelasnya.

Dia berharap, apabila ada permasalahan segera dimusyawarahkan dan ditindak lanjuti sehingga tidak ada permasalahan di wilayah yang muncul dibelakang hari.

Dalam hal ini, dia mengajak agar membina jaringan masing-masing wilayah serta jaga sinergitas dengan instansi terkait baik secara langsung maupun melalui media sosial yang ada.

“Semoga ke depan para Babinsa lebih maksimal dan mampu melaksanakan tugas di wilayah binaanya”, harapnya.

Kedatangan Tim Wasev di Makodim 0616/Indramayu ini, dalam rangka melaksanakan pengawasan dan Evaluasi (Wasev) kegiatan bidang Teritorial, khususnya pembinaan perlawanan Wilayah (Binwanwil) yang sudah dilaksanakan Kodim 0616/Indramayu.

Serta menekankan agar pelaksanaan kegiatan bidang Teritorial, khususnya Binwanwil harus dilaksanakan sesuai program kerja berdasarkan ketentuan dan petunjuk dari Komando Atas.

“Komunikasi dan koordinasi antar Bati Staf di Koramil dengan Bati Staf di Staf Ter Kodim 0616/Indramayu agar lebih dimaksimalkan lagi”, tegas Mayor Kav Kiswanto Yudha Kurniawan.

Dia mengajak, antara Danramil Jajaran Kodim 0616/Indramayu dengan Pasiter, dalam setiap penyelenggaraan kegiatan mulai tahap perencanaan, persiapan dan pelaksanaan sehingga target yang dicapai lebih optimal.

Reporter : Slamet Hidayat
Redaktur : Dewi Pelangi