Cicurug kembali dilanda Banjir, Puluhan Hunian Warga Tenggelam

Cicurug kembali dilanda Banjir, Puluhan Hunian Warga Tenggelam

Bogor.radarinformasi.com – Akibat luapan Sungai Cibeber yang mencapai ketinggian 60 Cm, hingga mengakibatkan luapan sungai dan sebanyak 14 rumah dan 1 Mushola yang berada di Kp. Cibeber Rt.04/04, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat, terendam pada Kamis (15/10/2020) pukul 16.30 WIB.

Dengan adanya kejadian tersebut, Maman Suherman selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi mengatakan bahwa, “Adanya Luapan Sungai ini mengakibatkan sejumlah rumah dan 1 Mushola terendam, kami juga sudah mengirimkan Petugas ke lokasi untuk melakukan assesmnt sekaligus berkoirdinasi dengan pemerintah setempat”.

“Dalam menangani banjir ini, kita juga melibatkan Babinsa, Bhabinkabtibmas dan Satpol PP, sementara dampak dari banjir ini dirasakan oleh Warga Desa Tenjoayu, Benda, Pasawahan, Nanggeran dan Kelurah Cicurug, saat ini belum dilakukan penanganan, masih sebatas assesment sambil menunggu Petugas yang turun ke lapangan”, pungkasnya

 

( Dahlia )

Rumah Makan Tongseng di Lahap Si Jago Merah

Rumah Makan Tongseng di Lahap Si Jago Merah

Bogor.radarinformasi.com – Warga Kampung Gadog Rt.03/Rw.02, Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, digergerkan oleh kobaran api yang membumbung tinggi sehingga membuat panik Warga sekitar, Si Jago Merah mengamuk dan meluluhlantakkan sebuah Rumah Makan Sate Tongseng milik H.Tutut pada pukul 23.15 WIB, Rabu (14/10/2020).

Dugaan sementara, penyebab kebakaran tersebut diakibatkan oleh Kompor Gas yang mengalami kebocoran, sehingga terjadi ledakan, 7 ( tujuh) unit Damkar dari Unit Ciawi diturunkan langsung untuk menaklukan amukan si Jago Merah, selain itu 5 (lima) Petugas Piket turun langsung yang dipimpin oleh AKP. Maryanto selaku Kanitlantas Polsek Ciawi Resort untuk mengamankan jalur lalu lintas.

Anggota Kepolisian-pun mengumpulkan baket sebagai bukti penyebab terjadinya musibah tersebut, bahkan Warga sekitar-pun turut membantu Tim Damkar untuk memadamkan api, sehingga TKP-pun dapat dilokalisir dan si Jago Merah tidak menyebarluas.

“Berkat kesigapan dari Tim Damkar Unit Ciawi, kobaran api dapat kita lokalisir sehingga tidak merembet ke tempat yang lain, arus lalu lintas juga kita jaga sehingga kemacetan dapat teratasi, sampai saat ini kerugian material belum bisa kita prediksikan, beruntung dalam kejadian ini tidak memakan korban jiwa”, ungkap AKP. Maryanto.

(Dahlia)

Koordinasi yang baik antara BPD dan Kepala Desa menjadi Faktor kemajuan Desa.

Koordinasi yang Baik antara BPD dan Kepala Desa menjadi Faktor Kemajuan Desa.

Bogor.radarinformasi.com –
Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) sebagai mitra dari Pemerintahan Desa menjadi pendukung setiap program desa agar berjalan dengan lancar, hal tersebut dilakukan oleh BPD yang ada di Desa Teluk Pinang Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, Rabu (14/10/2020).

Hubungan yang baik antar kedua pihak tersebut mendorong peningkatan kemajuan desa yang signifikan, karena berjalan baiknya roda Pemerintahan tentu harus ada komunikasi disetiap mengambil keputusan, sehingga tidak ada konflik di masyakarat. Semua itulah yang terjalin pada masa Pemerintahan Ahmad Rifai yang menjabat sebagai Kepala Desa Teluk Pinang.

Agenda per- tiga bulan pun menjadi agenda rutinan yang melibatkan seluruh RT / RW, BPD, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan Pemerintahan Desa yang dibuat serta bertujuan untuk membahas evaluasi perencanaan yang ada di desa sehingga lancar dalam merealisasikannya.

“Hubungan yang baik ini harus berjalan seterusnya dan semoga menjadi lebih baik lagi kedepannya, sehingga Desa Teluk Pinang menjadi desa yang maju”, ujar Muhammad Mulyadi Ketua BPD.

 

( Yusril/Tika )

Kepedulian PT. Aam Prima Artha terhadap keluarga yang terpapar Covid-19 di Desa Banjarwaru Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.

Kepedulian PT. Aam Prima Artha terhadap keluarga yang terpapar Covid-19 di Desa Banjarwaru Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.

Bogor.radarinformasi.com
Ditengah merebaknya Pandemi Covid-19 yang masih ada di dunia khususnya korban Covid-19 yang ada di Desa Banjarwaru dan butuh uluran tangan dari para Dermawan, seperti hal nya PT. Aam Prima Artha yang sudah memberikan bantuan terhadap keluarga yang terpapar tersebut,
(Rabu, 14/10/2020).

Pemberian yang diwakili oleh Tati Nurhayati selaku E-warung yang bekerja sama dengan PT. Aam Prima Artha dan selanjutnya bantuan yang berjumlah 7 paket untuk korban Covid-19 diserahkan kepada PJS. Banjarwaru untuk diberikan kepada keluarga yang terinfeksi Virus Covid-19.

Agus Supriatna selaku koordinator pencegahan Covid-19 berterima kasih banyak kepada siapapun yang telah membantu keluarga yang sedang melakukan Isolasi mandiri dan bagi keluarga yang terpapar jangan berkecil hati tetap menjaga imunitas tubuh sehingga bisa beraktivitas kembali seperti biasanya.

“Semoga Covid-19 bisa cepat berlalu khususnya yang ada di Desa Banjarwaru dan dengan adanya perhatian dari PT. Aam Prima Artha dapat menjadi contoh baik sehingga keluarga yang terinfeksi tidak harus memikirkan kebutuhan pokok sehari harinya”, ujar H.R Sumarna PJS. Banjarwaru.

 

( Yusril/Dani/Tika )

Kesra Banjarwangi berharap Data KPM Bantuan Sosial Tepat Sasaran

Kesra Banjarwangi berharap Data KPM Bantuan Sosial Tepat Sasaran

Bogor.radarinformasi.com – Dengan adanya Pandemi Covid-19, Masyarakat banyak yang terkena dampak, diantaranya dampak Ekonomi sehingga mereka butuh perhatian lebih dari Pemerintah, tak terkecuali danpak yang berimbas pada Masyarakat Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, Selasa (13/10/2020).

Dari 2000 lebih data pengajuan bantuan pemerintah, hanya 70% yang terealisisakian hal tersebut, membuat kecemburuan Sosial di Masyarakat sehingga menjadi PR bagi pemerintahan yang berada ditingkat bawah mulai dari Kepala Desa, Kesra hingga RT yang langsung bersentuhan dengan Masyarakat.

“Ada beberapa bantuan yang menimbulkan gejolak antar Warga, diantaranya bantuan yang bersumber dari Provinsi karena yang mendapatkan dari kalangan orang mampu bahkan ada yang sudah meninggal 10 tahun lalu, tetapi namanya tercantum sebagai Penerima Manfaat, permasalahan ini yang membuat Masyarakat menanyakan kepada Aparat Pemerintahan Desa sebagai pucuk pimpinan yang ada dibawah”, ujar Saptaji Kasi Kesra Desa Banjarwangi.

“Saya berharap agar Masyarakat bisa lebih mengerti karena pada dasarnya yang menentukan itu bukan dari Pemerintahan Desa, akan tetapi saya selaku Kasi Kesra akan selalu mengajukan bagi Masyarakat yang belum tersentuh sama sekali bantuan dari Pemerintah”, pungkasnya.

(Yusril)

Sinergitas Karang Taruna dan Pemerintah Kecamatan Ciawi Modal Utama Wujudkan Kabupaten Termaju

Sinergitas Karang Taruna dan Pemerintah Kecamatan Ciawi Modal Utama Wujudkan Kabupaten Termaju

Bogor.radarinformasi.com – Untuk menghidupkan kembali kinerja dan aktifitas Karang Taruna Kecamatan Ciawi serta
mengembangkan jaringan komunikasi dan dalam rangka membantu tugas Pemerintah Kecamatan, maka Karang Taruna Ciawi menggelar Temu Karya Karang Taruna untuk merevilitasi sekaligus pembentukan Karang Taruna tingkat Kecamatan Ciawi,
(Sabtu, 10/10/2020).

Temu Karang Taruna yang diadakan disalah satu Hotel dikawasan Gadog Megamendung tersebut diharapkan mampu mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju, dalam acara tersebut tampak dihadiri oleh Sekdis, Camat Ciawi, Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten dan Apdesi Kecamatan Ciawi.

Banyak hal yang diharapkan dengan diadakannya Temu Karya Karang Taruna ini, diantaranya agar membantu menanggulangi permasalahan sosial terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda, hal tersebut ditegaskan oleh Adi Henryana selaku Camat Ciawi.

Sementara itu, Irfan Darajat selaku Ketua karang taruna tingkat Kabupaten Bogor berharap, ” Siapapun yang menjadi Ketua di Kecamatan Ciawi, harus mampu bersinergi dengan pemerintah guna memajukan Karang Taruna lebih baik lagi dan bisa meningkatkan program Karang Taruna, baik dalam kegiatan sosial ataupun dalam menghadapi pandemi Covid 19 saat ini”.

Supardi selaku Sekdis memaparkan setelah adanya Temu Karya ini ada kegiatan lebih lanjut sehingga Masyarakat dapat merasakan kehadiran Karang Taruna ditengah – tengah mereka dan dapat membantu Pemerintah dalam penyaluran Bansos.

 

( Dewi/Bule )

Tidak Melibatkan Komite Sekolah, diduga Kepala Sekolah SDN Sukajadi tidak Transfaran dalam Pengelolaan BOS

Tidak Melibatkan Komite Sekolah, diduga Kepala Sekolah SDN Sukajadi tidak Transfaran dalam Pengelolaan BOS

Bogor.radarinformasi.com – Ada beberapa Modus Kepala Sekolah untuk menyelewengan Dana BOS, bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaanpun mengungkapkan bayak penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah atau dana BOS yang kerap dilakukan oleh beberapa oknum Kepala Sekolah/ pendidikan baik di sekolah maupun di Dinas Pendidikan setempat itu dilarang, Jum’at (09/10/2020).

Modus pertama, kepala sekolah diminta menyetor sejumlah uang tertentu kepada pengelola dana BOS di Dinas Pendidikan dengan dalih mempercepat proses pencairan dana BOS.

Modus kedua, adalah kepala sekolah menyetor sejumlah uang kepada oknum pejabat Disdik dengan dalih uang administrasi.

Ketiga, Sekolah tidak melibatkan komite sekolah dan dewan pendidikan dengan tujuan mempermudah penyelewengan dana BOS.

“Tidak boleh ada sekolah yang tidak memiliki Komite Sekolah yang menerima dana BOS, karena syaratnya penggunaan dana BOS harus bersama Komite Sekolah,” jelasnya.

Modus selanjutnya adalah Dana BOS hanya dikelola oleh Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah, lalu Dana BOS sengaja dikelola secara tidak transfaran, indikasinya hampir tidak ada sekolah yang memasang papan informasi tentang dana BOS.bahkan udah jelas dalm UU no.14 tahun 2008 harus transfaransi .

Begitupun yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SDN Sukajadi Sudirman, dalam melakukan apapun diduga tidak melibatkan Komite Sekolah, padahal sudah di atur oleh peraturan Menteri Permendikbud nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah itu juga sudah jelas .

Analisa kami Kepala Sekolah SDN Sukajadi Kecamatan Leuwisadeng, diduga manggelapkan anggaran Dana Pemerintah/BOS.

Kami meminta kepada penegak hukum baik itu Kejaksaan /Polri/Tipikor/Pidsus agar turun kelapangan untuk memeriksa Kepala Sekolah tersebut.

( IMAN )

Ngaku Wartawan Senior, Pengawas Proyek Pembangunan SDN Sukamahi 02 Bersikap Sombong dan Arogan

Ngaku Wartawan Senior, Pengawas Proyek Pembangunan SDN Sukamahi 02 Bersikap Sombong dan Arogan

Bogor.radarinformasi.com – Dalam sebuah proyek pembangunan yang menggunakan anggaran dengan bersumber dari APBN/APBD seharusnya ada transfaransi, Masyarakat maupun Awak Media mempunyai hak untuk menjadi Kontrol Sosial dalam pelaksanaannya, namun sangat disayangkan saat Media radarinformasi.com mendatangi ke lokasi rehabilitasi SDN Sukamahi 02, pihak Pelaksana melontarkan kata – kata yang kurang sopan terhadap Awak Media, Minggu ( 04/10/2020).

Kejadian bermula saat Tim radarinformasi.com menyambangi lokasi pembangunan, dimana dilokasi hanya bertemu dengan Mandor Harian dan tidak bisa secara gamblang menjelaskan pengalokasian dana yang terpampang di papan kegiatan, para pekerja yang tidak menggunakan APD serta tidak menjalankan protokoler kesehatan. Mandor merasa risi saat Awak Media mempertanyakan hal tersebut dan membuat laporan kepada pihak Pengawas Proyek, KP (62thn) keesokan harinya Pengawas tersebut menelpon pihak Awak Media dan melontarkan kata – kata yang tidak sopan, dengan mengecam bahwa Awak Media yang turun ke lokasi pembangunan adalah Wartawan Abal – abal, bahkan dengan nada tinggi Ia mengatakan bahwa dirinya adalah Wartawan Senior.

Tidak sebatas permasalahan tersebut, faktanya proyek rehabilitasi SDN tersebut ternyata tidak ada koordinasi dengan pihak pemerintah setempat, terutama pihak pemerintah desa, akan tetapi dengan bantahan Mandor Harian menegaskan bahwa Ia telah koordinasi dengan pihak desa, namun pada kenyataannya pihak desa sendiri mengetahui ada pembangunan setelah berita mencuat.

“Baru hari ini Kepala Sekolah dan Pelaksana berkoordinasi dengan saya, itupun dengan bahasa yang menurut saya kurang sopan, Pelaksana dengan nada tinggi mengatakan bahwa Ia adalah Wartawan Senior”, ungkap Mamat (Budi),SE selaku Kepala Desa.

( Dewi )

Aksi Demo Mahasiswa Bogor Tolak UU Cipta Kerja (Omnibus Low)

Aksi Demo Mahasiswa Bogor Tolak RUU Cipta Kerja (Omnibus Low)

Bogor.radarinformasi.com – Ratusan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (omnibus low), didepan pintu utama Kepresidenan Istana Bogor, Kamis,(08/10/2020).

Aksi unjuk rasa Mahasiswa dilakukan dengan cara orasi menyuarakan nasib buruh yang ada di Indonesia, menentang UU Cipta Kerja (omnibus low) yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sejak tanggal 05 oktober 2020. Orasi Mahasiswa ini menuntut keadilan Pemerintah, agar mencabut kembali UU tentang Cipta Kerja ke tidakadilan terhadap nasib Buruh.

Kericuhanpun terjadi, saat Mahasiswa berusaha maju mendekati Gerbang Istana, akhirnya terjadi insiden dorong-mendorang antar Mahasiswa dengan Aparat Kepolisian dan TNI. Aksi demo Mahasiswa mendapat penjagaan ketat dari Aparatur Negara untuk mengamankan para Demonstran dari Mahasiswa, dengan jarak 3 meter dari Gerbang Istana Bogor.

Akibat aksi demo Mahasiswa, jalan di seputaran Juanda mengalami kemacetan total dan kendaraan yang akan melintas dijalur tersebut dialihkan ke Sudirman mengarah Air Mancur untuk mengurangi kemacetan tersebut, beberapa Personil Dishub diturunkan untuk mengatur lalulintas.

(Dede Mamad)

Dana Desa sebagai Pelumas Roda Pembangunan Ekonomi Desa

Dana Desa sebagai Pelumas Roda Pembangunan Ekonomi Desa

Bogor.radarinformasi.com – Dana Desa adalah sebagai stimulasi yang mampu mengubah dan memperlancar roda pembangunan ekonomi punggiran sekaligus sebagai pelumas roda pembangunan desa, maka untuk itu perlu dukungan dari semua pihak agar proses pembangunan berjalan lancar, Rabu (07/10/2020).

Dana Desa sendiri digelontorkan oleh Pemerintah Pusat yang didapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan sumber dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Jumlah yang diterima paling sedikit adalah 10% dari APBN. Untuk pengalokasiaannya juga harus digunakan secara konsisten dan terkendali. Setiap kegiatan yang menggunakan alokasi dana desa, melalui beberapa tahapan proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi yang jelas dan berdasar prinsip. Segala bentuk laporan yang dibuat harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Salahsatu desa penerima manfaat dari Dana Desa adalah Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, mengingat kondisi saat ini, ditengah Pandemo Covid 19, tanpa membuang waktu Badri, selaku Kepala Desa langsung merealisasikan untuk BLT DD dan Stunting untuk kemajuan desa dan kesejahteraan Masyarakatnya.

Kinerjanya patut diacungi jempol, bekerja untuk kepentingan Masyarakat dan berusaha melakukan yang terbaik sehingga respon dari Masyarakat juga sangat baik.

“Untuk Dana Desa sudah tersalurkan dengan baik, Masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya, mulai dari BLT DD dan juga Stunting, pelayanan Posyandu dan juga penanganan gizi buruk semua sudah terealisasikan dengan baik”, ungkap Badri kepada radarinformasi.com.

(Iman)