10 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Warga Kp.Tegal Kopi berharap Ada Perhatian

10 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Warga Kp.Tegal Kopi berharap Ada Perhatian

BOGOR.radar.informasi.com – Warga Kp. Tegal Kopi, Rt.03/10, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor – Jawa Barat, mengeluhkan jalan lingkungan yang masih tanah, pasalnya kurang lebih hampir 10 tahun jalan tersebut diduga belum pernah tersentuh oleh Pemerintah Desa Ciadeg. Jalan sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut menurut Lahem warga Rt.03/10 sama sekali belum tersentuh oleh Pemdes Ciadeg, Rabu (05/05/21).

“Sempat kami mengajukan beberapa kali pada Rt, Rw dan kepala Desa belum ada respone sama sekali.
Padahal jalan ini akses satu – satunya untuk warga disini dan kalo hujan jalan sangat licin makanya jalan tersebut saya taburi pakai pecahan genteng agar tidak licin sebab disini banyak motor Warga yang melintas melalui jalan itu,” ujar Lahem kepada radar.informasi.com.

Masih kata Lahem, “Kami selaku Warga Kp. Tegal Kopi, khususnya Rt.03/10 kepada Pemerintah Desa Ciadeg agar cepat memperbaiki jalan lingkungan tersebut, karena hampir 10 tahun jalan ini belum pernah tersentuh sama sekali”.

Sementara itu Kepala Desa Ciadeg Wahyu, mengatakan, ” Rt.03/10 kebetulan itu domisili saya, jadi anggaran yang sekarang untuk Covid -19, tidak ada pembangunan dulu, cuma nanti kata saya yang termen kedua mungkin ada pengerjaan, nah kemarin begitu, saya jelaskan kepada warga R.03/10″.

“Pada intinya begini tarolah disitu kampung baru sebelumnya warga juga baru beberapa rumah, karna terdampak satu jalan tol dan PJKA Double Track, jadi pindahlah Warga kesitu, jadi gini initinya itukan tetangga saya logikanya masa saya tidak memperhatikan”, ujar Kades.

Masih kata Wahyu saya menjabat baru satu tahun pas Covid -19, jadi termen kedua untuk Covid -19 kan dan termen kesatu dibangunkan ke jembatan, turap dan pengaspalan, jadi saya fokuskan dulu pembangunan ke wilayah Nagrog, persatu tahun kita bangun perwilayah dulu, Insya Allah saya sudah komitmen semua pasti akan tersentuh”, ucapnya.

Reporter : Pajar Rahayu
Redaktur : Dewi Pelangi