Lemahnya Pengawasan dari Pihak Sekolah, Siswa SMAN 01 Tamansari terlihat Merokok di Kantin Sekolah

Lemahnya Pengawasan dari Pihak Sekolah, Siswa SMAN 01 Tamansari terlihat Merokok di Kantin Sekolah

BOGOR.radarinformasi.com- Dalam PP nomor 109/2012 Pasal 50 ayat (4), secara spesifik menyebutkan bahwa pimpinan atau penanggungjawab tempat yang termasuk Kawasan Tanpa Rokok (KTR) wajib menerapkan KTR, salahsatu yang masuk dalam oKTR adalah sekolah, maka dari itu Kepala Sekolah sebagai pemimpin sekolah wajib menetapkan lingkungan sekolah sebagai KTR dan semua warga sekolah (murid dan guru) harus menjamin sekolah dan masjid di dalam sekolah bebas dari asap rokok, Selasa (29/11/22).

Adapun sanksinya bagi yang merokok di KTR diatur di Pasal 199 ayat (2) UU Kesehatan, yang bunyinya:

“Setiap orang yang dengan sengaja melanggar Kawasan Tanpa Rokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115 dipidana denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)”.

Sehingga terhadap murid dan guru yang merokok di lingkungan sekolah bisa dikenakan sanksi berupa pidana denda maksimal Rp 50 juta karena telah melanggar kawasan tanpa rokok yang seharusnya bebas dari asap rokok.

Akan tetapi, sangat disayangkan saat jam sekolah terlihat beberapa Siswa dari SMAN 01 Tamansari tengah nongkrong di Kantin depan sekolah sambil merokok, padahal sekolah tersebut dijaga oleh Satpam dan juga di pagar, dengan harapan Siswa-siswi tidak keluar dari lingkungan sekolah sebelum jam pulang sekolah.

Saat dikonfirmasi via seluler, Dra.Nura’eni selaku Humas tidak memberikan jawaban/respon sama sekali hingga berita ini ditayangkan.

Reporter : Dewi

Humas SMAN 01 Tamansari : Terkait Campus Expo bagi Anak Yatim Kita Bebaskan Biaya, Bagi yang tidak Mampu Bukan Urusan Kami

Humas SMAN 01 Tamansari : Terkait Campus Expo bagi Anak Yatim Kita Bebaskan Biaya, Bagi yang tidak Mampu Bukan Urusan Kami

BOGOR.radarinformasi.com- Untuk memberikan sosialisasi pengenalan kampus kepada siswa-siswi kelas XI di SMAN 01 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pihak sekolah akan menyelenggarakan Campua Expo dengan tujuan untuk mengenalkan kehidupan perkuliahan kepada calon mahasiswa baru, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2018 tersebut tentu saja menuai protes dari sebagian Walimurid yang kehidupan ekonominya di bawah rata-rata, karena beban biaya yang begitu besar yang harus mereka bayar, Selasa (29/11/22).

Bagaimana Walimurid tidak menjerit, setiap Siswa dikenakan biaya sebesar Rp.1.700.000,00 untuk Campus Expo yang rencananya akan dilaksanakan di Magelang Jawa Tengah. Meskipun program tersebut bertujuan pisitif, akan tetapi aeharusnya pihak sekolah lebih bijak dalam menentukan lokasi tujuan, karena tak bisa dipungkiri banyak Universitas yang ada di wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor yang dapat dikunjungi dab dijadikan tempat untuk pengenalan tentang Perguruan Tinggi kepada Siswa.

Dra.Nura’eni, M.Pd selaku Humas SMAN 01 Tamansari saat dikonfirmasi radarinformasi.com, mengatakan bahwa program Campus Expo tersebut tidak diwajibkan, melainkan bagi yang mau dan mampu saja, bahkan dengan biaya sebesar iru tujuaannya untuk subsidi silang bagi Siswa yang tidak mampu.

“Kita sudah musyawarahkan dengan Panitia dan juga Orabgtua murid, bahkan bagi yang tidak mampu boleh tidak mengikuti, tidak berpengaruh koq buat nilai raport, tidak ada sangsi atau pemaksaan dalam bentuk apapun, bagi Siswa Yatim dab tidak mampu l, apabila mereka ingin ikut tapi terbentur biaya, kita bebaskan”, ujar Nura’eni.

“Terkait tujuan kenapa harus keluar kota, karena kalau dengan IPB, kita sudah lama bekerjasama dan anak-anak juga sering kita bawa kesana untuk mengikuti kuliah satu hari, tujuan kita kan untuk mengenalkan perguruan tinggi ke anak-anak, nah untuk Campus Expo ini, kenapa memilih ke Magelang karena 60% untuk pembelajaran dan 40% lagi kita gunakan untuk jalan-jalan”, tuturnya.

Dengan adanya program ini ada beberapa Walimurid yang mengeluh dan harus meminjam kesana-kemari, karena anaknya ingin seperti yang lain dapat ikut ke Magelang seperti yang lainnya, dengan enteng Humas mengatakan bahwa pihak sekolah sudah melakukan subsidi silang, terkait anak yang tidak paham dengan ekonomi orangtuanya Ia mengatakan bahwa, “Itu bukan urusan kami”.

Apa yang dituturkan oleh Humas juga bertentangan dengan apa yang dikeluhkan Orangtua Siswa, dimana Orangtua mengatakan bahwa semua murid wajib mengikuti Campus Expo tersebut.

Dewi/Red