FWJ Dukung Penuh Satgas Anti-Premanisme Demi Ekonomi Indramayu

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memerangi aksi premanisme mendapat dukungan solid dari Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJ). Kolaborasi ini diyakini mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif, sebagai fondasi penting bagi tumbuhnya investasi dan geliat ekonomi daerah. Rabu (14/5)

Dalam agenda pertemuan bersama awak media di Rumah Makan Panorama, Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Selasa (13/05/25), Ketua FWJ Mutadi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Premanisme yang digagas Pemkab Indramayu. Menurutnya, premanisme merupakan momok yang merusak iklim usaha dan menakuti investor.

“Inisiatif Satgas ini adalah langkah strategis. Kalau investasi lancar, pabrik berdiri, masyarakat punya pekerjaan. Itu tujuan kita bersama,” ujarnya lugas.

Mutadi menyoroti masih adanya kelompok yang mengatasnamakan kekuasaan jalanan untuk menekan pihak tertentu. Baginya, ini saatnya negara menunjukkan taring dan tak tunduk pada praktik yang meresahkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu Saefudin yang turut hadir menegaskan bahwa pemerintah daerah siap berdiri di garis depan dalam membersihkan praktik premanisme. Ia menyebutkan bahwa kenyamanan dan keamanan adalah syarat mutlak dalam pembangunan ekonomi.

“Kami tidak ingin ada hambatan dalam proses investasi. Premanisme harus diberantas agar Indramayu benar-benar menjadi rumah yang ramah untuk dunia usaha,” tegasnya.

Lebih jauh, Saefudin menilai pembentukan Satgas ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang tengah mendorong pembentukan unit serupa di berbagai wilayah. Ia juga mengajak media dan seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil menjaga stabilitas daerah.

“Keamanan bukan hanya soal kriminalitas, tapi erat kaitannya dengan pergerakan ekonomi. Saat wilayah aman, investor datang, lapangan kerja terbuka, pengangguran bisa ditekan,” ujarnya.

Sebagai wujud nyata, Pemkab Indramayu telah menggelar apel siaga anti-premanisme dan berkomitmen menindak tegas setiap aksi yang mengganggu ketertiban umum. Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indramayu serius menjadi daerah bebas premanisme dan terbuka untuk investasi.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal

Tokoh Masyarakat dan Wabup Indramayu Dukung Satgas Anti Premanisme Demi Iklim Investasi Aman

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Dukungan terhadap pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Premanisme mengalir deras dari berbagai elemen masyarakat Indramayu. Langkah ini dinilai penting demi menciptakan kondisi aman dan nyaman, terutama untuk mendukung masuknya investasi ke daerah. Selasa (13/5)

Haji Warjo, salah satu tokoh masyarakat Indramayu, menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk aksi premanisme. Ia menilai kehadiran preman, baik secara individu maupun kelompok, sangat merugikan masyarakat luas.

“Saya sangat mendukung adanya satgas pemberantasan premanisme. Negara jangan sampai kalah oleh gerombolan preman, karena yang dirugikan bukan satu dua orang saja, melainkan masyarakat luas,” tegas Haji Warjo saat ditemui di rumah makan Panorama, Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Senin (13/5/2025).

Menurutnya, keberadaan preman bisa menjadi ancaman serius terhadap iklim investasi di Indramayu. Ia berharap, dengan kondisi keamanan yang terjaga, investor dari luar daerah dapat lebih percaya diri untuk membuka usaha atau pabrik di wilayah tersebut, sehingga bisa membantu mengurangi angka pengangguran.

Sikap serupa juga disampaikan oleh Wakil Bupati Indramayu, Saefudin. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam pemberantasan premanisme, yang menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang sehat.

“Kita ingin investasi di Indramayu benar-benar aman dan nyaman. Ini sejalan dengan visi Indramayu reang, aman, dan nyaman. Pemerintah juga berkomitmen mempermudah perizinan agar para investor merasa dilayani dan dilindungi,” ujar Saefudin kepada awak media di tempat yang sama.

Ia menambahkan, dalam upaya menciptakan kondusivitas daerah, bukan hanya aparat keamanan yang berperan, tetapi juga dukungan media dan masyarakat sangat dibutuhkan.

“Kita tidak ingin ada lagi aksi premanisme yang merusak tatanan sosial dan ekonomi. Mari bersama kita jaga Indramayu agar tetap terbuka dan ramah bagi investor,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Indramayu juga berharap masyarakat dapat membedakan antara organisasi masyarakat (ormas) yang legal dan menjalankan fungsi sosial, dengan preman yang bertindak di luar hukum. Langkah tegas hanya akan diarahkan kepada pihak-pihak yang terbukti mengganggu keamanan dan kenyamanan publik.

Dengan adanya gerakan anti-premanisme yang sudah digaungkan hingga tingkat pusat, serta penguatan dari daerah, masyarakat berharap perubahan nyata bisa segera dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter : Andika
Redaktur : Rizal