Gunakan Besi Banci, Proyek Rehabilitasi Puskesmas Banjarwaru diduga Asal Jadi

BOGOR.radarinformasi.com- Untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp.588.068.664,00 untuk biaya rehabilitasi Puskesmas Pembantu Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, Kamis (26/10/23).

Namun sangat disayangkan pekerjaan rehabilitasi tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan tekhnis, pasalnya di lokasi tidak terlihat adanya direksi keet dan pemasangan besi untuk tiang tidak sesuai, saat radarinformasi.com menyambangi ke lokasi Ibeng selaku Kepala Mandor mengatakan bahwa untuk direksi keet hanya memanfaatkan ruangan puskesmas yang tidak di bongkar.

Selang beberapa hari kemudian tampak besi yang digunakan untuk tiang, ukurannya tidak sesuai dengan yang seharusnya, namun sangat disayangkan Ibeng tidak ada di lokasi saat hendak di konfirmasi, lalu via seluler Ia menjelaskan bahwa, “Kita sudah koordinasi ke pihak desa, silahkan media datang aja ke desa, terkait besi yang tidak sesuai ukuran itu kan nanti bisa di bongkar dan diganti lagi”.

“Maunya apa sih, jangan ganggu pekerjaan saya, itu kan hanya kesalahan sepele yang bisa diperbaiki dan di bongkar lagi, kecuali bangunan ini ambruk baru boleh di beritain”, ujar Ibeng via seluler.

Sedangkan Wakil Kepala Tukang yang berada di lokasi mengatakan bahwa, “Kita udah pesen besi ke matrial sesuai ukuran, tapi yang datang malah besi kecil ini, jadi ya kita pakai aja yang ada, emang besi ini harusnya untuk ring nya”.

Selain itu juga tampak para pekerja tidak menggunakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Perlu diketahui, Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Wulandari Lestari selaku Penyedia Jasa dan PT. Prestasi Multi Kreasi selaku Konsultan ini, sempat dihentikan oleh Kepala Desa karena sebelumnya tidak ada koordinasi terlebih dahulu dan banyak warga sekitar yang mengeluh karena saat pembobolan tembok dilakukan pada malam hari sehingga mengganggu jam istirahat.

Reporter : Dewi

Miris, Bidan Puskesmas Nyaris Menjadi Korban Pelecehan Seksual

Miris, Bidan Puskesmas Nyaris Menjadi Korban Pelecehan Seksual

MUNA BARAT.radarinformasi.com- Sepandai-pandainya Tupai melompat suatu saat pasti akan terjatuh pula, begitu pepatah yang sering terdengar dan sepintar-pintarnya kita menyimpan bangkai pasti akan tercium pula, hal tersebut terjadi kepada SG pemuda usia 29 tahun yang mencoba melakukan tindak kejahatan seksual terhadap Bidan desa setempat, Senin, (21/02/22).

Peristiwa naas menimpa seorang Bidan di wilayah Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan memanjat tembok belakang SG nekat hendak melakukan aksi bejadnya, Ia memanfaatkan keadaan, diman sang Bidan malam itu hanya sendiri berada dalam gedung Puskesmas Pembantu (Pustu).

Menurut keterangan korban, pelaku menodongkan sebilah pisau dapur dan mencoba untuk melampiaskan nafsu bejadnya, dengan sekuat tenaga Bidan melakukan perlawanan meskipun Ia harus menderita luka lebam dan memar di seluruh tubuhnya.

“Meskipun saya harus mati saya tak sudi kehormatan saya direnggut oleh orang yang tidak berhati nurani”, ujar Bidan S.

Pelaku yang berdomisi di Desa Lawada Jaya Kecamatan Sawerigadi, Selain mencoba melakukan kejahatan seksual, SG juga membawa kabur uang korban sebesar Rp.500.000,00.

Sementara itu, JT selaku Kepala Puskesmas berharap agar kejadian tersebut tidak terulang lagi dan jangan sampai menimpa Bidan-bidan yang lain, hingga berita ini ditayangkan, pelaku masih dalam proses pencarian.

Reporter : Laode Abu Bakar
Redaktur : Dewi Pelangi