Pemerintah Desa Sukaharja Dukung Program PTSL untuk Warga

BOGOR.radarinformasi.com – Pemerintah Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, telah menyatakan dukungan penuh terhadap program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digagas oleh pemerintah pusat. Program ini bertujuan untuk mempercepat proses sertifikasi tanah bagi masyarakat. Kamis (25/7/24)

Mochamad Satori selaku Kasi PEM, mengungkapkan bahwa program PTSL merupakan langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum atas tanah yang dimiliki oleh warga. “Dengan adanya program PTSL, diharapkan seluruh tanah di Desa Sukaharja dapat memiliki sertifikat yang sah, sehingga dapat menghindari sengketa tanah di kemudian hari. Pemerintah desa sangat mendukung program PTSL untuk 1000 bidang,” ujarnya.

Selain memberikan kepastian hukum, program PTSL juga diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi tanah warga. Dengan memiliki sertifikat tanah, warga bisa lebih mudah mengakses berbagai program pemerintah lainnya, seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan bantuan sosial. Pemerintah Desa Sukaharja juga berkomitmen untuk terus memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada warga agar proses sertifikasi tanah berjalan lancar.

Pemerintah Desa Sukaharja menghimbau seluruh warga yang belum mendaftarkan tanahnya untuk segera mengikuti program PTSL ini. “Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk kemakmuran bersama,” pungkas Kasi PEM Mochamad Satori.

Reporter : Dewi

Desa Banjarwaru Gelar Rembug Stunting untuk Atasi Masalah Gizi Balita

BOGOR.radarinformasi.com – Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan Rembug Stunting sebagai langkah strategis untuk mengatasi masalah gizi buruk pada balita. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan orang tua balita, tokoh masyarakat, pendamping desa, serta petugas kesehatan dari Puskesmas setempat. Selasa (16/7/24)

Dalam acara yang digelar di Balai Desa pada Selasa, 16 Juli 2024, Hana selaku Sekdes Banjarwaru, mengungkapkan bahwa Rembug Stunting menjadi langkah awal dalam menanggulangi stunting di wilayah mereka. “Kami sadar pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam mencegah stunting. Melalui rembug ini, kami ingin memberikan edukasi tentang pola makan sehat serta perawatan yang tepat untuk anak-anak,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dokter dari Puskesmas Banjarwaru  memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan anak. “Anak-anak yang tidak mendapatkan gizi yang cukup berisiko mengalami stunting, yang dapat menghambat perkembangan fisik dan mental mereka,” katanya.

Selain itu, rembug ini juga menjadi forum untuk bertukar informasi antara orang tua dan petugas kesehatan mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam memberikan asupan gizi yang baik bagi anak-anak mereka.

Kegiatan Rembug Stunting di Desa Banjarwaru diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia. “Dengan melibatkan semua pihak terkait, diharapkan masalah gizi buruk pada anak-anak dapat segera teratasi dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan,” tutup Hana selaku Sekdes Banjarwaru dalam keterangannya kepada awak media.

Reporter : Rizal
Redaktur : Dewi