Pengkolektifan KKS di E-warung Leni Desa Sukakarya atas Himbauan pihak Kecamatan

Pengkolektifan KKS di E-warung Leni Desa Sukakarya atas Himbauan pihak Kecamatan

BOGOR.radarinformasi.com – Adanya pengkolektifan KKS BPNT di E-warung Leni Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, ternyata atas arahan dari Iwan Dharmawan selaku Pembina Monitoring dalam penyaluran BPNT terutama dalam hal pemantaun Prokes, Senin (19/07/21).

Sangat disayangkan Gerakan Pegang KKS sendiri (Pastikan Kartu KKS hanya dipegang, disimpan dan dimanfaatkan oleh KPM sendiri) tidak diindahkan dalam hal ini, bahkan sangat disesalkan kebijakan yang dibuat sudah menyalahi aturan (Pedum) karena seperti yang dijelaskan dalam Gerakan Pegang KKS sendiri sudah gamblang tertulis agar tidak diberikan kepada pihak lain demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat dikonfirmasi via seluler Iwan Dharmawan mengatakan bahwa, “Memang benar saya yang mengintruksikan, hal tersebut untuk menghindari adanya kerumunan dimasa PPKM, kalau masalah digesek 3 (tiga) hari sebelum penyaluran saya baru tahu hari ini”.

“Saya hanya memantau terkait Prokesnya saja bukan tehknis pelaksanaannya”, ujarnya singkat.

Disini perlu dipertanyakan kinerja TKSK dan Kepala Desa dalam pemantaun penyaluran BPNT, bahkan untuk penggesekan yang dilakukan 3 (tiga) hari sebelumnya mereka tidak mengetahuinya. Penunjukan E-warung harus benar-benar orang yang memahami Pedum dan dapat melaksanakan dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku, jangan sampai kebijakan menabrak aturan.

Red

Ada Kejanggalan Penyaluran BPNT di E-warung Leni tidak ada Mesin EDC

Ada Kejanggalan Penyaluran BPNT di E-warung Leni tidak ada Mesin EDC

BOGOR.radarinformasi.com– Masyarakat Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung kembali mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai untuk 3 bulan sebesar Rp.600.000.00, melalui e-warung yang telah ditetapkan, namun sangat disayangkan saat pendistribusian BPNT tidak tampak ada mesin gesek di lokasi, Minggu (18/07/21).

Saat radarinformasi menyambangi e-warung milik Leni yang beralamat di Kp.Cijulang tampak KPM mengambil sembako, akan tetapi ada yang janggal KPM tidak terlihat menggesek terlebih dahulu, mereka langsung mengambil sembako akan tetapi beras juga belum ada.

Leni selaku e-warung mengatakan bahwa tidak ada pengkolektifan seperti isu yang beredar, bahkan Ia mengatakan bahwa KPM menggesek sendiri kartunya, akan tetapi fakta dilapangan berbeda, dalam struk jelas terlihat penggesekan dilakukan pada tanggal 15 Juli 2021. Disini perlu diketahui seharusnya KKS dipegang sendiri oleh KPM untuk mengurangi resiko penyalahgunaan,
gerakan KPM Pegang KKS Sendiri dimaksudkan agar KPM mandiri dalam pengambilan Bantuan Pangan Non- Tunai (BPNT) serta meningkatkan kesadaran dan kemauan KPM untuk berlatih bertransaksi menggunakan KKS.

“Jumlah KPM seluruhnya 267 yang ada saldo 176 KPM, dengan komoditi meliputi Beras 11 kg, telur 20 butir,  buah jeruk 1kg, tahu 1 cup, sayur asem dan sop, kita tidak kolektifkan koq hanya sebagian saja sembako diambilin oleh RT, beras juga memang masih kurang sekitar 150 karung lagi, karena beras kan datang baru semalam dan kebetulan PO untuk Kecamatan Megamendung berbarengan jadi agak keteter, KPM ngga mempermasalahkan koq yang penting nanti kan pasti datang berasnya” ujar Leni.

Sudah jelas bahwa e-warung Leni menyalahi Pedum yang telah ditetapkan, ketika radarinformasi menghubungi Kepala Desa via seluler, Kepala Desa mengatakan bahwa, “Lagi PPKM jadi Ketua RT yang anterin ke masing-masing rumah penerima dan lagi  Zona merah, sebagian yang zona aman pada datang, hanya beberapa KPM yang sembakonya dibawain sama RT, kalau gesek kartu itu KPM langsung”.

Saat disinggung tidak adanya mesin gesek Kades menegaskan , “Dah beres atuh udah siang, kan tadi mulainya dari jam 8.00WIB”.

Sementara saat dikonfirmasi terkait struk yang digesek pada tanggal 15 juli kemarin serta penyaluran masih berlangsung, Kepala Desa tidak memberikan jawaban apapun.

Red