Dugaan Pelecehan di Ponpes Berujung Kekeluargaan

BOGOR.radarinformasi.com – Dugaan sebuah aksi pelecehan terjadi di lingkungan Ponpes yang berada di Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya Ciampea Kabupaten Bogor, yang mana aksi tersebut diduga dilakukan oleh pimpinan ponpes kepada anak didiknya. Senin (05/06/2023).

Terkait adanya dugaan tersebut pihak kepolisian Polsek Ciampea Polres Bogor pun mepertemukan pihak walisantri dengan pimpinan ponpes, dalam pertemuan tersebut dilakukan mediasi antara kedua belah pihak.

Kapolsek Ciampea Polres Bogor Polda Jabar Kompol Suminto mengatakan bahwa dugaan tersebut berawal dari aduan santri kepada orang tuanya, bahwa yang bersangkutan merasa dilecehkan  pada saat dibangunkan dan nonton bareng di lingkungan ponpes.

Dari mediasi yang digelar tersebut pimpinan ponpes sendiri menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pelecehan kepada para santri seperti yang dituduhkan kepadanya.

“Terkait hasil musyawarah yang dilakukan  tersebut, bahwa kedua belah pihak telah bersepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan tidak menuntut secara hukum dan nantinya para santri pun tidak lagi tinggal di asrama melainkan tinggal di rumah masing-masing”.

“Sementara itu para santri yang duduk di kelas 1 dan 2 pun akan dipindahkan sekolahnya setelah berakhirnya ujian dan kenaikan kelas, adapun bagi para santri yang duduk di kelas 3 akan tetap belajar di ponpes hingga selesai dan menerima kelulusan. Hasil kesepakatan dalam mediasi tersebut pun dituangkan dalam surat pernyataan dan ditandatangani kedua belah pihak”,  jelas Kapolsek Ciampea Polres Bogor Kompol Suminto.

Sumber Humas Polres Bogor

Bule

Kalapas Indramayu Gelar Program Seribu Ketupat di Pesantren Nahdlotul Mubtadiin Al- Islam

INDRAMAYU.radarinformasi.com – Kalapas Indramayu Beni Hidayat salurkan seribu ketupat bagi warga yang tidak mampu dan lembaga pendidikan Islam, di Pondok Pesantren Nahdlotul Mubtadiin Al- Islam Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Rabu(19/4/2023).

Menurut Kalapas Indramayu Beni Hidayat, kegiatan penyaluran seribu ketupat kepada warga yang tidak mampu, dan lembaga pendidikan Islam adalah program Kepala Kantor Kementrian Hukum dan Ham Provinsi Jawa Barat R. Andika.

“Jadi hari ini kami laksanakan kegiatan program seribu ketupat, program dari kepala kantor kementrian hukum dan ham Jawa barat bapak R. Andika. Ini ada program seribu ketupat, kita bagikan ketupat untuk warga- warga yang membutuhkan, ataupun teman- teman di lembaga pendidikan Islam seperti ini,” kata Beni Hidayat usai kegiatan di Pondok Pesantren Nahdlotul Mubtadiin Al- Islam.

Selain itu, Beni Hidayat turut menjelaskan, sumber anggaran kegiatan program seribu ketupat berasal dari donasi seluruh pegawai Lapas Indramayu.

“Jadi sumber pembiayaannya dari seluruh pegawai kita kumpulkan, dan kita distribusikan melalui pak kyai untuk didistribusikan kepada yang berhak,” tutur Beni Hidayat.

Masih di tempat yang sama, KH. Amani Luthfy, S.Ag., M.Pd Pondok Pesantren Nahdlotul Mubtadiin Al-Islam mengucapkan terima kasih kepada Kakanwil Kemenkumham Provinsi Jawa Barat R. Andika , melalui Kalapas Indramayu Beni Hidayat yang telah melaksanakan Program Seribu Ketupat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kakanwil Kemenkumham Jabar melalui Kalapas Indramayu yang hari ini membagikan atau melaksanakan program seribu ketupat yang membagikan kepada masyarakat, tidak terkecuali menyisir dunia pesantren,” kata KH. Amani Luthfy, S.Ag., M.Pd.

Karena mendapat kepercayaan untuk pendistribusian seribu ketupat melalui Pondok Pesantrennya, KH. Amani Luthfy, S.Ag., M.Pd merasa terhormat, dan memberikan penghormatan yang setinggi- tingginya kepada Kakanwil Kemenkumham Jabar R. Andika dan Kalapas Indramayu Beni Hidayat

“Satu kehormatan, dan penghormatan yang setinggi- tingginya dari kami mewakili dunia pesantren yang kebagian tersisir mendapatkan amanah atau langsung menjadi objek pemberian ini, kami dukung program ini menjadi program yang luar biasa, teruslah Kemenkumham terus bersonding kepada masyarakat agar kita menjadi satu bagian yang terintergral untuk mengisi kebaikan di negeri ini,” ungkap KH. Amani Luthfy, S.Ag., M.Pd.

Reporter : Slamet H
Redaktur : Dewi