
BOGOR.radarinformasi.com – PT Indocement di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya tersandung kasus hujan abu dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya, perusahaan ini kini diduga mencemari aliran Sungai Cijere.
Dugaan pencemaran mencuat setelah 20 petugas dari Tim Gabungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan pertambangan Quarry Hambalang milik PT Indocement, Rabu (12/11/2025).
Sidak dipimpin Kabid Subko Penegakan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Bogor, Agustina Lubis, S.Si., M.Pd., bersama Tim Pengendalian Pencemaran Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk menelusuri sumber dugaan pencemaran air Sungai Cijere.
Turut hadir dalam sidak tersebut Ketua Tim Subko Penegakan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Bogor Uli Tiarma Sinaga, ST, perwakilan Dansubdenpom III/1-3 Cibinong Serda Restu Nuralamsyah, perwakilan Perumda Tirta Kahuripan (PDAM) Kabupaten Bogor, Pelaksana DLH Kabupaten Bogor, Kasi Trantib Satpol PP Citeureup Joko Widi Utomo, Tim HSE PT Indocement, serta Satpol PP Kecamatan Citeureup.
Video Viral Jadi Pemicu Sidak
“Sidak ini dilakukan setelah pada Selasa, 11 November 2025, beredar video viral di TikTok yang menampilkan kondisi Sungai Cijere dalam keadaan tercemar. Air sungai tampak berwarna putih keruh dan diduga kuat berasal dari aktivitas pertambangan PT Indocement di Quarry H, Desa Tajur. Namun video tersebut sudah diturunkan oleh pengunggahnya,” ujar Agustina Lubis.

Menindaklanjuti temuan tersebut, tim kemudian melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang diduga menjadi sumber pencemaran untuk memastikan kebenaran informasi.
Hasil Pengamatan: Air Sungai Putih Keruh
Tim menemukan bahwa di area Quarry H sedang berlangsung kegiatan pengerukan batu sebagai bahan baku produksi semen. Dari hasil peninjauan awal, aktivitas tersebut diduga kuat berkontribusi terhadap perubahan kualitas air Sungai Cijere.

Saat tim mengecek langsung aliran Sungai Cijere, air sungai masih terlihat berwarna putih keruh, mengindikasikan adanya kontaminasi material dari hulu.
DLH Perintahkan Perbaikan Sistem Pengelolaan Limbah
Atas temuan tersebut, DLH Kabupaten Bogor mengeluarkan instruksi kepada PT Indocement, di antaranya:
1. Membangun tanggul pembatas air di area pertambangan untuk mencegah aliran air terkontaminasi masuk langsung ke sungai.
2. Mendirikan kolam endapan/penampungan air, sebagai wadah penanganan awal sebelum air dilepas ke lingkungan.
“Air hasil penampungan hanya boleh dialirkan ke lingkungan apabila telah jernih dan bebas endapan,” tulis DLH Kabupaten Bogor dalam laporannya.
DLH juga memberikan peringatan keras kepada PT Indocement atas kelalaian dalam pengelolaan lingkungan.
“Perusahaan diminta segera memperbaiki sistem pengelolaan air limbah dan melakukan pemantauan rutin kualitas air guna mencegah kejadian serupa,” tegas DLH.
Selain itu, analisis laboratorium lanjutan diperlukan untuk menentukan kadar dan sumber pasti pencemaran.
Dirut PT Indocement, Christian Kartawaijaya, telah dikonfirmasi sejak Kamis (13/11/2025) melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons.
Kasus Hujan Abu Masih Membayangi
Sementara itu, pada Agustus 2025, DLH Provinsi Jawa Barat juga menyatakan PT Indocement bersalah karena melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga menyebabkan hujan abu di Kampung Cigeger, Citeureup.
Kepala DLH Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menjelaskan bahwa insiden bermula pada 10 Agustus 2025 ketika indikator tekanan tinggi terdeteksi pada proses suspension preheater.
Setelah dilakukan penghentian unit dan pemeriksaan, ditemukan clogging pada cyclone 4.2 yang menyebabkan material dikeluarkan dan ditempatkan di platform terbuka. Angin kencang yang bertiup kemudian membawa material tersebut ke pemukiman warga.
“Check hole yang seharusnya untuk pengecekan justru digunakan untuk mengeluarkan coating sehingga material mudah terbawa angin,” ungkap Ai.
DLH Jabar akan merekomendasikan sanksi administratif dan denda kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akibat insiden tersebut.
Red
