
BOGOR.radarinformasi.com- Demi untuk meningkatkan mutu pendidikan terutuma yang masuk dalam kategori keluarga miskin atau rentan miskin supaya dapat menikmati pendidikan secara layak, Pemerintah telah menggelontorkan anggaran Program Indonesia Pintar, Senin (04/03/24).
Selain itu juga untuk mencegah adanya anak-anak yang harus putus sekolah akibat minimnya biaya, dana PIP ini juga untuk membantu operasional sekolah bagi anak-anak yang membutuhkan, akan tetapi sangat disayangkan masih ada saja Oknum guru atau Operator yang memanfaatkan program tersebut sebagai ajang bisnis.
Salahsatunya terjadi di SDN Ciletuh, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor-Jawa Barat, dimana Kartu dan buku tabungan dipegang oleh Operator dengan alasan untuk keperluan scan dan laporan, meskipun uang diambil oleh pihak Orangtua dan Siswa mirisnya Operator tetap meminta uang jasa sebesar Rp.50.000,00.
“Anak saya dapat PIP tapi pihak sekolah meminta uang Rp.50.000,00 katanya sih buat ganti bensin karena udah urus ini itu”, ujar beberapa Orangtua yang enggan disebutkan namanya.
Saat team Awak Media mencoba mengklarifikasikan hal tersebut ke pihak sekolah, Mimin, S.Pd selaku Kepala Sekolah mengatakan bahwa, “Saya rasa itu bukan Pungli ya, itu mungkin buat ganti ongkos saja, karena kan Operator yang udah bolak-balik ngurus ke Bank dan buat biaya materai juga mungkin, untuk lebih jelasnya saya panggil Operator ya”.
“Saya tau kalau Operator dapat uang dan saya rasa itu wajar karena dianggap uang lelah atau uang jasa”, pungkasnya.
Sementara itu Operator Sekolah menyangkal keras tudingan Walimurid, Ia mengatakan bahwa uang tersebut diberikan secara iklhas dan sukarela tanpa ada paksaan.
Reporter : Red
